
600 jam telah berlalu sejak perang antar galaxy dimulai, saat ini Clue sedang duduk di sebuah kursi dan melihat air laut di depannya. "Sudah lama aku tidak berjemur di pantai." Kata Clue memakai kacamata hitam kemudian berkata. "Tabel status."
Nama : Fernando Clue De Lopez
Usia : 30 tahun
Level : 700 next level (0/70,000) exp
Ras : Manusia elite tingkat Tinggi
Kekuatan : 90,000
Agility : 90,000
Vitalitas : 90,000
Stamina : 88,000/90,000
Ki/Mana : 87,500/90,000
Poin : 0
"Ada yang datang." kata Clue berdiri. "Bunga plum." Pyokojang melihat bunga plum yang berjatuhan dari langit. "Dua manusia dan satu titan." Clue melihat seorang pria berambut putih panjang yang tiba-tiba muncul di sampingnya.
"Kamu sungguh cepat." kata Clue mencengkram leher pria dengan tangannya. Namun pria berubah menjadi puluhan bunga plum. "Kamu memiliki senjata milik Robert." Kata pria memegang sebuah jam tangan. "Dia mengambil Blacky." Clue terkejut.
"Blacky, berubahlah." Kata Clue. "Baik tuan." Black berubah menjadi robot dan meninju pria. Pria muncul 100 meter dari Blacky dan berkata dengan terkejut. "Tingkat Raja level 9." Pria terkejut.
"Status Tian Long."
Nama : Tian Long
Usia : 30 tahun
Ras : Manusia Elite tingkat Tinggi
Kekuatan : 90,000
Agility : 90,000
Vitalitas : 90,000
Stamina : 85,000/90,000
Ki/Mana : 84,000/90,000
"Kekuatannya sama dengan milikku. Terlebih lagi usia dia sama denganku." Kata Clue. Saat hendak menyerang Tian Long, Clue melihat tubuhnya mulai bersinar. "Oh, sepertinya pertarungan antar galaxy akan dilanjut ke ronde ke 2." Kata pria berambut putih melihat tubuhnya bersinar. Tidak lama kemudian Clue, Atlas, Pyokojang dan pria berambut putih menghilang dari pantai.
Clue melihat dirinya ada di ruangan putih dan melihat satu persatu para ahli yang muncul. "Halo semuanya, selamat bagi kalian semua telah berhasil mencapai 100 besar dan bertahan hidup dalam perang antar galaxy." Kata domba berkulit putih bertanduk emas yang memakai jas hitam. "Sebagai hadiah karena berhasil mencapai peringkat 100 besar. Kalian mendapatkan air kehidupan dan planet kalian akan baik-baik saja." kata domba berkulit putih menjentikan jarinya.
Clue melihat sebuah botol kaca berisi air di depannya. Clue mengambil botol kaca dan notifikasi muncul. "Air kehidupan tingkat rendah, Efek meminumnya dapat memperpanjang umur selama 1000 tahun." Clue membuka botol kaca dan langsung meminumnya. "Glek, glek."
Tubuh Clue bersinar setelah meminum air kehidupan. Bukan hanya tubuh Clue saja yang bersinar. Tubuh Pyokojang, pria berambut putih dan ahli lainnya bersinar setelah meminum air kehidupan.
Setelah sinar di tubuhnya redup Clue bergumam. "Tabel status."
Nama : Fernando Clue De Lopez
Usia : 30 tahun
Ras : Manusia elite tingkat Tinggi
Kekuatan : 91,000
Agility : 91,000
Vitalitas : 91,000
Stamina : 91,000/91,000
Ki/Mana : 91,000/91,000
Poin : 0
"Aku level up 10 kali. Anehnya semua poin otomatis ditambahkan secara merata." Clue terkejut.
"Benar, tadi anda berkata bahwa planet yang kami tinggali baik-baik saja. Lalu apa yang terjadi dengan planet para ahli yang telah mati dan gagal mencapai 100 besar." kata seorang pria. Clue melihat pria yang bertanya dan berkata. "Oh, ternyata Mori Han. Aku tidak berpikir dia masih hidup."
"Benar, ini yang terjadi pada planet yang perwakilannya gagal mencapai 100 besar." kata domba putih kemudian sebuah layar muncul dan menunjukan sebuah planet yang mengalami tsunami dahsyat, gempa bumi, meteor berjatuhan.
