Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Munculnya Monster Tingkat A



6 Jam kemudian Clue melayang di langit bersama Ye Jin. "Aku sudah membunuh semua monster di kota ini. Aku juga telah mengumpulkan semua racun dari monster yang aku temui." Kata Clue. "Baiklah, saatnya kembali." Clue dan Ye Jin kemudian menghilang.


Clue dan Ye Jin kemudian muncul di depan Adrian yang sedang berlatih. "Antar Ye Jin ke kamarku yah. Aku ingin pergi ke suatu tempat." Kata Clue. "Baiklah." Adrian mengangguk. Clue kemudian menghilang. Clue lalu muncul di suatu tempat dan melihat 3 baskom yang berisi cairan bewarna ungu. "Ini adalah gabungan dari semua racun monster b yang aku bunuh. Racun ini akan membuatku lemas seperti tadi." kata Clue lalu meminum ketiga baskom. "Glek, glek, glek." "Meski aku tidak merasa pusing, tapi badanku terasa lemah seperti tadi." kata Clue lalu mulai duduk dan berkultivasi.


40 menit kemudian Clue membuka matanya dan berkata. "Butuh waktu lebih lama untuk menghilangkan semua racun di tubuhku. Apa karena jumlah racun yang kuminum kali ini lebih banyak." Clue berdiri kemudian berkata. "Berburu dan berlatih hari ini sudah cukup. Aku akan kembali untuk beristirahat." Clue kemudian menghilang.


Clue muncul di depan sebuah rumah dan melihat Jasmine yang sedang duduk seorang diri. Melihat kedatangan Clue, Jasmine berdiri dan berkata. "Aku ingin berbicara denganmu." "Bicaralah disini." Balas Clue. "Apa aku pernah berbuat salah kepadamu. Sampai kamu mencampakkan diriku." Kata Jasmine.


"Aku sudah mulai bosan denganmu. Kamu tahu seseorang akan bosan jika memakai barang yang sama secara terus menerus." "Plakk." Jasmine menampar Clue dan pergi. "Jika kamu tidak suka denganku, kamu bisa pergi dari kota ini. Aku sudah membunuh semua monster di kota ini. Jadi kamu bisa aman untuk pergi." kata Clue. Jasmine gemetar mendengar kata Clue lalu terus pergi.


Melihat Jasmine pergi Clue masuk ke dalam rumah dan melihat Adrian sedang mengobrol dengan Jin Woo. "Halo tuan Clue." kata Jin Woo berdiri dan memberi salam saat melihat Clue. "Jika kamu lelah, beristirahatlah." Kata Clue berbicara bahasa inggris. "Baik tuan Clue." balas Jin Woo.


"Benar, aku tidak merasakan keberadaan dua pilot yang mengantar kita ke Korea Selatan. Apa mereka sudah meninggalkan kota ini." kata Clue. "Benar, mereka baru pergi 30 menit lalu. Mereka mengatakan tugas mereka untuk mengantarmu ke Korea Selatan sudah selesai. Jadi mereka pergi." balas Adrian. "Oh, aku juga tidak peduli dengan mereka." kata Clue kemudian berjalan menuju kamarnya.


Saat masuk ke dalam kamar Clue melihat Ye Jin yang sedang tertidur di kasur. Clue naik ke kasur dan mengelus paha Ye Jin. "Apa kamu sudah tidur." Bisik Clue. Merasakan napas Ye Jin semakin berat Clue memeluk Ye Jin dan berkata. "Tidurlah, besok pagi kita akan berburu monster lagi." "Emm." Ye Jin mengganguk.


Keesokan harinya Clue keluar dari kamar dan melihat Adrian berjalan ke arahnya. "Clue, Jasmine dan kedua orang tuanya tidak ada. Apakah kamu mengusir mereka." tanya Adrian. "Benar yah, aku mengusir Jasmine." Balas Clue. Mendengar kata Clue Adrian menghela nafas dan berkata. "Baiklah, aku berharap kamu tidak akan mengusir Ye Jin. Jika kamu mengusir Ye Jin, kamu harus mempulangkan dia ke Korea Selatan." "Tenang yah, aku tidak akan mengusir Ye Jin." Clue tersenyum. Adrian menghela nafas mendengar kata Clue. "Baiklah, saatnya kita berburu monster yah." Clue tersenyum.


25 Hari telah berlalu, saat ini Clue sedang berdiri di atas mayat monster kemudian melihat tangannya yang mengeluarkan asap bewarna ungu. "Usahaku selama 25 hari meminum racun secara terus menerus tidak sia-sia. Saat ini tubuhku sudah kebal terhadap racun monster tingkat b. Bahkan aku juga dapat mengeluarkan dan mengendalikan racun." Clue tersenyum kemudian asap ungu di tangannya menghilang.


Clue mengangkat jarinya kemudian 130 panah angin mulai muncul di udara. "Karena aku dapat membua 130 panah angin, maka kekuatanku seharusnya 1300." Gumam Clue. Clue teringat kata-kata Mori Han tentang mencapai peringkat kaisar dalam waktu 3 tahun. "Sigh, dengan kecepatan kenaikan kekuatanku seperti ini. Sangat mustahil untuk mencapai tingkat kaisar dalam waktu 3 tahun. Aku ingat kekuatan tingkat kaisar setidaknya 75 ribu poin lebih. Sedangkan selama sebulan kekuatanku meningkat 300 poin. sungguh menyedihkan." Clue menghela nafas.


