Rebirth With System

Rebirth With System
Tawaran Raja Himawan



Keesokan harinya Clue dan Ratna meninggalkan ruangan bersama. Clue melihat beberapa orang tua yang menyapa dia sangat hormat. "Patriack." "Patriack." Clue mengangguk dan terus berjalan. Begitupun para murid yang melihat Clue, semuanya sangat hormat menyapanya. "Patriack." "Patriack." Kata para murid. Clue mengangguk dan terus berjalan.


Para murid dan orang tua yang melihat Clue berkata. "Efek pil yang diberikan patriack menabjukan aku menerobos peringkat C level 7." "Benar, aku juga menerobos peringkat C level 5." "meskipun aku tidak menerobos, aku tahu bahwa hanya selangkah menuju peringkat C level 6." Kata para murid.


"Akademi knight cepat atau lambat akan mengalahkan akademi lain di kerjaan menengah lainnya." "Heh. Kamu tahu apa, menurutku akademi knight cepat atau lambat akan setara dengan akademi di kerajaan besar jika dipimpin oleh patriack Clue." "Haha, kau benar juga pak tua." kata para orang tua.


Clue dan Ratna berjalan meninggalkan akademi knight dan menuju ke sebuah restoran. Tidak lama kemudian Clue dan Ratna tiba disebuah restoran. Tuan, anda ingin pesan apa." Tanya seorang pelayan. "Daging terlezat direstoran ini dan sebuah anggur." balas Clue. "aku juga sama dengannya." Ratna berkata. "Tunggu tuan, pesanan anda akan hadir dalam beberapa menit." Kata pelayan mulai masuk ke dapur.


"Hai cantik. Apakah kamu mau makan denganku." Kata seorang pria 30an yang berdiri di samping Ratna dan menggodanya. "Pergilah, sebelum sesuatu yang buruk terjadi denganmu." Balas Ratna dingin. "Huh. Memang apa yang akan terjadi denganku." Pria 30an bingung. Dia menatap Clue seakan mengatakan tidak takut dengannya.


"Ahhh." Pemuda yang tiba-tiba masuk ke restoran berteriak saat melihat Clue lalu membungkuk dan berkata dengan hormat. "Salam patriack Clue." "Ehh, pemuda seperti dia adalah patriack" pria yang menggoda Ratna terkejut. Kemudian dia mulai teringat dengan patriack akademi knight yang sangat muda.


Pria mulai berkeringat dan tiba-tiba bersujud kepada Clue dan berkata. "Maafkan saya tuan Clue. Saya mempunyai mata tapi tidak mengenal anda." Pria ketakutan dan mulai meminta maaf. "Hmm, pergilah. Kamu beruntung saat ini aku dalam suasana yang tidak buruk." Pria tiba-tiba senang mendengar kata Clue lalu berkata. "Terimakasih tuan Clue. jika anda mempunyai waktu luang berkunjunglah ke sekte black elephant. Saya akan menyambut tuan Clue dengan sangat hormat." Kata pria 30an sekali lagi bersujud lalu pergi.


Melihat pria 30an yang pergi pemuda yang memasuki restoran berkata. "Patriack dia adalah Edo anak patriack sekte black elephant." "Oh." Clue hanya mengangguk. Kemudian Clue mengambil beberapa pil poin level 1 dari cincin penyimpanan dan melemparkannya ke pemuda. "Ambilah." Pemuda menangkap beberapa pil, lalu membungkuk dan berkata . "Terimakasih banyak patriack." Clue hanya mengangguk. Melihat Clue mengangguk pemuda mulai meninggalkan restoran dengan ekspresi sukacita. Dia sudah tahu bahwa pil yang diberikan patriack akan membantunya menerobos seperti para murid lainnya di akademi.


Tidak lama kemudian makanan yang Clue dan Ratna pesan tiba. Clue dan Ratna mulai menyantap makanan. Beberapa menit kemudian Clue dan Ratna selesai makan dan meninggalkan restoran. Saat Clue meninggalkan restoran para pelanggan di restoran mulai mengobrol. "Wahh. aku baru tau dia adalah patriack akademi knight." "Benar. menurut rumor umur patriack akademi knight baru 26 tahun." "Meski aku sudah hidup 800 tahun, aku belum pernah menemukan jenius sepertinya dirinya.


Sementara itu Clue dan Ratna sudah kembali ke akademi knight. Saat memasuki akademi, seperti biasa para murid dan orang tua menyambutnya dan menyapanya dengan hormat. "Patriack. Raja himawan telah datang berkunjung dengan putrinya. Saat ini dia sedang berada di aula." Kata pria tua yang membungkuk dan berbicara kepada Clue.


"Oh, baiklah. Aku akan pergi ke aula." Kata Clue lalu mulai berjalan ke arah aula bersama Ratna disampingnya. Tidak lama kemudian Clue tiba di aula dan melihat Jack sedang bersama pria paruh baya dan seorang perempuan.


"Patriack." Kata Jack hormat berbicara kepada Clue. "Bagus. Kamu telah menerobos ke peringkat A." Clue mengangguk. "Itu semua berkat pil yang diberikan patriack." Jack tersenyum. Sementara pria paruh baya disamping Jack terkejut saat mendengar Jack sudah menerobos ke peringkat A. Dia tahu bahwa Jack hanya peringkat B level 10 1 bulan lalu. Anehnya menjadi peringkat A berkat bantuan pemuda di depannya.


"Raja Himawan ada perlu apa kamu mencariku." Kata Clue terus terang. Saat ini dengan kekuatannya, Clue tidak perlu untuk hormat kepada Raja dari kerajaan besar, apalagi raja dari kerajaan menengah. "Saya ingin mengobrol pribadi dengan tuan Clue." kata raja Himawan. Himawan sebagai raja memanggil Clue tuan, karena dia tahu kekuatan pemuda didepannya sangat kuat. Terlebih lagi statusnya juga sangat istimewa.


