
5 menit kemudian Clue telah kembali ke hotel dan berbaring di kasur. " Padahal tadi adalah kesempatan bagus untuk membunuh Sakata. Aku tidak tahu berapa banyak energy alam yang bisa kudapatkan setelah membunuh Sakata." Gumam Clue.
"zZzz." "zZzz." Clue tiba-tiba melihat sebuah layar biru yang muncul dan menghilang di depannya secara cepat. "Apakah aku baru saja berhalusinasi." Kata Clue menggosok matanya. "Benar, mereka semua memiliki system. Kenapa aku saja yang tidak memiliki system." Kata Clue kemudian berkata. "Munculkan tabel status." Namun tabel status tidak muncul di depan Clue. "Munculkan tabel shop, munculkan tabel skill. System, system." Namun tidak ada yang terjadi. "Sial, guardian itu pasti pilih kasih. Dia tahu jika aku memiliki system. Aku akan menjadi yang terkuat di bumi." Clue kesal.
Beberapa jam telah berlalu. Clue yang sedang berkultivasi membuka matanya dan berkata. "Manaku telah pulih 90%." Clue melihat langit sudah gelap dan berkata. "Meski tidak lapar, aku masih ingin makan." Clue keluar dari kamar hotel dan menuju arah café hotel berada.
Saat tiba di café Clue melihat ayahnya, Jasmine dan kedua orang tua Jasmine sedang makan. "Oh, Clue. apakah kamu sudah selesai berlatih." Kata Adrian tersenyum. Adrian tahu bahwa Clue sedang berlatih di kamarnya dan tidak menganggu. "Sudah." Clue mengangguk kemudian berjalan ke arah dapur.
Clue melihat seorang koki wanita dan berbicara bahasa inggris. "Bisakah kamu membuatkanku kimbap dan teh hijau" "Bisa, tunggu sebentar." Balas koki wanita dengan bahasa inggris. Dia sudah diberitahu oleh manager hotel. Bahwa Clue adalah tamu vip yang harus dilayani dengan khusus. "Jika selesai, kamu sendiri yang mengantar makanan dan minumannya." Clue tersenyum kemudian pergi.
Clue duduk di samping Adrian dan berkata. "Jika kalian ingin berkeliling korea. Berkelilinglah, namun aku tidak akan menemani kalian." Mendengar kata Clue Jasmine dan kedua orang tuanya tersenyum kecut. Mereka tahu jika mereka berkeliling sembarangan dan monster tiba-tiba muncul. Mereka akan dalam masalah.
10 Menit telah berlalu, Clue melihat seorang koki wanita membawa sebuah makanan dan minuman. "Ini pesanan anda tuan." kata wanita menaruh makanan dan teh hijau di meja. "Siapa namamu." Tanya Clue berbicara bahasa inggris. "Nama saya Park Ye Jin." Balas wanita. "Park Ye Jin. Ayo makan denganku." Clue tersenyum,
Mendengar kata Clue, wanita terkejut. "Tidak perlu terkejut. Aku tertarik denganmu. Mengapa wanita secantik dirimu masih menjadi seorang koki. Kamu juga menyadari jika monster tingkat a muncul. Muncul hotel ini akan ditutup juga. Dan kamu yang seorang manusia biasa kehilangan pekerjaanmu." Kata Clue. mendengar kata Clue wanita terdiam. "Apa kamu paham yang aku katakan." Clue takut wanita tidak terlalu pintar bahasa inggris. "Aku paham." Wanita mengangguk kemudian duduk di samping Clue.
Melihat wanita duduk di samping Clue. Jasmine mengerutkan alisnya. "Namaku adalah Fernando Clue De Lopez dari Indonesia. Aku hunter setingkat Mori Han." Kata Clue mengenalkan dirinya. "Apa maksudmu Mori Han guildmaster phoenix." Ye Jin terkejut mendengar kata Clue. "Benar. kekuatanku setingkat dengannya." Clue mengangguk. Ye Jin terkejut mendengar kata Clue.
"Ayo makan terlebih dulu." Clue tersenyum kemudian memakan 1 kimbap. "Baiklah." Ye Jin mengangguk kemudian mulai memakan 1 kimbap juga. Kedua orang tua Jasmine saling melirik dan tersenyum kecut. Mereka sadar bahwa Clue sudah mulai mengabaikan Jasmine. Mereka tahu alasan Clue mengabaikan Jasmine, karena sifatnya Jasmine.
"Apa kamu memiliki orang tua." Tanya Clue. "Orang tuaku mati saat aku kecil. Sejak kecil aku tinggal bersama nenekku. Namun nenekku sudah mati 2 tahun yang lalu." Balas Ye Jin. "Sepertinya aku salah bertanya." Kata Clue. "Kamu tidak salah." Ye Jin menggeleng.
"Apa kamu memiliki boyfriend." Tanya Clue. "Tidak, aku tidak memiliki waktu untuk mencari kekasih." Ye Jin menggeleng. "Apa kamu mau ikut denganku ke Indonesia." Kata Clue. Park Ye Jin menatap aneh pada Clue. "Aku tertarik denganmu. Jika kamu ikut denganku. Aku akan melindungimu dari serangan para monster." Clue tersenyum.
