
"Benar, menurut informasi. Di bagian dada monster terdapat kristal." Kata Clue kemudian mulai membelah dada goblin. Setelah membelah dada goblin, clue melihat kristal sebesar kuku jari bewarna hijau.
"Keberuntunganku tidak buruk, satu kristal hijau bisa dijual seharga satu juta. Kristal ini sangat bagus untuk jadi bahan perhiasaan. Tapi aku juga merasakan energi alam di dalam Kristal." Kata Clue. Clue melihat mayat goblin dan berkata. "Mengapa aku tidak ketakutan saat membunuh dan membelah dada goblin. Apakah ini efek yang kuterima dari kultivasi. Atau efek pengalaman bertarungku di dalam mimpi." Clue bingung.
Clue kemudian mulai berjalan menelusuri labirin. Setelah berjalan sejauh 5 meter, Clue berbelok dan melihat dua goblin yang sedang berdiri. "Waaa." Dua goblin berlari ke arah Clue dengan membawa tombak.
Clue kemudian berlari dan melempar pisau ke arah satu goblin. "Cepp." Pisau sekali lagi menancap di dahi goblin. Clue melihat goblin yang masih berdiri kemudian menghunus pisau ke arah leher goblin. "Crashh." Goblin memegangi lehernya yang berlumuran darah kemudian terjatuh.
Melihat kedua goblin yang tergeletak di tanah, Clue mulai membelah kedua dada goblin. "Ehh, aku hanya menemukan satu kristal." Kata Clue melihat tidak menemukan kristal di salah satu dada goblin. "Tapi tidak masalah, masih banyak goblin yang akan kutemui jika terus menjelajahi dungeon." Kata Clue menyimpan Kristal di saku celananya dan berjalan menelusuri dungeon.
Setelah berjalan sejauh 10 meter Clue melihat 3 goblin yang sedang berdiri. Seakan menunggu dirinya. Kali ini Clue melihat salah satu goblin memegang panah dan 2 goblin lainnya memegang tombak serta pedang.
"Wuss." Clue melihat panah melesat ke arahnya dan secara reflek menghindar ke samping. Clue melihat panah mengores pipinya dan darah menetes di pipinya. Clue menyentuh darah di pipinya kemudian berteriak. "Bajingan!!. Aku akan membunuhmu." Clue marah dan berlari ke arah 3 goblin dengan membawa dua pisau. "Wuss." "Tingg." Clue menangkis panah dengan pisau dan merasakan tangan kirinya kesemutan. "Waaa." Clue melihat dua goblin mendekat ke arahnya dan menusuk leher goblin dengan pisau. "Ceppp."
Setelah menusuk goblin Clue melompat mundur. "Ting." Clue melihat goblin mengayunkan pedng ke arahnya. "Jika terlambat sedikit saja aku pasti terluka parah." Gumam Clue. "Wuuss." Clue secara reflek membungkuk dan melihat panah melewati atas kepalanya.
"Sial, goblin pemanah itu sangat menganggu." Kata Clue. Clue melihat goblin yang membawa pedang mendekat ke arahnya kemudian tersenyum. "Waaa." Clue menghindari serangan goblin, kemudian menusuk pisau ke arah perut goblin. "Cepp." "Waaa." Goblin berteriak kesakitan.
"Wuss." Melihat panah yang datang Clue membuat goblin menjadi perisai dagingnya. "Cepp." Panah menusuk badan goblin. Melihat panah menusuk goblin Clue mencabut pisau yang menancap di perut goblin, dan berlari ke arah goblin pemanah. "Mati kau bajingan." Teriak Clue kemudian menusuk dada goblin. "Waaa." Goblin memegangi dadanya yang tertusuk kemudian jatuh di tanah.
Melihat 3 goblin yang tergeletak di tanah Clue berkata. "Sepertinya membunuh 3 goblin adalah batasku saat ini." Clue tahu dirinya nyaris terbunuh jika tidak memiliki reflek yang bagus. Clue mengambil pedang goblin kemudian mulai membelah dada goblin satu persatu.
Tidak lama kemudian Clue berdiri dan memegang satu kristal hijau. "Sepertinya tidak semua goblin memiliki kristal. Aku hanya menemukan 1 kristal dari tiga mayat goblin." Kata Clue. "Baiklah, saatnya untuk kembali. Dengan kekuatanku saat ini. Aku pasti akan terluka parah jika melawan 4 goblin." Gumam Clue. Clue tahu bahwa kekuatan goblin setingkat hunter ranking e, sedangkan dirinya hanya sedikit lebih kuat dari orang biasa.
Sangat mustahil jika orang lain yang tidak memiliki kekuatan setingkat hunter ranking e dapat membunuh goblin. Beruntung Clue berbeda dengan orang lain, Clue mempunyai reflek yang sangat bagus, dan dapat dengan mudah memprediksi serangan goblin.
