
"Orang itu sungguh aneh, mengapa dia tidak menjadikanmu hewan kontraknya." Clue bingung. "Aku juga tidak tahu." Balas Leviathan. "Baiklah Leviathan aku ingin melihat kemampuan milikmu. Fusion." Tubuh Leviathan dan Steven mulai bersinar.
Clue kemudian melihat tubuh Steven di lapisi sisik biru, dan memiliki ekor di belakangnya. "Hei, Clue ayo bertarung denganku." Steven melihat Clue. "Heh, perbedaan kekuatan fisik kita sangat jauh. Aku akan terluka jika terkena pukulanmu." Balas Clue. "Apa kamu takut." Steven menyeringai. "Kau menjadi sombong ya setelah mendapatkan budak hewan baru." Clue jengkel kemudian dadu emas raksasa tiba-tiba muncul.
"Fckkk, aku menyerah. Aku tidak ingin bertarung denganmu." Tubuh Steven kemudian menjadi normal. Melihat tubuh Steven yang kembali normal dadu emas raksasa mulai menghilang. "Baiklah, ayo kita kembali ke daratan." Clue melesat dengan cepat. Steven menghela nafas kemudian mengikuti Clue.
20 menit kemudian Clue dan Steven berdiri di depan sebuah rumah. "Apakah ini rumahmu." Tanya Steven yang sedang memakai jubah hitam. "Benar, aku membelinya dari uang hasil mencuri." Balas Clue. Steven tersenyum kecut mendengar kata Clue.
"Jennie, aku kembali." Clue membuka pintu. "Ahh, dewa Clue kamu sudah kembali." Jennie datang dan menyambut Clue. Steven yang melihat Jennie memakai pakaian pelayan berkata. "Apa dia pelayanmu." "Benar, dia pelayanku." Balas Clue.
"Dewa Clue apakah dia teman anda. Saya tidak pernah melihat anda pernah membawa seseorang kemari." Jennie melihat Steven yang memakai jubah hitam. "Oh, apa kamu tidak mengetahui dirinya." Balas Clue. Steven kemudian membuka jubahnya. "Ahhh." Jennie terkejut saat melihat Steven.
"Yang mulia." Jennie tiba-tiba berlutut. "Berdirilah, kamu tidak perlu berlutut." Kata Steven. "Berdirilah Jennie." Kata Clue melihat Jennie. Jennie kemudian mulai berdiri. "Buatkan kami berdua teh hijau." "Baik." Jennie kemudian berlari ke dapur.
"Aku tidak menyangka kamu sudah berada di dunia ini selama 2 bulan. Jika kamu tidak menghadapi hukum alam. Aku tidak akan tahu keberadaanmu di dunia ini." kata Steven melihat Clue. "Aku juga tidak tahu bahwa kamu masih berada di dunia ini. Aku pikir setelah perang antar galaxy kamu pergi ke dunia dewa." Balas Clue.
"Benar, aku memiliki sesuatu untukmu." Clue kemudian mengambil 7 botol air kehidupan tingkat rendah dan menaruhnya di meja. "Ini." Steven terkejut saat melihat 7 botol air di meja. "Ambilah, anggap itu sebagai hadiah karena sudah menjadi saudaraku." Clue tersenyum. "Terimakasih." Steven tersenyum kemudian mengambil 7 botol air kehidupan di meja.
"5 itu untukmu, dan 2 botol itu untuk istri dan anakmu." Kata Clue melihat Steven. "Aku tidak menyangka kamu sebaik ini Clue." Steven tersenyum. Jennie datang kemudian menaruh poci dan dua cangkir di meja. "Karena kamu memberiku suatu yang sangat beharga. Akan sangat buruk jika aku tidak memberimu sesuatu." Kepingan hijau tiba-tiba muncul di tangan Steven.
"Ini." Clue terkejut dengan yang dilihatnya. "Ini adalah system." "Aku mendapatkannya setelah membunuh orang berkulit hitam saat perang antar galaxy." Clue mengambil kepingan hijau kemudian notifikasi muncul. "Selamat anda telah mendapatkan system 200." "Apakah anda ingin menyerap system 200. Ya/Tidak."
"Mengapa kamu tidak menyerap system ini." tanya Clue. "Systemku hanya bisa menyerap system yang sama persis seperti dirinya." Balas Steven. "Maksudmu system grimoire." Tanya Clue. "Benar, sebelum perang antar galaxy terjadi aku menyerap grimoire divine lainnya yang memiliki system." Balas Steven.
"Jika tebakanku benar, kamu dapat mempelajari hukum ruang dan waktu setelah kamu menyerap grimoire divine lain yang memiliki system." Tanya Clue. "Tebakanmu benar Clue." Steven mengangguk.
Clue melihat notifikasi yang masih belum menghilang dan berkata. "Seraplah system 200." "Proses penyerapan dimulai." "Loading 0%." "Loading 0,1%." Kepingan hijau mulai menghilang dari tangan Clue.
