
Nusakambangan, Indonesia. Clue dan ratusan napi telah keluar dari penjara dan berada di hutan. "Saat ini penjaga di pulau Nusakambangan sedang sibuk membunuh goblin yang muncul. Terlebih lagi aku sudah membunuh puluhan penjaga sipir yang menjaga penjara. Kalian mempunyai kesempatan 90% melarikan diri. Aku berjanji membebaskan kalian dari penjara. Tapi aku tidak mengatakan menerima kalian semua jadi pengikutku. Jika kalian ingin menjadi pengikutku. Aku akan menunggu kalian di kota Jember." Kata Clue menggendong kakeknya kemudian merangkul ayah dan wanita penjaga sipir. Clue kemudian terbang ke langit.
"Ahhh" ayah Clue dan wanita penjaga sipir terkejut saat mereka terbang ke langit. Sementara itu ratusan napi tercengang melihat Clue terbang ke langit. "Apa dia pergi begitu saja." kata seorang napi. "Kurasa dia sudah pergi dan meninggalkan kita semua." Kata seorang pria paruh baya. "Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang." kata seorang pria. "Tentu saja aku akan pulang kerumahku dan menemui keluargaku." Kata seorang pria.
30 menit telah berlalu saat ini Clue turun dari langit dan mendarat di tepi pantai. "Ughh. Aku tidak menyangka akan terbang di langit." Kata ayah Clue kaget. "Apa kamu sudah makan yah." Kata Clue. "Belum, aku selama dua hari tidak makan." Ayah Clue menggeleng.
"Apa kamu tidak memberikan ayahku makan." Clue melihat wanita penjaga sipir. "Ughh, kami mempunyai perintah untuk tidak memberikan makan ayah dan kakekmu." Wanita ketakutan. "Baiklah, aku akan membuat ikan bakar terlebih dahulu. Lalu setelah itu kita akan mengubur kakek." kata Clue melihat kakeknya.
"Apa kita tidak mengubur kakekmu di kota Jember saja Clue. Jika kita terbang seperti tadi, mungkin kita bisa tiba di kota Jember dalam 6 jam lebih." Kata ayah Clue. Mendengar kata ayahnya Clue menghela nafas dan mulai bercerita. "Udara kota Jember saat ini sudah tercemar karena pemerintah menjatuhkan bom nuklir."
"Apa." Ayah Clue terkejut mendengar cerita Clue. "Aku tidak menyangka pemerintah begitu kejam bahkan mengorbankan kota Jember hanya untuk membunuhmu." Ayah Clue menggeleng. "Krukkk." Clue mendengar sebuah suara. "Baiklah yah, aku akan menangkap ikan dulu. kamu sudah kelaparan." Kata Clue. "Baiklah." Ayah Clue mengangguk.
Clue berjalan mendekat ke air dan melambaikan tangannya. Tidak lama kemudian sebuah ombak besar menuju padanya. "Bruashhh." Ombak menerjang Clue. Clue berbalik dan melihat puluhan ikan meloncat-loncat di tepi pantai. Setelah menerobos tingkat s aku dapat merasakan mahluk hidup dalam jarak 500 meter." Kata Clue.
Melihat pakainnya yang basah mata Clue tiba-tiba menjadi merah. "Shhh." Badan Clue mulai mengeluarkan uap, lalu baju Clue kering. Clue melembaikan tangannya kemudian puluhan ikan melayang di udara. Clue melambaikan tangannya kemudian pisau angin memotong tubuh ikan. Clue memisahkan daging dan tulang ikan. Kemudian Clue membuat piring besar yang terbuat dari tanah. Clue melelatakan daging di piring tanah dan mulai membakar piring tanah.
5 menit kemudian Clue telah selesai membakar ikan. "Baiklah, ayo makan yah." Kata Clue. "Aku tidak percaya kamu membakar ikan dengan cara seperti itu." Kata ayah Clue mengambil daging ikan dan memakannya. "Rasanya hambar." Kata ayah Clue. "Karena aku tidak memakai bumbu apapun." balas Clue.
"Apa kamu juga ingin makan." Clue melihat wanita penjaga sipir yang melihat dirinya dan ayahnya makan ikan. "Tidak, aku tidak lapar." Wanita menggeleng. "Benar Clue, mengapa pantai ini sepi." "Pantai sepi karena monster seperti itu muncul." Clue menunjuk 2 goblin yang berlari ke arahnya dari kejauhan.
"Ahh, aku lupa kamu tadi mengatakan goblin muncul di dunia nyata." Kata ayah Clue. "Baiklah yah, aku mempunyai cara untuk membuat kamu kuat." Clue menghilang kemudian muncul di belakang 2 goblin dan menepuk pundak mereka. "Waa." "Waa." goblin menjerit dan jatuh pingsan. Clue kemudian muncul kembali di samping ayahnya dengan membawa dua goblin.
