Rebirth With System

Rebirth With System
S5 Latih Tanding



2 Jam kemudian Fernando melihat pelajaran telah selesai dan pria berkumis pergi dari kelas. Setelah pria berkumis pergi dari kelas. Fernando melihat pria berotot berdiri di depan pintu. "Ganti pakaian kalian. Aku akan menunggu kalian di lapangan olahraga. Yang paling datang akhir aku akan memberinya hukuman." kata Pria berotot berjalan pergi. "Baik pak." Balas semua murid.


Fernando melihat semua murid perempuan berlari keluar dengan membawa tas. "Mengapa semua murid perempuan terburu-buru. Memang apa hukuman yang di berikan guru itu." gumam Fernando.


"Kamu akan segera tahu." Balas murid berkacamata kemudian mengganti pakaian. Fernando melihat murid berkacamata kemudian mengganti pakaiannya juga. Setelah selesai mengganti pakaian, Fernando mengikuti semua murid laki-laki ke lapangan olahraga.


"Siapa kamu." Kata pria berotot melihat Fernando. "Saya Fernando pak, murid baru." Balas Fernando. "Karena kamu datang paling akhir. Larilah 10x putaran lapangan. Kalian semua lari 5x putaran lapangan." Kata pria berotot. "Baik pak." Balas semua murid laki-laki.


Fernando terkejut mendengar kata pria berorot kemudian mulai mengitari lapangan sepanjang 100 meter. "Tidak buruk." Kata pria berotot melihat kecepatan Fernando tidak kalah dengan murid laki-laki lainnya.


Beberapa menit kemudian Fernando telah mengitari lapangan 10x. "Istirahatlah selama 10 menit. Setelah itu kamu akan bertarung dengan Jordy." Kata pria berotot melihat Fernando. "Hehe, kita akan bertarung murid baru." Pemuda berkulit putih dengan rambut punk tersenyum.


10 menit kemudian pria berotot melihat Fernando dan pemuda berambut punk. "Apa kalian siap bertarung." "Saya siap." Balas Fernando dan pemuda berambut punk secara bersamaan.


"Baiklah, karena Fernando tidak membawa hewan kontrak miliknya. Jangan gunakan kemampuanmu Jordy." Kata pria berotot. "Baik pak." Pemuda berambut punk yang di panggil Jordy mengangguk.


"Baiklah, pertarungan dimulai." Teriak pria berotot. "Wuusshh." Jordy melesat ke arah Fernando kemudian menendangnya. "Buukk." Fernando menangkis tendangan Jordy dengan tangannya. "Uughh. Dia kuat." Fernando merasakan tangannya sakit.


"Hehe." Jordy tertawa melihat Fernando. "Sial." Fernando mengigit bibirnya kemudian melesat ke arah Jordy. "Wuushh." Fernando memukul Jordy. Namun Jordy dengan mudah menghindari pukulan Fernando. "Buukkk." Jordy memukul perut Fernando. "Uughhh." Fernando melompat mundur dan memegangi perutnya.


"Aku menyerah." Kata Fernando melihat pria berotot. Fernando tahu dia tidak akan menang jika pertarungan terus di lanjutkan. "Pemenangnya adalah Jordy." Kata pria berotot. Jordy tersenyum melihat Fernando dan duduk.


"Nadia. Silvia sembuhkan Fernando." Kata pria berotot melihat 2 murid perempuan. "Baik pak." 2 murid perempuan berjalan ke arah Fernando kemudian menyentuh tangan dan perutnya. Tangan kedua perempuan kemudian mengeluarkan cahaya hijau. Fernando kemudian tidak merasakan sakit di perut dan kedua tangannya.


"Kami sudah menyembuhkannya pak." Kata dua murid perempuan. "Pertandingan selanjutnya Fernando melawan Suneo." Kata pria berotot. "Eehh. Aku bertarung lagi." Fernando terkejut. "Benar, ini adalah hukuman. Karena kamu datang paling akhir." Kata pria berotot. Fernando tersenyum kecut mendengar kata pria berotot.


Pemuda berkacamata berdiri dan berkata. "Fernando ayo bertarung." "Hehh. Baiklah." Fernando kemudian berdiri. "Karena Fernando tidak membawa hewan kontraknya jangan gunakan kekuatanmu." Kata pria berotot melihat pemuda berkacamata. "Baik pak." Pemuda berkacamata mengangguk.


"Pertarungan di mulai." Teriak pria berotot. "Wuusshh." Pemuda berkacamata melesat ke arah Fernando dan meninjunya. Fernando menghindari tinju pemuda. "Buukk." "Uugghh." Fernando terlempar saat pemuda berkacamata meninju dagunya.


