
Keesokan harinya Clue sedang berada di sebuah penginapan bersama Gin dan Karen. Clue sedang duduk bersama Gin disampingnya sedangkan Karen tertidur dengan telanjang. "Gin saat kamu menerobos peringkat Raja kerutan di kulitmu semakin berkurang dan payudaramu semakin kencang." kata Clue melihat payudara Gin. "Aku juga senang tuan, dengan perubahan tubuhku. Karna aku semakin percaya diri saat bersama tuan." Gin mencium bibir Clue. Clue membalas ciuman Gin.
"Oh, ini makanlah." Kata Clue mengambil pil bewarna pink dari tabel penyimpanan. Gin terkejut dengan pil ditangan Clue dan tanpa basa-basi menelannya. Setelah Gin menelan Pil, Clue mengendong Gin ke kamar mandi. Karna Clue tahu efek pil seperti apa.
Beberapa detik kemudian Cairan hitam kental keluar dari tubuh Gin. "Tuan cairan ini." Kata Gin bertanya. "Itu kotoran ditubuhmu." Kata Clue. "Oh." Gin mengangguk.
1 jam kemudian Clue menatap bengong dengan perubahan Gin. "Sial, dia semakin cantik dan seksi." Gumam Clue melihat kerutan di kulit Gin menghilang, Pantat Gin semakin besar dan kencang. Payudara Gin semakin besar dan tidak terlalu mengendur.
"Gin lihatlah perubahan tubuhmu." Gin mulai berkaca di cermin. "Sayang, tubuhku berubah drastis." Gin terkejut. "Benar, kamu semakin cantik sayang." Clue memeluk Gin.
"Terimakasih sayang." Gin meneteskan air mata. "Kamu tidak perlu berterima kasih, karna kamu adalah wanitaku. Pria akan bahagia jika wanitanya bertambah cantik." Clue tersenyum dan menghapus air mata Gin di pipinya. Gin menangis bahagia dan mencium bibir Clue dengan agresif. "Emm." Clue dan Gin berciuman dengan penuh nafsu.
3 hari telah berlalu dan saat ini Clue berada di sebuah rumah berukuran sedang bersama Gin dan Karen. "Baiklah, ini adalah rumah baru kita." Kata Clue tersenyum. Gin dan Karen tersenyum mendengar kata Clue.
"Baiklah, aku akan bermain bersama Gin terlebih dulu, dan aku akan bermain bersamamu nanti malam Karen. Seperti biasa aku akan memuaskan kalian bergantian." Kata Clue. "Baik tuan." Karen tersenyum. Clue dan Gin berjalan berpelukan menuju kamar.
Keesokan harinya Clue berada di ruang tamu bersama Gin dan Karen disampingnya. "Krek." Clue mendengar sebuah suara keras. "Suara apa itu." Kata Clue. "Aku tidak tahu." Balas Gin menggeleng. "Ahh, lihat di langit." Clue mendengar sebuah teriakan di luar rumahnya lalu berjalan ke luar diikuti Gin dan Karen.
Clue lalu melihat lubang merah dilangit. "Jangan bilang itu portal lubang dua dunia." Kata Gin terkejut. Clue terkejut dengan kata Gin. "Mungkin, kita lihat apakah ada seseorang yang berani memasukinya." Balas Clue.
Sementara itu di benua inti, benua tengah dan benua luar semua orang gempar karna munculnya lubang merah dilangit bersama-sama. Di sebuah ruangan yang terletak di benua inti, sedang berkumpul beberapa orang tua.
"Kali ini lubang yang muncul bewarna merah." Kata seorang pria tua. "Hoo, seingatku setiap 10 tahun sekali warna lubang berbeda-beda. Warna merah, adalah lubang yang bisa dimasuki seseorang yang belum berumur seratus tahun." Kata wanita tua gemuk. "Kamu benar Kuon, terakhir kali lubang yang muncul bewarna kuning, dan sekarang warna merah." Seorang pria tua botak mengangguk.
"Kali ini kita akan menyerahkan kepada para anak muda." Kata seorang pria tua berkumis. "Benar, lubang portal ini terlalu kejam. Ketika jumlah orang yang memasuki portal tidak lebih dari seribu. Maka seseorang yang memiliki kualifikasi untuk memasuki lubang, akan secara acak menghilang dan tiba di dunia tersebut. Jumlahnya pun meningkat menjadi dua ribu." Kata seorang wanita tua. Mendengar kata wanita tua ekspresi semua orang diruangan memburuk.
"Tuan setiap warna lubang memiliki warna." Kata Gin. "Oh, jelaskan." Kata Clue. "lubang bewarna kuning hanya bisa dimasuki peringkat raja, lubang bewarna putih bisa dimasuki peringkat kaisar, lubang bewarna merah yang muncul kali ini bisa dimasuki seseorang yang umurnya kurang dari seratus tahun." Kata Gin menjelaskan.
"Menarik." Clue mengangguk. "Tapi saat jumlah orang yang memasuki lubang portal tidak lebih dari seribu, maka seseorang yang memiliki kualifikasi akan secara acak menghilang dan memasuki dunia tersebut, Jumlah perwakilan yang memasuki portal pun meningkat menjadi dua ribu." Kata Gin. "Huh." Clue terkejut.
"Ahh." Gin dan Karen terkejut. "Gin, berapa lama kita berada di dunia itu." Kata Clue. "Maximal adalah 2 tahun tinggal di dunia itu, tetapi jika semua perwakilan dari salah satu dunia meninggal semua. Maka secara otomatis ahli yang memasuki portal dikirim kembali." Balas Gin.
