Rebirth With System

Rebirth With System
S4 Vs Steven



"Sepertinya Ning er lebih sayang kepada dewa kucing dari pada bibinya sendiri." Jennie melihat Ning er yang memeluk Clue. Ning er mengusap air matanya kemudian memeluk Jennie. "Bibi, Ning er merindukanmu." Ning er menangis dan memeluk Jennie. "Bibi juga merindukanmu Ning er." Jennie memeluk Ning er. "Bibimu bohong Ning er. Dia tidak merindukanmu sama sekali." Clue berubah menjadi manusia kucing.


"Bibi apakah kamu tidak merindukan Ning er." Ning er melihat bibinya. "Bibi merindukanmu Ning er." Jennie tersenyum kecut. Selama 6 bulan bersama Clue, Jennie merasa sangat bahagia dan tidak memikirkan hal apapun, termasuk memikirkan Ning er.


"Oh, mengapa kamu kembali begitu cepat." Clue melihat Steven yang berjalan ke arahnya. "Aku salah teleportasi ke planet lain." balas Clue melihat Steven. "Hahaha, kau begitu bodoh Clue." Steven tertawa terbahak-bahak.


"Benar Steven, mengapa kita tidak bertarung. Tanganku sudah gatal ingin memukulmu." Clue menyeringai. "Baiklah, tapi jangan gunakan skill dadumu." Balas Steven. "Tentu." Clue mengangguk. Clue dan Steven kemudian menghilang.


Clue dan Steven muncul seratus ribu meter jauhnya dari kota. "Apa kamu sudah siap untuk babak belur." Clue mengeluarkan auranya. Saat merasakan aura Clue Steven terkejut. "Ternyata kamu menerobos demi god." "Aku bukan demi god, melainkan setengah mahluk suci." Balas Clue. "Oh, karena kamu sudah menerobos. Maka aku akan bertarung habis-habisan." Kaa Steven kemudian grimoire kuno muncul di depannya. "Aku tidak akan menahan diri lagi, Summon Phoenix, Pegasus, Leviathan, Minotaur, King Kong."


Phoenix, pegaus, leviathan, manusia banteng berapi dan kera raksasa muncul di belakang Steven. "Apa kamu mau bermain dengan jumlah." Clue menyeringai kemudian memunculkan ribuan clonenya. Melihat ribuan clone Clue Steven berkata. "Fusion." Tubuh Steven dan kelima hewan bersinar.


Clue melihat Steven menjadi raksasa setinggi 100 meter dengan kulit di lapisi sisik biru dan sayap api di punggnya. "Bukan Cuma kamu saja yang bisa menjadi besar." badan Clue kemudian menjadi besar, sementara semua clonennya menghilang. Steven yang melihat Clue menjadi kucing raksasa berkata. "Apa kamu mau melawanku dengan bentuk kucing itu." "Dengan bentuk ini saja aku bisa mengalahkanmu." Clue mengejek. "Sombong." Clue dan Steven kemudian beradu pukulan. "Booom." Hembusan angin kencang terjadi saat Clue dan Steven beradu pukulan.


Saat ini Jennie dan Ning er yang sedang mengobrol merasakan hembusan angin kencang. "Apa ini angin yang berasal dari pertarungan dewa kucing dan kaisar Steven." Gumam Jennie. "Bibi, apakah dewa kucing akan kalah dengan paman Steven." Tanya Ning er. "Tentu saja tidak Ning er. di planet lain dewa kucing sudah membunuh banyak raksasa dan mahluk lainnya." Jennie tersenyum. "Ahhh." Ning er terkejut.


"Steven apa cuma ini saja kemampuanmu." "Booom." Angin berhembus dengan kencang saat Clue memukul Steven. "Berengsek, aku akan bertarung habis-habisan." Kapak raksasa tiba-tiba muncul di tangan Steven. "Wuzzz." Steven mengayunkan kapaknya, kemudian tubuh Clue tiba-tiba terbakar.


"Sayang sekali aku kebal terhadap api." "Wuzzz." Clue memadamkan api di tubuhnya. Melihat Clue kebal terhadap api Steven memukul tanah di depannya. "Bruuaakkk." Sebuah gunung tiba-tiba muncul di bawah Clue.


Clue melesat ke udara setelah terkena hantaman gunung yang tiba-tiba muncul dari bawah tubuhnya. "Mati." Clue melihat Steven muncul di udara kemudian menghantam tubuhnya dengan kapak. "Booommm." Clue menghantam tanah.


"Sudah lama aku tidak bersemangat seperti ini, karena lawan yang selama ini aku hadapi sangat lemah." Clue menggerakan jarinya kemudian langit menjadi hitam."Duaarrr." Petir hitam menyambar tubuh Steven. "Petir hitam itu berasal dari neraka yang dapat melukai jiwa." "Kamu dapat menahan serangan fisik dengan sayapmu itu. Tapi apakah kamu bisa menahan serangan yang dapat melukai jiwa." Clue menyeringai.