"Jack kamu keluarlah, Ratna tunggu aku dikamar." Kata Clue. "Baik patriack." Jack mulai meninggalkan aula. "Sayang. aku menunggumu." Kata Ratna mencium pipi Clue lalu meninggalkan. Perempuan disamping raja Himawan tersenyum kecut saat melihat Clue dicium oleh kekasihnya.


"Tapi aku tidak tertarik untuk menjadikan putrimu sebagai wanitaku. Aku hanya tertarik menjadikan dia sebagai pelayan." Lanjut Clue. Selama di kerajaan besar sebelumnya, banyak walikota dari kerajaan kecil dan besar menawarkan anaknya kepada Clue. Tapi semuanya di tolak oleh Felicia dan Fitria sebelum berhasil menemui Clue secara langsung.


Himawan hanya bisa tersenyum kecut mendengar kata Clue. Putrinya adalah seorang anak dari raja. Putrinya selalu jadi rebutan para jenius dari kerajaan silver crown dan kerajaan lain untuk di jadikan seorang istri. Anehnya pemuda di depannya hanya ingin putrinya menjadi pelayannya.


"Kenapa aku tidak bisa menjadi wanitamu. Apakah kamu tahu aku selalu jadi rebutan para pria dikerajaan silver crown dan kerajaan lain." Kata perempuan mendengus. Clue tertawa dan membalas. "Haha, alasannya cukup mudah, apakah kamu lebih cantik dari kekasihku tadi."


Perempuan hanya bisa cemberut dan berkata. "Dia adalah seorang elf, kamu tahu kecantikan seorang elf melebihi manusia." Raja Himawan hanya bisa tersenyum kecut melihat anaknya berbicara. "Hehe. Apakah kamu tahu, banyak perempuan secantik dirimu yang mendaftar untuk menjadi pelayanku. Kamu akan menyia-nyiakan kesempatan itu." kata Clue tertawa.


"Huhh. Ayah mari kita pulang." Kata perempuan mendengus lalu berjalan meninggalkan aula. Raja Himawan hanya bisa menghela nafas dan berkata kepada Clue. "Tuan Clue, maafkan putriku. Selama ini dia selalu kumanjakkan." "Tidak masalah. Aku tahu itu, perempuan sepertinya pasti punya harga diri yang tinggi. Dia tidak ingin menjadi pelayan seseorang." Raja Himawan hanya terdiam. "Baiklah tuan Clue aku pergi dulu." Kata Himawan lalu meninggalkan aula.


Clue melihat kepergian Himawan dan putrinya lalu bergumam. "Aku sudah mempunyai ketiga perempuan dan ketiga pelayan. Hari-hariku bersama mereka sudah bewarna. Jika aku menambah 1 pelayan lagi pasti akan lebih bewarna." Kata Clue lalu meninggalkan aula dan menuju kamarnya.


"Apakah pria tua itu menawarkan putrinya kepadamu." Kata Ratna ketika melihat Clue masuk kedalam kamar. "Benar, dia menawarkan putrinya kepadaku." Balas Clue. "Hmm, apakah kamu menerima tawaran pria tua itu. Asalkan kamu ingat, kamu sudah memiliki aku serta Felicia, Fitria dan ketiga pelayan itu." Ratna mendengus.


Melihat Ratna yang cemburu Clue tertawa dan memeluk Ratna. "Tenang sayang, aku menolak tawaran dia." "Baguslah kalau begitu." Ratna tersenyum kepada Clue. Clue tersenyum dan mulai mencium bibir Ratna. "ermm." "Sayang, bukankah kamu bilang akan melakukannya malam hari." Kata Ratna.


"Heh, kamu sudah basah. Kenapa kita harus melakukannya malam hari." Kata Clue saat menyentuh celana dalam Ratna. Ratna hanya tersipu saat mendengar kata Clue. Tidak lama kemudian suara erangan dan desahan terdengar.


Keesokan harinya Clue sedang duduk di ranjang dan melihat Ratna yang terengah-engah."Sayang, aku sudah tidak kuat, jangan lakukan lagi." Kata Ratna memohon. Dia sudah melakukan hubungan badan dengan Clue seharian dan kehabisan stamina.


"Baiklah, kita berhenti dulu, besok kita akan kembali ke kerajaan Glizzard." Kata Clue lalu berdiri dan mulai memakai baju. "Sayang, kamu mau kemana." Tanya Ratna. "Pergi menemui Jack. Kamu tunggulah disini, aku tidak akan lama." Balas Clue. Ratna mengangguk.


Clue mulai meninggalkan kamar dan pergi ke ruangan Jack. "Oh, patriack. Apa ada yang bisa saya bantu." Kata Jack saat melihat Clue datang. "Ini ambilah." Clue melemparkan cincin kualitas sedang kepada Jack. Jack mulai menangkap cincin. "Di dalamnya ada dua ratus pil level 2 dan dua ribu pil level 1. Bagikan dua ratus pil level 2 kepada para elder, dan dua ribu pil 1 kepada para murid." Kata Clue. "Baik patriack" balas Jack.


"Lalu ini buatmu." Clue mengambil 3 pil poin level 3 dari cincin penyimpanannya dan melemparkan kepada Jack. Jack menangkap pil yang dilempar Clue. "Itu adalah pil level 3, kamu akan menerobos ke peringkat A level 2 jika mengkonsumsinya." Kata Clue menambahkan. "Ahh. terimakasih Patriack." Kata Jack senang dan mulai membungkuk.