
"Boommm." Saat bola api bertabrakam dengan naga api dan naga air membuat ledakan yang sangat hebat. Membuat para ahli yang menonton dalam jarak 100 meter terpukul mundur oleh dampak ledakan. Bahkan kaisar Farhan terpaksa mundur dan menjauh dalam jarak 100 meter.
"Woah, apakah ini kekuatan peringkat s. Jika aku terkena serangan itu, aku percaya akan mati." Kata penonton.
Beberapa menit kemudian setelah ledakan berakhir, para penonton melihat Clue dan Knight masih berdiri. Namun Clue tidak memiliki luka sama sekali dan Knight memiliki banyak luka di tubuhnya. Beberapa detik kemudian Knight tiba-tiba duduk dan bekata. "Nak kamu menang." "Pemenangnya adalah Clue" kata kaisar Farhan berteriak.
Saat penonton mendengar kata Kaisar Farhan. "Mereka berteriak." "Hidup tuan Clue." "hidup tuan Clue." "Hidup tuan Clue." Clue melihat para penonton yang bersorak untuknya dan mengangkat pedangnya lalu berteriak dengan sangat keras. "I'm the king gamer."
"Hidup tuan Clue." "Hidup king gamer." Para penonton tidak mengerti Clue berkata dia king gamer tapi mereka meneriaki Clue king gamer.
"Sayang." Emilia menangis saat melihat Clue menang melawan kakeknya dan para ahli serta semua orang menonton meneriaki kekasihnya. "Ayah, apa kamu lihat anakmu yang kamu ingin bunuh, ternyata dia sekarang menjadi ahli terkuat di benua barat." Felicia menangis dan menatap langit. Sementara Ratna menangis dan mengusap air matanya.
Bahkan semua pelayan dan ketiga hewan peliharaan Clue, terharu saat Clue memenangkan pertempuran dan menangis karena senang.
Syafin yang melihat Clue menang berkata sambil mengusap air mata yang tiba-tiba menetes dari matanya. "Ayah, apa kamu tahu. Aku saat ini mengikuti orang yang sangat menajubkan, dan aku sekarang mengandung anaknya." Syafin tiba-tiba tersenyum.
Clue berjalan ke arah Knight mengulurkan tangannya dan berkata. "Pertempuran tadi sungguh hebat kek." Karena bertempur melawan Knight, Clue percaya bisa mengalahkan monster peringkat S level 1. "Heh, aku tidak percaya akan kalah denganmu nak. Seorang ahli peringkat A level 10." Knight tersenyum dan menjabat tangan Clue.
Saat para penonton melihat Clue dan Knight berdiri berdampingan mereka sekali berteriak. "Hidup tuan Clue." "Hidup tuan Knight." "Hidup raja game.".
"Nak, sepertinya aku harus meninggalkan benua barat." Knight menghela nafas dan melihat semua orang. "Jika kakek tidak ingin untuk memasuki portal, tidak perlu untuk pergi. Aku tidak memaksa kakek." Balas Clue. "Tidak, janji adalah janji. Jika aku tidak menepati janjiku. Aku akan berhenti di peringkat S level 2." Kata Knight. Clue hanya terdiam mendengar kata Knight.
"Ini kek ambilah di dalamnya ada 10 token teleportasi." Kata Clue menyerahkan sebuah cincin. "Aku kalah tidak pantas menerima ini." kata Knight menggeleng. "Ambilah kek, ini hadiah dari cucumu." Kata Clue. "Haha, baiklah kalau begitu. Aku aka menerima ini sebagai hadiah." Knight tertawa.
"Sayang." Emilia berlari ke arah Clue diikuti Robinho, Monica kekasih Clue yang lain serta pelayan dan hewan peliharaannya "Apakah kamu tidak apa-apa" tanya Emilia. "Aku baik-baik saja Clue tersenyum." Balas Clue. "Uhh, saat seorang perempuan sedang jatuh cinta. Dia akan lupa dengan kakeknya sendiri." Kata Knight.
"Ahh, apa kakek baik-baik saja." Kata Emilia. "Tidak, sepertinya aku harus tidur di kasur seharian, sakit punggungku kumat." Kata Knight. "Hahaha." semua orang tertawa.
