Rebirth With System

Rebirth With System
S4 Hancurnya Kota Manusia



Mendengar kata Steven semua orang di dalam ruangan terdiam. Usman tersenyum dan berkata. "Semua mahluk hidup di alam semesta ini tidak ada yang abadi. Bahkan Clue yang telah menjadi dewa terlahir kembali menjadi seekor kucing. Meskipun dia masih memiliki kenangan di kehidupan sebelumnya."


"Aku harap Adrian dan Ye Jin tidak berada di neraka saat ini." Usman menghela nafas. "Jika Ayah dan Ye Jin berada di neraka. Aku akan membawa mereka berdua pergi dari neraka. Meski aku harus menghadapi ratusan ribu iblis yang setara low god." kata Clue dengan ekspresi serius. Semua orang terdiam mendengar kata Clue. Mereka tahu bahwa Clue berbicara dengan serius dan tidak bercanda.


"Aku akan pergi sebentar. Tian Long, bawa Steven pergi berkeliling lantai." Kata Clue lalu menghilang. Melihat Clue pergi Tian Long berkata. "Apa kamu ingin melihat lantai lainnya." "Baiklah, antar aku ke lantai lainnya." Steven mengangguk.


Saat ini Clue sedang duduk di sebuah batu dan melihat sebuah danau. Clue memegang kepalanya dan berkata. "Ayah, Abraham, Ye Jin maafkan aku." Clue menangis. Pyokojang berjalan ke arah Clue dan duduk di sampingnya. "Ini semua terjadi karena guardian. Jika dia tidak membuat monster muncul di bumi. Semua orang pasti akan hidup bahagia seperti biasanya. Tidak akan ada miliaran orang yang mati." Pyokojang melihat danau.


"Kita ini hanya pion bagi para dewa. Jika mereka tidak mengadakan perang antar galaxy. Kita semua saat ini pasti akan hidup bahagia." Clue menatap danau. "Benar, tapi jika perang antar galaxy tidak terjadi. Aku pasti tidak akan mengenalmu." Pyokojang bersandar di bahu Clue.


"Tidak, aku pasti akan mengenalmu. Karena aku suka liburan ke luar negeri." Clue menatap Pyokojang. Clue dan Pyokojang saling menatap dan akhirnya berciuman. "Ternyata kalian berdua berada disini." Grace datang dan melihat Clue sedang bersama Pyokojang.


"Kemarilah Grace." Clue tersenyum. Grace berjalan ke arah Clue kemudian duduk di sampingnya. "Jika suatu saat aku mati. Aku harap kalian berdua menemukan lelaki yang lebih baik dariku." Mendengar kata Clue badan Pyokojang dan Grace gemetar.


"Apakah kamu akan mati Clue." tanya Grace. "Tidak tahu, saat aku melihat masa depan. Aku tergeletak di ruangan putih." Clue menggeleng. Pyokojang dan Grace terkejut mendengar kata Clue. "Apa kamu memiliki kekuatan meramal seperti Rachel." Tanya Grace. "Benar, aku memiliki kemampuan melihat masa depan seperti Rachel setelah menjadi mahluk ilahi." Balas Clue.


"Apa kalian berdua ingin mengetahui masa depan kalian." Tanya Clue. "Tidak." balas Pyokojang dan Grace bersama. "Sayang sekali, padahal aku sudah tahu masa depan kalian berdua." Clue tersenyum. "Eh, kamu sudah melihat masa depan kami." Grace dan Pyokojang terkejut. "Benar, aku sudah melihat masa depan kalian berdua." Clue mengangguk.


"Lalu beri tahu masa depan kami berdua seperti apa." Tanya Grace dan Pyokojang. "Aku tidak akan memberi tahu, bukankah kalian berdua mengatakan tidak ingin tahu sebelumnya." Clue tersenyum. Grace dan Pyokojang tersenyum kecut mendengar kata Clue.


1 Jam telah berlalu, saat ini Clue sedang bersama Steven, Angel dan Tian Long. "Bagaimana, apa kalian berdua ingin tinggal di menara ini dan ikut denganku pergi ke dunia dewa." Tanya Clue. "Apakah kita aman saat berada di dalam menara." Tanya Steven. "System, apa menara bisa di hancurkan oleh high god." tanya Clue. "Tidak, menara tidak akan hancur meski ratusan high god bergabung untuk menghancurkan menara." Kata domba putih yang tidak lain adalah system.


"Bagaimana, apa kalian berdua masih tidak tertarik untuk tinggal di menara ini." Clue tersenyum. "Aku akan tinggal di menara ini." Angel mengangguk. "Karena istriku ingin tinggal disini. Maka aku juga akan tinggal di menara ini. tapi sebelum itu, aku perlu menyatakan pengunduran diriku sebagai seorang kaisar." Steven melihat Clue


"Benar, aku lupa dirimu adalah seorang kaisar." Clue melihat Steven dan berkata. "System keluarkan aku, Angel, Steven, Angel dan Sarah." Clue, Steven dan Angel kemudian menghilang.


