Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Natphapat Pyokojang



Namun kejadian berikutnya mengejutkan laba-laba, tubuh Clue mulai beregenerasi dengan cepat. "Ssshhh." Clue melihat laba-laba dan berkata. "Aku barusan sengaja terkena seranganmu. Untuk menunjukan bahwa bukan kamu saja yang memiliki kemampuan regenerasi." Clue tersenyum.


Naga api hitam dan naga ungu tiba-tiba muncul dibelakang Clue lalu melayang-layang di langit. "Baiklah, kalau begitu kamu bisa mati." "Woaarrr." Dua naga melesat ke arah laba-laba. Laba-laba kemudian menyemburkan jaringnya. "Booomm!!." Ledakan besar terjadi.


Setelah asap menghilang Clue melihat laba-laba kecil yang tergeletak di tanah. "Aku tidak menyangka ratu laba-laba ini kalah dengan manusia rendahan." Kata laba-laba lalu tubuhnya berubah menjadi kristal putih.


Wanita datang bersama Atlas lalu terkejut melihat Clue berhasil mengalahkan monster laba-laba. "Kamu membunuhnya." Tanya wanita melihat Clue yang hanya mengenakan celana. "Benar, aku membunuhnya. Apa kamu mau kristal ini." Clue memegang kristal putih di tangannya. "Tidak, kamu yang mengalahkannya. Jadinya itu milikmu." Balas wanita.


"Ambil ini Atlas." Clue melemparkan kristal putih. Atlas mengambil kristal dan berkata. "Terimakasih tuan." Atlas kemudian menghancurkan kristal putih. Kristal putih menjadi cahaya dan masuk ke dalam kepala Atlas. "Kemampuan apa yang kamu peroleh." Tanya Clue.


"Aku bisa memanggil dan mengendalikan laba-laba tuan." balas Atlas." Kemampuan yang bagus, tapi sayang disini tidak ada laba-laba." Balas Clue. "Benar, bukankah kamu wanita Thailand yang berada di korea itu. Kita juga pernah bertemu di neraka." Kata Clue berbicara bahasa inggris. "Benar, kita pernah bertemu di korea dan di neraka, saat kamu mengalahkan Xiao Yan." Balas wanita.


"Benar, aku belum tahu namamu." Tanya Clue meski sudah tahu nama wanita. "Oh, aku lupa mengenalkan diri. Namaku adalah Natphapat Pyokojang. Kamu bisa memanggilku Pyokojang." Pyokojang mengulurkan tangannya. "Namaku Fernando Clue De Lopez. Kamu bisa memanggilku Clue." Clue tersenyum.


"Bisakah kamu melepaskan tanganku." Kata Pyokojang. "Haha, maaf. Aku terpesona oleh kecantikanmu." Clue tertawa. Pyokojang mendengus. "Apakah kamu mau pergi bersamaku, bahaya bagi kaisar tingkat 1 sepertimu berkeliaran sendirian." Clue tersenyum. Pyokojang melihat Clue dan Atlas lalu berkata. "Baiklah, aku akan ikut denganmu."


"Kalau begitu, ayo kita menaiki gunung." Kata Clue tersenyum. "Gunung." Pyokojang bingung. Clue memegang tangan Pyokojang kemudian terbang ke arah pundak Atlas. Clue duduk di pundak Atlas dan berkata. "Duduklah." Pyokojang kemudian duduk di samping Clue.


"Atlas menuju ke barat." Teriak Clue dengan semangat. "Baik tuan." balas Atlas kemudian berlari. "Bagaimana rasanya menaiki gunung." Clue tersenyum. "Biasa saja, tidak ada yang special." Balas Pyokojang. "Atlas berlarilah lebih cepat." kata Clue. "Baik tuan." "Boom." "Booom." Atlas berlari dengan cepat.


30 menit kemudian Clue melihat dua manusia ular bewarna hijau dan ungu. "2 Tingkat kaisar level 2." Gumam Clue. "Biarkan aku melawan salah satu dari mereka." kata Pyokojang. "Baiklah." Clue muncul di depan salah satu ular kemudian memukul perutnya. "Booomm." Manusia ular melesat sejauh 1000 meter dan menabrak pepohonan. "Adikk." Teriak manusia ular menyerang Clue.


"Lawanmu adalah aku." Pyokojang melesat ke arah manusia ular dengan tubuhnya diselimuti cahaya kuning. "Elemen cahaya." Kata Clue melihat Pyokojang. ""Booom." "Booom." Clue melihat Pyokojang beradu pukulan dengan manusia ular.


"Manusia sialan, aku akan membunuhmu." Manusia ular tiba-tiba berubah menjadi ular raksasa. "Kekuatannya meningkat, menjadi kaisar level 3." Clue melihat ular raksasa. "Booomm." Pyokojang terlempar sejauh 500 meter akibat terkena tamparan ekor ular.


"Booom." Clue juga melihat seekor ular raksasa lagi yang muncul. "Kakak, ayo kita bergabung. Meski dia peringkat kaisar level 2. Kekuatannya setara peringkat kaisar level 5. Jika kita tidak bergabung, sulit untuk mengalahkannya. Terlebih lagi titan itu masih belum ikut campur." Kata ular raksasa bewarna hijau melihat Atlas.


