Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Memasuki Dungeon



"Kek, bisakah aku memiliki alat ini." kata Clue. "Baiklah, ambilah jika suka." Kakek Clue tersenyum. "Terimakasih kek, kalau begitu aku akan ke kamarku." Clue pergi keluar kamar dengan membawa remot.


Clue masuk ke dalam kamarnya kemudian terbaring di kasur. "Entah mengapa terasa nyaman tidur di kasur ini." Clue tersenyum kemudian bangkit dari tidurnya. "Benar, saat ini bukan waktunya bersantai. Aku harus memperkuat diriku." Kata Clue kemudian duduk dan mulai berkultivasi.


Keesokan harinya Clue membuka mata saat mendengar seseorang mengetuk pintu. "Saudara Clue, sarapan sudah siap. Pak Usman menunggu anda." "Baiklah. Tunggu sebentar." Balas Clue. dia tahu kakeknya ingin sarapan bersamanya.


Clue turun dari kasur kemudian membuka laci dan mengambil sebuah alat. Clue menyentuh ujung alat dan merasakan getaran di tubuhnya. "Tittt." Clue melihat angka 8 yang muncul. "Heh, aku naik 1 tingkat. Berarti berlatih teknik kultivasi selama 12 jam membuatku naik 1 tingkat." Clue tersenyum. Saat berada di rumah sakit Clue selalu berlatih teknik kultivasi selama 12 jam. Tidak kurang dan tidak lebih.


"Baiklah, aku akan sarapan terlebih dulu." Kata Clue kemudian keluar kamar. Clue berjalan ke ruang makan dan melihat kakeknya sedang duduk bersama Inem dan Jono. "Cepat Clue, kakek sudah lapar." Kakek Clue tersenyum. "Kakek bisa makan terlebih dulu, tidak perlu menungguku." Clue tersenyum.


"Wow, kepiting. Kelihatannya lezat." Clue melihat kepiting merah. "Masakan bik Inem pasti lezat Clue." kakek Clue tesenyum. Inem tersenyum mendengar pujian kakek Clue. "Baiklah, ayo makan." Kata Clue mengambil kepiting.


"Ngomong-ngomong. Apakah kamu akan melanjutkan studymu. Kamu sudah absen selama satu tahun." kata kakek Clue. Inem dan Jono berhenti makan dan melihat ke arah Clue. "Aku masih memikirkannya. Di jaman saat ini kekuatan lebih penting." Balas Clue. kakek Clue, Inem dan Jono terdiam mendengar kata Clue.


Kakek Clue menghela nafas kemudian berkata. "Jika kamu ingin melanjutkan study. Bilang pada kakek. Kakek akan mengurus semuanya." "Baik kek." Clue mengangguk. Clue tahu bahwa Kakeknya adalah mantan pejabat dan memiliki banyak koneksi.


"Benar kek, setelah makan aku pergi." kata Clue. "Baiklah, jangan pulang terlalu malam." Balas kakek Clue. "Tentu." Clue tersenyum. "Benar, kemarin ada kabar dari ibumu. Dia bertanya apa kamu sudah bangun." kata kakek Clue. "Oh. Ternyata wanita itu masih mengingatku." Balas Clue


Clue mengingat Ibunya meninggalkan dirinya saat berumur 5 tahun. Sejak saat itu Clue hanya bertemu dengan ibunya 5 tahun sekali. Setelah dewasa Clue tahu alasan ibunya mengajak ayahnya pisah. Karena ibunya memilih pria lain dari pada ayahnya.


Kakek Clue menghela nafas dan berkata. "Kapan kamu berencana mengunjungi ayahmu." "3 hari lagi, aku akan pergi ke Jakarta dan mengunjungi ayah." "Baiklah." Kakek Clue mengangguk.


30 menit kemudian Clue berdiri di depan rumahnya dan berjalan ke arah motor sport. "Clue." "Ada apa kek." Balas Clue melihat kakeknya. "Kamu sudah berumur 25 tahun, jika kamu tidak ingin melanjutkan study. Bukalah suatu usaha dan cari wanita lalu menikahlah." Balas kakek Clue. "Haha, baik kek." Clue tertawa kemudian mulai mengendarai motor sport.


Beberapa menit kemudian Clue melihat sebuah universitas kemudian berhenti di depan gerbang. "Tolong jangan berhenti tepat di depan gerbang. Dibelakangmu ada yang ingin masuk." Clue ditegur oleh seorang satpam.


"Tomi, apakah kamu melupakanku." Clue membuka helmnya. "Ahhh, kamu Fernando si playboy. Kamu masih hidup." Satpam berteriak melihat Clue. "Berengsek." Clue kesal dirinya di anggap mati. "Ahh, apa dia Fernando si playboy itu." "Kudengar dia koma selama setahun." "Kenapa dia tidak mati saja." Clue mendengar para mahasiswa yang berkata saat melihatnya.


