Rebirth With System

Rebirth With System
Mendapat Informasi



Clue dan Syafin berhenti berhubungan badan. Clue sudah tahu bahwa ada 6 orang yang mendekat ke arahnya. Tapi Clue mengabaikan saat mengetahui mereka ber enam hanya peringkat B level 10.


"Kalian menganggu kami." Syafin marah kepada 6 pria yang ada di hadapannya. "Hoho, jangan marah nyonya. Kami disini tidak berniat buruk." pria menjilat bibirnya saat melihat badan seksi dan payudara Syafin. "Elf ini tidak terlalu buruk juga." Pria lain menjilati bibirnya. "Hehe, benar. kalian tahu bahwa aku sudah sebulan tidak bersenang-senang." Kata pria lain.


Saat Syafin hendak menyerang keenam pria karna melecehkannya, Clue menghentikannya. "Biar aku saja." Clue menghilang lalu tiba-tiba di belakang mereka. "Ehh." ke enam pria terkejut melihat Clue tiba-iba di belakang mereka. "bukk." Tiba-tiba salah satu pria terjatuh. (Exp +580 butuh 50,420 exp untuk level up) (Coin +580) Clue melihat notifikasi yang muncul di depan matanya.


"Ahh, apa yang kamu lakukan pada temanku." Kata salah satu pria berteriak ketakutan. Akhirnya dia tahu bahwa telah menyinggung seorang yang lebih kuat darinya. "Dia sudah mati, dan begitu pun kalian." Kata Clue mengambil sebuah pisau lalu mengayunkan pisaunya ke arah beberapa pria. "crash." "ahh." "ahh."


Sekali lagi notifikasi muncul di depan Clue, saat ini hanya tersisa 1 pria yang ketakutan. "Tuan, tolong jangan bunuh aku." Pria takut, dia sadar ahli yang membunuh teman-temannya setidaknya peringkat A level 2. Karena dia tidak bisa melihat gerakan pemuda di depannya. "Baiklah, aku tidak akan membunuhmu asalkan kamu menjawab semua pertanyaanku." Kata Clue. "Baik tuan, saya akan menjawab semua pertanyaanmu tuan." Pria buru-buru mengangguk.


"Apakah Elf dan manusia di dunia ini saling bertempur." Tanya Clue. Meskipun dia sudah diberitahu oleh Ratna bahwa ketiga ras dibenua selatan saling bertempur, Clue tetap bertanya. "Tidak tuan, Manusia dan Ras Elf sudah berdamai sebulan lalu." Balas pria. "Eh." Clue terkejut.


"Apa alasan kedua ras berdamai." Tanya Clue sekali lagi. "Alasan Ras Elf dan Manusia berdamai karena sebulan lalu para monster tiba-tiba menyerang manusia serta elf. Hal itu yang membuat manusia dan Elf untuk berdamai saat ini. Manusia dan elf bekerja sama menghadapi serangan para monster saat ini." Balas pria.


"Oh, ini semakin menarik." Clue menyeringai. "Apakah tuan bukan berasal dari benua selatan." Tanya pria. Clue tidak menjawab pria dan malah bertanya. "Lalu dimanakah aku bisa menemukan monster peringkat A level 6 di atas." Tanya Clue. "Di pegunungan monster tuan, tepatnya di area inti pegunungan.


"Jelaskan." Kata Clue. "Kawasan monster di benua selatan sangat besar tuan. Ada 5 pegunungan dimana monster berada. Pegunungan di bagi menjadi 3 bagian yaitu luar, dalam dan inti. Untuk memasuki area dalam dari area luar membutuhkan setidaknya 3 hari bagi peringkat B level 10 sepertiku tuan. Lalu butuh 7 hari untuk memasuki area inti dari area dalam tuan untuk ahli sepertiku." Kata pria.


"Hoho menarik ada 5 pegunungan. Berarti di setiap pegunungan ada 5 peringkat S." Kata Clue. "Benar tuan, setidaknya ada 1 peringkat S di setiap pegunungan." Kata pria. "lalu berapa banyak peringkat S ras manusia dan elf di benua ini." Tanya Clue. yang saya ketahui 8 orang tuan. 4 dari ras elf dan 4 dari ras manusia."