Clue, Steven dan Angel tiba-tiba muncul di sebuah ruangan. "Ahh, mengapa aku ada disini. Bukankah aku barusan sedang bersama Ning er dan Rapunsel." Sarah terkejut. "Joseph." Steven berbicara. "Iya yang mulia." Pria paruh baya tiba-tiba muncul. "Kumpulkan semua penduduk di kota ini. Aku ingin mengumumkan sesuatu." Steven melihat Pria paruh baya. "Baik yang mulia." Balas pria paruh baya kemudian menghilang.


Tidak lama kemudian Clue duduk di tepi danau dan melihat sebuah layar di depannya. "Ada apa Jennie." Clue melihat wajah Jennie di layar. "Dewa clue, apakah anda melupakan Devy." Tanya Jennie. "Aku mengingatnya. Memangnya ada apa dengannya." tanya Clue. "Apa anda tidak ingin mengajak dirinya pergi ke dunia para dewa." Tanya Jennie. "Baiklah, aku akan mengajaknya ke dunia para dewa." Clue mengangguk.


2 Jam kemudian Clue melihat Steven, Angel dan Sarah. "Baiklah, aku sudah siap pergi ke dunia para dewa." Steven tersenyum. "Baiklah, tapi sebelum itu aku ingin pergi ke sebuah planet untuk menjemput seseorang." Balas Clue. "Apa kamu mau menjemput seorang wanita." tanya Steven. "Kamu sudah tau." Clue mengangguk. "Dasar playboy." Steven mencibir.


Clue memunculkan menara dan berkata. "Biarkan Steven, Angel dan Sarah masuk ke dalam menara." Steven, Angel dan Sarah kemudian terhisap ke dalam menara. Clue menyimpan menara di tabel penyimpanan. Clue mengambil token teleportasi kemudian menghancurkannya. "Teleportasi ke planet Devy berada." badan Clue bersinar kemudian menghilang..


Clue tiba-tiba muncul dan melihat kota yang hancur. "Clue melayang turun dan melihat sebuah patung kucing dan patung manusia kucing yang hancur. Bukankah ini patung diriku." Clue berkeliling kota dan melihat banyak manusia tidak sadarkan diri serta terluka parah yang tergeletak di jalan. "Berengsek, siapa yang berani melakukan ini." "Hujan air suci." Teriak Clue


Kemudian hujan mulai turun. Semua penduduk yang tergeletak di tanah perlahan bangkit. "Eh, mengapa semua luka di tubuhku menghilang." "Ahh, tanganku yang putus tiba-tiba utuh kembali." Semua manusia terkejut.


"Apa yang terjadi pada kalian." Kata Clue berubah menjadi kucing. Saat melihat Clue semua penduduk berteriak. "Dewa kucing telah kembali." "Umat manusia akan selamat." Semua penduduk bersujud mendengar kata Clue.


"Ceritakan apa yang terjadi pada kalian." Clue bertanya. "Dewa kucing aku akan bercerita." Clue kemudian mendengar cerita. Saat mendengar cerita bahwa ras titan, ras goblin, ras orc, ras lizardman, ras demi human, dan ras monster bersatu untuk menyerang ras manusia Clue terkejut.


"6 Ras itu cari mati." Clue jengkel. "Lalu dimana Devy sekarang." tanya Clue. "Ratu Devy di bawah oleh ras goblin dewa kucing." kata pria paruh baya. "Aku akan membunuh semua 6 ras di dunia ini. Kalian perbaikilah kota." Clue melihat semua penduduk. "Baik yang mulia." Semua penduduk mengangguk. Clue melihat penduduk kemudian menghilang.


5 Menit kemudian Clue berada dalam wujud manusia sedang melayang di langit dan melihat wanita yang tidak memiliki tangan dan kaki yang di gantung di sebuah gerbang. "Berani sekali kalian ras rendahan melakukan perbuatan keji seperti ini." Clue menggerakan jarinya kemudian angin tornado tiba-tiba muncul dan menyapu kota. "Brruuakk." "Ahhhh." Teriakan terdengar.


Clue menggerakan jarinya kemudian tubuh wanita terbang ke arahnya. Clue melihat wajah wanita dan berkata. "Dia masih tidak mati." Clue terkejut merasakan Devy masih bernapas "Air suci." Kata Clue lalu air suci menyelimuti tubuh Devy. Perlahan tubuh Devy mulai beregenerasi.


5 menit kemudian tubuh Devy kembali utuh. Clue melihat Devy membuka matanya. "Apa aku sudah mati. Lalu kenapa dewa kematian yang menjemputku, mirip dengan dewa kucing." "Heh, sayangnya kamu belum mati dan aku juga bukan dewa kematian." Clue tersenyum.


Mendengar kata Clue, Devy menangis dan memeluk Clue. "Dewa kucing, aku merindukanmu." Devy menangis dengan kencang. "Baiklah, berhenti menangis dan ceritakan apa saja yang goblin lakukan padamu. Sampai kamu di gantung di gerbang dan kehilangan tangan serta kakimu." Tanya Clue. Devy kemudian bercerita bahwa goblin menyiksa dirinya dengan kejam.


"Beruntung kamu tidak di perkosa oleh mereka." Clue melihat Devy. "Jika goblin itu memperkosaku. Aku akan mengigit lidahku dan bunuh diri dewa kucing." kata Devy dengan serius.