Rebirth With System

Rebirth With System
S2 Syifa



"Benar, siapa namamu." Kata Clue duduk di sebuah kursi dan bertanya, meski dia sudah tahu nama elf perempuan. "Namaku Syifa." Balas elf perempuan. "Ibumu memberikan nama yang bagus padamu, apakah syafin sehat." Balas Clue. Mendengar Clue menyebutkan nama ibunya, badan Syifa gemetar. "Ibu sudah meninggal ratusan tahun yang lalu karena suatu penyakit." Balas Syifa.


"Sayang sekali." Clue menghela nafas. "Syifa, ayo makan denganku." Kata Clue. "Ehh, aku tidak lapar." Balas Syifa. "Ayolah itu hanya makan bersama." Clue tersenyum. "Deg deg." Jantung Syifa bergetar dan wajahnya tiba-tiba tersipu. "Uuh, baiklah kita mau makan dimana." Syifa berkata dengan malu dan tersipu.


Melihat Syifa malu dan tersipu Clue bergumam. "Efek aura kaisar sangat hebat, dia yang awalnya membenciku menjadi suka denganku." "Sama seperti Bunga, dia anakku. Tapi kita tidak mempunyai hubungan darah lagi. Karna aku telah mati dan hidup kembali." Gumam Clue.


Clue memegang tangan Syifa. Beberapa detik kemudian Clue dan Syifa menghilang dari ruangan. Clue dan Syifa lalu muncul di sebuah kota. "Ayo kita cari makan." "Baik." Syifa mengangguk. Clue dan Syifa berjalan bergandengan tangan.


Tidak lama kemudian Clue dan Syifa tiba di sebuah restoran. Clue memesan 2 porsi makanan dan 2 botol anggur. "Lihat, bukankah dia Clue." Kata seorang perempuan. "Eh, benar siapa perempuan itu." Balas perempuan lain. "Aku tidak tahu, aku sangat iri dengannya karna bisa makan dengan Clue yang tampan." Perempuan tersipu melihat wajah Clue. "Oh, dia Clue. Tidak kusangka dia sangat hebat." kata pria. "Benar, dia memang pantas menjadi patriack." Kata pria lain. Clue yang mendengar obrolan tentangnya tersenyum. "Efek aura kaisar begitu mengerikan."


Beberapa menit kemudian pesanan Clue dan Syifa tiba. "Baiklah ayo makan." Kata Clue. "Baik." Syifa mengangguk. "Syifa buka mulutmu." Kata Clue. "Ahh." Syifa menuruti kata Clue dan membuka mulutnya. Clue menyuapi Syifa. "Emm." Syifa tersipu Clue menyuapinya dan mengunyah makanan. "Kamu sangat cantik." Clue tersenyum dan melanjutkan makan. "Ahh." Wajah Syifa merah mendengar pujian Clue.


Beberapa menit kemudian Clue dan Syifa telah selesai makan. "Ayo kita pergi ke tempat lain." Kata Clue memegang tangan Syifa. "Memangnya kita pergi kemana." Syifa bingung. "Kamu nanti akan tahu." Clue berjalan bergandengan tangan dengan Syifa.


Tidak lama kemudian Clue dan Syifa sampai di sebuah penginapan. "Mengapa kita kemari." Syifa berkata dengan malu. "Kamu pasti tahu alasan kita kemari." Clue memeluk Syifa dan memasuki penginapan. "Pesan 1 kamar untuk 1 hari, dan kembaliannya ambilah." Clue memberikan batu alam tingkat rendah. "Ahh, terimakasih bos Clue." Pelayan tahu bahwa dia adalah Clue, dan menyambutnya dengan hormat.


Tidak lama kemudian Clue dan Syifa sampai di kamar. "Apa kita akan melakukan itu." Syifa tersipu. "Benar, kita akan melakukan hubungan badan. Aku terpukau oleh kecantikanmu." Clue mencium bibir Syifa. "Emm." Syifa membalas ciuman dan merangkul Clue.


"Payudaramu sangat besar dan indah." Clue membuka armor serta pakaian Syifa dan melihat payudara besar serta ****** besar bewarna pink. Syifa hanya tersipu malu mendengar kata Clue. "Emm." Syifa mengerang saat Clue menghisap putingnya dan meremas ***********.


Setelah puas bermain-main dengan payudara Syifa, Clue menjilati milik Syifa yang berbulu. "Ahhh, itu kotor." Syifa mendesah. "Tidak masalah, milikmu sangat nikmat." Clue menghisap milik Syifa. "Ahhhh." Syifa mendesah dengan sangat keras dan mengeluarkan cairan. Clue merasakan cairan di lidahnya.


2 jam kemudian Syifa terbaring dan menatap Clue disampingnya. "Kita seharusnya tidak melakukan ini." Syifa berkata dengan tersipu. "Memangnya kenapa kita tidak bisa." Balas Clue mengelus pipi Syifa. "Karna kita ayah dan anak." Syifa menjawab dengan ragu-ragu. "Tidak masalah, terlebih lagi aku tidak merawatmu dari kecil. Aku juga telah mati dan hidup kembali. Jadi kita tidak memiliki ikatan darah." Balas Clue.


