
Beberapa menit kemudian Clue melihat sebuah villa besar di depannya. Saat berjalan ke arah Villa, Clue melihat dirinya berada di tepi hutan. "Kak, kamu sudah kembali." Seorang pemuda tersenyum dan berjalan ke arah Clue. "Clue." Clue melihat pemuda adalah dirinya sendiri saat berada di alam mimpi. "Mengapa kak Fernando hanya diam." Pemuda bingung melihat Clue.
Mendengar pemuda menyebutkan nama Fernando badan Clue gemetar. "Sudah lama sekali tidak ada yang memanggilku Fernando. Terlebih lagi yang memanggilku Fernando adalah diriku saat berada di alam mimpi."
"Kamu hanya sebuah ilusi, jadi pergilah." Clue kemudian melihat pemuda tiba-tiba menusukan pedang ke jantungnya. "Kak Fernando, mengapa kamu begitu kejam. Kamu membiarkan adikmu sendiri mati." pemuda menatap Clue dengan wajah pucat. Clue berjalan ke arah pemuda kemudian mengobati lukanya. "Sudah terlambat kak. Aku sudah mati." pemuda menatap Clue kemudian tubuhnya menghilang.
"Kamu kembali Clue." "Kamu sudah kembali sayang." Clue melihat semua wanita yang pernah bersamanya saat di alam mimpi. "Aku kembali." Kata Clue menjawab dengan gemetar. Tiba-tiba semua wanita marah dan berteriak kepada Clue. "Clue, mengapa kamu meninggalkan kami." "Mengapa kamu berpura-pura tidak mengenal kami." "Kami semua adalah wanitamu saat di alam mimpi." "Meski kami hanyalah duplikat yang di ciptakan oleh guardian, tapi perasaan kami padamu adalah nyata." "Clue kamu begitu kejam." "Berengsek." Badan Clue gemetar mendengar teriakan semua wanita.
"Clue kapan kamu kembali, kakek sangat merindukanmu." Clue melihat pria paruh baya yang tiba-tiba muncul. "Sial, ini semua hanyalah ilusi. Aku tidak boleh terpengaruh." Clue mencengkram tinjunya. "Clue, kapan kamu kembali. Cucumu sudah besar." Clue melihat seorang pria tersenyum padanya.
"Ayah, ayah." Clue melihat anak kecil berusia 2 tahun yang merangkak ke arahnya. "Abraham." Clue berjalan ke arah anak kecil dan menggendongnya. Saat menggendong Abraham Clue melihat anak kecil tiba-tiba terbelah dan kedua tangannya tiba-tiba terpotong.
"Clue, mengapa kamu membunuh Abraham." Clue melihat seorang wanita berteriak padanya. "Ye Jin, aku tidak membunuh Abraham." Clue memiliki ekspresi buruk. "Kamu adalah pria yang buruk Clue. Kamu telah membunuh anakmu sendiri." Wanita berteriak. Clue gemetar kemudian berteriak. "Aku tidak membunuh Abraham." Clue mengeluarkan auranya.
"Kita bertemu lagi Clue. Aku tidak menyangka kamu akan terjebak di dalam ilusi seperti ini." seorang pria paruh baya muncul di depan Clue. "Guardian, bukankah aku sudah membunuhmu." Clue terkejut. "Aku memang sudah mati. Dan aku akan membunuhmu juga di ilusi ini." Guardian melesat ke arah Clue.
"Heh. kamu telah kukalahkan sekali. Jadi aku bisa mengalahkanmu untuk kedua kalinya." Clue melesat ke arah Guardian. "Booom." Clue terlempar setelah terkena pukulan Guardian. "Ughhh. Bagaimana bisa kamu sekuat ini." Clue mengusap darah di bibirnya.
"Aku adalah High god. Sementara kamu hanya mahluk setengah suci. Perbandingan kekuatan kita sangat jauh." Guardian tersenyum. "Tanpa token segel kamu tidak berguna Clue." "Berengsek, time stop." Clue berteriak. Namun Clue melihat Guardian tetap berjalan ke arahnya. "Apakah kamu berpikir. Cuma dirimu saja yang bisa menghentikan waktu." Guardian melihat Clue.
"Aku baru ingat kamu juga dapat menghentikan waktu." Clue teringat guardian menghentikan waktu saat menjembut dirinya untuk mengikuti pertarungan antar galaxy. "Kalau begitu, terima seranganku ini guardian." Api hitam muncul di tangan kanan Clue, sementara api putih muncul di tangan kiri Clue. Clue mengabungkan kedua api dan berteriak. "Mati."
Clue muncul di depan guardian kemudian melemparkan api ke wajah guardian. "Kamu semakin kuat Clue." guardian menghilang. Ilusi menghilang dan Clue melihat villa di depan dirinya.
Clue berbalik dan melihat Mary, Sam, Jaden serta puluhan ahli tingkat kaisar sedang berdiri dengan tatapan kosong di mata mereka. "Sepertinya mereka masih terjebak di dalam ilusi." Clue melihat Villa dan berteriak. "Keluar kalian keluarga Arsya. Jika tidak, aku akan menghancurkan kediaman kalian.
