
"Setelah kelas selesai ikut bapak ke kantor kepala sekolah." Kata pria berotot. "Baik pak." Fernando mengangguk. "Pertandingan selanjutnya Fernando melawan Suneo." Pemuda berkacamata berjalan ke arah Fernando.
"Aktifkan skill Blood Of Madness." Kulit tubuh Fernando berubah menjadi merah. "Wuussh." Kedua tangan Suneo di selimuti api. "Kemampuan mengendalikan api ya." Kata Fernando berlari ke arah Suneo.
Fernando memukul wajah Suneo. "Suneo menahan pukulan Fernando dengan kedua tangannya. "Bukkk." Fernando menendang perut Suneo. "Uuuhhh." Suneo terdorong mundur. "Perubahannya sungguh drastis. Kemarin dia kalah dengan mudah. Tapi saat ini dia seperti dapat memenangkan pertarungan dengan mudah." Kata pria berotot.
"Terima ini." Suneo berlari ke arah Fernando dan meninjunya. Fernando menghindari tinju Suneo. "Wuushh." Fernando merasakan pipinya seperti terbakar meski tidak terkena tinju Suneo. "Mati." Kata Fernando meninju dagu Suneo. "Buuukk." Suneo terlempar mundur.
"Pemenangnya adalah Fernando." Kata pria berotot. "Nonaktifkan skill." Kata Fernando kemudian warna tubuhnya kembali normal. "Nadia, Silvia sembuhkan Suneo." Kata pria berotot. "Baik pak." 2 murid kemudian berjalan ke arah Suneo yang sedang berbaring di tanah.
"Nicolas sembuhkan Fernando." Kata pria berotot melihat pemuda gemuk. "Baik pak." Pemuda gemuk berjalan ke arah Fernando lalu menyentuh wajah Fernando. Cahaya hijau keluar dari tangan pemuda gemuk.
2 Jam kemudian Fernando dan pria berotot sedang berjalan bersama. "Kemarin kamu kalah dengan semua teman sekelasmu. Hari ini kamu mengalahkan mereka semua." Kata pria berotot. "Bukankah kemarin aku mengatakan akan mengalahkan mereka semua." Balas Fernando.
Fernando dan pria berotot masuk ke dalam ruangan. "Kepala sekolah. Aku punya informasi penting." Kata pria berotot melihat wanita berusia 25 tahunan duduk di kursi. "Katakan pak." Balas wanita melihat pria berotot.
"Fernando sebenarnya memiliki 2 kemampuan." Pria berotot menepuk bahu Fernando. "Oohh." Wanita yang di panggil kepala sekolah terkejut mendengar kata pria berotot dan melihat Fernando. "Apa kemampuan keduamu." Tanya wanita. "Kemampuan keduanya adalah mode berserk." Kata pria berotot.
"Bisa kamu tunjukan kemampuanmu Fernando." Wanita melihat Fernando. "Aktifkan skill Blood Of Madness." Gumam Fernando kemudian warna tubuhnya menjadi merah. "Aku merasa kekuatanmu meningkat." Kata wanita.
"Berapa lama kamu bisa mempertahankan mode itu." tanya wanita. "Saat ini aku hanya bisa mempertahankan dalam waktu 12 menit." Kata Fernando menonaktifkan skill dan mengingat mana yang dimilikinya 120 poin, sementara konsumsi skill Blood Of Madness 10 poin mana dalam 1 menit.
"Tidak buruk. Apa kamu ingin masuk ke dalam kelas D." kata wanita melihat Fernando. Fernando tahu bahwa setiap kelas berbeda. Kelas E terdiri dari murid awakened tingkat 1 dan kelas D terdiri dari murid awakened tingkat 2.
"Tidak, aku lebih baik di kelas E." balas Fernando. Fernando berpikir jika dia di kelas D dan latihan bertarung, dia akan di hajar murid lainnya seperti kemarin. "Baiklah, aku hargai keputusanmu." Balas wanita.
"Apa masih ada yang ingin kalian katakan." Tanya wanita. "Tidak bu, kami pamit pergi." Kata pria berotot keluar ruangan diikuti Fernando. "Mengapa kamu menolak masuk ke dalam kelas D." tanya pria berotot. "Aku hanya awakened tingkat 1. Jika latihan bertarung. Aku akan babak belur." Balas Fernando meninggalkan pria berotot. Pria berotot terdiam mendengar kata Fernando.
Saat ini di suatu tempat pria berjaz hitam dan pria berkacamata sedang mengobrol. Pria berkacamata menjawab sebuah panggilan. "Baik bos." Balas pria berkacamata mematikan panggilan.
