
"Untuk saat ini kita abaikan saja dia, anggap saja kita tidak menghukumnya sebagai hadiah dia bangun dari koma." Kata pria. "Baik jika begitu pak." Pria berkacamata hitam mengangguk.
Saat ini Clue sedang mengendarai motor sport dan melihat mobil di depannya tiba-tiba berhenti di tengah jalan. "Wromm." Seketika Clue menghentikan motornya. "Haha, akhirnya kita bertemu Fernando." Kata seorang pria tertawa keluar dari mobil. "Apa aku mengenalmu." Clue bingung dan turun dari motor.
"Haha, kamu mungkin tidak kenal diriku, tapi kamu mungkin mengenal wanita bernama Juwita. Dia adalah kekasihku yang telah kamu rebut." Kata pria. "Aku sudah lupa wanita yang bernama Juwita." Balas Clue. "Sialan." Pria mengutuk Clue.
Clue kemudian melihat 4 pria lain turun dari mobil. "Aku tidak menyangka dirimu masih hidup Fernando." Kata pria gemuk. "Siapa lagi kalian, apa kalian pria menyedihkan yang ditinggalkan wanitanya. Karena wanita kalian lebih memilihku." Balas Clue tersenyum. "Berengsek, jangan basa-basi. Ayo kita hajar dia." Balas pria gemuk.
"Tidak perlu terburu-buru. Kita adalah hunter peringkat e. Hal yang mudah untuk menghabisi manusia biasa seperti dirinya." Balas seorang pria. Clue melihat area sekitar dan menemukan seseorang yang bersembunyi di balik pohon dengan memegang handphone. "Haha, apa kamu mau minta tolong." Pria gemuk tertawa melihat reaksi Clue.
"Tidak, aku memastikan bahwa tidak ada yang tahu. Jika aku memukuli kalian sampai babak belur." Clue tersenyum. "Kurang ajar." Pemuda gemuk berlari ke arah Clue. Tatapan Clue menjadi tajam kemudian mulai memukul dagu pemuda dengan sekuat tenaga. "Uppercut." Teriak Clue.
Pemuda gemuk terdiam kemudian jatuh di tanah. "Bukk." Ke empat pria terkejut melihat Clue mengalahkan salah satu temannya dengan mudah. "Apa kalian pikir, bisa mengalahkanku." Clue tersenyum menghina.
"Semuanya hati-hati dia juga terbangkitkan dan kekuatannya mungkin setara dengan kita." Kata salah satu pria. Ke empat pria mulai menatap Clue dengan serius. "Jika kalian tidak ingin menyerang maka aku yang akan menyerang terlebih dulu." Clue tersenyum kemudian mulai berlari ke arah 4 pria. "Bajingan sombong." Teriak salah satu pria.
Clue melompat kemudian menendang wajah salah satu pria. "Bukk." "Ahhh." Pria menjerit dan terjatuh di tanah. "Semuanya serang.!" Teriak salah satu pria. Clue tersenyum kemudian menghindari serangan salah satu pria dan memukul telinganya dengan sangat keras. "Bukk." Pria linglung kemudian terjatuh di tanah.
Clue menangkis pukulan pria dengan tangannya kemudian menendang perutnya. "Ughh." Pria memegangi perutnya kemudian terjatuh. "Hanya kamu yang tersisa." Kata Clue tersenyum kemudian mulai memukul pria yang terkejut. "Bukk, bukk, bukk." Clue memukul 2 kali wajah pria dan terakhir Clue memukul dagu pria. "Buuk." Pria terjatuh di tanah tidak sadarkan diri.
Clue menghela nafas kemudian terkejut melihat beberapa orang sedang merekam dirinya. "Aku hanya membela diri, jadi itu salah mereka menyerangku terlebih dulu." kata Clue berjalan ke motor sportnya kemudian pergi.
Melihat Clue pergi seorang pria berkata. "Hebat, dia mengalahkan 5 pria sekaligus seorang diri." "Mungkin dia seorang hunter dan mereka orang biasa." "Jika dia seorang hunter, bukankah ini namanya pembulian." Balas seorang wanita.
Clue yang sedang mengendarai sepeda motor terkejut melihat sebuah lubang hitam tiba-tiba muncul di tepi jalan. "Sebuah dungeon muncul lagi." kata Clue. "Apa perlu aku memasuki, firasatku mengatakan dungeon ini sama seperti kemarin saat di supermarket." gumam Clue.