"Clue selamat atas kemenanganmu." Kata Kaisar Farhan diikuti beberapa orang di belakangnya. "Terimakasih kaisar Farhan." Clue tersenyum. "Jika kamu tidak sibuk berkunjunglah ke istana. Aku selalu menyambutmu." Farhan tersenyum. "Baik kaisar, jika aku tidak sibuk. Aku akan berkunjung ke istana." Balas Clue.
"Baiklah aku akan pergi dulu." Kata Kaisar Farhan mengangguk kepada Clue dan Knight. Clue dan Knight mengangguk kemudian melihat Kaisar Farhan pergi.
"Baiklah kenapa kita tidak kembali ke akademi dulu, dan ajak mereka juga" Kata Robinho melihat kekasih Clue dan para pelayannya. "Baiklah, ayo semuanya ke akademi." "ermm." "baik tuan." Semua wanita mengikuti Clue dan Knight menuju akademi.
Saat Clue terbang menuju akademi ada seorang perempuan memakai jubah yang menutupi wajahnya dan bergumam. "Jika waktu itu aku tidak menghianatimu, mungkin aku masih disisimu sama seperti mereka." Perempuan menetaskan air mata lalu pergi.
Jika melihat wajah perempuan, Clue akan langsung mengenalnya. Perempuan tersebut adalah Lisa tunangan pertama Clue saat tiba di dunia ini, dan perempuan pertama yang menghianatinya.
Saat Clue tiba di akademi semua murid berteriak. "Hidup tuan Clue" "Hidup tuan Clue." "Nak, sepertinya kamu akan populer." Kata Robinho tesenyum. "Aku sudah populer sejak dulu ayah mertua." Clue tersenyum. Clue mengangguk kepada para murid dan memasuki area dalam akademi.
"Tuan Clue hanya peringkat A level 10 tapi mengalahkan tuan Knight." "Heh, kata elder mus, pertempuran antara tuan Clue dan Knight sangat hebat. Bahkan memaksa peringkat A level 10 untuk menjauh dalam jarak 100 meter. "woah, bukankah itu menajubkan. Pantas saja nona Emilia selalu menolak pria lain. Pria lain tidak bisa dibandingkan dengannya." "andaikan saja aku bisa menjadi kekasih tuan Clue." para murid mengobrol.
Clue tahu bahwa energi alam di dinasti azure lebih bagus dari pada di kerajaan Glizzard dan portal menuju dunia lain mungkin akan terbuka di sekitar dinasti Azure. "Tidak masalah." Balas Robinho mengangguk. "Oh, benar. apakah mereka bertiga adalah 2 anjing kecil dan burung itu." kata Knight melihat 3 perempuan berumur 20an.
"Benar kek, mereka bertiga adalah sihitam, si putih, dan pipit. Mereka hewan peliharaanku yang mengikutiku sejak dulu." Balas Clue. "Oh, jadi mereka akhirnya menembus peringkat A." Kata Knight.
Setelah 1 jam mengobrol Clue keluar dan melihat Syafin yang mengikutinya. "Ada apa." tanya Clue. "Tuan Syafin ingin bicara sesuatu. Tapi bukan disini." Kata Syafin. Clue mengajak Syafin ke sebuah kamar yang disediakan Robinho untuk para perempuannya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan." Tanya Clue. "Tuan, Syafin hamil anak tuan." Kata Syafin tersipu malu. "Apa." Clue terkejut mendengar kata Syafin. "Ini pasti gara-gara aku mengeluarkan di dalam begitu banyak." Gumam Clue.
"Apakah kamu sudah bicara ke orang lain." Tanya Clue. Syafin menggeleng. "Berapa bulan usia kandunganmu." Kata Clue. "6 bulan tuan." "Tapi kenapa perutmu masih kecil." Clue heran.
"Elf mengandung selama 2 tahun tuan beda dengan manusia yang 9 bulan, dan perut Syafin akan membesar setelah 6 bulan lebih." Kata Syafin. "Oh, jadi begitu. Sebaiknya kamu jaga kondisi, dan ini untukmu." Kata Clue memberikan cincin ke Syafin.