"Baiklah, kalau begitu ayo bergabung adik." Balas ular bewarna ungu. "Booomm." Clue melihat asap hitam yang tiba-tiba muncul. Setelah asap hitam menghilang Clue melihat ular raksasa hitam berkepala dua sebesar 200 meter.


"Hahaha. Banggalah manusia, karena sebelum kematianmu. Kamu dapat melihat perubahan kita." Kata ular raksasa berkepala dua. "Tuan, apa anda butuh bantuanku untuk mengalahkannya." Kamu bukan lawan mereka. Biar aku saja yang membunuh mereka berdua." Clue berbicara kemudian bergumam." "Berubahlah menjadi armor blacky." "Baik tuan."


"Hahaha, seranganmu terasa geli manusia." Ular berkepala dua tertawa. "Baiklah, kali ini adalah giliran kita untuk menyerang." Clue melihat satu kepala ular menyemburkan bola angin raksasa, sementara kepala yang lain menyemburkan bola bewarna ungu.


"Boooomm." Clue muncul di kejauhan dan melihat ledakan terjadi. "Angin dan racun." Kata Clue. "Clue, ayo kita lari. Ular itu terlalu kuat." Kata Pyokojang yang tiba-tiba muncul di samping Clue. "Atlas pergilah bersama Pyokojang. Aku akan melawannya sendiri." kata Clue. "Baik." Atlas kemudian menjauh. "Mengapa kamu tidak pergi." kata Clue melihat Pyokojang. "Cihh, aku harap kamu tidak mati." Pyokojang melesat pergi.


Melihat Atlas dan Pyokojang pergi ular berkata. "Hahaha, sungguh manusia bodoh. Kamu rela mengorbakan diri untuk membiarkan mereka berdua pergi. Tapi percuma saja, setelah kamu mati. Aku akan mengejar mereka." "Cihh, siapa yang ingin melawanmu. Aku juga akan pergi." kata Clue lalu menghilang.


Melihat Clue menghilang dan ular tidak bisa merasakan keberadaan Clue sejauh 100 ribu meter. Ular berkepala dua berteriak. "Manusia berengsek, jika kita bertemu lagi. Aku akan memakanmu."


Beberapa menit kemudian tubuh raksasa ular mengecil lalu berubah menjadi dua manusia ular. "Aku tidak berpikir, manusia licik itu menguasai kemampuan ruang dan dapat berteleportasi sangat jauh." Kata manusia ular bewarna ungu.


"Jika bertemu manusia lagi. Kita langsung membunuhnya saja kak." Kata manusia ular bewarna hijau. "Tapi sepertinya kalian tidak mempunyai kesempatan untuk membunuh manusia lagi. karena kalian akan mati disini." Clue muncul di belakang dua manusia ular dan menebas salah satu kepala manusia ular dengan pedang yang diselimuti api hitam. "Crashhh." "Kakak." Teriak salah satu ular.


"Kamu juga akan mati." Clue menyeringai kemudian mengayunkan pedangnya dengan cepat. "Crashhh." Tubuh manusia ular kemudian menjadi beberapa potongan. Beberapa detik kemudian mayat manusia ular tanpa kepala dan potongan mayat ular menjadi kristal bewarna putih.


Clue memejamkan matanya dan bergumam. "Kembalilah Atlas. Aku sudah membunuh dua ular itu." Beberapa menit kemudian Clue melihat Atlas dan Pyokojang kembali. "Kamu berhasil mengalahkan dua ular itu." Pyokojang terkejut. "Benar." Clue mengangguk. "Apa tingkatmu sebenarnya." Pyokojang penasaran.


"Tingkat kaisar level 2. Tapi kekuatanku setara tingkat kaisar level 5." Clue tersenyum. "Lalu bagaimana kamu bisa mengalahkan dua ular itu yang kekuatannya kaisar level 6." Tanya Pyokojang. "Aku menggunakan ini." Clue menunjuk kepalanya. Pyokojang terdiam mendengar kata Clue.


"Ambilah." Clue melemparkan satu kristal kepada Pyokojang. "Kamu memberikanku ini." tanya Pyokojang menangkap kristal. "Jika tidak mau, berikanlah kepada Atlas." Kata Clue menghancurkan kristal di tangannya. "Selamat anda mendapatkan Transformasi snake poison. Kekuatan meningkat 90% saat berubah menjadi Manusia ular. Saat menjadi manusia ular, anda kebal terhadap semua jenis racun dibawah tingkat Demigod. Pelajari YA/TIDAK." Notifikasi muncul di depan Clue.


"Aku sudah mempunyai transformasi naga hitam. Aku juga kebal terhadap racun tingkat kaisar. Jadi skill ini tidak berguna." Clue menekan Tidak. Clue melihat Pyokojang menghancurkan kristal putih. "Apa skill yang kamu dapat." Tanya Clue. "Bahasa hewan." Balas Pyokojang dengan datar.


Power Tingkat Kaisar level 1 400-460 ribu


Tingkat Kaisar level 2 460-520 ribu


Tingkat Kaisar level 3 520-580 ribu dan seterusnya