Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Bertemu Finny



3 Bulan sekali lagi telah berlalu saat ini Clue sedang berada di restoran dan mendengar percakapan. "Apakah kamu tahu, di setiap benua ada kehebohan. Ada banyak ahli dari ras manusia, elf, monster dan iblis yang mati terbunuh di pegunungan." kata seorang pria.


"Bukankah itu hal wajar jika ada seseorang yang terbunuh setiap saat." Balas pria lain. "Benar juga, tapi ahli yang mati selalu di atas tingkat s. Dan seseorang yang berada di tingkat s tidak terbunuh setelah memasuki pegunungan." kata pria. "Hmm, itu adalah hal yang aneh." Pria berpikir.


Clue yang mendengar obrolan tersenyum dan berkata. "Mereka tidak tahu bahwa akulah yang membunuh ahli dari 4 ras yang mereka bicarakan." Clue kemudian berdiri dan berjalan ke arah pintu. Saat hendak membuka pintu Clue melihat seorang wanita masuk ke dalam restoran.


"Sepertinya aku mengenalnya." Gumam Clue. Clue mulai mengingat kenangan di dalam mimpinya dan berkata. "Jadi dia. Dia adalah Hana wanita yang pernah aku jadikan pelayan." Clue tersenyum kemudian berjalan keluar restoran. Clue melihat langit cerah dan berkata. "Saatnya memulai perburuan lagi." Clue menyeringai lalu menghilang.


6 bulan telah berlalu saat ini Clue berbaring di ranjang dan melihat Ye Jin ******* miliknya. "Oh, yeah. Kamu semakin ahli Ye Jin." Clue menekan kepala Ye Jin. "Emmm." "Glek, glek." "Bagus. Telan semuanya." Clue tersenyum. Ye Jin mengambil tisu dan mengusap mulutnya.


"Kapan kamu akan pergi lagi." kata Ye Jin berbaring di dada Clue. "Besok aku akan pergi." kata Clue. "Apakah aku boleh ikut denganmu." Tanya Ye Jin. "Tidak, lebih baik kamu disini bersama yang lain." balas Clue. "Baiklah." Ye Jin mengangguk.


Clue merasakan dadanya basah dan melihat Ye Jin yang menangis. "Mengapa kamu menangis." Kata Clue mengelus rambut Ye Jin. "Maaf Clue, karena aku sudah berkali-kali keguguran." Balas Ye Jin dengan menangis. "Jangan bersedih, setelah menghadapi hukum alam kamu pasti bisa hamil." Hibur Clue. "Benarkah." Balas Ye Jin. "Benar." Clue mengangguk. "Baiklah, kalau begitu ayo kita bersenang-senang lagi." Clue tersenyum kemudian menampar bokong Ye Jin. "Ahhh." Ye Jin menjerit.


Keesokan harinya, Clue duduk di teras rumah dan melihat langit gelap. "Duar." "Duar." Clue melihat petir menyambar-nyambar. "Aku tidak menyangka ayah akan menghadapi hukum alam hari ini." kata Clue meminum sebotol beer.


"Kamu sangat hebat Clue, berkatmu yang awalnya ayahmu hanya manusia biasa. Telah menjadi seseorang yang kekuatannya melebihi hunter tingkat raja." Kata Daus kemudian duduk di samping Clue. "Aku hanya membantu sedikit, ayahku berhasil mencapai tahap ini karena dirinya sendiri." balas Clue. "Tidak, jika tanpa bantuan pil yang kamu berikan. Ayahmu akan butuh waktu lama untuk menghadapi hukum alam." Balas Daus.


"Kalian sedang mengobrolkan apa. Apakah kita berdua boleh bergabung." Kata Fiona berjalan ke arah Clue bersama Ye Jin. "Kami mengobrol tentang ayah Clue Adrian yang menghadapi hukum alam saat ini." kata Daus sedikit menjauh dari Clue.