"Kita bergerak." Kata pria berkacamata. "Oke." Kata pria berjaz hitam kemudian ratusan tikus tiba-tiba berkumpul. Dan anehnya di badan tikus terpasang bom. "Hancurkan sekolah awakened." kata pria berjaz hitam. "Ciiitt." "Ciiitt." Ratusan tikus masuk ke dalam lubang got. Pria berjaz hitam mulai berlari diikuti pria berkacamata.
"Booomm." Bom di tubuh tikus meledak dan Fernando terhempas ke dinding. "Booom." "Booom." Ledakan terjadi secara bertubi-tubi di sekolah Fernando. "Ayo kita masuk." Kata pria berjaz hitam dan pria berkacamata melesat ke arah gedung sekolah yang meledak.
Saat ini Clue yang berada di kamarnya membuka mata. "Keberuntungannya sangat buruk." kata Clue kemudian menghilang. Clue muncul di sebuah toilet yang hancur dan melihat Fernando tergeletak di lantai dengan badan penuh luka. "Makan ini." Clue memasukan pil ke dalam mulut Fernando.
Sebagain luka di tubuh Fernando menghilang. "Uughhh." Fernando membuka matanya dan melihat Clue. "Apa yang terjadi Clue." Tanya Fernando dengan lemah. "Kamu ingat dengan pria berkacamata yang menyembuhkan Dini saat dirinya terluka akibat di serang kucing." Balas Clue.
"Aku ingat." Fernando mengangguk dengan lemah. "Dia dan temannya yang mengendalikan hewan menyerang sekolahmu." Balas Clue. "Uughh." Fernando mencoba bergerak. "Clue, bisakah kamu membunuh awakened yang menyerang sekolah ini." Kata Fernando.
"Bukankah kamu ingin membunuhnya dengan tanganmu sendiri." Tanya Clue melihat Fernando. "Tapi aku masih sangat lemah." Fernando berteriak. "Besok aku akan memberimu pil spirit level 2. Yang meningkatkan kekuatanmu 200 poin, jadi bersabarlah." Kata Clue. "Baiklah" balas Fernando.
Saat ini dua pria sedang membawa pemuda gemuk. "Ayo pergi, kita berhasil menangkap Nicolas anak ketua asosiasi cabang Jember." Kata pria berkacamata yang membawa Nicolas. "Baik." Balas pria berjaz hitam. "Wuushh." Pria berkacamata dan pria berjaz hitam melesat pergi.
"Sepertinya tujuan kedua pria itu menculik seorang murid." Kata Clue memejamkan matanya dan melihat pria berkacamata serta pria berjaz hitam melesat pergi dengan cepat. "Siapa yang mereka culik." Tanya Fernando penasaran.
"Mereka berdua menyebutkan nama murid gemuk itu Nicolas." Kata Clue. "Nicolas." Fernando terkejut. "Apa kamu mengenalnya." Tanya Clue. "Aku mengenalnya, dia adalah anak ketua asosiasi cabang jember." Balas Fernando. "Oohh." Clue terkejut.
"Ada seseorang yang kemari. Aku akan pergi." Kata Clue kemudian menghilang. "Tunggu Clue." Fernando berteriak. Seorang murid berseragam masuk ke dalam toilet. "Apa kamu baik-baik saja." Fernando melihat lambang palang merah di baju murid dan berkata. "Aku terluka cukup parah. Bisakah kamu menyembuhkanku." Fernando tahu anggota palang merah berisi awakened yang memiliki kemampuan tipe penyembuhan.
Murid pria berjalan ke arah Fernando dan memegang bahunya. Tubuh Fernando diselimuti cahaya hijau. Fernando merasakan rasa sakit di tubuhnya perlahan berkurang dan luka di tubuhnya perlahan menghilang.
10 Menit kemudian Fernando berjalan ke arah lapangan olahraga dan melihat ratusan murid dan para guru sedang berkumpul. "Berkumpulah sesuai kelas kalian." Kata wanita berusia 25 tahunan yang tidak lain kepala sekolah. "Baik kepala sekolah." Balas semua murid.
Fernando berjalan ke arah pak Fauzi wali kelasnya. "Duduklah." Kata Fauzi melihat Fernando. "Baik." Fernando duduk di samping Suneo yang kacamatanya rusak. Melihat Fernando yang duduk, Fauzi mulai mengabsen murid satu persatu.
"Dimana Nicolas." Kata Fauzi saat mengetahui Nicolas tidak ada. "Saya tidak tahu pak. Tapi saya ingat sebelum ledakan terjadi Nicolas ada di kelas." Kata Suneo. "Sial." Fauzi panik saat mendengar penjelasan Suneo.
Fauzi berjalan ke arah kepala sekolah dan berbicara. Ekspresi kepala sekolah menjadi buruk saat mengetahui bahwa Nicolas anak ketua asosiasi cabang Jember menghilang.