Rebirth With System

Rebirth With System
Kaisar Farhan



Saat tiba di dalam ruangan, Clue melihat 4 orang. "Di antara mereka yang paling tinggi adalah level 990 yang duduk di sebuah kursi dan memakai mahkota, dan ketiga pria yang berdiri di sampingnya level 610, 770 dan 955. Ada juga seorang level 980 yang bersembunyi di bayang-bayang sebagai seorang penjaga." Gumam Clue.


Nama : Farhan


Umur : 1127 tahun


Job : Kaisar Dinasti Azure


Level : 990


Ras : Manusia


Kekuatan : 990 (+495)


Agility : 990 (+495)


Vitalitas : 990 (+495)


Stamina : 970/995


Mana : 985/995


Sifat : Adil, Sombong


"Jika dia ingin menyerangku, aku tidak akan bisa melakukan apapun." Gumam Clue saat melihat status Kaisar Farhan. Clue tidak menyangka Kaisar Farhan juga mengenakan peralatan yang menambahkan 50% status. Saat ini adalah pertama kali Clue melihat peralatan yang meningkatkan 50% status.


"Salam yang mulia." Kata Clue setelah melihat status kaisar Farhan. "Hmm, kamu terlalu lama memberi salam, dan anehnya kamu hanya membungkuk tidak sujud kepada yang mulia." Kata seorang pria 40an yang berdiri di samping kaisar Farhan.


"Maaf, aku hanya bersujud kepada kedua orang tuaku dan guruku." Kata Clue. "Hmm, bahkan ibumu seorang Ratu dari kerajaan Glizzard akan sujud bila bertemu kaisar." Ekspresi Clue menjadi jelek saat mendengar kata pria. "Sepertinya aku harus siap untuk teleport." Gumam Clue.


"Stop Vidi, dia tamu kita. Terlebih lagi aku tahu seorang jenius mempunyai harga dirinya sendiri." Kata seorang pria paruh baya yang sedang duduk, tidak lain adalah Kaisar Farhan. "Baik ayah." Balas pria dengan menunduk. Clue bisa merasakan bahwa kaisar Farhan berpendapat jelek padanya. "Shit, sepertinya keputusanku salah untuk datang kemari." Gumam Clue.


"Kamu tahu mengapa aku mengundangmu kemari." Tanya kaisar Farhan kepada Clue. "Tidak yang mulia." Balas Clue. "Baiklah, aku akan berterus terang, aku ingin kamu menikahi putriku." Ekspresi Clue semakin memburuk setelah mendengar perkataan kaisar Farhan.


"Bolehkah saya melihat terlebih dahulu putri yang mulia." Clue saat ini hanya bisa pasrah, dengan kekuatannya saat ini dia tidak berani menolak. Clue juga berharap putri kaisar Farhan cantik. "Vidi panggil Mira kesini.


"Baik ayah." Pria 40an meninggalkan ruangan dan tidak lama kemudian dia kembali dengan seorang wanita. Ekspresi Clue menjadi jelek setelah melihat wanita yang datang bersama Vidi. Clue melihat seorang wanita dengan badan kekar seperti binaragawan, kulit coklat dan wajahnya pun rata-rata. "****, kenapa begitu buruk." kata Clue mengutuk di dalam hati.


"Ahhh, apakah kamu Clue si jenius yang akan menjadi suamiku." Kata wanita berbedan kekar. "Sialan, aku tidak sudi untuk menjadi suamimu." Clue mengutuk di dalam hati. Dia masih mempunyai selera dalam memilih kekasih.


"Bagaimana, apakah kamu setuju untuk menikahi putriku." Kata kaisar Farhan. "Yang mulia bolehkah aku memikirkannya terlebih dahulu." Balas Clue. "Hmm, baiklah aku akan memberikanmu waktu 1 minggu untuk memikirkannya." Balas kaisar Farhan.