"Berengsek kau Clue." Steven mengutuk melihat Clue. "Oh, kamu bisa menahan petir itu." Clue terkejut. "Kamu terlalu meremehkanku. Aku tidak akan kalah dengan semudah itu." Steven melesat ke arah Clue. Melihat Steven melesat ke arahnya Clue meludahkan cairan hijau dari mulutnya. Melihat cairan hijau yang hendak mengenai wajahnya, Steven secara reflek menangkis dengan sayapnya.


Steven melihat api di sayapnya menjadi redup. "Cairan hijau apa yang kamu ludahkan itu." Steven terkejut. "Oh, aku hanya meludahkan racun yang sangat mematikan." Clue tersenyum. "Aku ingin lihat, apakah kamu bisa bertahan hidup setelah terkena serangan ini."


Setelah asap ledakan menghilang, Clue melihat Steven yang mengusap darah di mulutnya. "Kamu tidak mati." Clue terkejut. "Api phoenix memiliki kemampuan regenerasi. Jadi aku tidak akan mati dengan mudah." Steven menatap Clue.


"Baiklah, kalau begitu aku akan serius." Clue berubah menjadi manusia. "Jika kamu bisa bertahan dari seranganku. Kamu yang menang." "Buzzz." Tubuh Clue di selimuti api, air, tanah, angin dan petir. Clue mengangkat tangannya kemudian bola hitam muncul dan mulai membesar.


"Ini adalah gabungan dari 6 elemen. Aku harap kamu bisa menahannya." Clue tiba-tiba muncul di depan Steven dan melemparkan bola hitam ke perut Steven. "Booomm." Ledakan besar terjadi.


Setelah asap ledakan menghilang Clue melihat Steven hanya memiliki tubuh bagian atas "Uhukk." Steven meludahkan darah dari mulutnya. "Berengsek, apa kamu mau membunuh saudaramu sendiri." Steven mengutuk. "Maaf, aku terlalu terbawa suasana." Clue menggerakan jarinya kemudian tubuh Steven di selimuti air.


"Ini." Steven terkejut melihat tubuhnya beregenerasi dengan cepat. "Itu adalah holy water, air yang berasal dari surga, yang memiliki banyak manfaat. Seperti memulihkan bagian tubuh yang terpotong, menyembuhkan semua penyakit dan memulihkan jiwa yang terluka." Clue melihat Steven.


"Kemampuanmu sungguh mengerikan Clue." Steven terkejut. Clue menggerakan jarinya kemudian hujan mulai turun meski langit cerah. Steven melihat rumput mulai tumbuh di tanah yang hangus akibat ledakan. "Kemampuanmu mirip seperti dewa." Steven melihat Clue.


"Sebelum menjadi kucing, aku dapat menciptakan mahluk hidup." Steven terkejut mendengar kata Clue. Tidak lama kemudian Steven melihat tubuhnya telah pulih, tidak ada luka satupun di tubuhnya. "Baiklah, ayo kembali." Kata Clue berubah menjadi kucing. Clue dan Steven kemudian menghilang.


Clue dan Steven muncul di dalam istana, dan melihat Jennie sedang mengobrol dengan Angel istri Steven. "Kamu sudah kembali." Angel melihat Clue dan Steven. "Benar, aku sudah kembali." Steven mengangguk. "Dewa kucing, apa kamu mengalahkan kaisar Steven." Tanya Jennie. "Tentu saja, bagaimana bisa pria lemah ini mengalahkanku." Clue mengejek Steven. "Sial." Steven jengkel terhadap Clue.


"Baiklah, mengapa kita tidak makan terlebih dulu." Angel tersenyum. "Makan setelah bertarung adalah hal yang bagus." Clue mengangguk. Clue, Steven, Angel dan Jennie berjalan ke ruang makan.


"Kemana Sarah dan Ning er." Tanya Steven. "Mereka berdua sedang belajar." Balas Angel. Mendengar balasan Angel Steven berkata. "Berapa lama kamu akan tinggal di dunia ini." "1 hari, besok aku akan pergi." balas Clue mengambil ikan lalu memakannya. "Bukankah itu terlalu cepat." Steven terkejut. "Aku perlu membunuh beberapa serangga." Clue berbicara dengan memakan ikan.


"Jika berbicara jangan dengan makan. Aku tidak tau apa yang kamu katakan." kata Steven memakan daging. "Aku bilang kamu bodoh." kata Clue mengigit ikan. "Kucing sialan ini." Steven jengkel melihat Clue. Angel dan Jennie tertawa melihat tingkah Clue dan Steven.


Keesokan harinya Clue berada di ruangan bersama Steven, Angel dan Jennie. "Apa kamu tidak mengucapkan selamat tinggal kepada Ning er." tanya Steven. "Tidak, karena aku akan kembali ke dunia ini setelah menyelesaikan urusanku." Balas Clue. "Baiklah. Aku akan menunggumu." Balas Steven.