Rebirth With System

Rebirth With System
S2 Menjadi Patriack



"Baiklah, namaku Clue patriack baru kalian." Kata Clue. Semua orang terkejut mendengar nama Clue, namun ada seseorang yang berteriak. "Hidup patriack Clue." "Hidup patriack Clue." Semua orang berteriak nama Clue.


Karen yang melihat Clue memenangkan pertempuran berjalan mendekat ke arah Clue. "Seperti perkiraanku, tuan pasti akan mengalahkan mereka." Karen tersenyum.


Wanita berkulit coklat menghela nafas dan berkata. "Sasahara ayo pergi." "Tunggu." Kata Clue. "Apa." Balas wanita. "Aku ingin kamu menjadi wakil patriack." Kata Clue. "Jika aku menolak." Balas wanita. "Terserah jika kamu ingin menolak, tapi jika kamu menjadi wakil patriack. Kamu akan mendapatkan beberapa manfaat." Balas Clue.


Wanita berkulit coklat terdiam lalu menghela nafas. "Gin menyapa patriack." Clue yang melihat Gin setuju menjadi wakil patriack tersenyum. "Baiklah aku ingin beristirahat. Gin antarkan aku ke ruangan." Kata Clue. "Baik patriack." Clue dan Karen berjalan mengikuti Gin.


Melihat Clue, Karen dan Gin meninggalkan Dimas mantan wakil patriack berkata. "Dia lebih kuat dari mantan patriack Gin walau hanya peringkat sss level 8. Dia pasti bisa membuat sekte ini menjadi yang terkuat di benua luar." "Mungkin, jika dia mencapai peringkat sss level 10 tidak akan ada yang bisa mengalahkannya di bawah peringkat Raja." Balas seorang wanita paruh baya.


Clue, Karen dan Gin berada di sebuah ruangan. "Patriack ini ruangan anda." Kata Gin. Clue mengangguk lalu berkata. "Benar, kamu dipanggil nenek oleh perempuan tadi. Dimana suami dan anakmu." Balas Clue. Ekspresi Gin berubah sedih lalu berkata. "Mereka sudah lama meninggal." "Maaf." Kata Clue. "Tidak apa-apa patriack." Balas Gin.


"Benar, besok kumpulkan semua elder, aku ingin berbicara sesuatu." Kata Clue. "Baik patirack." Balas Gin. "Kamu bisa pergi." Kata Clue. Gin mengangguk lalu meninggalkan ruangan. Melihat Gin pergi Karen berkata. "Tuan, apakah anda mengincarnya." Kata Karen. "Kenapa kamu tahu." Clue terkejut. "Karna tuan selalu melihat pantat dan ***********." Balas Karen. "Haha." Clue tertawa.


Keesokan harinya Clue yang sedang duduk diranjangnya mendengar ebuah suara. "Patriack saya Gin ingin berbicara sesuatu." "Masuklah." Kata Clue. Gin masuk ke dalam ruangan lalu tersipu saat melihat Clue hanya mengenakan celana dan tidak berpakaian. "Patriack, kenapa anda tidak berpakaian." Kata Gin


"Oh, karna cuaca panas." Balas Clue berbohong. Gin terdiam mendengar kata Clue. "Patriack semua elder sudah berkumpul seperti yang anda perintahkan." Kata Clue. "Oh, kalau begitu ayo pergi." Kata Clue memakai baju lalu berkata. "Karen, aku akan menghadiri rapat." "Baik tuan." Karen yang sedang berada di kamar mandi membalas. Gin yang mendengar suara Karen terkejut. "Jadi patriack baru berhubungan dengan perempuannya." Gin tiba-tiba berkata lalu tersipu.


Clue dan Gin lalu pergi menuju ruangan para elder berkumpul. Tidak lama kemudian Clue dan Gin tiba di ruangan. Clue melihat banyak pria dan wanita paruh baya. "Baiklah, aku mengumpulkan kalian karna ingin menyampaikan sesuatu." Kata Clue duduk di sebuah kursi dan Gin duduk di kursi samping Clue.


"Aku berharap bahwa dari kalian tidak ada yang berhianat. Jika kalian berhianat aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada kalian." Kata Clue. Semua elder terdiam mendengar kata Clue. "Apakah kamu percaya aku bisa menurunkan peringkatmu secara permanen." Kata Clue melihat seorang pria.


Pria yang ditatap Clue terdiam lalu mengangguk. "Saya percaya patriack." "Apa kalian semua juga percaya." Kata Clue. "Saya percaya patriack." "Saya percaya atriack." Semua orang berkata. "Bagus kalian percaya padaku." Clue mengangguk.