30 menit kemudian Steven berdiri. "Aku pergi Clue, jika kamu memiliki waktu kosong datanglah ke istanaku." Kata Steven melihat Clue. "Baiklah, aku akan mengunjungimu sebelum aku meninggalkan dunia ini." balas Clue. Steven memakai jubah hitam dan berjalan keluar. "Hati-hati yang mulia." Jennie membungkuk melihat Steven pergi.
"Dewa kucing aku tidak menyangka anda mengenal kaisar Steven." Jennie kagum. "Tidak ada yang perlu kamu kagumi, suatu saat kamu juga akan sekuat dirinya." Kata Clue. Clue telah mengajari Jennie metode kultivasi menyerap energi alam, dan memberikan dua ribu pil level 1 selama 2 bulan. Saat ini kekuatan asli Jennie tanpa hewan kontrak mencapai peringkat C.
"Jennie yakin dengan bantuan dewa kucing, Jennie akan mencapai peringkat kaisar Steven cepat atau lambat." Jennie berkata penuh semangat. "Makanlah ini." Clue melemparkan pil bewarna pink kepada Jennie.
Jennie tanpa basa-basi menelan pil yang diberikan Clue. dia tahu pil yang diberikan Clue selalu bermanfaat baik bagi dirinya. Setelah memakan pil Jennie melihat cairan hitam di kulitnya. "Ahh, apa ini dewa kucing." Jennie terkejut. "Itu adalah kotoran tubuhmu. Cepat pergi ke kamar mandi." Balas Clue. "Baik." Jennie berlari ke arah kamar mandi. Melihat Jennie pergi Clue melihat notifikasi "Loading 51% di depannya." Aku ingin melihat apa yang akan terjadi pada system.
30 menit kemudian Clue melihat sebuah emoticon ekspresi senyum yang muncul di depannya. "System telah di perbarui." "Buka tabel shop." Tabel shop muncul di depan Clue. Clue kemudian mulai melihat-lihat. "Semua stock barang di tabel shop meningkat 10x lipat. Sangat bagus." Clue mengangguk melihat stock pil level 1 sampai 9 dalam sehari adalah 10 ribu.
Clue melihat efek token teleportasi dan tersenyum. "Bagus, jarak token teleportasi menjadi 100 juta km." Clue kemudian melihat grimoire perunggu dan perak. "System, mengapa hanya ada 2 grimoire." Tanya Clue. "Itu karena anda hanya menyimpan data grimoire perunggu dan perak. Jika anda ingin grimoire lainnya muncul di tabel shop. Anda harus menyimpan data grimoire emas, diamond dan divine, atau menyerap system di menara." Balas system. "System menara." Clue tiba-tiba teringat para ahli demi god yang menyerangnya.
"Dengan kemampuanku saat ini. Aku bisa mengalahkan ahli demi god, jika bertarung 1 lawan 1. Jika melawan 2 demi god sekaligus, aku tidak akan menang. Karena aku tidak mempunyai banyak token segel. Saat ini juga tidak ada token segel yang muncul di tabel shop." Clue menghela nafas.
30 menit kemudian Clue melihat Jennie yang keluar dari kamar hanya menggunakan handuk. "Dewa kucing aku tidak tahu harus berkata apa padamu." Jennie menangis lalu memeluk Clue yang berbentuk kucing.
"Mengapa kamu menangis, bukankah kamu harus senang karna terlihat lebih cantik dan muda." Clue melihat Jennie yang seperti wanita berusia 25 tahun. "Hiks, hiks aku menangis bahagia dewa kucing." Jennie menangis. "Berhentilah menangis, ingusmu menempel di buluku." Clue melompat dan duduk di kursi.
Jennie mengusap air mata dan ingusnya lalu berkata. "Dewa kucing, apa kamu tidak ingin menikmati tubuhku. Saat ini aku semakin cantik dan seksi." Jennie tersenyum dan menggoda Clue. Clue berubah menjadi manusia kucing kemudian menggendong Jennie. "Ahhh." Jennie berteriak saat di gendong oleh Clue. "Aku tidak akan membiarkanmu istirahat." Clue berjalan ke kamar dengan menggendong Jennie. Mendengar kata Clue Jennie tersenyum bahagia.
2 Jam kemudian Jennie terbaring di samping Clue. "Dewa kucing, pil apa yang kamu berikan padaku. Mengapa aku menjadi muda kembali dan bertambah cantik." Jennie mengelus dada Clue. "Pil yang kamu makan adalah pil kecantikan." Balas Clue. "Dewa kucing kamu sangat luar biasa." Jennie kagum dan mulai mengelus burung Clue.
"Apa kamu masih kurang." Clue melihat Jennie yang mengelus miliknya. Jennie tersipu dan mengangguk. "Baiklah, kamu di atas." "Baik." Jennie kemudian memasukan milik Clue ke lubangnya.
6 Bulan telah berlalu, saat ini Clue sedang duduk di atap rumah dengan bentuk kucingnya. "Tabel status." Gumam Clue lalu tabel status muncul di depannya.