
Clue kemudian berhenti meninju dan mengambil pedang putih dari dalam tasnya. Clue lalu mengayunkan pedang ke arah barrier berulang kali. "Crash, crash." "Krak." Barrier pecah. "Ughh. Bagaimana mungkin dia bisa menghancurkan barrierku." Polisi batuk darah.
Setelah menghancurkan barrier. Clue melihat puluhan bola api, panah petir dan pisau angin melesat ke arahnya. "Boomm." "Apa dia masih hidup setelah terkena gabungan serangan kita." Kata seorang tentara.
Tidak lama setelah asap menghilang Clue berdiri di langit dengan pakaian hangus dan badan penuh luka, sementara tas yang dia bawa juga hangus. "Sebelumnya aku menahan diri untuk membunuh. Karena kalian memaksaku. Aku tidak akan menahan diri." Kata Clue lalu membuat 25 bola api raksasa. "Sialan, apa tingkat kekuatan dia sebenarnya." Kata seorang tentara terkejut melihat seberapa besar ukuran bola api.
"Mati." kata Clue melemparkan 25 bola api ke arah polisi, tentara dan anggota asosiasi. "Boomm." Melihat 25 bola api meledak Clue kemudian mulai terbang menjauh. Tidak lama setelah api padam seorang pria berpakaian hitam berjalan dari asal ledakan dan melihat ke langit.
"Dia sudah kabur." Kata seorang polisi dibelakangnya. "Benar, dia kabur. Apa kalian baik-baik saja." Balas pria berpakaian hitam. "Kami baik-baik saja. Hanya ada beberapa yang menerima luka ringan." Balas seorang tentara.
Beberapa menit kemudian Clue telah kembali ke rumahnya. Clue masuk ke dalam kamarnya tanpa sepengetahuan orang-orang. "Sial, aku terluka parah." Kata Clue melihat tubuhnya penuh dengan luka. "Baiklah, saatnya untuk berkultivasi dan menyembuhkan diri." Kata Clue mengambil satu kristal biru dari dalam tasnya yang hangus dan menghancurkannya.
2 jam kemudian Vina membawa sapu dan membuka pintu kamar. Saat membuka pintu Vina terkejut dengan yang dilihatnya. Vina melihat Clue sedang duduk di lantai dan memejamkan matanya. "Clue." kata Vina. Clue membuka matanya dan melihat Vina.
"Tutup pintunya dan masuklah." Kata Clue. "Baik." Vina mengangguk kemudian menutup pintu. Clue berdiri dan melihat bahwa luka di tubuhnya 80% sudah sembuh. "Badanmu penuh dengan luka. Kamu pasti mengalami hal yang sangat berat." Kata Vina sedih melihat badan Clue. "Jangan bersedih. Ini cuma luka ringan." Clue tersenyum. Vina tersenyum kecut mendengar kata Clue.
"Baiklah, aku akan pergi. Jangan katakan pada kakek bahwa aku kembali." Kata Clue mengambil tasnya. Vina tersenyum kecut mendengar kata Clue. Melihat ekspresi Vina Clue berjalan ke arah Vina dan mencium bibirnya. "Jangan khawatir, aku tidak akan tertangkap." Clue lalu keluar lewat jendela kamarnya. Melihat Clue pergi Vina berkata. "Semoga kamu baik-baik saja."
Beberapa menit telah berlalu saat ini Clue berlari dengan sangat cepat di tengah ladang padi. "Aku harap pegunungan masih aman untuk menjadi tempat persembunyianku." Kata Clue melihat sebuah gunung di utara.
2 hari kemudian di sebuah kantor polisi. 5 pria sedang berada di dalam tahanan. "Apa benar jika hunter Fernando bersembunyi di gunung." kata seorang polisi. "Benar pak, kami menebak dia saat ini bersembunyi di gunung." Balas pria. "Baiklah, jika informasi kalian benar, dan hunter Fernando bersembunyi di gunung. Maka aku akan memperingan masa hukuman kalian, karena ingin memperkosa wanita." Balas polisi. "Terimakasih pak." Balas kelima pria.
Sementara di pegunungan Clue sedang mandi di bawah air terjun. "Mandi di bawah air terjun adalah satu cara untuk menghilangkan stress." Clue tersenyum kemudian mulai berjalan menuju tasnya. Clue mengambil sebuah alat dari dalam tasnya dan menyentuhnya. "Tittt." Clue melihat angka 270 yang muncul.
"Jika bertarung dengan mereka lagi, aku tidak akan terluka parah." Clue tersenyum kemudian mengingat kejadian saat bertarung melawan polisi, tentara dan anggota asosiasi saat dirinya dalam kondisi terluka.