Melihat Daus berpindah Ye Jin dan Fiona duduk di samping Clue. "Ini ambilah." Kata Clue memberikan dua cincin penyimpanan kepada Ye Jin dan Fiona. "Terimakasih Clue." kata Fiona dengan senang menerima cincin. "Terimakasih sayang." Ye Jin tersenyum kemudian menaruh cincin ke dalam sakunya.


"Tapi kamu harus ingat, jika saat aku pergi dan terjadi apa-apa kepada keluargaku. Kamu akan menerima akibatnya." Kata Clue melihat Daus. "Tenang brother, selagi ada aku. Tidak ada seorang pun yang bisa menyentuh keluargamu." Daus berkata penuh percaya diri.


Clue melihat langit kembali cerah dan berkata. "Sepertinya sudah selesai." Tidak lama kemudian Adrian terbang ke arahnya dengan pakaian compang-camping. "Selamat yah, karena berhasil menghadapi hukum alam pertamamu. Saat ini ayah tidak lebih lemah dari Daus." Kata Clue tersenyum.


"Selamat paman, karena berhasil menghadapi hukum alam." Kata Fiona dan Ye Jin bersamaan. "Aku tidak menyangka saat ini kamu sudah bisa bicara bahasa Indonesia Ye Jin. " Kata Adrian kagum. "Selamat om karena berhasil menghadapi hukum alam." Daus tersenyum.


"Kata Clue ini adalah hukum alam pertama. Masih ada lagi hukum ke dua dan ketiga. Aku tidak bisa berpuas diri dengan kekuatanku saat ini." Kata Adrian dengan serius. "Hoho, semenjak dunia berubah. Sifatmu juga ikut berubah Adrian." Clue melihat kakeknya dan semua orang datang.


"Baiklah yah, aku akan pergi. konsumsilah pil level 5 yang sudah aku berikan padamu kemarin." Kata Clue. "Baik Clue." Adrian mengangguk. "Aku pergi semuanya." Kata Clue. "Hati-hati." Balas semua orang. Clue mengangguk kemudian menghilang.


10 menit kemudian Clue telah berada di sebuah hutan dan melihat beberapa elf melesat ke arahnya. "Kalian akan jadi exp untukku." Clue melesat ke arah elf dan menebas kepala mereka dengan pedang angin yang tiba-tiba muncul di tangannya. "Crashhh." "Ahhh." "Ahhh." Kepala elf terpotong dan menggelinding ke tanah. "Lemah." Clue mencibir kemudian menghilang.


6 bulan sekali lagi telah berlalu. Saat ini Clue sedang berjalan di sebuah kota dengan memakai jubah bewarna hitam. "Bukkk. Maaf." Clue melihat perempuan berambut pirang menabrak dirinya.


"Dunia ini terlalu sempit, aku tidak menyangka akan bertemu dengannya." gumam Clue. "Apa kamu bernama Finny." Kata Clue melihat perempuan. perempuan berhenti berjalan dan berkata. "Mengapa kamu tahu namaku." Balas perempuan.


Clue melemparkan cincin kepada perempuan. "Aku harap kehidupanmu baik-baik saja." Clue tersenyum kemudian menghilang. Melihat Clue menghilang setelah memberinya cincin, perempuan yang di panggil Finny terkejut. Finny melihat isi di dalam cincin dan sekali lagi terkejut. "Jumlahnya begitu banyak, siapa pria itu." Finny melihat ke arah Clue yang menghilang.


10 menit kemudian Clue berada di Jakarta dan berkata. "Aku tidak menyangka tadi akan bertemu Finny." Clue tersenyum mengingat kenangan di dalam mimpinya. "Duarr." "Duarr." Clue melihat langit tiba-tiba menjadi gelap dan petir menyambar-nyambar. "Akhirnya dia menghadapi hukum alam." Clue tersenyum kemudian melesat pergi.