"Terimakasih yang mulia, jika tidak ada lagi aku akan pergi." Kata Clue. "Tunggu." Teriak salah pria paruh baya di samping kaisar Farhan. "Ada apa." balas Clue. "Jualah alat yang membuatmu berteleportasi kepada kekaisaran, kami akan membelinya dengan harga yang cocok." Kata pria paruh baya. "Maaf, alat tersebut hanya terbatas, tidak bisa diproduksi massal." Kata Clue. "Hmm, lalu jual lah alat yang ada di saku bajumu itu." kata pria paruh baya."


"Ayah, kenapa kamu membiarkan dia pergi." Kata pria paruh baya. "Dia terlalu waspada dengan kita, dan bukankah kamu sudah melihat, dia tidak akan ragu akan teleportasi jika kita mengancamnya." Kata kaisar Farhan. Pria paruh baya mengangguk. "Jika kita tidak bisa mengikatnya. Jangan membuat dia menjadi musuh kita, bukankah begitu Alex."


"Yang mulia benar, pemuda itu sangat berbahaya. Saat dia berbicara dengan yang mulia dan pangeran. Sesekali pemuda tersebut melirik ke arahku bersembunyi." Kata pria paruh baya berbaju hitam yang tiba-tiba muncul di samping kaisar Farhan.


"Ahh, itu tidak mungkin kan. Bukankah kemampuan bersembunyi paman Alex hanya bisa dirasakan oleh ahli peringkat S." Vidi dan pria paruh baya serta wanita terkejut. "Benar, pemuda itu sangat istimewa, jika kita membuatnya menjadi musuh dan tidak bisa membunuhnya dalam satu kali kesempatan. Maka di masa depan adalah akhir dari kekaisaran." Kata Alex.


Semua orang di ruangan hening dalam sekejap. "Baiklah, kita tidak akan membuatnya menjadi musuh. Meski dia menolak menikahi putriku." Kata kaisar Farhan. "Ahh, ayah tapi aku ingin menikah dengannya." Kata wanita berotot cemberut.


Sementara itu Clue sudah meninggalkan istana dinasti Azure. "Sepertinya tidak ada yang mengikutiku." Kata Clue saat merasakan dalam jarak 1000 meter tidak ada yang mengikutinya. Clue terus berjalan dan mulai berkeliling kota.


"Ehh, sepertinya aku mengenal pria tersebut." Kata pria gemuk saat berjalan melewati Clue.


"Ahh, bukankah dia pemuda yang membeli seorang Elf beberapa tahun lalu. Mengapa dia keluar dari istana." Kata pria gemuk terkejut. "Fiuh, dia pasti mempunyai hubungan khusus dengan kekaisaran dan pelelangan gelap. Untungnya aku tidak memulai tindakan terlebih dahulu." Pria gemuk menghapus keringat di keningnya.


Pria gemuk mulai berjalan ke arah istana, dan penjaga mengizinkannya masuk kedalam istana. "Pangeran Vidi dimana ayahku." Kata pria gemuk. "Dia ada di dalam ramirez." Balas Vidi sambil minum teh. "Oh, pangeran Vidi, siapa pemuda yang baru saja datang." Tanya pria gemuk penasaran.


"Dia adalah pemuda jenius anak Rapunsel." Balas Vidi. "ahh, jadi dia." Pria gemuk terkejut. "Untung saja, aku tidak membuat gerakan pada malam itu, menurut informasi yang aku dapat, pemuda itu kejam. Dia selalu menyimpan dendam, saat dia kuat. Dia akan datang dan balas dendam lalu membunuh semua musuhnya." Sekali lagi pria gemuk bersyukur.


Saat ini Clue sedang makan di sebuah restoran. Sambil menunggu makanan yang dia pesan tiba Clue bergumam. "Sepertinya aku harus berburu kembali di benua timur untuk meningkatkan level dan kekuatanku." "Shit, aku paling tidak suka dengan kejadian tadi." Kata Clue saat mengingat kejadian di istana, dia sedih karena terlalu lemah, dan harus membungkuk pada seseorang.