"Hmm, bahkan di benua barat, aku jarang menemukan peringkat S sama sekali." Gumam Clue. "Tuan, apakah saya boleh pergi." Kata pria. "Syafin kuserahkan kepadamu." Kata Clue. "Baik tuan." Syafin berjalan ke arah pria. "Sialan kamu membohongiku." "crash." Kepala pria terpotong di tebas oleh Syafin. "Hee, aku tidak berbohong, aku tidak membunuhmu, tapi beda lagi dengan Syafin." Kata Clue.


"Tuan." Kata Syafin berjalan ke arah Clue dan menempelkan payudaranya ke punggung Clue. "Ayo kita cari lokasi lain." "emmm." Syafin mengangguk. Kemudian Clue dan Syafin berpindah tempat.


Keesokan harinya Clue dan Syafin terbaring di pinggir pantai dengan telanjang. "Aku berharap bisa hamil anak tuan." Syafin tersenyum. "Oh, kenapa wanita tua sepertimu masih berharap ingin hamil anakku." Clue bertanya. "Huh, Syafin masih belum tua tuan. Syafin masih cantik dan sexy. Buktinya kemarin para bajingan tertarik denganku." Syafin mendengus. "Haha, Oke oke. Pelayanku masih cantik dan sexy." Kata Clue tertawa dan mengelus-elus rambut Syafin. Syafin senang mendengar kata Clue.


"Baiklah setelah makan kita akan pergi ke pegunungan dimana monster berada." Kata Clue. "Baik tuan." Syafin mengangguk patuh.


1 jam kemudian Clue dan Syafin melesat ke arah timur. "Tuan, pelan-pelan sedikit." Kata Syafin cemberut melihat Clue berlari begitu cepat. "Oke." Clue menurunkan kecepatannya dan Syafin mulai menyusulnya.


1 jam kemudian Clue dan Syafin menemukan sebuah kota yang di kelilingi dinding yang tinggi. "Tinggi dindingnya setara dengan ibukota di kerajaan besar." Gumam Clue. Clue dan Syafin mulai berjalan ke arah gerbang kota.


"Berhenti." kata 4 penjaga kepada Clue dan Syafin. Salah satu penjaga mengeluarkan bola kristal. Clue bingung dengan maksud penjaga. "Kenapa kamu bingung." Salah satu penjaga heran melihat Clue dan Syafin yang bingung saat temannya mengeluarkan bola kristal.


Clue paham lalu meletakkan tangannya ke bola kristal dan bola kristal yang awalnya hitam menjadi putih. Ke empat penjaga mengangguk lalu melirik ke Syafin. Syafin meletakkan tangannya ke arah bola kristal dan bola kristal menjadi hijau. "Baiklah, kalian boleh masuk." Kata salah satu penjaga. "Terimakasih." Kata Clue lalu masuk ke dalam kota dengan Syafin.


"Laki-laki dan Elf perempuan itu pasti ahli. Aku bahkan tidak bisa melihat kekuatan mereka." Kata salah satu penjaga. "Maklum lah, disini hanya kota kecil dan kami hanya peringkat B level 5. Mungkin laki-laki itu peringkat B level 6." Kata penjaga lain.


Saat memasuki kota Clue melihat begitu banyak pejalan kaki dan ahli. "Sepertinya 70% yang menempati kota ini adalah manusia." Kata Clue melihat hanya sedikit Elf yang berada di kota. "Benua selatan jauh beda dengan benua timur. Disini ahli begitu banyak." Kata Syafin terkejut saat melihat banyak ahli peringkat A level 4 yang berada di jalanan.


"Benar, aku merasakan ahli terkuat di kota ini peringkat A level 5." Kata Clue sambil berjalan dengan Syafin. "Hai tuan, apakah anda ingin bermain denganku." Kata seorang wanita yang berdiri di sebuah pintu rumah.