Clue kemudian berjalan keluar dari supermarket. Saat keluar supermarket Clue melihat bahwa sudah ada beberapa orang yang berkumpul. "Hei, apa kamu memasuki dungeon." Clue melihat wanita penjaga kasir berbicara kepadanya. Clue tidak menjawab pertanyaan wanita kemudian berjalan ke arah motor sport miliknya. "Wroom." Clue menghidupkan mesin motor kemudian pergi. Melihat Clue pergi dan mengabaikan pertanyaannya wanita kasir kesal.
30 menit kemudian Clue kembali ke rumahnya. "Mengapa kamu pulang begitu cepat." tanya kakek Clue. "Aku kelelahan setelah memasuki dungeon." Balas Clue berjalan ke kamarnya. Kakek Clue terdiam mendengar kata Clue. "Apa dia sungguhan masuk ke dalam dungeon." Gumam kakek Clue.
Clue sudah berada di kamarnya dan melihat 3 kristal hijau sebesar kuku jari. "Apakah aku perlu menjual tiga kristal ini. Saat ini aku tidak kekurangan uang." gumam Clue. Clue terdiam beberapa saat kemudian berkata. "Mengapa tidak mencoba menyerap energi di dalam Kristal ini." kata Clue kemudian mengambil palu dan mulai menghancurkan satu kristal. "Kretak."
Setelah Kristal pecah Clue merasakan banyak energi alam yang keluar dari kristal. "Tanpa basa-basi Clue duduk dan memejamkan matanya." 1 jam kemudian Clue membuka matanya dan menghirup napas. "Sepertinya kekuatanku meningkat." Clue berjalan ke arah laci kemudian mengambil sebuah alat.
Clue menyentuh sebuah ujung alat kemudian sebuah angka muncul "9". "Benar, aku naik 1 poin." Clue tersenyum. Clue melihat 2 kristal hijau yang tergeletak di kasur dan berkata. "Aku tidak akan menjual kristal hijau ini, karena dapat mempercepat peningkatan kekuatanku." Clue tersenyum. Dengan menyerap energi di dalam kristal hijau, Clue menghemat waktu kultivasi selama 11 jam. Clue sekali lagi memecahkan satu kristal dengan palu kemudian duduk dan memejamkan matanya kembali.
1 jam kemudian Clue membuka matanya dan merasakan perubahan pada tubuhnya, dan tidak menyadari bahwa luka di pipinya sembuh. "Aku merasakan bisa mengalahkan 3 atau 4 goblin sekaligus tanpa terluka." Clue berkata dengan penuh percaya diri.
Clue berdiri kemudian melihat dirinya di cermin. "Sepertinya tubuhku semakin tinggi dan berotot." Clue menebak tinggi badannya sekitar 180cm. "Aku tidak bisa membayangkan jika tubuhku terus bertambah tinggi dan berotot." Clue tersenyum kecut membayangkan dirinya menjadi raksasa seperti hulk.
"Eh, apa mengapa lukaku hilang." Clue menyentuh bekas luka di pipinya. "Aku tidak tahu bahwa peningkatan kekuatan juga dapat menyembuhkan luka." Clue tersenyum senang. "Baiklah, aku menyerap energi alam di kristal yang tersisa." Kata Clue melihat Kristal hijau yang tergeletak di kasur.
Keesokan harinya Clue sedang berdiri di kamarnya dan menyentuh sebuah alat. "Titt." Clue melihat sebuah angka 11 muncul. "Saat ini kekuatanku setara hunter tingkat e, dan aku percaya diri bisa mengalahkan 5 hunter tingkat e sekaligus." Clue tersenyum dan mencengkram tangannya.
Clue berjalan keluar kamarnya dan melihat kakeknya sedang duduk di ruang tamu sambil menonton tv. "Aku sudah membelikanmu tiket pesawat ke Jakarta." Kata Kakek Clue. "Terimakasih kek. Aku akan pergi keluar." Balas Clue. "Hati-hati." Kata kakek Clue. "Tentu." Clue mengangguk.
Sementara itu di sebuah ruangan. Seorang pria sedang melihat video rekaman cctv. "Apa kamu sudah tahu siapa identitas pria yang memasuki dungeon." "Sudah pak, dia adalah Fernando Clue De Lopez anak dari pejabat Adrian yang di penjara akibat korupsi uang proyek sebesar 10 miliar. Menurut informasi Fernando Clue De Lopez baru saja terbangun dari koma selama satu tahun." Kata pria berkacamata disampingnya.
Menurut informasi para hunter yang memasuki dungeon. "Ada 6 goblin yang sudah mati, jika dugaan benar. Maka dia terbangkitkan dan memiliki kekuatan hunter peringkat e atau d." lanjut pria berkacamata. "Apa kita perlu memberitahu dirinya, bahwa memasuki dungeon tanpa ijin dari asosiasi hunter, di anggap melanggar hukum. Terlebih lagi syarat memasuki dungeon harus menjadi seorang hunter dan membayar uang." Kata pria berkacamata.