"Sebaiknya kamu terima tawarannya. Jika berada disisinya, kamu akan aman." Kata sebuah suara. Clue melihat ke arah suara dan melihat Hoobin yang berjalan ke arahnya. "Tuan Hoobin." Kata Park Ye Jin. Park Ye Jin tahu bahwa Hoobin adalah anak ketua asosiasi korea. Ye Jin juga tahu bahwa Hoobin baru saja dipromosikan menjadi hunter tingkat s.
Park Ye Jin terdiam kemudian berkata. "Apa kamu akan berjanji melindungiku." "Tentu. Aku tidak akan membiarkan seseorang atau monster melukaimu." Kata Clue tersenyum. "Baiklah, aku akan ikut bersamamu pergi ke Indonesia." Balas Ye Jin. Dia tahu bahwa tinggal di Korea dan Indonesia tidak ada bedanya saat dunia sedang kacau.
Mendengar balasan Ye Jin Clue tersenyum kemudian melihat Hoobin. "Apa ada yang ingin kamu bicarakan." Kata Clue. "Apa anda mempunyai waktu kosong hunter Fernando. Ayah saya ingin bertemu anda. Benar, ayahku adalah ketua asosiasi." Kata Hoobin. "Baiklah, 1 jam dari sekarang aku akan menemui ayahmu di hotel ini." balas Clue. Mendengar balasa Clue Hoobin mengangguk dan berkata. "Aku akan memberitahu ayahku." Hoobin mengambil smartphone kemudian menghubungi orang tuanya.
Clue mengabaikan Hoobin yang menghubungi orang tuanya dan melihat Ye Jin. "Ada sisa makanan di bibirmu." Clue mengusap sisa makanan di bibir Ye Jin. "Thanks." Kata Ye Jin melihat Clue. Clue tersenyum mendengar kata Ye Jin. Jasmine yang melihat Clue begitu peduli pada Ye Jin mulai kesal dan pergi.
"Ayahku setuju hunter Fernando. 1 jam dari sekarang dia akan menemui di hotel ini." kata Hoobin. "Baiklah kalau begitu. Apa kamu sudah makan Hoobin. Jika kamu belum makan, pesanlah makanan." Balas Clue. Hoobin tersenyum dan berkata. "Suatu kehormatan bisa makan dengan anda." Kata Hoobin kemudian memanggil pelayan dan memesan makanan.
"Fernando. Kita berdua akan kembali ke kamar dulu." kata Samuel dan Indah. "Baiklah." Balas Clue kemudian mengambil 1 kimbap dan memakannya. Mendengar balasan Clue Samuel dan Indah pergi.
Tidak lama kemudian makanan pesanan Hoobin tiba. "Hunter Fernando, pak Adrian aku makan terlebih dulu." kata Hoobin. "Makanlah." Balas Adrian. Clue mengabaikan Hoobin dan berkata pada Ye Jin. "Ayo ketempat tinggalmu, dan mengambil barang-barangmu. Karena besok siang aku akan kembali ke Indonesia." Kata Clue.
"Ahh, mengapa anda kembali begitu cepat hunter Fernando." Kata Hoobin terkejut. "Karena di korea selatan aku tidak bisa berburu monster dengan bebas." Balas Clue. Hoobin terdiam mendengar kata Clue. "Ayah, beritahu Jasmine dan kedua orang tuanya bahwa besok siang kita akan kembali." Kata Clue memegang tangan Ye Jin kemudian dirinya dan Ye Jin tiba-tiba menghilang. Melihat Clue dan Ye Jin menghilang Adrian menghela nafas.
Clue dan Ye Jin kemudian muncul 200 meter dari hotel. "Dimana tempat tinggalmu." Kata Clue. Ye Jin melihat dirinya tiba-tiba berada di jalan kebingungan. "Ye Jin." "Ahh, Iya." Ye Jin terbangun dari lamunannya. "Di mana tempat tinggalmu." Tanya Clue sekali lagi. "Tempat tinggalku tidak jauh dari hotel tempatku bekerja." balas Ye Jin. "Sepertinya aku teleportasi terlalu jauh." Kata Clue kemudian sekali lagi menghilang bersama Ye Jin.
Clue dan Ye Jin kemudian muncul tidak jauh dari hotel. "Itu tempat tinggalku." Kata Ye Jin menunjuk sebuah bangunan. Clue dan Ye Jin kemudian tiba-tiba muncul di depan bangunan. Ye Jin kemudian mulai berjalan menaiki tangga. "Kamu tinggal di apartemen." Kata Clue. "Benar." Balas Ye Jin.
Ye Jin mengambil sebuah kunci dari saku celananya kemudian membuka pintu. "Silakan masuk. Maaf jika apartemenku berantakan." Kata Ye Jin. "Apartemenmu bagus. Kamu pandai memilih furniture." Kata Clue kemudian duduk di sebuah kursi.
"Apa yang ingin kamu minum." Tanya Ye Jin. Clue berdiri kemudian memeluk pinggang Ye Jin dan berbisik. "Aku ingin meminum susu segar secara langsung." Ye Jin gemetar kemudian berkata. "Biarkan aku mandi terlebih dulu." "Oke." Clue tersenyum kemudian melepas Ye Jin. Ye Jin kemudian mulai berjalan ke arah kamar mandi. Melihat Ye Jin Clue menyeringai. "Kali ini aku akan merasakan seperti apa pussy wanita korea."