"Baiklah, karena disini sangat sepi. Mungkin tidak ada yang tahu jika aku memasuki dungeon." Kata Clue mengkunci motor sport miliknya kemudian berjalan ke arah dungeon. Clue kemudian masuk ke dalam dungeon.
Sementara itu di suatu ruangan pria yang duduk di depan computer berkata. "Sebuah dungeon muncul di dekat jalan, tepatnya di wilayah Rambi." "Baik, aku yang akan pergi kesana sendiri." kata pria memakai kacamata hitam kemudian menghilang.
Saat ini Clue sudah berdiri dan melihat 3 mayat goblin yang tergeletak di tanah. "Hari ini lebih buruk dari kemarin. Aku hanya mendapatkan 2 kristal." Clue menghela nafas. "Baiklah, aku harus cepat pergi mengalahkan goblin lagi. Aku tidak ingin saat keluar dari dungeon pihak asosasi hunter datang." Gumam Clue. Clue tahu asosiasi hunter didirikan 1 bulan setelah dungeon muncul. Setiap negera memiliki asosiasi hunternya masing-masing tidak terkecuali Indonesia.
Clue berjalan beberapa meter kemudian melihat 4 goblin yang sedang menunggunya. "Hehe, karna kalian menungguku. Akan kuberikan sebuah hadiah." Clue mulai melempar tombak ke arah goblin. "Wussh." "Cepp." Tombak menancap di dada goblin pemanah. "Waaa." Ketiga goblin yang berteriak kemudian mulai berlari ke arah Clue.
"Heh, kemarilah." Clue berlari ke arah tiga goblin dengan tangan kosong. Clue melompat kemudian menendang dada salah satu goblin. "Bukk." Goblin terpukul mundur dan menabrak dua goblin lainnya. Clue mengambil pedang yang di jatuhkan goblin kemudian mulai menebas tiga leher goblin dengan cepat. "Crash, crash, crash." 3 goblin mati tanpa perlawanan.
"Mengalahkan mereka berempat cukup menguras staminaku." Clue tersenyum. Clue kemudian mulai membelah dada ke empat goblin. Beberapa menit kemudian Clue memegang dua kristal. "Tidak buruk, aku mendapatkan total 4 kristal." Clue tersenyum.
"Baiklah, aku harus kembali. Aku takut pihak asosiasi datang." Kata Clue berlari ke arah dimana dia datang. Tidak lama kemudian Clue keluar dungeon dan berjalan ke arah motor sportnya. "Wrom." Clue mengendarai motor sportnya dengan kencang.
Clue tidak menyadari bahwa saat dia pergi seorang pria berjas hitam dan memakai kacamata melihat dirinya dari kejauhan. "Sepertinya dia memasuki dungeon itu lagi. Aku akan mengecek dungeon terlebih dulu." Kata pria berjalan ke arah dungeon dan mengeluarkan sebuah alat.
Pria menaruh alat ke lubang hitam dan terdengar sebuah suara. "Tittt." Pria melihat alat menunjukan huruf E. "Jadi dungeon ini tingkat e." kata pria. Pria mengeluarkan hanphonenya kemudian berkata. "Suruh dua orang untuk menjaga pintu dungeon." Pria terdiam sebentar kemudian memasuki dungeon.
Tidak lama kemudian pria kembali dan berkata. "Dia telah membunuh 10 goblin, di dungeon tingkat e terdapat total 54 goblin tingkat e dan 1 goblin tingkat d sebagai bos dungeon. Sepertinya aku harus melaporkan ini kepada atasan."
30 menit kemudian Clue telah kembali di rumahnya dan sedang berada di dalam kamarnya. Clue mulai menghancurkan satu kristal kemudian mulai duduk dan memejamkan matanya. 3 jam kemudian Clue membuka matanya saat mendengar sebuah suara. "Clue apa yang kamu lakukan." Teriak kakek Clue. Clue berjalan keluar kamarnya dan melihat beberapa polisi sedang berdiri di depan pintu.
"Saudara Fernando silakan ikut kami, anda telah dilaporkan karena memukuli beberapa orang." Kata salah satu polisi. "Baik, aku akan pergi." Clue kemudian ikut dengan polisi. Sementara kakek Clue terkejut mendengar kata polisi. "Jono kita juga pergi ke kantor polisi." Kata kakek Clue. "Baik pak." Balas Jono.