"Tidak salah lagi mereka adalah monster tingkat a." kata Clue melihat puluhan monster gorilla bewarna merah. Clue pernah melihat video hunter yang bertarung dengan gorilla. Clue tahu kemampuan gorilla bewarna merah adalah elemen api.


"Karena kemampuan kalian adalah elemen api, aku akan menggunakan elemen air untuk melawan kalian." Clue tersenyum kemudian puluhan tombak air sebesar 5 meter mulai muncul di udara. "Mati." kata Clue lalu puluhan tombak air melesat kearah puluhan gorilla. "Woarr." "Woaarr." "Lemah." Kata Clue melihat semua monster gorilla mati tanpa perlawanan.


Clue merasakan energy alam yang memasuki tubuhnya dan berkata. "Masih kurang, aku harus membunuh lebih banyak monster untuk bertambah kuat." Clue menginjak tanah kemudian puluhan mayat gorilla terkubur ke dalam tanah. "Mayat kalian sangat bagus buat pupuk dan kesuburan tanah." Kata Clue lalu menghilang.


Clue muncul di suatu tempat dan melihat Adrian, Ye Jin dan Jin Woo sedang dikelilingi puluhan monster rubah sebesar 5 meter. "Sepertinya aku belum terlambat." Kata Clue muncul didepan Adrian. "Clue." Ye Jin tersenyum saat melihat Clue. "Tuan, monster tingkat a tiba-tiba muncul." Kata Jin Woo. "Aku tahu, dengan kekuatan kalian berdua. Kalian tidak bisa melawan monster tingkat a." balas Clue. Selama 25 hari Ye Jin yang awalnya manusia biasa menjadi hunter tingkat d berkat bantuan Clue. Sedangkan Jin woo kekuatannya berada di hunter b puncak.


Clue melihat ayahnya dan berkata "Saat ini ayah adalah hunter tingkat a. Ayah bisa melawan dua monster secara bersamaan." "Ayah tahu Clue, sisakan dua monster tingkat a untuk ayah." Balas Adrian. "Baiklah." Clue membuat puluhan tombak angin dan melemparkan kearah puluhan monster rusa. "Buzz." "Kuu." "Buzz."


"Begitu kuat." Kata Jin Woo berbicara bahasa inggris melihat Clue membunuh puluhan monster rubah dalam sekali serang. "Kuuu." Dua rubah yang tersisa ketakutan melihat semua temannya mati dan mulai melarikan diri. "Hehh, ternyata mereka memiliki sedikit kecerdasan." Clue melihat dua rubah melarikan diri dan menginjak tanah. "Cepp." "Cepp." Tanah tiba-tiba menjadi runcing dan menusuk kaki rubah. "Kuuu." "Kuu." Rubah kesakitan. "Bunuh mereka yah." Kata Clue. "Aku tahu." Adrian melesat ke arah rubah dengan memegang tombak yang terbuat dari tulang hewan.


"Kalian berdua bunuh kedua rubah itu. Aku membuat kedua rubah itu kritis." Kata Clue menunjuk kedua rubah. "Ahh. Terimakasih Tuan." kata Jin Woo kemudian berlari ke arah satu rubah. Ye Jin merapalkan sebuah mantra kemudian sebuah tombak muncul dari tanah dan menusuk tubuh rubah. "Cepp." Ye Jin melihat Clue dan tersenyum. "Terima kasih Clue, tanpa kamu saat ini, aku hanyalah manusia biasa." Clue melihat Adrian yang selesai membunuh kedua monster dan berkata dengan bahasa inggris. "Ayo kita lanjutkan berburu." "Baik." Balas Adrian, Ye Jin dan Jin Woo.


Sementara itu di sebuah ruangan ada seorang pria yang membaca sebuah buku kemudian seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam. "Ketua, kali ini monster tingkat a yang muncul." Kata seorang pria. "Sepertinya sudah waktunya bagiku dan keluargaku untuk pindah di kota Jember." Balas pria yang tidak lain adalah Daus ketua guild armageddon.


Di tempat lain beberapa orang sedang berkumpul di ruangan. "Pak, kali ini monster tingkat a yang muncul." Kata seorang pria. "Berapa hunter yang kita miliki saat ini serta jumlah penduduk yang meninggal." kata seorang pria paruh baya mengenakan jaz hitam. "2 ribu hunter tingkat e. 5 ribu hunter tingkat d. 15 ribu lebih hunter tingkat c. 10 ribu lebih hunter tingkat b. 2500 lebih hunter tingkat a. Kemudian 100 orang hunter tingkat s, dan 10 hunter tingkat raja. Dan untuk penduduk yang meninggal saat ini mencapai 17 juta lebih. Dalam satu bulan kita hampir kehilangan 10% penududuk di Indonesia." Kata wanita paruh baya.