"Baiklah, saatnya berburu tupai liar untuk dijadikan makanan." Kata Clue tersenyum dan melompat ke atas pohon. Selama di pegunungan hal yang dilakukan oleh Clue selain berkultvasi adalah berburu hewan untuk dijadikan makanan.
Clue berhenti berlari ketika merasakan puluhan mahluk hidup dalam jarak 90 meter darinya. "Sepertinya mereka sudah menungguku." Kata Clue tersenyum kemudian tubuhnya diselimuti angin dan terbang ke langit.
"Dia terbang, cepat hentikan dia." Kata seorang polisi. "Baik." Balas kedua polisi kemudian mengangkat tangannya ke arah Clue terbang. "Bukk." Clue melihat dirinya menabrak dinding transparan. "Kemampuan ini lagi." kata Clue kesal dan melihat puluhan polisi, tentara dan anggota asosiasi yang tiba-tiba muncul dan menunjukan diri.
"Lepakan barrier." Teriak seorang polisi. Setelah mendengar teriakan Clue melihat puluhan bola api, panah petir, pisau angin melesat ke arahnya. "Kalian tidak akan dapat melukaiku lagi seperti kemarin." Kata Clue tubuhnya diselimuti api, angin, air dan tanah. "Booom." Ledakan besar terjadi dan membuat beberapa pohon terhempas.
Tidak lama kemudian setelah asap menghilang semua polisi, tentara dan anggota asosiasi terkejut melihat Clue tetap melayang di udara tanpa terluka. Mereka melihat hanya pakaian Clue yang terkena dampak ledakan sementara tas yang dia bawa tidak hancur. Clue melayang di udara tanpa luka di tubuhnya sama sekali.
"Sigh, jika kemarin aku melakukan ini, mungkin aku tidak akan terluka. Beruntung hanya ada 3 orang dari mereka yang peringkat a dan sisanya peringkat b. Jika mereka semua peringkat a, ceritanya akan berbeda lagi."
"Baiklah, kali ini giliranku. Aku harap kalian bisa menangkis ini. serangan ini lebih kuat dari kemarin." Kata Clue lalu 27 tombak angin sepanjang 5 meter mulai muncul dari udara. "Semuanya serang, jangan biarkan dia mempunyai kesempatan untuk menyerang." Teriak seorang tentara. "Baik." Teriak tentara lain.
"Mati." kata Clue melemparkan 27 tombak angin. "Hyaa." Kemudian tombak angin bertabrakan dengan bola api, panah petir pisau angin yang di buat oleh gabungan polisi, tentara dan anggota asosiasi. "Booom" ledakan besar terjadi. "Saatnya pergi." Melihat ledakan terjadi Clue kemudian terbang menjauh.
Beberapa menit kemudian di lokasi ledakan. "Uhuk, uhuk." Seorang polisi batuk. "Sepertinya dia jadi lebih kuat." Kata seorang tentara. "Benar, kita butuh lebih banyak hunter tingkat b untuk menangkapnya." Seorang pria berpakaian hitam menghapus darah dari mulutnya.
30 menit telah berlalu. Saat ini Clue berjalan di tengah keramaian dengan menggunakan topi dan masker. Clue melihat seorang wanita yang dikenalnya dan tersenyum. "Sepertinya dia bisa dimanfaatkan." Kata Clue berjalan ke arah wanita dan memegang tangannya.
"Siapa kamu." Kata wanita melihat seorang pria yang memakai masker dan topi serta membawa tas di punggungnya memegang tangannya. "Apa kamu tidak mengenali suaraku." Kata Clue. "Ah, kamu." Wanita terkejut. "sshh. Diamlah, ayo kita bicara di tempat yang sepi." Clue menutup mulut wanita. Wanita terkejut kemudian mengangguk.
10 menit kemudian Clue berada di sebuah kamar. "Aku tidak menyangka, tempat sepi yang kamu maksud adalah rumahku." Wanita tersenyum kecut. "Ajeng aku ingin kamu membiarkanku tinggal disini." Kata Clue melihat wanita di depannya. "Apa kamu bodoh, kamu adalah seorang buronan. Jika aku membiarkanmu tinggal disini, aku juga termasuk melindungi buronan." Teriak Ajeng.
"Apa kamu pikir dapat hidup tenang sebentar lagi. Apa kamu pikir dungeon tingkat s tidak akan muncul di Indonesia. Bukankah kamu sudah menyadari fenomena aneh saat ini. Dungeon tingkat a tersebar luas di Indonesia." Kata Clue. Mendengar kata Clue Ajeng terkejut dan berkata. "Benar, fenomena aneh mulai terjadi. Tapi kamu tidak tahu, bahwa bukan hanya di Indonesia saja dungeon tingkat a muncul secara bersamaan. Di seluruh negara yang terletak di benua Asia muncul dungeon a secara bersamaan."