
2 jam kemudian Clue melihat semua orang bisa menyerap energi alam. "Waktu bagi seorang kultivator sangatlah penting. Jadi mulai saat ini berlatih lebih penting dari pada hal lainnya. Apa kalian paham." Teriak Clue. "Kami paham dewa."
"Benar, apa kalian ingin berkumpul dengan manusia lain. Tidak jauh dari tempat ini ada pemukiman manusia lain. Jika kalian semua berkumpul, kalian akan menjadi lebih kuat." Clue melihat semua orang. "Kami ingin berkumpul dengan manusia lain dewa." "Benar dewa, jika jumlah kami lebih banyak. Kami yakin bisa membunuh goblin." Seorang pemuda bersemangat. "Bagus, kalau begitu ayo kita kembali." Clue kemudian terbang dengan membawa semua orang.
5 menit kemudian Clue melayang turun dari langit. "Baiklah, ambil barang berharga kalian." "Clue melihat semua orang. "Baik dewa." Semua orang mulai masuk ke dalam rumah mereka lalu mengambil barang beharga mereka.
Tidak lama kemudian semua orang kembali dengan membawa beberapa barang. "Apa sudah semuanya." Tanya Clue. "Sudah dewa kucing." balas seorang pria. "Baiklah, jika begitu kita akan pergi." Clue terbang di langit dengan membawa semua orang.
10 menit kemudian Clue melayang turun dari langit dan di sambut semua orang. "Lihat dewa kembali." Semua penduduk menyambut Clue. "Siapa mereka dewa kucing." tanya seorang pria. "Mereka adalah manusia dari tempat lain, mulai saat ini mereka akan tinggal disini." balas Clue. "Kalian bisa saling mengenalkan diri." Clue berjalan pergi. semua orang lalu mulai mengenalkan diri mereka.
"Dewa kucing, apa anda berniat membuat kerajaan manusia." tanya Jennie kepada Clue. "Membuat kerajaan ya, idemu tidak terlalu buruk." Clue mengangguk. Jennie tersenyum mendengar Clue menyukai sarannya.
1 Jam kemudian, Clue sedang duduk di atap rumah melihat tanah bergetar. "Booom." "Booom." Clue melihat 2 titan yang mendekat. "Raksasa." Semua penduduk panik saat melihat raksasa mendekat ke arah mereka.
"Hei manusia, apa kalian tahu keberadaan Atalla." Tanya seorang titan. "Apa maksudmu titan botak itu." Clue melayang ke arah dua titan. "Bagaimana bisa seekor kucing terbang." Dua titan terkejut melihat Clue yang melayang. "Kucing, apa kamu tahu keberadaan Atalla." Tanya titan.
"Aku membunuh titan itu." Balas Clue. Mendengar kata Clue kedua titan tertawa. "Hahaha, bagaimana bisa seekor kucing membunuh ras kita." Kedua titan tertawa. "Kalian terlalu memandang remeh diriku. Clue mengayunkan jarinya kemudian pisau angin melesat dan menebas tangan titan.
"Aghhhh." Titan berteriak melihat lengannya terpotong. "Apa kalian sudah percaya jika aku yang membunuh Atalla apalah itu." Clue melihat 2 titan. "Kucing sialan, aku akan membunuhmu." Salah satu titan mengayunkan tangannya ke arah Clue.
"Lemah." Clue mengerakan jarinya kemudian pisau angin menebas tangan titan. "Ahhhh." Titan menjerit melihat tangannya terpotong. "Apa kalian memiliki kata-kata terakhir." Clue melihat dua titan. "Aku akan membunuhmu kucing sialan." Kedua titan menyerang Clue.
Clue menggerakan jarinya kemudian 2 naga angin sebesar 90 meter tiba-tiba muncul dan melesat ke arah dua titan. "Woarrr." "Booomm!!." Ledakan terjadi. Tidak lama setelah asap ledakan menghilang, Clue melihat dua tubuh titan yang terpisah.
"Terlalu lemah." Clue menggerakan jarinya kemudian tanah di bawah titan mulai terbelah. Melihat mayat titan masuk ke dalam tanah Clue menggerakan jarinya. Tanah mulai tertutup kembali.
Semuda penduduk desa yang melihat Clue mengalahkan ke dua titan mulai berteriak. "Hidup dewa kucing." "Dewa kucing terlalu hebat." Clue yang melihat penduduk desa meneriaki dirinya berkata. "Itu hanya 2 raksasa bodoh, kalian semua mulai berlatih kembali." "Baik dewa kucing." Semua penduduk menjawab dengan senang.
