
Fernando melihat wanita paruh baya dan bergumam. "Sepertinya aku pernah mengenalnya." Fernando berusaha mengingat kenangan di dalam mimpinya dan bergumam. "Oh, dia adalah salah satu wanita yang aku jadikan budak, namun setelah pergi ke dunia lain. Kami terpisah, meski akhirnya kita bertemu lagi."
"Baiklah Clue, kamu carilah penginapan. Aku akan pergi ke suatu tempat." Kata Fernando. "Baik kak." Clue mengangguk. Fernando melihat Clue kemudian menghilang. Fernando kemudian muncul di dalam sebuah ruangan.
"Halo." Kata Fernando menyapa seorang elf perempuan. "Ahh, siapa kamu. Bagaimana bisa kamu masuk ke sini." Balas elf perempuan. "Kamu tidak perlu tau. Ini ambilah." Fernando melemparkan cincin kepada perempuan. "Ismi, aku harap kamu menjalani kehidupan yang baik." Kata Fernando kemudian menghilang. "Ahh, kemana perginya dia." kata elf yang di panggil Ismi terkejut.
Fernando kemudian muncul di dalam penginapan dan melihat Clue yang sedang berkultivasi. "Tidak lama lagi dia akan menerobos tingkat a, dan setelah menerobos tingkat a. Dia bisa membalaskan dendamnya." Fernando tersenyum.
1 Bulan telah berlalu Fernando melihat hembusan angin yang keluar dari tubuh Clue. "Kak, akhirnya aku menerobos tingkat a ." Clue bersemangat. "Bagus, dengan kekuatanmu saat ini. kamu bisa mengalahkan ahli peringkat a dengan mudah. Sudah saatnya kamu membalas dendam." Kata Fernando. "Krekkk." "Akhirnya hari ini aku membalas dendam telah datang." Clue bersemangat. Fernando menepuk pundak Clue kemudian menghilang.
30 menit kemudian Fernando berada di sebuah kota dan melihat sebuah acara yang besar. "Hei bro, ada acara apa di kota ini." Tanya Fernando. "Oh, anak perdana menteri Felicia akan menikah hari ini." balas pemuda. "Ohhh." Fernando terkejut dengan kata pemuda. Mendengar kata pemuda Clue melesat dengan cepat. "Anak itu." Fernando tersenyum kecut kemudian menghilang.
"Wahh, acara ini meriah sekali. Bagaimana jika aku membuat acara ini semakin meriah." Kata sebuah suara. "Semua orang melihat ke arah suara berasal dan terkejut itu pemuda sekitar 21 tahun yang berbicara.
"Sepertinya aku mengenalnya. Eh, bukankah dia anak terakhir perdana menteri Clue yang cacat." Seketika para tamu undangan mengenal Clue. "Eh, kamu." Wajah perdana menteri terkejut melihat siapa yang datang. "Ah, dia masih hidup" Tanpa sadar Felicia berkata. Pria di samping Felicia terkejut mendengar kata Felicia, dan mulai memikirkan sesuatu.
"Hehe, bajingan tua. Apakah aku tidak di perbolehkan datang ke acara pernikahan kakaku." Kata Clue tertawa. "Hmm." Ekspresi perdana menteri mulai memburuk. "Dimana Tom adikku, dan bagaimana kamu bisa memiliki kekuatan yang setara denganku." Tanya Perdana menteri. "Dia sudah mati, dan kamu tidak perlu tau bagaimana caranya aku memiliki kekuatan." balas Clue.
"Benar, dia sudah mati. aku yang membunuhnya." Fernando melayang turun dari langit. "Seorang ahli." Ekspresi perdana menteri menjadi buruk, saat tidak bisa merasakan kekuatan Fernando. "Baiklah, Clue. Kamu bisa melakukan apapaun yang kamu mau." Kata Fernando. "Baik kak." "Bajingan tua. hari ini aku akan mengambil nyawamu." Clue berteriak dan melesat ke arah Perdana menteri dengan memegang pedang.
"Jangan sombong kamu Clue." kata seorang pria melesat ke arah Clue. "Menyingkir Romeo, kamu bukan lawannya." Teriak perdana menteri. "Crashhh." Clue memotong kepala pria. "Romeoo!!." "Kakakk!!." Felicia dan perdana menteri berteriak saat Clue memotong kepala pria. "Kamu telah membunuh kakakmu Clue." Perdana menteri marah. "Dia bukan kakakku. Kakakku hanyalah kak Fernando seorang." Balas Clue.
"Para tamu undangan jika kalian berkenan meminjamkan bantuanmu untuk membunuh bocah ini. Aku akan sangat berterimakasih." Kata perdana menteri. Dia tahu Clue peringkat A level 1 sama seperti dirinya. "Jika kalian membantunya, aku akan membunuh kalian semua." Fernando melepaskan auranya. "Uuhh!! Semua orang berkeringat dan ketakutan saat merasakan tekanan Fernando. "Dia pasti ahli tingkat s." kata perdana menteri berkeringat.
"Tuan yang terhormat saya dan anda tidak memiliki dendam. Mengapa anda membantunya." Kata perdana menteri dengan ekspresi buruk. "Bukankah dia bilang, bahwa aku adalah kakaknya." Balas Fernando. "Jika kamu adalah kakaknya, maka aku adalah ayahmu." Balas perdana menteri. Ekspresi Fernando menjadi buruk mendengar kata perdana menteri.
"Bunuh dia Clue, potong tubuhnya menjadi beberapa bagian." kata Fernando dengan suara menyeramkan. "Hikkss." Semua orang menggigil saat mendengar kata Clue. "Baik kak." Clue melesat ke arah Perdana menteri. "Kamu tidak bisa membunuhku dengan mudah." Perdana menteri menghindari serangan Clue dan muncul di belakangnya. "Mati Clue." kata perdana menteri mengayunkan pedangnya. "Pucchhii." Namun perdana menteri terkejut Clue lebih dulu menusuk jantungnya.
"Selama 1 tahun, aku berkultivasi tanpa henti dan bertarung dengan ahli serta monster yang lebih kuat dariku. aku tidak akan kalah dengan ahli yang tingkatnya sama denganku." Clue mencabut pedangnya kemudian berkata. "Kamu bisa mati bajingan tua." Clue menebas leher perdana menteri. "Ayahhh!!." Felicia berteriak dan menangis melihat ayahnya di bunuh oleh Clue.
"Tidak perlu menangis, aku juga akan mengirimmu ke neraka juga kak." Clue menyeringai. "Hiii." Pemuda di samping Felicia ketakutan dan berlari. "Mau lari kemana." Clue muncul di depan pemuda dan menusuk jantungnya. "Cepp!!." "Uuhhh." Pemuda menyeburkan darah dari mulutnya.
"Baiklah, kak. Sekarang giliranmu untuk mati." "Berhenti Clue." Fernando muncul di depan Clue. "Menyingkir dari hadapanku kak. Aku akan membunuhnya." Balas Clue. "Kamu tidak bisa membunuhnya" Balas Fernando. "Mengapa aku tidak bisa membunuhnya." Teriak Clue. "Dia tidak bersalah." Balas Fernando. "Apa karena dia seorang wanita. Aku tahu kamu selalu bersikap baik kepada wanita. Tapi bedakan dia dengan wanita lain. Dia telah membuat hidupku hancur." Clue berteriak. "Clue.!" Fernando menatap Clue. Melihat tatapan Fernando Clue mengigit bibirnya dan berkata. "Kakak pilih aku atau dia."