Melihat tidak ada jawaban Clue membuat bola api raksasa hitam. "Berhenti." Clue mendengar teriakan kemudian 3 paruh baya muncul dan terbang ke arah Clue. "Terlambat." Clue melemparkan bola api hitam ke arah villa. "Wicaksono, Hermansyah. Bantu aku menahan bola api ini." teriak pria paruh baya. "Baik." Balas kedua pria paruh baya kemudian menahan bola api. "Booomm." Ledakan besar terjadi.
Setelah asap ledakan menghilang Clue melihat 3 paruh baya hanya menerima sedikit luka. "Hanya menerima sedikit luka setelah terkena ledakan bola apiku. Kemampuan kalian bertiga cukup bagus." Clue memuji 3 paruh baya.
"Kami memasang formasi ilusi untuk melihat kemampuan anda. Jika anda berhasil melewati ilusi terkuat yang telah kami buat. Anda pantas menjadi tuan kami." Kata seorang pria paruh baya. "Lalu, apakah kalian pantas menjadi budakku." Clue menunjuk jarinya kemudian 3 sinar laser menembus tubuh 3 pria paruh baya. "Pucchii." "Pucchii." "Uuhhh." Ketiga pria paruh baya memegangi luka mereka.
"Sebenarnya aku bisa keluar dari ilusi kalian dengan mudah. Tapi ilusi yang kalian buat terlalu menarik." Clue melihat tiga pria paruh baya kemudian berkata. "Hancurkan zona ilusi." "Buzz." Angin kencang berhembus dari tubuh Clue dan menyebar sejauh 100 meter.
"Eh, apa yang terjadi." Mary, Sam, Jaden dan puluhan ahli tingkat kaisar lainnya tersadar dari ilusi. "Dia menghancurkan formasi ilusi yang kita buat selama 1 hari." 3 paruh baya terkejut saat melihat Clue.
"Sekarang giliran kalian yang terjebak di dalam ilusi." Mata Clue kemudian berubah hitam pekat. Ketika ketiga pria paruh baya melihat mata Clue. Mereka tiba-tiba menyadari telah berada di kuburan.
"Quak." "Quak." Ketiga pria paruh baya mendengar suara burung gagak. "Hancurkan ilusi" "Keluar." "Escape." Ketiga pria paruh baya mencoba keluar dari ilusi. "Hanya low god yang dapat keluar dari ilusiku. Jadi percuma kalian mencoba keluar dari ilusiku." Clue tiba-tiba muncul kemudian menusuk jantung seorang pria paruh baya. "Puchhii." "Ahhh." Pria paruh baya menjerit kesakitan.
"Berengsek." Seorang pria mencoba menyerang Clue. Namun dirinya terkejut badannya tiba-tiba terikat. "Aku adalah penguasa mutlak disini. Jadi percuma saja jika kalian ingin menyerangku." Clue muncul di depan pria kemudian menebas burungnya. "Slasshh." "Ahhhh." Pria paruh baya berteriak kesakitan.
"Tuan, ampuni kami." Salah satu pria paruh baya memohon ampunan. "Kalian adalah seorang demi god. Seharusnya kalian tidak menyerah dengan mudah." "Slassh." "Ahhh." Pria paruh baya berteriak saat lengannya di potong oleh Clue.
"Aku akan menyiksa kalian selama 1 jam. Aku ingin lihat, apa kalian bisa bertahan dari rasa sakit selama 1 jam." Clue menyeringai kemudian menebas kaki salah satu pria paruh baya. "Slasshh." "Ahhhh."
Sementara itu di luar, Mary, Jaden dan Sam melihat Clue serta 3 pria paruh baya sedang berdiri dengan tatapan mata yang kosong. "Sepertinya tuan sedang bertarung dengan mereka bertiga di dunia ilusi." Kata Mary melihat Clue.
1 Jam kemudian Clue melihat 3 pria paruh baya yang badanya penuh luka berkata. "Ini adalah bayaran karena kalian bertiga mencoba melawanku. Keluar." Clue melihat dirinya berada di dunia nyata. "Huuhh." "Huuhh." 3 pria paruh baya tiba-tiba berkeringat.
"Skill Ilusi ini tidak begitu bagus. Karena kesadaranku juga ikut ke dunia ilusi. Jadi aku tidak akan tahu, jika ada seseorang yang menyerangku di dunia nyata." Gumam Clue melihat Mary, Sam dan Jaden.
"Baiklah, apa kalian bertiga masih ingin menjadi budakku. Setelah kalian mengalami begitu banyak siksaan." Clue melihat 3 pria paruh baya. "Kami semakin bersedia menjadi budak anda. Karena kemampuan ilusi anda lebih hebat dari pada kami bertiga." Kata seorang pria paruh baya.
"Jika begitu, panggil semua anggota keluarga Arsyamu." Clue melihat 3 pria paruh baya. "Kalian semua keluarlah." Teriak seorang pria paruh baya. Puluhan ahli keluar dari villa dan berjalan ke arah 3 pria paruh baya.