"Kenapa kamu masih tidak minggir." Kata pria melihat Clue. "Ahh, bukankah dia Fernando Hunter tipe fighter tingkat C. kudengar kemampuanya adalah mengeraskan tubuh." Seorang pria berteriak. "Hunter tingkat c. Saat ini jelas aku bukan lawannya." Gumam Clue kemudian berjalan ke pos satpam dan berkata. "Tomi pindahkan motorku." "Sialan ini." Tomi jengkel kemudian memindahkan motor Clue.


"Lain kali jangan berhenti di tengah jalan." Pria menatap Clue kemudian berjalan pergi. Clue menatap pria dan menyeringai. "Sudah lama tidak ada yang berani seperti itu padaku." Clue mengingat kenangan saat sebelum dia koma dan ingatan di dalam mimpinya. Bahwa tidak ada yang berani berkata seperti itu terhadapnya.


"Kusarankan, kamu jangan mencari masalah dengannya. Hunter tingkat c dapat dengan mudah mengalahkan 50 manusia biasa sepertimu." Kata Tomi. "Tenanglah, kamu tidak perlu khawatir" Clue tersenyum. "Sigh, apa kamu akan study kembali." Balas Tomi. "Tidak, aku hanya berhenti disini untuk istirahat." Clue tersenyum. "Heh, terserahmu." Balas Tomi.


Beberapa menit kemudian Clue melihat seorang wanita cantik. "Siapa dia, dia sungguh cantik." "Oh, dia adalah Intan mahasiwi baru, dia juga hunter type healer tingkat C. Aku sarankan jangan mendekatinya, dia sudah memiliki kekasih seorang hunter tingkat b dari guild Armagedon." Kata Tomi. Mendengar kata Tomi Clue terkejut. "Sepertinya aku akan mencari wanita lain." Mendengar kata Clue Tomi berkata. "Dia tidak berubah dan sifatnya tetap sama dari Sma. Suka bermain wanita."


"Sebagai teman sekolahmu dulu. Aku memberimu nasehat. Agar kamu menikah dan berhenti bermain wanita." Kata Tomi. "Haha, baiklah aku akan memikirkannya." Clue tertawa kemudian menepuk bahu Tomi dan berjalan ke arah motor sportnya.


Melihat Clue pergi Tomi memegangi pundaknya. "Mengapa tepukannya sangat kuat. Terlebih lagi, mengapa tinggiku sama dengannya. Bukankah dia dulu lebih pendek dariku. tinggiku saat ini 177 cm." Gumam Tomi.


Sementara itu di sebuah kelas ada beberapa pria berkumpul. "Fernando sudah bangun. Aku melihatnya mengobrol dengan satpam di gerbang." Kata seorang pemuda gemuk. "Hehe, bagus. Karena dia tidak mati. Kita bisa balas dendam. Karena dia sudah berani merebut wanitaku." Balas seorang pemuda.


Saat ini Clue sedang berhenti di sebuah supermarket dan berbelanja. Saat ingin mengambil sebuah minuman Clue melihat sebuah lubang hitam muncul di dalam supermarket. "Ahh, lihat dungeon muncul." Teriak seorang pria. "Benar, dungeon muncul disini. Kita harus pergi." Teriak seorang wanita.


Clue yang pertama kali melihat kemunculan dungeon terdiam. "Jadi seperti ini bentuk dungeon." Clue melihat lubang hitam tidak terlalu besar. "Apa aku perlu memasuki dungeon. Aku mempunyai firasat bahwa akan baik-baik saja jika masuk ke dalam."


Clue mengambil dua pisau yang di jual kemudian diam-diam masuk ke dalam dungeon tanpa diketahui seseorang. Namun Clue tidak menyadari bahwa saat dia masuk ke dalam dungeon sudah terekam Cctv.


Setelah memasuki dungeon, Clue melihat dirinya berada di labirin bawah tanah. Kemudian obor di sepanjang jalan tiba-tiba menyala. Setelah obor menyala, tatapan Clue terfokus pada mahluk hijau setinggi 1 meter yang berada tidak jauh darinya.


"Waaa." Mahluk hijau berlari ke arah Clue dengan membawa pedang. "Huh, Clue membuka bungkus pisau, kemudian melempar pisau ke arah kepala mahluk hijau. "Cepp." Pisau menusuk ke dahi mahluk hijau. Mahluk hijau pun terjatuh dan meninggal.


Clue berjalan mendekat ke arah mahluk hijau dan berkata. "Mahluk hijau ini adalah goblin. Goblin adalah mahluk terlemah yang berada di dungeon tingkat e. Jadi dungeon ini adalah tingkat e." Clue kemudian mulai menarik pisau dari dahi goblin.