
Sementara pria tua yang mendekat ke arah Clue terkejut bahwa pemuda didepannya terlihat tidak asing. "Ahh, apa kamu adalah Clue." kata pria tua. Clue terkejut melihat pria tua mengenalinya sebelum tersenyum. "Benar, lalu kamu pasti si tua Knight." Kata Clue tersenyum. "Haha, sudah lama kita tidak bertemu nak, tapi sebelum itu kita harus lari. Ketiga iblis mengejarku. Meskipun peringkat mereka sama persis denganku. Mereka masih bertiga." Kata Knight.
Saat melihat kekuatan Knight Clue terkejut, Knight sudah mencapai peringkat S level 10. "Pasti si tua Knight beruntung dan menemukan beberapa pil, batu alam serta tumbuhan beharga." Gumam Clue dipikirannya.
"Tenang, biar aku yang tangani mereka." Kata Clue tersenyum. Knight terkejut mendengar kata Clue, namun saat dirinya tidak bisa melihat kultivasi Clue. Knight menghela nafas. "Dia pasti sudah menerobos peringkat ss, maka ketiga iblis ini pasti sudah ditakdirkan mati."
"Hoho, pria tua mengapa kamu berhenti." "Hehe, rupanya kita menemukan 2 manusia lagi yang berani memasuki wilayah kita." "Hehe, awalnya aku ingin memakan daging dan meminum darahmu pak tua. Namun aku berubah pikiran dan hanya akan membunuhmu. Aku ingin makan daging serta minum darah pemuda dan perempuan itu." kata salah satu iblis menjilati bibirnya. "Hehe, benar. daging manusia tua tidak enak meskipun peringkatmu setara dengan kami. Lebih baik makan daging manusia muda meskipun peringkatnya lebih rendah darimu." Iblis lain tertawa.
Clue yang mendengar kata ketiga iblis menggeleng lalu menghilang, dan detik berikutnya Clue sudah ada disamping ketiga iblis. "Kalian terlalu bermimpi memakan dagingku." Clue menebas kepala salah satu iblis. "crash." "Ahh, bagaimana." Sebelum iblis disampingnya selesai bicara Clue membuhnya juga. Clue melirik iblis yang tersisa lalu menebasnya. "Tolong." Iblis meninggal sebelum menyelesaikan kata-katanya. Setelah mengambil peralatan ketiga iblis dan cincin penyimpanannya. Clue kembali ke sisi Knight dan Osilda, dimana Knight masih melamun.
"Pria tua, berhenti melamun." Kata Clue. Clue tidak memanggil Knight kakek saat seperti di benua barat. Karena Clue percaya bahwa Emilia juga menghianatinya. Jadi tidak ada alasan untuk hormat padanya. Juga Knight telah berjanji mengikutinya selama 10 tahun saat tiba di dunia ini."
Knight berhenti melamun dan berkata. "Tidak kusangka kamu sudah menerobos peringkat SS dengan sangat cepat." Knight menghela nafas. "Simpan dulu basa-basimu, ayo kita cari tempat aman untuk mengobrol." Clue memeluk Osilda dan terbang keselatan diikuti oleh Knight.
1 jam kemudian Clue, Knight dan Osilda tiba di perbatasan benua Endles. "Disini cukup aman." Kata Clue. "Nak, mengapa kamu dari tadi tidak memanggilku kakek." Kata Knight bertanya. "Huh, mengapa aku harus memanggilmu kakek. Aku tidak tahu apakah Emilia akan menghianatiku seperti para perempuan lainnya." Clue mulai bercerita tentang Dinda, Nana, dan Nindi yang menghianatinya dan memilih bersama laki-laki lain.
"Apa, mereka bertiga menghianatimu." Kata Knight terkejut. "Knight sekarang tahu penyebab Clue tidak memanggilnya kakek. Knight tahu bahwa Clue tidak percaya bahwa Emilia akan setia kepadanya. Karna disini banyak jenius yang melebihi dirinya. "Tidak masalah jika kamu tidak memanggilku kakek. Aku juga berhutang untuk mengikutimu selama 10 tahun." Knight menghela nafas.
"Oh, benar. Ceritakan apa yang kamu lakukan selama 6 tahun dan apa kamu bertemu para wanita yang memasuki dunia ini bersama kita." Tanya Clue. Clue tidak lagi menyebut mereka sebagai kekasih atau pelayannya, namun sebagai wanita biasa.