Saat melihat tulisan rumah bordil Clue hanya menggeleng dan terus berjalan. Clue tidak tertarik dengan pelacur. Clue dan Syafin pun mulai berkeliling kota. "Suasana disini lebih hidup dari pada di benua timur." Kata Syafin kepada Clue. "Benar, kebanyakan ahli dari benua barat juga pindah ke benua selatan. Karena mereka membutuhkan tantangan untuk meningkatkan kekuatan mereka, dan di benua ini mereka bisa puas bertempur dengan monster." Kata Clue.


"Hoho, nak. apakah kamu berasal dari benua barat." Clue melihat seorang pria paruh baya berbicara kepadanya. Saat melihat kekuatan pria paruh baya hanya peringkat A level 3 Clue menjawab "Benar paman, saya berasal dari benua barat dan teman saya berasal dari benua timur." "Oh, benua timur ya. itu adalah tempat dimana ras Elf tinggal." Pria paruh baya terkejut dengan kata Clue lalu melihat Syafin.


Pria paruh baya sekali lagi terkejut tidak bisa melihat kekuatan Syafin. "Nak, apa kamu berasal dari dinasti Azure." "Saya berasal dari kerajaan Glizzard" balas Clue. "Oh, tidak kusangka kerajaan Glizzard bisa menghasilkan jenius sepertimu. Aku bahkan tidak bisa melihat kekuatanmu nak." pria paruh baya menggeleng.


"Haha, paman terlalu merendah." Kata Clue tertawa. "Apa kalian berdua butuh tempat beristirahat. Jika kalian butuh tempat beristirahat datanglah kerumahku." Kata pria paruh baya. "Haha baiklah, maaf merepotkan paman." Kata Clue mengikuti pria paruh baya dengan Syafin.


Saat diperjalanan Clue mengenalkan dirinya dengan Syafin kepada pria setengah baya. Pria paruh baya juga mengenalkan dirinya kepada Clue. Clue sudah tahu bahwa nama pria setengah baya adalah Enel.


Tidak lama kemudian Clue tiba di sebuah rumah yang tidak terlalu besar. "Ayo masuk." Kata Enel. Clue dan Syafin masuk kedalam rumah. Saat masuk kedalam rumah Clue mendengar sebuah suara. "Ayah, kenapa kamu baru kembali." kata seorang perempuan berusia 20an.


"Hehe, maaf nak. ayahmu habis bertarung dengan beberapa monster." Kata Enel tertawa. "Huhh, ayah itu lemah hanya peringkat A level 3, bagaimana jika bertemu dengan monster peringkat A level 4." Dengus perempuan.


Clue terkejut mendengar kata perempuan. Peringkat A level 3 di anggap lemah. Lalu peringkat berapa untuk tidak di anggap lemah menurutnya. "Ehh, ayah siapa mereka berdua." Kata perempuan menunjuk Clue dan Syafin. "Oh, mereka berdua adalah Clue dan Syafin. Clue berasal dari benua barat dimana ayah dulu berasal." Balas Enel.


"Ahh, apakah kamu dari benua barat, dimana ayah dulu lahir. Ceritakan padaku seperti apa benua barat." Perempuan semangat dan memegang tangan Clue. Clue dan Syafin terkejut melihat perempuan begitu antusias.


"Uhuk, nak. Biarkanlah Clue dan Syafin beristirahat dulu." Kata Enel. "Ahh, benar. maafkan aku." Kata Perempuan melepas tangan Clue. "Haha, tidak masalah. Oh, paman Enel aku akan bertanya padamu." kata Clue mulai duduk disebuah sofa.


Clue memberi isyarat untuk Syafin duduk dipangkuannya. Melihat isyarat dari Clue, Syafin tersipu lalu duduk di pangkuan Clue. Enel dan perempuan terkejut melihat Clue memangku Syafin. "Ahh, apakah kamu mempunyai kelainan, bagaimana kamu bisa tertarik dengan wanita yang lebih tua, wanita itu setara dengan ibu." Perempuan terkejut.