"Dewa kucing ayo menari." Seorang perempuan melihat Clue. Semua penduduk kemudian melihat Clue. Clue berubah menjadi manusia kucing dan berkata. "Siapa namamu." "Nama saya Devy dewa kucing." perempuan membungkuk. "Nama yang cantik secantik orangnya." Clue memeluk Devy. Devy tersipu saat dipeluk oleh Clue. Clue dan Devy kemudian mulai menari.
Semua penduduk mulai bersiul dan bertepuk tangan melihat Clue. "Kamu sungguh pandai menari." Clue melihat Devy. "Dewa kucing terlalu memujiku." Devy tersipu saat Clue memuji dirinya. Clue menarik Devy ke pelukannya lalu mencium bibirnya. "Emmm." Devy menutup matanya dan memeluk Clue. "Waahhh." Semua penduduk terkejut melihat tindakan Clue.
"Setelah acara ini selesai, pergilah ke kamarku." Bisik Clue. "Baik dewa kucing." Devy berkata dengan nafas terengah-engah. Clue melepas Devy kemudian berjalan ke arah Jennie. "Dewa kucing, apa anda tertarik padanya." Tanya Jennie.
"Aku cukup tertarik dengannya. Memangnya kenapa." Clue melihat Jennie. "Tidak apa-apa dewa kucing." Jennie menggeleng. "Saat aku meninggalkan dunia ini, dia yang aku pilih untuk memimpin ras manusia." balas Clue melihat Devy yang mencuri pandang padanya. Jennie terkejut mendengar kata Clue. "Mengapa anda tidak menunjuk seorang pria untuk memimpin ras manusia dewa kucing." balas Jennie. "Bagi seorang kultivator yang terpenting adalah kekuatan. Jika dia kuat, semua orang akan mengikuti perintahnya." Clue mengingat kenangan dirinya saat berada di alam mimpi.
30 menit kemudian, Clue yang sedang duduk di kursi, melihat seorang perempuan berambut coklat yang masuk ke dalam kamarnya. "Apa kamu tahu alasanku mengundangmu ke kamarku." Clue melihat Devy. "Saya tidak tahu dewa kucing." Devy menggeleng.
"Apa kamu masih virgin." Tanya Clue. "Saya masih virgin dewa kucing." Devy tersipu mendengar kata Clue. "Apa kamu tidak keberatan jika aku yang mengambil kesucianmu." Clue melihat Devy. "Tidak dewa kucing, justru aku senang jika dewa kucing yang mengambil kesucianku." Wajah Devy memerah mendengar kata Clue. Clue berjalan ke arah Devy kemudian mengelus pipinya. "Kamu sangat cantik." "Dewa kucing juga sangat tampan." Clue dan Devy kemudian mulai berciuman.
Setelah puas berciuman Clue dan Devy saling melepaskan pakaian. "Dadamu sungguh indah." Clue melihat dada Devy. "Dewa kucing terlalu memujiku." Devy tersipu malu. "Namaku adalah Clue. kamu bisa memanggilku Clue." Clue menghisap dada Devy. "Ahh, dewa Clue." Devy mendesah.
2 jam kemudian Clue melihat Devy yang tertidur di sampingnya. "Aku akan membuatmu berdiri di puncak dan membuat semua manusia mengikuti perintahmu." Clue mengelus rambut Devy. Clue berjalan ke luar kamar dan melihat Jennie yang sedang duduk di kursi.
"Mengapa kamu tidak tidur." Tanya Clue melihat Jennie. "Jennie tidak bisa tidur, jika tidak bersama dewa Clue." Jennie tersipu lalu berjalan ke arah Clue dan memeluknya. "Baiklah, ayo kita bermain sebentar." Clue menggendong Jennie ke kamarnya.
Clue kemudian membaringkan Jennie di samping Devy. Setelah membaringkan Jennie, Clue tanpa basa-basi menusuk pussynya. "Ahhh." Jennie menjerit. "Pelankan suaramu, atau Devy akan bangun." Bisik Clue. "Emmm." Jennie mengangguk.
Keesokan harinya Devy terbangun dan terkejut melihat Jennie yang berada di sampingnya tanpa mengenakan baju. "Kamu sudah bangun." Clue yang dalam bentuk kucing melihat Devy. "Selamat pagi dewa Clue." Devy tersenyum melihat Clue. "Pagi juga." Balas Clue.
"Jennie bangunlah." "Emmm." Jennie membuka matanya dan melihat Devy. "Oh, kamu sudah bangun." "Aku sudah bangun nona Jennie." Devy tersipu melihat dada Jennie yang lebih besar dari miliknya. "Devy apa kamu tertarik bermain threesome." Jennie tersenyum. "Ahhh." Wajah Devy memerah mendengar kata Jennie.