
"Baiklah, Hunter Fernando dan Hunter Sakata kalian bisa berhenti. Kita perlu membahas sesuatu dulu." kata pria berambut putih. Mendengar kata pria berambut putih, pria berpakaian kimono yang dipanggil Sakata berkata. "Kamu beruntung." "Benar, aku beruntung tidak mengotori tanganku dengan darah kotormu." Kata Clue menghilangkan pedang angin. "Bajingan ini." Sakata jengkel kepada Clue.
"Pertama-tama hunter Fernando. Kenalkan namaku adalah Mori Han. Guild master phoenix." Kata pria berambut putih. "Aku tahu, aku pernah menontonmu secara live saat menghadapi hukum alam." Balas Clue. mendengar kata Clue Mori Han tersenyum kemudian berkata. "Karena kamu sudah tahu diriku. Maka aku tidak perlu basa-basi. Apakah saat bermimpi kamu diberi 5 pilihan, Seperti menjadi Penyihir. atau Ahli bela diri." Tanya Mori Han. "Benar, aku diberi 5 pilihan." Balas Clue melihat Mori Han.
"Apakah kamu tahu, setelah memilih salah satu dari 5 pilihan. Kamu otomatis akan mendapat system." Kata Mori Han. Mendengar kata Mori Han Clue terkejut. Melihat reaksi Clue Mori Han tersenyum kemudian berkata. "Apa tingkat kekuatanmu saat berada di dunia mimpi." Tanya Mori Han. Clue menatap Mori Han kemudian berkata. "Kaisar level puncak."
Mendengar kata Clue semua orang di dalam ruangan terkejut. "Apa kamu serius." Kata Mori han kaget. "Buat apa aku berbohong. Di dunia itu tingkat kaisar adalah hal tertinggi yang bisa di raih "Hahaha." Tiba-tiba semua orang tertawa setelah mendengar kata Clue.
"Terlalu lemah, aku kira dia setidaknya sama sepertiku mencapai tingkat setengah dewa." Kata pria berkulit coklat. "Hahaha, aku saja bahkan hampir mencapai alam dewa." Seorang wanita tertawa melihat Clue. "Sampah." Kata pria berkulit hitam memandang Clue dengan jijik.
Mendengar semua orang menghinanya Clue tersenyum dan berkata. "Jika aku bertemu kalian di dunia mimpi. Mungkin kalian sudah aku bunuh berkali-kali. Oh, aku salah. Saat ini saja aku bisa membunuh kalian semua dengan mudah." Clue menyeringai.
"Bajingan. Apa yang kamu katakan." "Buzzz." Semua orang mengeluarkan auranya dan melihat ke arah Clue. "Kalian semua berhenti." Kata Mori Han mengeluarkan auranya. Melihat Aura Mori Han Clue bergumam. "Dia lebih kuat dariku dan semua orang di ruangan ini. Aku akan terluka parah jika melawannya. Melawan 8 orang di ruangan ini sekaligus saja mungkin aku tidak bisa selamat."
"Hunter Fernando. Apakah kamu benar hanya mencapai tingkat kaisar." Tanya Mori Han sekali lagi. "Benar." balas Clue. "Sigh, mengapa guardian memilih orang yang belum mencapai tingkat setengah dewa." Mori Han menghela nafas.
"Baiklah, karena kamu menjadi yang terpilih. Aku akan memberikan informasi ini." Mori Han menghela nafas. "3 tahun dari sekarang akan terjadi perang antar galaxy, dengan kekuatan kita saat ini. Kita akan mati saat perang galaxy terjadi. Setidaknya kita harus memiliki kekuatan setara tingkat kaisar jika ingin bertahan hidup dan menyelamatkan planet bumi." Mendengar kata Mori Han Clue terkejut.
"Kamu telah dua kali bercerita itu padaku. Apakah kamu memiliki informasi lain dari Guardian." Kata seorang pria mengenakan jubah. "Tolong diam Hunter Peter. Meski kamu sudah tahu, hunter Fernando belum tahu informasi ini." balas Mori Han. Pria berjubah yang dipanggil Peter menatap tajam kepada Mori Han kemudian memejamkan mata.
"Dari mana kamu mendapat informasi itu." Tanya Clue. "Guardian pelindung planet ini, kamu sudah menemuinya di alam mimpi." Balas Mori Han. "Jangan bilang pria tua itu." Gumam Mori Han. "Guardian bisa merubah bentuk tubuh dan wajahnya. Dia bisa berupa orang tua, wanita, pria, anak kecil, bahkan hewan" Kata Mori Han.
"Lalu dimana guardian saat ini berada. Aku ingin menemuinya." Kata Clue. "Huh, orang sepertimu yang bahkan belum mencapai alam setengah dewa ingin menemui guardian. Kamu terlalu bermimpi." Kata wanita berambut kuning.
