
3 hari kemudian di sebuah sungai perbatasan hutan zona tinggi. "Haha. lihatlah ada sepasang kekasih yang sedang makan." Clue berhenti makan dan menoleh kepada orang yang berbicara. Clue melihat beberapa orang yang mendekat ke arahnya. Clue sudah tahu bahwa ada sekelompok orang yang mendekatinya tapi menghiraukannya karena level mereka terlalu rendah.
"Hehe, nak serahkan cincin penyimpananmu, dan tinggalkanlah wanita itu. Kami sudah lama tidak menikmati tubuh wanita" Kata pria botak mengancam Clue. "Haha, benar nak. kami sudah gatal ingin melakukan itu." Pria lain menjilati bibirnya saat melihat Nindi.
Nindi gemetar lalu memeluk lengan Clue dan berkata. "Tuan, bagaimana ini." "Tenang, mereka hanya sekelompok semut. Hanya butuh 1 menit aku mengalahkan mereka." Clue mencibir. "Nak, kamu mencari kematian." Kata pria botak marah.
"Wush." Detik berikutnya Clue sudah melesat ke arah kelompok bandit. "Argh." "Argh." Jeritan mulai terdengar. 1 menit kemudian (Exp + 200 level up selanjutnya butuh 1000 exp) (Anda mendapatkan 200 coin) Clue mengabaikan notifikasi dan mulai mencari coin emas di mayat para perampok.
Sementara Nindi bengong melihat Clue dengan mudah membunuh para bandit. "shit, terlalu miskin. Aku hanya mendapatkan seribu coin emas." Kata Clue berjalan menuju Nindi. Nindi bangkit dari lamunannya dan melihat Clue lalu berkata. "Tuan, kamu sangat kuat." "Heh, mereka yang terlalu lemah." Balas Clue.
"Baiklah, habiskan makananmu kemudian kita pergi." Kata Clue. "Baik tuan." Nindi menghabiskan daging yang tersisa. Tidak lama kemudian Clue dan Nindi melanjutkan perjalanan mereka.
Sementara itu disebuah kamar penginapan ada dua perempuan yang sedang berdiri di dekat jendela dan menatap langit. "Felicia apa dia akan baik-baik saja." Tanya seorang perempuan yang tidak lain adalah Fitria. "Dia akan baik-baik saja. Baiklah, ayo kita berlatih, kita kekasihnya tidak harus menjadi bebanya." Felicia berkata. Fitria mengangguk lalu menelan beberapa pil dan mulai duduk memejamkan matanya. "Sayang, kembalilah cepat, aku sudah tidak tahan." Kata Felicia meremas payudaranya.
5 hari kemudian Clue dan Nindi sampai di sebuah penginapan. "Pesan 1 kamar untuk sehari." "Baik tuan." Pelayan mengantar Clue dan Nindi disebuah kamar. Setelah mengantar Clue dan Nindi, pelayan kembali. Clue tidak masuk ke kamarnya melainkan mendorong pintu kamar lain. "Siapa." Kata seorang perempuan di dalam kamar. Saat perempuan melihat siapa orang yang membuka pintu. Perempuan meloncat dan memeluknya.
"Sayang, aku sangat merindukanmu." Kata Perempuan yang tidak lain adalah Felicia. "Sayang, syukurlah kamu baik-baik saja." Fitria juga bergegas memeluk Clue. sihitam, si putih berjalan dan mengelus kepalanya di kaki Clue. Sementara pipit mendarat di bahu Clue.
"Sayang siapa perempuan ini." kata Fitria melihat Nindi dibelakang Clue. "Dia pelayan baruku." "Ohh." Balas Fitria. Felicia hanya melirik Nindi lalu tidak melihatnya lagi. "Baiklah, Nindi kamu pergilah ke kamar yang sudah aku pesan." "Baik tuan." Nindi berkata lalu meninggalkan, dan berjalan menuju kamar.
Setelah tiba di kamar Nindi bergumam. "Pantas saja dia tidak ingin aku menjadi kekasihnya, dia sudah memiliki 2 perempuan yang sangat cantik." "Tapi tidak masalah, meski statusku hanya seorang pelayan, aku tetap berhubungan badan dengan dia." Nindi tersenyum.