"Bolehkah Syafin mengikuti tuan sekali lagi ke benua selatan. Syafin saat ini peringkat A level 7 dan hendak menerobos ke peringkat A level 8." Kata Syafin memohon. "Jika kamu mengikuti kekasihku yang lain pasti iri. Kamu tetap disini saja." Balas Clue. Syafin kecewa.
Clue melihat Syafin kecewa lalu mencium bibir Syafin dan berkata. "Jagalah calon anakku, jika dia lahir dengan selamat. Dia adalah anakku yang pertama." Clue tersenyum. "Baik tuan." Syafin sangat senang lalu mencium bibir Clue dan pergi.
"Sepertinya aku harus pergi lebih cepat." Kata Clue mengambil sebuah token teleportasi. Clue takut kekasihnya yg lain akan seperti Syafin ingin ikut dirinya menuju benua selatan. Beberapa detik kemudian tubuh Clue bercahaya dan menghilang.
Knight yang sempat melihat Clue menghilang menghela nafas dan berkata. "Sepertinya dia akan membuat legenda lain di benua selatan."
Saat ini Clue teleportasi ke sebuah hutan dan berkata. "Masih ada 6 bulan untuk portal terbuka. Aku sebaiknya tidak terburu-buru untuk berhadapan dengan monster peringkat S dan berfokus untuk level up." Kata Clue.
3 bulan telah berlalu, saat ini Clue sedang duduk di sebuah batu. "Sekarang aku sudah level 999 kurang 1 level sebelum mencapai peringkat S. Jika aku membunuh 1 monster peringkat A level 10 aku akan level up." Clue menyeringai.
"Hehe, sepertinya dia datang." Clue tertawa dan melihat seorang perempuan cantik berambut putih berumur 30an. "Akhirnya kita bertemu lagi." Clue tersenyum. "Huh, kali ini aku tidak akan membiarkanmu pergi seperti terakhir kali di kota. Aku akan mengungkap rahasiamu." Dengus perempuan.
"Haha, cobalah kalau bisa." Clue tertawa. "Huh, kamu hanyalah peringkat A level 10. Dimataku kamu hanya semut." Dengus perempuan dan melesat ke arah Clue. Clue juga melesat ke arah Lian. "boomm." Saat pukulannya beradu dengan Clue. Lian heran dan mundur beberapa langkah. "Mustahil, bagaimana kamu bisa sekuat ini." kata Lian saat merasakan tangan kanannya kram.
"Hehe, selama 1 tahun setengah aku telah meningkatkan kekuatanku mati-matian untuk mengalahkanmu. Anehnya kamu selama 1 tahun setengah tidak ada peningkatan." Clue mencibir. Clue melihat status Lian tetap 1250 sementara status dirinya sudah 1299 beda 49 dengan Lian. Di tambah peralatan level 6 yang dia pakai , perbedaan status lebih 200poin.
"Kamu tidak akan menang melawanku. Pukulan barusan hanya 80% dari kekuatanku." kata Clue. "Huh, barusan mungkin hanya keburuntungan. Kali ini kamu tidak akan beruntung.
Lian sekali lagi melesat ke arah Clue. Clue mencibir lalu juga melesat ke arah Lian. "boom." Lian melesat 100 meter dan menabrak sebuah pohon. "Uhh." Lian muntah darah. "Mustahil, bagaimana bisa manusia peringkat A level 10 sekuat ini." kata Lian tidak percaya Clue melukainya.
"Haha, kamu tahu semut yang 1 tahun setengah itu hampir terbunuh olehmu, akhirnya melampuimu. Bagaimana perasaanmu." Clue mencibir. "Kamu akan mati." Lian marah dan tiba-tiba tubuhnya di selimuti aura putih. "Hmm. aktifkan skill transformasi naga." Gumam Clue setelah melihat tubuh Lian diselimuti aura putih.
"Hmm, skill transformasi ya, tapi percuma kamu akan kalah." Lian berteriak dan melesat menuju Clue. Clue menyeringai lalu menghilang dari lokasinya. "Bukk." "aghh." Lian sekali lagi dipukuli oleh Clue dan melesat 50 meter menabrak bukit. "boom." "Haha, lemah." Kata Clue tertawa.