"Saat ini guardian sedang berada di alam god. Para guardian dari alam semesta sedang menonton apa yang kita lakukan saat ini." balas Mori Han. "Heh, kita seperti pion bagi mereka." kata seorang pria yang mengigit tusuk gigi.
Mendengar kata Mori Han pria berbadan kekar tertawa. "Hahaha, jika begitu. Aku bisa pergi ke planet itu dan bertemu para kekasihku." Mendengar kata pria berbadan kekar Mori Han berkata. "Meski kamu tiba di planet itu. Semua orang yang berada disana tidak akan mengenalimu. Karena saat di alam mimpi kamu tinggal di dunia replika." Semua orang terdiam mendengar kata Mori Han.
"Lalu apakah kamu punya token teleportasi yang bisa teleport ke dunia lain. Aku ingin membelinya darimu." Kata Clue menatap Mori Han. Mendengar kata Clue seorang wanita berkata. "Bukankah kamu bisa membelinya di tabel shop." Kata seorang wanita heran.
"Aku tidak memiliki system." Balas Clue. "Apa." Semua orang terkejut saat mendengar kata Clue. "Jika kamu tidak memiliki system, bagaimana kamu bisa mencapai tingkat saat ini. Terlebih lagi sesama pengguna system tidak bisa saling melihat level dan mengetahui tingkat kekuatan, dan aku tidak bisa melihat levelmu." balas pria berkulit coklat. "Bodoh, tentu saja dengan menyerap energy alam yang berasal dari monster." kata Clue.
"Ini sangat aneh. Seharusnya yang terpilih memiliki system dan kenangan di dunia mimpi. Mengapa hanya kamu yang tidak memiliki system. Apa karena kamu tidak mencapai alam setengah dewa." Mori Han heran.
Mori Han melihat Clue dan bergumam. "System, apa dia benar tidak memiliki system sama sepertimu." "Dia mempunyai system, namun systemnya sedang error karena suatu kendala." Mori Han mendengar suara di pikirannya. "Huh, Sangat aneh. Apa ada suatu cara untuk membuat systemnya kembali normal." Balas Mori Han. "Ada." Balas System. "Apa caranya." Tanya Mori Han "Yaitu membunuh pengguna system lainnya dan menyerap system tersebut." Balas System. Mendengar kata system Mori Han terdiam.
Mori Han melihat Clue dan berkata. "Sigh, jika kamu tidak memiliki system. Kamu tidak bisa memiliki skill yang bagus." "Tidak perlu khawatir. Meski tanpa bantuan system. Aku bisa mengalahkan kalian semua jika 1 lawan 1." Balas Clue. "Orang ini." Semua orang di dalam ruangan menatap tajam kepada Clue.
"Jangan merasa bangga dengan pencapaianmu saat ini hunter Fernando. Kamu mungkin tidak tahu bagaimana bisa meninggal suatu saat." Mori Han mengeluarkan auranya dan menatap tajam kepada Clue. "Kau juga hunter Bamba jangan berpikir untuk menyerang anggota guildku lagi. Apa kamu ingin tergeletak di rumah rumah sakit lagi." Kata Mori Han. "Baiklah, terlebih lagi anggotamu tidak terluka." Balas pria berkulit hitam.
"Baiklah, ini hadiah karena kalian telah rela pergi ke korea selatan untuk menemuiku." Kata Mori han mengangkat tangannya kemudian 9 bola hitam mulai muncul di udara. Mori Han kemudian melemparkan bola hitam kepada setiap orang yang berada di ruangan, termasuk Clue.
"Apa ini." kata pria berbadan kekar. "Aku tidak tahu namanya, sebelum pergi menuju dunia para dewa. Guardian memberikan 10 bola hitam padaku. Dia berkata untuk memberikan masing-masing kepada orang terpilih. Guardian menyebutkan fungsi bola ini untuk menarik semua monster." balas Mori Han.
"Jadi semua monster akan menuju ke arahku. Jika aku memegang bola hitam ini." kata wanita melihat bola hitam. "Tidak, lebih tepatnya efek bola hitam akan berfungsi. Jika bola hitam itu hancur. Semua monster yang berada di negaramu otomatis akan menuju ke arahmu." Kata Mori Han.
"Berapa lama efek bola hitam bertahan." Tanya Sakata. "24 jam." Balas Mori Han. "Baiklah, karena kamu sudah memberiku ini. Maka aku akan kembali ke negara asalku. Sudah 2 hari aku berada di korea selatan." Kata pria yang mengigit tusuk gigi. "Benar, aku juga akan kembali ke negara asalku." Balas seorang wanita.