Knight ragu-ragu dan mulai bercerita tentang yang dilakukan dirinya selama 6 tahun. Setelah mendengar cerita Knight Clue terkejut dan berkata. "Aku tidak menyangka kamu begitu beruntung bisa keluar dari dungeon hidup-hidup. Namun sayang Ayu telah meninggal." Knight mendarat di benua Sun setelah tiba di dunia ini dan 1 bulan kemudian bertemu dengan Ayu pelayan Clue. Clue heran Knight dan Ayu memiliki keberanian untuk memasuki dungeon, dengan harapan mereka berdua bertemu dengannya. Namun sayangnya dunia itu terlalu besar dan malangnya Ayu dibunuh oleh seorang Iblis.
Knight berhasil melarikan diri dan bersembunyi di tempat aman menunggu dirinya di transfer dari dungeon. 2 tahun kemudian Knight menerobos peringkat S level 10 dan ingin membalaskan dendam Ayu. Namun sebelum memasuki kota dimana Iblis tinggal, Knight bertemu 3 iblis yang selevel dengannya lalu melarikan diri.
"Seperti apa wajah iblis yang membunuh Ayu dan apa peringkatnya." Tanya Clue. Knight mulai menjelaskan kepada Clue penampilan Iblis yang membunuh Ayu dan peringkatnya. "Hanya Iblis peringkat S level 10, mungkin dia sekarang sudah menerobos peringkat ss namun sangat musah bagiku untuk membunuhnya." Kata Clue. Saat ini Clue peringkat sss level 1 namun kekuatannya setara peringkat sss level 6.
"Ini ambilah." Clue memberikan sebuah token teleportasi dan cincin penyimpanan. Knight mengambil token dan cincin yang diberikan Clue. "Tunggulah aku 1 tahun kemudian di kota Otopian di benua Antaro." "Baik." Kata Knight. Knight tahu bahwa Clue masih membantunya meski dia bukan lagi kakek kekasihnya.
"Jika begitu aku akan pergi." Kata Clue memeluk Osilda yang dari tadi diam disampingnya lalu menghilang. Knight yang melihat Clue menghilang menghela nafas. "Nak, kuharap kamu masih hidup dan setia kepadanya. Kamu akan menyesal jika menghianatinya." Knight menghela nafas.
Beberapa menit kemudian Clue melayang di atas kota dengan Osilda disampingnya. "Aku tidak tahu apakah iblis yang membunuh Ayu berada di kota ini atau tidak, tapi meskipun dia tidak ada di kota ini aku akan membunuh semua iblis." Kata Clue. Osilda diam mendengar kata Clue, Osilda percaya bahwa tuannya bisa membunuh semua iblis yang ada di kota ini.
Clue yang melihat dirinya dikelilingi Ratusan iblis berkata. "Kalian sudah membuat pelayanku gugup dan kalian pantas mati." Kata Clue mengambil sebuah pisau dan memeluk Osilda. Osilda yang mendengar kata Clue tersenyum. Sementara ratusan Iblis tertawa. "Hahaha, apakah otak manusia ini sudah rusak." "Hahaha, mungkin saja. Kalian bunuhlah dia. Aku tidak tertarik berurusan dengan manusia gila."
Detik berikutnya ratusan iblis terkejut melihat Clue sudah menghilang. "Ahh, kemana perginya dia." Kata salah satu iblis. "Apa kalian mencariku." Kata Clue yang tiba-tiba muncul di atas bangunan dan makan sebuah daging. "Sialan, dia pasti mempunyai beberapa kemampuan. Siapapun cepat bunuh dia." Teriak salah satu iblis.
Beberapa iblis melesat ke arah Clue. Clue menyeringai melihat beberapa iblis mendekatinya lalu melemparkan beberapa pisau. "Cep" "Cep" semua iblis yang menyerang Clue mati dengan kepala tertusuk pisau.
"Sial, bagaimana mungkin peringkat ss level 3 sekuat ini, dia pasti peringkat ss level 5." Kata salah satu iblis. Manusia hina, "Berani sekali kamu menyembunyikan kemampuanmu." Beberapa iblis pun melesat ke arah Clue. Clue menyeringai dan mulai menghilang lalu beberapa detik kemudian semua iblis yang menyerang Clue telah mati. "Mustahil, dia membunuh 10 peringkat ss level 5 sekaligus" kata salah satu iblis.