Sementara itu Felicia sudah mencium bibir Clue. "sayang ayo lakukan." Kata Felicia. Fitria yang disamping Clue juga tersipu. "hehe, baiklah. Ayo bermain bertiga." Tidak lama kemudian suara erangan dan desahan terdengar.
Malam harinya Clue melihat Felicia dan Fitria tertidur disampingnya dengan telanjang. Clue memakai baju dan berjalan keluar kamar, lalu masuk kamar lain. "Tok. Tok. Nana buka pintunya." "Ahh. tuan." Perempuan yang tertidur bangun mendengar suara ketukan lalu berlari membuka pintu. "Tuan, Nana merindukanmu." Nana memeluk Clue.
Keesokan harinya Clue dengan keempat perempuan bersama 3 monster peliharaan makan di sebuah restoran. Clue melihat ke empat perempuan dan bergumam. "Sepertinya aku harus membeli rumah" Setelah membunuh Aren dan Adrian, Clue mendapatkan 2 juta coin emas dari cincin penyimpanan mereka. Jadi total coin emas Clue sekitar 7 juta lebih,
"Baiklah, setelah makan kita akan meninggalkan kota ini dan pergi ke kerajaan kecil untuk membeli rumah." Keempat perempuan mengangguk setelah mendengar kata Clue. Beberapa menit kemudian Clue meninggalkan restoran bersama empat perempuan dan 3 monster peliharaanya.
6 jam kemudian di sebuah perbatasan kota. "Sayang, kenapa kita tidak membeli rumah di sebuah kota kerajaan menengah, energi alam disana lebih padat dari pada di kerajaan kecil." Kata Felicia berjalan disamping Clue.
"Heh, aku tidak percaya dengan kekuatanku saat ini. Jika aku sudah menembus peringkat A, kita akan pindah kekerajaan menengah." kata Clue. Saat mendengar peringkat A mata Felicia, Fitria, Nana dan Nindi bersinar. Mereka belum sama sekali melihat ahli peringkat A, dan sangat penasaran dengan kekuatan ahli peringkat A.
"Tuan, kalau boleh tahu anda peringkat apa." Tanya Nindi penasaran. "Peringkat B level 6." Balas Clue. Nindi terkejut mendengar kata Clue. sementara Felicia, Fitria dan Nana tidak terkejut sama sekali.
Beberapa menit kemudian Clue dan keempat perempuan serta 3 monster peliharaannya tiba di sebuah toko. "Halo tuan, adakah yang bisa saya bantu." Kata pria gemuk. Aku ingin membeli rumah minimal mempunyai 5 kamar dan 2 kamar mandi apakah ada." balas Clue. "Sebentar tuan saya akan mengecek dulu." Pria gemuk mulai membuka sebuah buku lalu berkata. Ada tuan. Rumah seluas 50x50 meter, mempunyai 5 kamar utama, 2 kamar biasa dan 2 kamar mandi. Harganya seribu coin emas untuk menyewa 1 bulan. Atau lima ratus ribu coin emas untuk membelinya." "Aku membelinya." Kata Clue lalu mengambil sebuah cincin penyimpanan kualitas rendah.
Pria gemuk mengambil cincin yang diberi oleh Clue dan melihat isinya. Pria gemuk terkejut, dia tidak percaya pemuda mempunyai uang sebanyak ini. Dia hanya mengira pemuda ingin menyewa sebuah rumah. "Baiklah tuan, tunggu sebentar saya akan meyuruh orang untuk mengantarkan anda."
Pria gemuk masuk kedalam toko dan beberapa menit kemudian keluar dengan seorang pemuda. "Suneo antarkan tuan ini ke rumah A 2." Kata pria gemuk. "baik bos." Suneo mengangguk. "Tuan, ini kunci rumah dan cincin penyimpanan anda." Pria gemuk tersenyum memberikan kunci kepada Clue. Clue mengangguk mengambil kunci dan cincin penyimpanan. "Tuan, nama saya Bom bom, Jika anda butuh bantuan datanglah kepadaku. " pria gemuk tersenyum.