"Gin, apa tidak masalah jika aku meninggalkanmu sendiri, aku dan Karen akan memasuki lubang portal." Kata Clue. Gin terkejut mendengar kata Clue lalu berkspresi sedih. "Jika kamu memasuki lubang portal aku akan kesepian." Clue memeluk Gin dan mengusap rambutnya. "Tenanglah Gin,aku tidak akan lama. Aku akan membantai ras orc, ogre dan iblis secara cepat." kata Clue.
"System, apakah tidak ada cara untuk membawa Gin memasuki portal." Gumam Clue. "Ada, anda tinggal menyuruh dia berteleportasi menuju dunia itu dengan token teleportasi." Balas System.
Mendengar balasan mata Clue berbinar dan bergumam. "Aku lupa tentang token teleportasi." "Gin aku mempunyai cara untuk membawamu ke dunia itu." Kata Clue. "Ahh, bagaimana caranya sayang." Gin berkata dengan semangat. "Kita hanya perlu berteleportasi ke dunia itu." Kata Clue. "Ahh, apa kamu bisa berteleportasi ke dunia lain." Gin terkejut. "Bisa, tapi dengan bantuan ini." Kata Clue mengambil token teleportasi tingkat menengah. Gin dan Karen memandang token di tangan Clue.
"Bagaimana bisa kamu memiliki token hebat seperti itu sayang, bahkan seorang ahli prasasti level 9 tidak bisa membuat token teleportasi yang bisa melintasi dunia lain." Kata Gin. "Haha, aku membuatnya sendiri." Clue tertawa. "Ehh." Gin dan Karen terkejut. Mereka berdua tidak pernah melihat Clue membuat token, dan menatap Clue dengan curiga. "Kalian berdua jangan menatapku seperti itu. Apa kalian ingin aku makan." Clue tersenyum. Gin dan Karen tersipu mendengar kata Clue.
"Baiklah, kalian berdua ambil ini." Clue memberikan masing-masing dua token teleportasi kepada Gin dan Karen. "Gin apa kamu tahu nama dunia itu." Kata Clue. "Semua orang menyebut dunia itu colloseum." Balas Gin. "Ehhh." Clue terkejut dengan nama dunia. "Baiklah, Gin, Karen sebut nama dunia tujuan teleportasi dan alirkan mana ke token." Kata Clue.
Gin dan Karen mengangguk. "Teleportasi menuju dunia colloseum." Kata Gin dan Karen bersamaan. Clue lalu melihat tubuh Gin dan Karen bersinar lalu menghilang. Melihat mereka berdua menghilang Clue memegang token teleportasi dan berkata. "Teleportasi menuju dunia colloseum." Detik berikutnya tubuh Clue bersinar dan menghilang.
Beberapa detik kemudian Clue melihat dirinya ada di padang rerumputan. Clue melihat ke langit dan terkejut bahwa ada 2 matahari. "Aneh, ada dua matahari disini." Kata Clue. "Energi alam disini juga sebanding dengan dunia hijau." Kata Clue. "Sepertinya aku terpisah dengan Gin dan Karen." Gumam Clue. "Aku tidak khawatir dengan Gin karna dia seorang peringkat raja, sedangkan Karen hanya peringkat ss level 2." Kata Clue. "Aku telah gagal berkali-kali melindungi wanitaku, kali ini aku tidak akan gagal lagi untuk melindungi Gin dan Karen." Clue mengepalkan tinjunya lalu terbang dengan cepat ke utara.
Sementara itu Karen sedang berada di sebuah hutan. "Uhh, aku berpisah dengan tuan." kata Karen bersedih. "Jika aku tidak menemukan tuan selama sebulan, aku akan kembali ke dunia hijau." Kata Karen lalu terbang ke barat.
Saat ini Clue yang terbang merasakan ada seseorang tidak jauh darinya di depannya. "Level 750 sampai 80. Aku ingin tahu, apakah mereka iblis, orc atau ogre." Kata Clue lalu menghilang. Detik berikutnya Clue muncul di 10 meter dari manusia babi. "Hehe, aku menemukan orc." Kata Clue.
Semua orc melihat Clue yang muncul tiba-tiba dan berkata. "Tidak kusangka, setelah baru saja tiba, kita bertemu dengan manusia." Kata salah satu Orc. "Benar, keberuntungan kita tidak buruk." Orc lain tersenyum.
"Hahaha." Clue tertawa mendengar obrolan orc. "Kalian sungguh bodoh, kalian akan menikmati skill meteorku." Kata Clue lalu bergumam. "Aktifkan skill meteor target Orc." Detik berikutnya Clue melihat bahwa meteor raksasa jatuh dari langit.
"Ahh, apa itu." Teriak orc. "Sialan, batu itu sangat besar sekali, ayo lari." Teriak salah satu Orc. "Clue mencibir lalu menghilang." Clue saat ini 5 kilo meter dari lokasi pertamanya, dan melihat meteor yang dia panggil menghantam tanah. "Booom!!." Clue melihat ledakan besar dan hembusan angin yang sangat kencang. "Jika tertimpa batu meteor sebesar itu, meski peringkat raja level 3 pasti mati, tapi itu hanya tebakanku." Kata Clue.
Saat ini 10 km jauhnya dari tempat Clue. Seorang perempuan melihat batu meteor yang membuat ledakan besar. "Apakah itu sebuah skill, jika itu sebuah skill. Bahkan peringkat raja akan mati jika terkena batu besar itu." Kata perempuan dengan ekspresi serius.