"Apakah kalian percaya aku tidak lebih dari 25 tahun." Kata Clue. "Apa." Semua orang terkejut mendengar kata Clue termasuk Gin. "Gin berikan bola Kristal untuk mengetahui umur." Kata Clue. "Baik patriack." Gin mengambil bola Kristal di cincin penyimpanannya lalu memberikan kepada Clue.


"Baiklah, mungkin 1 tahun lagi aku menerobos ke peringkat raja dan aku akan pergi ke benua tengah." Kata Clue. "Ahh." Sekali lagi semua orang terkejut mendengar kata Clue. "Ini hadiahku karena menjadi patriack." Clue melemparkan cincin kepada seorang pria.


"Di dalamnya ada ratusan peralatan level 7 dan ribuan peralatan level 6. Kalian bisa membaginya sendiri." Kata Clue. Semua orang terbengong mendengar kata Clue. "Patriack dari mana anda mendapatkan senjata sebanyak ini." Kata pria yang memegang cincin. "Kamu tidak perlu tahu." Balas Clue. "Baik patriack." Pria mengangguk.


"Lalu kapan sekte kita memberikan pajak batu alam kepada mereka." Kata Clue. "1 tahun lagi patriack. Setiap 2 tahun sekali mereka kemari." Balas Gin disamping Clue. "Oh, semoga aku bisa bertemu mereka." Clue menyeringai. "Baiklah, cukup sampai disini rapat hari ini, kalian bisa bubar." Kata Clue. "Baik patriack." Semua orang menjawab.


Clue dan Gin lalu berjalan keluar ruangan. "Gin apa kamu mau ikut aku makan." Kata Clue. "Baik patriack, saya akan ikut anda." Balas Gin. "Bagus." Clue menepuk pundak Gin. Beberapa detik kemudian Clue dan Gin menghilang.


Clue dan Gin lalu muncul di sebuah desa. "Ini." Gin terkejut dengan yang dilihatnya. "Tidak perlu terkejut itu adalah salah satu kemampuanku, dan kita berada di sebuah desa di dekat sekte." Kata Clue. "Aku tahu patriack." Gin mengangguk.


Clue dan Gin lalu berkeliling desa. "Patriack Gin." "patriack Gin." Penduduk desa menyapa Gin dengan hormat. "Oh, kamu terkenal." Kata Clue. "Mereka belum tahu bahwa aku bukan patriack lagi." Balas Gin.


Clue dan Gin lalu berhenti di sebuah kedai makanan. "Kamu pesan apa Gin." Kata Clue. "Terserah patriack." "Bos pesan 2 porsi kepiting." Kata Clue. "Baik tuan dan nona Gin." Balas pemilik kedai. Beberapa menit kemudian Pesanan datang. "Baiklah ayo makan." Kata Clue. Gin mengangguk dan mulai makan.


Beberapa menit kemudian Clue dan Gin selesai makan. "Gin, ada sisa makanan dimulutmu." Kata Clue membersihkan sisa makanan di bibir Gin. Detik berikutnya Gin tersipu. "Baiklah ayo pergi." Kata Clue setelah membayar makanan. Clue menepuk pundak Gin. Beberapa detik kemudian Clue dan Gin menghilang.


Kemudian Gin melihat bahwa dirinya dan Clue sudah berada di sekte. "Terimakasih atas makanannya patriack." Kata Gin. "Tidak masalah, lain kali aku akan mengajakmu makan, atau kamu bisa mengajakku makan." Kata Clue. "Baik patriack." Balas Gin.


"Oh, kenapa kamu masih berdiri disini. Apa kamu masih ingin bersamaku." Kata Clue tertawa. "Ahh." Gin terkejut lalu berkata. "Saya pergi dulu patriack." Gin berlari. Melihat Gin pergi Clue menyeringai. "Melakukan sekarang dengannya tidak masalah. Aku tahu dia tidak akan menolakku"


Gin saat ini berada di ruangannya. "Sadarlah Gin, kamu ini sudah tua dan mempunyai cucu. Patriack baik kepadamu, karna kamu adalah wakilnya." Kata Gin berbicara sendiri. Beberapa menit kemudian "Gin, bolehkah aku masuk." Kata Clue. "Silakan masuk patriack." Kata Gin membuka pintu. "Silakan duduk patriack, aku akan membuatkan anda minum." Kata Gin. Clue berdiri lalu memeluk Gin dari belakang.


"Patriack apa yang anda lakukan." Kata Gin terkejut Clue tiba-tiba memeluknya. "Aku tertarik denganmu Gin." Clue meremas payudara Gin. "Uuh, patriack aku hanyalah wanita tua, aku juga mempunyai cucu." Balas Gin.