Clue mengangguk lalu meninggalkan toko diikuti oleh Suneo, 4 perempuan dan 3 monster peliharaanya. Suneo mengantarkan Clue menuju rumah yang dibelinya. Beberapa menit kemudian Clue tiba disebuah rumah. "Ini tuan rumahnya." Clue melihat rumah yang cukup besar dengan sebuah halaman, lalu mengangguk dan berkata "tidak buruk." Clue memberikan 10 coin emas kepada Suneo dan berkata. "Itu tipsmu pergilah." "Terimakasih tuan." Suneo sangat senang sekali lalu pergi meninggalkan Clue.
Clue mulai masuk ke dalam rumah diikuti 4 perempuan dan 3 monster peliharaanya. "Tidak buruk." kata Clue setelah melihat seluruh ruangan dan memasuki semua kamar utama, biasa dan kamar mandi. "Baiklah, kalian berempat pilihlah kamar untuk tidur. Aku pilih kamar yang ini." kata Clue menunjuk kamar.
"Hmm, aku tidak ingin kamar yang berbeda denganmu. Aku ingin satu kamar denganmu." Felicia cemberut dan memeluk lengan Clue. "Hehe, baiklah cantik. Kita akan satu kamar." Clue tersenyum. Felicia tersenyum mendengar kata Clue. Clue melihat Fitria yang wajahnya tersipu lalu berkata. "Apa kamu juga akan sekamar denganku." "Aku akan pilih kamar disebelahmu. Lagipula aku bebas untuk keluar kamarmu kan." Fitria memeluk lengan Clue dan menjulurkan lidahnya. "Haha. baiklah Nana Nindi terserah kalian berdua ingin tidur dimana. Termasuk kalian bertiga siputih, sihitam dan Pipit." "Baik tuan." Balas kedua perempuan dan 3 monster secara bersamaan.
1 bulan kemudian, Clue membuka matanya, turun dari kasur dan berjalan kejendala. Clue menatap langit dan berkata. "Sudah 4 tahun aku berada di dunia ini." "Sigh, aku masih belum membalas dendam ke pasangan tua. Terlebih lagi aku masih belum membangun kembali akademi knight. Karena diriku tiba-tiba di tunjuk menjadi patriack." Clue menggeleng. Aku juga belum memberi sebuah pelajaran kepada Kerajaan Golden swing dan sekte angin puyuh" Clue menghela nafas.
"Hidup damai seperti ini memang menyenangkan. Setiap hari hanya makan tidur dan berhubungan ****. Tapi aku takut bahwa ada ahli yang tiba-tiba menyerangku seperti kejadian dulu." Clue mulai mengingat kenangan saat 3 istrinya dulu di bunuh. "Yang kuat menindas yang lemah. Yang kuat mempimpin segalanya. Tanpa kekuatan atau latar belakang yang kuat. Tidak mudah hidup di dunia ini." kata Clue.
Clue perlahan berjalan keluar kamarnya. "Selamat pagi tuan." Kata Nindi berhenti bersih-bersih saat melihat Clue keluar kamar. "Pagi. Dimana Felicia dan Fitria." Kata Clue. "Nona Felicia dan Fitria baru saja pergi berbelanja dengan siputih dan sihitam." Kata Nindi menjawab. "Oh, begitu." Clue menjawab.
Clue berjalan ke arah Nindi lalu meremas payudaranya. "ahh." wajah Nindi memerah saat payudaranya diremas oleh Clue. "Ayo kekamarmu." Bisik Clue. Nindi tersipu dan mengangguk lalu berjalan bersama Clue menuju kamarnya. Setelah sampai dikamar Nindi melepaskan pakaiannya. Clue melihat Nindi mengenakan pakaian dalam yang seksi. Karena Clue sudah memberi tahu kepada Nana dan Nindi untuk mengenakan pakaian dalam yang seksi saat dirumah.
Clue melihat celana dalam Nindi yang basah dan berkata. "Heh, kamu sudah basah." Nindi tersipu dan menjawab. "Tadi pagi Nindi habis membayangkan **** dengan tuan, karena tuan tidak menyentuh Nindi selama 3 hari." "haha. baiklah aku akan memuaskanmu hari ini." Clue mendorong Nindi ke kasur.