"Bunuh mereka yah." Kata Clue menginjak tanah kemudian tombak sepanjang 1 meter terbuat dari tanah muncul. "Gunakan tombak itu untuk membunuh goblin." Kata Clue menjatuhkan dua goblin ke tanah. Adrian ragu namun tetap mengambil tombak dan menusuk kedua dada goblin.
"Itu karena ayah membunuh goblin. Setelah membunuh goblin ayah akan bertambah kuat." Kata Clue. "Apa itu benar." Adrian terkejut. "Itu benar." Clue mengangguk. "Yah, apa kamu tertarik dengan wanita ini. Maksutku apa kamu ingin tidur dengannya." Kata Clue melihat wanita. Adrian dan wanita terkejut mendengar kata Clue.
Adrian melihat wanita yang berusia 30an dan berkata. "Jangan bercanda dengan ayah Clue. Meski dia cukup cantik, Ayah tidak suka memaksa wanita untuk tidur denganku." Clue mengangguk kemudian melihat wanita. "Ayah tunggu disini. Aku tidak akan pergi jauh." Clue berjalan ke arah wanita kemudian menepuk pundaknya. Beberapa detik kemudian Clue dan wanita menghilang. Adrian terkejut melihat Clue dan wanita menghilang. Dia tahu kemampuan anaknya adalah teleportasi.
Saat ini Clue dan wanita sedang dibawah pohon kelapa yang berjarak 150 meter dari Adrian. "Siapa namamu." Tanya Clue. "Namaku Ika." Kata wanita berkulit kuning langsat. "Aku akan membiarkanmu pergi. Setelah kamu memuaskanku." Kata Clue. "Benarkah." Balas Ika terkejut.
"Benar." Clue mengangguk. "Pertama-tama lepas seragammu. Aku ingin melihat bentuk tubuhmu." Kata Clue. Ika malu kemudian mulai melepas pakaiannya. Clue yang melihat tubuh Ika telanjang berkata. "Tidak buruk, kamu memiliki body yang cukup bagus untuk seorang wanita yang memiliki anak." Clue meremas dada Ika dan mencium bibirnya. "Emmm." Ika terkejut Clue tiba-tiba menciumnya.
30 menit kemudian Clue melihat Ika yang sedang duduk lemas dibawah pohon kelapa. "Aku kecewa kepadamu, milikmu begitu longgar. Terlebih lagi kamu mengigit lidahku saat berciuman." Kata Clue. "Maafkan aku." Ika berkata dengan sedih. "Baiklah, kamu bisa pergi." kata Clue. "Ahh, benarkah." Ika terkejut. "Benar, kamu bisa pergi ke neraka." Clue memotong kepala Ika dengan pisau angin. "Crash" Kepala Ika menggelinding di tanah.
Tidak lama kemudian Clue tiba di dekat Adrian berada. "Mengapa kamu hanya sendiri." Tanya Adrian. "Aku membiarkannya pergi yah." Balas Clue. "Ohh." Adrian terkejut. "Baiklah yah. Ayo pergi." kata Clue menggendong kakeknya kemudian merangkul kakeknya. Mata Clue berubah menjadi hijau kemudian tubuh Clue, ayah dan kakeknya diselumuti oleh angin. Clue kemudian terbang ke langit.
1 jam telah berlalu saat ini Clue sedang terbang dilangit. "Clue, kita sudah sampai dimana." Kata Adrian. "Mungkin kita sudah sampai di Jogjakarta." Balas Clue. "Begitu cepat." Adrian terkejut. "Aku bisa terbang lebih cepat lagi yah. Tapi aku takut tubuh ayah tidak bisa menahan tekanan. Meski sudah kulindungi dengan lapisan angin." Balas Clue. Adrian terdiam mendengar kata Clue. Jika Clue tidak menyelimuti dirinya dengan angin. Mungkin dirinya saat ini tidak akan tahan dengan kecepatan terbang Clue. Adrian juga tidak tahu bahwa Clue pergi dari kota Jember ke Nusakambangan hanya dalam waktu 2 jam.
Sementara itu disebuah ruangan beberapa orang sedang berkumpul. "Ada berita dari penjara Nusakambangan. Bahwa Fernando masih hidup dan membebaskan semua narapidana." Kata pria paruh baya berpakaian coklat dengan ekspresi buruk. "Aku tidak menyangka dia masih hidup setelah terkena bom nuklir." Kata pria berjaz hitam dengan ekspresi buruk.
"Presiden, jika warga tahu bahwa Clue masih hidup. Mereka akan marah dan protes. Karena kita gagal membunuhnya." Kata wanita paruh baya. "Aku tahu, tapi yang terpenting bagaimana kondisi di seluruh Indonesia saat ini." Balas pria berjaz hitam.
"Kondisi sudah mulai terkendali pak. Di setiap kota terdiri ratusan kelompok yang dipimpin seorang terbangkitkan minimal tingkat d. Polisi, tentara, anggota asosiasi dan para hunter hampir membunuh semua goblin yang muncul." Balas pria paruh baya berpakain hijau.