"Ah, restorannya sudah penuh." Kata seorang perempuan saat melihat semua meja sudah ada yang menempati." "Baiklah, ayo kita cari restoran lain." Kata perempuan lain. "Tunggu dulu, itu ada meja kosong." Kata pemuda menunjuk dimana Clue sedang duduk dan bergumam sendiri. "Tapi itu sudah ada yang menempati." Balas perempuan. "Hehe, serahkan itu kepada kami." Kata pemuda lain.


Kedua pemuda mulai berjalan ke arah Clue di ikuti oleh kedua perempuan. "Nak, ini uang untukmu pergilah ke restroan lain." Kata pemuda meletakan tumpukan coin emas di atas meja Clue. Clue menoleh kepada pria lalu mengambil uangnya dan berkata. "Terimakasih, aku akan pergi setelah selesai makan." Kata Clue santai.


"Sialan, pemuda ini mengambil uang dan malah tetap duduk." Kata pemuda lain. "Nak, apa kau mencari pemukulan." Kata pemuda marah saat uangnya di ambil, namun Clue tidak pergi.


"Oh benar, pukul aku kalau kamu bisa." Kata Clue mengejek. "Nak, kau benar-benar cari kematian." Pria marah dan hendak memukul Clue, tapi di hentikan oleh perempuan yang di belakangnya. "Yordan berhenti." "Nak, kau beruntung nona Amelia menghentikanku." Pemuda mendengus dan berkata penuh sombong.


"Halo, bolehkah saya bertanya nama anda." Kata perempuan berkata dengan sopan kepada Clue. Sementara perempuan lain berbisik kepada kedua pemuda. "Ahhh." Kedua pemuda terkejut saat mendengar apa kata perempuan dan melihat Clue dengan penuh minat.


"Ini tuan pesanan anda" kata pelayan mengantarkan makanan dan minuman yang Clue pesan. "Clue mengabaikan kata perempuan dan mulai makan." Ekspresi mereka berempat berubah saat melihat Clue lanjut makan dan mengabaikan mereka. "Kuperingati jangan mengangguku saat makan. Atau resikonya akan buruk." kata Clue lalu lanjut makan.


Ekspresi kedua pemuda berubah, dan ingin sekali memukul Clue, tapi mereka berdua menahannya karena tidak bisa melihat kekuatan Clue. Saat ini kedua pemuda sadar bahwa Clue lebih kuat dari pada mereka berdua. Tidak lama kemudian Clue menyelesaikan makannya dan berkata kepada pelayan. "Pelayan, kedua pemuda ini yang akan membayar." "Ahhh." Kedua pemuda terkejut mendengar kata Clue.


Sementara kedua perempuan tertawa. "Apakah kamu sebegitu miskinnya, dan tidak punya uang untuk membayar makanan." Pemuda mendengus, namun tetap membayar makanan dan minuman Clue.


"Benar, aku sangat miskin. Aku sangat kelaparan dan belum makan 1 tahun lamanya." Clue berkata dengan ekspresi sedih. Mereka berempat terkejut melihat Clue dan mulai bergumam. "Kamu bukan peringkat S yang bisa hidup tanpa makan 1 tahun. Cara berbohongmu terlalu buruk."


"Baiklah kalau begitu, terimakasih telah membayar makananku. Hahaha." Clue tertawa lalu meninggalkan restoran. Perempuan terkejut lalu mengejar Clue dan berkata. "Hei, kamu belum memberi tahu namamu." Balas perempuan. Clue berbalik dan melihat perempuan dan bergumam. "Wajahnya cantik, kulitnya putih bersih, tubuhnya seksi, dan payudaranya ukuran C." "Aku akan memberi tahu namaku, jika kamu menemani ku tidur. Hahaha." kata Clue bercanda.