"Tapi tenanglah, planet itu tidak hancur. Bencana itu hanya akan membunuh 99% mahluk hidup di dunia itu. Jika telah mencapai target, bencana itu akan berhenti." Kata domba putih. "Berarti hanya tersisa 1% dari populasi awal yang hidup." Tanya Pyokojang. "Benar, tujuan perang antar galaxy yang pertama adalah merestart ulang mahluk hidup di berbagai planet." Balas domba putih. "Berengsek." Banyak ahli yang marah mendengar kata domba putih.
"Kalian tidak perlu marah. Karena planet yang kalian tinggali saat ini aman." Balas Domba putih. "Benar, di ronde ke 2 ini kalian bisa memilih untuk terus bertempur atau menyerah. Jika kalian menyerah, kalian akan di kembalikan ke planet asal kalian. Namun jika kalian terus bertempur. Kalian akan mendapatkan air kehidupan lagi." kata Domba putih.
Tatapan semua ahli terfokus kepada domba putih. "Pertarungan di ronde ke 2 sangat sederhana. Kalian semua akan secara acak bertarung 1 vs 1 untuk memperebutkan 50 besar. Jika menang kalian akan mendapatkan 2 lagi air kehidupan." Kata domba putih. Semua ahli di dalam ruangan semangat mendengar kata domba putih.
"Baiklah, apa di antara kalian ada yang ingin menyerah." Kata domba putih. "Aku menyerah." Pyokojang mengangkat tangannya. "Baiklah, kamu akan di kembalikan ke planetmu berasal." Kata domba putih kemudian Pyokojang tiba-tiba menghilang.
"Apa ada yang ingin menyerah lagi." tanya domba berkulit putih. "Aku menyerah." Clue melihat seorang manusia yang kehilangan lengannya. "Baiklah, kamu akan di kembalikan ke planetmu berasal." Pria kemudian menghilang.
"Apa ada yang ingin menyerah lagi." tanya Domba putih. Melihat tidak ada yang menyerah domba putih berkata. "Di ronde ke 2 bukanlah pertarungan hidup dan mati. Jika salah satu dari kalian menyerah, pertarungan akan dihentikan. Tapi apakah kalian masih memiliki malu untuk mengatakan menyerah. Karena aku tahu kalian semua yang berada disini merupakan mahluk hidup terkuat di planet kalian. Kalian pasti memiliki harga diri yang tinggi." Domba putih tersenyum. "Dia pandai berbicara." Gumam Clue melihat domba putih.
"Tidak perlu banyak bicara cepat mulai ronde ke 2. Aku sudah gatal untuk bertarung." Clue melihat sosok berjubah hitam yang berbicara. "Baiklah, kalau begitu ronde ke 2 dimulai." Kata domba putih tersenyum kemudian semua ahli yang berada di ruangan menghilang.
Saat ini Clue berada di sebuah hutan dan berkata. "Sepertinya aku akan menang dengan cepat." Clue menyeringai kemudian melesat ke arah barat dengan cepat. Clue yang sedang terbang mendengar suara musik. "Hmmm." Clue melihat ratusan pisau angin melesat ke arahnya.
Clue menghindari pisau angin dan melihat pepohonan terpotong. "Booom." "Booom." Clue melesat ke arah suara berasal dan melihat seorang wanita memainkan kecapi. "Seorang wanita ya." Kata Clue melihat wanita.
Wanita mengambil seruling dari bajunya kemudian mulai meniup seruling. "Anda terkena ilusi." "Ilusi dibatalkan karena jiwa anda lebih kuat dari musuh." Clue melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Sepertinya aku salah bertemu lawan." Kata wanita melihat Clue. "Ilusimu tidak berfungsi padaku. Apa yang akan kamu lakukan sekarang." kata Clue melihat wanita. "Tentu saja aku menyerah." Balas wanita tersenyum. Setelah wanita mengatakan menyerah Clue melihat dirinya berada di ruangan putih.
Clue melihat wanita yang dia lawan muncul 10 meter darinya, dan tidak lama kemudian puluhan ahli mulai muncul. "Hoho, dari 98 peserta sekarang hanya tersisa 80 peserta." Kata Domba putih melihat semua ahli yang berada di ruangan.
"Selamat bagi para peserta yang berhasil masuk ke dalam peringkat 49 besar. Ini adalah imbalan seperti yang aku janjikan tadi." kata domba putih kemudian botol kaca mulai di depan para ahli. "Baiklah, bagi kalian yang kalah. Aku akan mengirim kalian kembali." Kata domba putih.
"Tunggu." Teriak salah satu orang. "Pertarungan secara acak itu tidak adil. Bagaimana bisa ahli tingkat kaisar level 6 ini bisa menang. Sedangkan aku ahli kaisar level 8 kalah." Kata seorang pria menunjuk Clue yang memegang dua botol air kehidupan.