"Aku menyerah." Kata Fernando. "Nicolas sembuhkan Fernando." Kata pria berotot melihat pemuda gemuk. "Baik pak." Pemuda gemuk berjalan ke arah Fernando kemudian menyentuh dagu Fernando. Cahaya hijau keluar dari tangan pemuda gemuk.


Saat ini Clue sedang berada di sebuah ruangan dan memejamkan matanya. Clue melihat adegan saat Fernando di pukuli oleh dua murid. "Pengalaman bertarungnya tidak ada sama sekali. Sementara lawan-lawannya menguasai bela diri." Kata Clue membuka matanya. "Varian diriku di alam semesta ini sangatlah buruk. Saat usia 16 tahun aku sudah menjadi penguasa kelas." Clue menghela nafas.


2 Jam kemudian Fernando berbaring di tengah lapangan olahraga. "Fernando kemampuan bertarungmu sungguh buruk." kata pria berotot. "Hehh. Mereka semua telah lama menjadi awakened. Sementara aku baru beberapa hari menjadi awakened. Beri aku waktu beberapa hari. Aku akan mengalahkan mereka semua." Fernando berdiri dan melihat pria berotot.


"Aku suka semangatmu. Aku pikir kamu akan sedih dan kehilangan semangat setelah kalah melawan semua murid sekelasmu." Kata pria pria berotot. Fernando mendengus kemudian berjalan pergi.


10 Menit kemudian Fernando telah kembali ke kelas. "Fernando maafkan aku telah menghajarmu." Kata pemuda berkacamata melihat Fernando. "Jangan terlalu di pikirkan. Tadi hanya latih tanding." "Apa kamu ingin ikut denganku belajar taekwondo. Tapi tentu saja tidak gratis." Pemuda berambut punk melihat Fernando. "Terimakasih. Aku akan memikirkan ajakanmu." Balas Fernando.


2 Jam kemudian Fernando mendengar suara speaker. "Pelajaran hari ini telah selesai. Semua murid di perbolehkan untuk pulang." "Akhirnya pulang juga." Fernando menghela nafas. "Pelajaran hari ini cukup sampai dini. Jangan lupa kerjakan tugas yang ibu berikan." Kata wanita berkacamata berpakaian batik. "Baik bu." Balas semua murid.


Fernando dan semua murid kemudian keluar dari kelas. "Fernando kamu naik apa ke sekolah." Tanya pemuda gemuk. "Aku jalan kaki." Balas Fernando. "Oohh. Apa rumahmu dekat dari sini." Tanya pemuda gemuk.


"Butuh waktu 5 menit jika aku berlari dari sini ke rumahku." Kata Fernando. "Oohh." Pemuda gemuk mengangguk kemudian berlari ke arah mobil. "Sampai jumpa Fernando." Pemuda gemuk masuk ke dalam mobil.


"Apa kamu tahu orang tua Nicolas adalah ketua cabang asosiasi awakened Jember." Kata pemuda berkacamata berdiri di samping Fernando. "Eehh. Aku baru tau." Fernando terkejut. "Baiklah, sampai jumpa Fernando." Kata pria berkacamata menaiki bus.


Fernando tahu sekolah menyediakan bus bagi para murid yang rumahnya jauh dari sekolah. "Hei murid baru, apa kamu tidak ingin naik juga." Supir bus melihat Fernando. "Tidak, rumahku tidak jauh dari sini." Balas Fernando berjalan pergi.


5 menit kemudian Fernando tiba di rumahnya. "Aku pulang." Kata Fernando membuka pintu. "Bagaimana hari pertama di sekolah barumu." Tanya nenek Fernando yang duduk di ruang tamu. Fernando kemudian menceritakan hari pertamanya di sekolah namun menyembunyikan dirinya yang di hajar oleh semua murid sekelasnya.


"Aku ingin mandi dulu nek." Kata Fernando. "Baiklah." Nenek Fernando mengangguk. Fernando kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Setelah masuk ke dalam kamar mandi Fernando mencengkram tinjunya dan mengutuk. "Sial, bagaimana bisa aku di hajar habis-habisan oleh mereka."


10 Menit kemudian Fernando keluar dari kamar mandi dan melihat Clue yang sedang duduk di ruang tamu sendirian. "Pakai bajumu lalu ikut denganku." Kata Clue melihat Fernando. "Baik." Fernando mengangguk.


Tidak lama kemudian Fernando telah memakai pakaian. "Kita akan pergi kemana." Tanya Fernando mengikuti Clue keluar dari rumah. "Kita akan pergi ke hutan." Balas Clue kemudian teleportasi bersama Fernando.