"Kalian banyak bicara, aku akan membunuh kalian semua." Kata Clue melesat ke arah kerumunan iblis. "Sialan, aku tidak percaya bahwa diriku yang peringkat ss level 7 kalah darimu." Kata salah satu iblis melesat ke arah Clue. Namun detik berikutnya tubuhnya terpotong menjadi dua.
"Mustahil, bahkan dia membunuh peringkat ss level 7." "arghh." "arghh." "sialan, dia terus membunuh ras kita. Semuaya serang dia, dia pasti peringkat sss karna berani memasuki kota ini, namun akan tetap kalah jika kita menyerangnya bersama." Kata salah satu iblis.
Clue yang melihat ratusan iblis mulai menyerangnya tersenyum. "Sepertinya aku akan beberapa kali level up." Clue melesat ke arah ratusan iblis yang menyerangnya.
10 menit kemudian, "Semuanya lari, manusia ini terlalu kuat." Para iblis ketakutan saat melihat Clue. Manusia di depan mereka sudah membunuh setengah jumlah dari mereka. "Mau melarikan diri, hehe itu mustahil." Clue tiba-tiba berubah menjadi manusia setengah naga dan menghilang. "Argh." "argh." Teriakan terdengar.
"Manusia yang bisa berubah menjadi setengah naga, jangan bilang dia adalah Clue pencuri berambut putih." "Mustahil, dia seharusnya berambut putih." "Sialan, bagaimana jika dia mengubah warna rambutnya, dia adalah seorang peringkat raja. Hanya kematian jika menghadapinya." Semua Iblis panik dan mulai melarikan diri. Clue mulai menghilang dan berpindah lokasi berkali-kali untuk membunuh iblis yang melarikan diri.
30 menit kemudian Clue melayang di udara dan melihat dibawahnya terdapat tumpukan mayat iblis. "Beberapa iblis yang melarikan diri mungkin akan pergi ke kota inti untuk melaporkan kejadian ini." kata Clue. "Baiklah pertama-tama aku akan menyuruh Osilda untuk mengambil semua barang-barang iblis yang mati. Mungkin ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam." Kata Clue menghilang lalu beberapa detik kemudian muncul kembali bersama Osilda disisinya.
Osilda yang melihat bahwa terdapat banyak tumpukan mayat iblis di kota terkejut. "Tuan, anda begitu hebat. Membunuh ratusan iblis hanya dalam waktu 30 menit." Kata Osilda. "Mereka hanya iblis rendahan, ayo kita ambil semua barang-barang mereka." Kata Clue turun ke tanah dan mulai menjarah barang-barang. "Dia pasti bukan peringkat ss." Gumam Osilda lalu mulai menjarah barang-barang iblis.
Saat ini di sebuah hutan ada seorang kelompok pria yang mengejar seorang dua wanita. "Hehe, kalian tidak bisa kabur dari kami." Kata pria tertawa. "Apakah aku akan mati." Kata seorang wanita sekitar 35 tahunan. Wanita muda yang beradan di punggung wanita mengigit bibirnya dan berkata "Kakak Maya, turunkan aku. Maka kamu bisa lolos dari kejaran mereka.". "Fitria kamu bicara apa, aku tidak akan meninggalkanmu." Teriak Maya.
Jika Clue melihat kedua wanita, dia akan mengenalinya. Karena salah satu wanita yang lebih muda adalah Fitria kekasihnya saat di benua barat dan wanita yang lebih tua adalah Maya budaknya saat di benua barat. "Haha, kalian berdua menyerahlah." "Haha, benar. percuma kalian lari." Sekelompok pria tertawa.
Fitria yang mendengar kata-kata pria yang mengejarnya menggertakan gigi lalu mendorong Maya. "Fitria, apa yang kamu lakukan." Teriak Maya melihat Fitria. "Kakak Maya, cepat larilah dan balaskan dendamku kemudian." Maya menggertakan giginya lalu melesat pergi. Melihat Maya sudah pergi menjauh Fitria tersenyum dan mengambil sebuah pedang.
"Hehe, tidak kusangka kamu akan mengorbankan diri." Seorang pria tertawa. "Hehe, setelah kita puas bermain dengannya. Kita akan menjualnya ke ras elf untuk dijadikan budak." Pria botak menjilati bibirnya. Mendengar kata sekelompok pria badan Fitria gemetar lalu berkata. "Sayang, akhirnya aku akan menyusulmu." Kata Fitria lalu menusuk jantungnya. "Hentikan dia." Teriak seorang pria. Namun mereka semua tidak sempat menghentikan Fitria bunuh diri.