Syifa terdiam mendengar kata Clue. "Kamu tidak perlu khawatir aku akan menjagamu mulai sekarang, dan tidak akan meninggalkamu seperti aku meninggalkan Syafin." Clue mengelus rambut Syifa. "Uuhh, itu janji. Kamu harus menjagaku mulai sekarang." Syifa menangis memeluk Clue.


"Oh, benar. Bisakah aku memanggilmu dengan sebutan sayang." Syifa tersenyum menatap Clue. "Tentu bisa." Clue tersenyum. "Aku cinta kamu sayang." Syifa mencium bibir Clue. "Hehe, ayo kita lanjutkan lagi." Clue tertawa. "Baik sayang." Syifa tersipu.


1 jam kemudian Clue melihat Syifa yang terbaring terengah-engah. "Tidak kusangka, aku akan melakukan dengan anak Syafin." Clue menghela nafas. "Tapi mulai sekarang Syifa adalah salah satu wanitaku. Aku akan menebus kesalahanku kepada Syafin untuk menjaganya, tapi bukan sebagai anak melainkan wanita." Kata Clue.


"Syifa." Clue duduk dan memegang bibir merah muda Syifa. "Iya sayang." "Kamu dan anakmu. Bergabunglah dengan sekteku." Kata Clue. "Baik sayang, apa kamu ingin ikut menuju sekteku." Balas Syifa. "Baiklah, aku akan menemanimu ke sekte." Clue tersenyum. "Kamu yang terbaik sayang." Syifa tersenyum dan memeluk Clue.


Beberapa menit kemudian Clue dan Syifa telah mengenakan armor dan pakaian. "Baiklah ayo kita pergi." Kata Clue memegang tangan Syifa. Beberapa detik kemudian Clue dan Syifa menghilang dari kamar.


Tidak lama kemudian Clue dan Syifa muncul di depan sebuah sekte. "Sayang, kemampuanmu sangat hebat, bahkan aku membutuhkan terbang 1 hari untuk menuju sekte pesona ke sektemu." Syifa menatap Clue penuh semangat. "Ini hal biasa." Clue mengelus rambut Syifa


"Ahh, elder Syifa." Penjaga terkejut melihat kemunculan Clue dan Syifa. "Ayo masuk sayang." Syifa dan Clue bergandengan tangan memasuki. "Ehh, apakah itu kekasih baru elder Syifa." "Mungkin, sepertinya aku mengenal dia." Kata penjaga.


Clue dan Syifa berjalan bergandengan tangan dan menarik perhatian para murid. "Ehh, bukankah dia elder Syifa." "Apakah pria itu kekasih barunya." "Ahh, bukankah dia Clue king gamer." Seseorang berteriak. "Ahh, benar. Dia memiliki mata putih, dan rambut putih." Clue mengabaikan teriakan para murid dan terus berjalan dengan Syifa.


Tidak lama kemudian Clue dan Syifa masuk ke dalam ruangan yang di penuhi para ahli. "Oh, Syifa siapa pria yang kamu bawa." Kata elf perempuan tua melihat Clue. "Dia Clue kekasihku patriack." Syifa menjawab.


"Ahhh." Semua orang terkejut mendengar kata Syifa. "Lalu mengapa kamu membawanya kemari Syifa." Kata salah satu pria tua. Dia sangat waspada kepada Clue, Karna menurut rumor Clue bisa menghentikan waktu.


"Aku ingin keluar dari sekte ini dan bergabung sekte Dice." Kata Syifa. "Hmm, tidak semudah itu kamu meninggalkan sekte." Dengus pria setengah baya. "Oohh. Apakah kalian menolak." Clue tersenyum. Saat melihat senyum Clue semua yang berada di ruangan merasa tidak nyaman. Mereka takut Clue menghentikan waktu dan tiba-tiba membunuh mereka semua.


"Kamu boleh membawa Syifa pergi, tapi Ermi anak Syifa harus tinggal disini sampai dia menerobos peringkat sss." Kata elf perempuan tua yang tidak lain patriack sekte pesona. "Syifa apa kamu setuju." Kata Clue. "Aku setuju." Syifa mengangguk. "Baiklah, kalau begitu Syifa sekarang bukan elder di sekte pesona." Kata Clue, dia tidak begitu peduli dengan anak Syifa, Yang Clue pedulikan hanyalah Syifa.


"Benar, bagaimana caranya kamu bisa menerobos peringkat kaisar begitu mudah." Kata elf perempuan tua. "Itu rahasia." Clue berjalan keluar ruangan bersama Syifa. Melihat Clue dan Syifa meninggalkan ruangan. Seseorang pria paruh baya berkata. "Patriack dia terlalu sombong." "Karna dia mempunyai kekuatan untuk sombong." Balas pria tua lain.