
"Baiklah, malam ini aku menginap disini." Kata Clue. Ayah Dini tersenyum mendengar Clue setuju menginap dirumahnya. "Baiklah, aku akan pergi untuk menemui seseorang." Kata Clue menghilang.
Clue muncul di sebuah ruangan dan melihat Fernando dengan neneknya. "Apartemen tidak bisa di tempati. Jadi kita memutuskan kembali ke rumah." Kata Fernando. "Clue mulai saat ini kamu harus hati-hati. Asosiasi penjahat mungkin akan menargetkanmu." Kata nenek Fernando. Nenek Fernando telah melihat saat Clue konferensi pers bersama Presiden dan Khalid ketua asosiasi awakened Indonesia.
"Kamu tidak perlu khawatir nek. Aku sangat kuat." Clue tersenyum. "Malam ini aku akan tidur di luar." Kata Clue. "Baiklah." Nenek Fernando mengangguk. "Berkultivasilah, saat ini kamu masih lemah." Clue menepuk bahu Fernando. "Aku tahu." Fernando mengangguk.
6 Jam kemudian Clue berada di ruang makan Bersama Dini dan kedua orang tuanya. "Siapa yang kamu hubungi kak." Tanya Dini melihat Clue menutup panggilan. "Aku mengubungi presiden. Aku mengatakan tinggal di rumahmu dan besok dia akan mengirimkan uang kepadaku." Balas Clue. "Dini tidak salah memilih laki-laki." Ayah Dini tersenyum.
30 menit kemudian Clue berada di kamar dan melihat Dini mengetuk pintu. "Apa kamu sudah tidur kak." "Aku masih belum tidur." Balas Clue. Dini masuk ke dalam kamar. "Mengapa kamu kesini. Bagaimana jika orang tuamu tahu kamu masuk ke dalam kamarku." Tanya Clue.
"Justru orang tuaku yang menyuruhku untuk tidur bersamamu kak." Balas Dini tersipu malu. Clue tidak terkejut mendengar kata Dini. Clue telah hidup lama dan melihat berbagai sifat manusia. Clue berdiri dan memeluk pinggang Dini.
"Orang tuamu tidak tahu bahwa kita telah berhubungan badan berkali-kali." Kata Clue meremas pantat Dini. "Tapi sekarang orang tua Dini akan tahu bahwa kita telah berhubungan badan kak." Balas Dini tersenyum. Clue dan Dini berbaring di kasur dan saling berciuman.
"Hehehe. Sebentar lagi aku akan memiliki cucu." Ayah Dini tersenyum saat mendengar suara ******* Dini. "Dini masih sekolah yah. Apa tidak masalah jika dia hamil." Tanya Ibu Dini. "Clue adalah awakened rangking s dan mengenal Presiden, peraturan sekolah pasti bisa dirubah olehnya." Ayah Dini tersenyum.
Keesokan harinya Clue dan Dini keluar dari kamar. "Apa kalian berdua tidur dengan nyenyak." Kata ayah Dini. "Kami berdua tidur dengan nyenyak paman." Balas Clue. "Mengapa kamu masih memanggilku paman. Dan tidak memanggilku ayah mertua." Balas ayah Dini.
"Aku dan Dini masih belum menikah. Jadi saya masih memanggil anda paman." Balas Clue duduk di kursi. "Jadi kapan kamu akan menikahi Dini." Tanya ayah Dini. "Setelah Dini lulus sekolah." Balas Clue. "Lalu bagaimana jika Dini hamil." Balas ayah Dini. "Aku akan menikahi Dini. Jika dia hamil." Balas Clue. Mendengar obrolan Clue dengan ayahnya Dini tersipu malu. Sedangkan Clue yakin bahwa Dini yang manusia biasa tidak akan bisa hamil dengannya.
"Apa kamu hari ini libur sekolah." Tanya Clue melihat Dini yang sedang makan. "Dini libur sekolah kak." Dini mengangguk. "Setelah aku menerima uang dari presiden. Ayo kita keluar." Balas Clue. "Baik kak." Dini mengangguk.
2 Jam kemudian Clue mendengar suara ketukan pintu. Clue membuka pintu dan melihat 4 pria berseragam hitam membawa 10 koper. "Letakan saja di lantai." Kata Clue melihat 4 pria. "Baik." Pria meletakan 10 koper di lantai.
"Kami akan kembali saudara Clue." Kata salah satu pria. "Kembalilah." Kata Clue menaruh 10 koper yang berisi uang 10 milyar ke dalam tabel penyimpanan. Clue masuk ke dalam rumah dan melihat Dini. "Ayo pergi." "Baik kak." Dini tersenyum. Clue dan Dini kemudian menghilang.
Saat ini di suatu tempat puluhan pria dan wanita sedang berkumpul. "Bos, mengapa kamu mengumpulkan kami semua hanya untuk membunuh 1 pria." Kata pria berotot melihat pria berjaz hitam.
"Dia adalah awakened rangking s dan memiliki kemampuan teleportasi. Dengan kemampuan teleportasinya, dia bisa melarikan diri dengan mudah. Jadi kita harus membunuhnya dalam satu serangan, agar dia tidak bisa teleportasi." Kata pria berjaz hitam. "Hehe, bos memang cerdas. Aku lupa dia memiliki kemampuan teleportasi dan dapat pergi kemana saja dia inginkan." Pria berotot tertawa.
Saat ini Clue dan Dini sedang berada di kebun binatang. "Sayang kelinci ini sungguh imut." Kata Dini menyentuh kelinci bewarna putih. "Jika kamu suka kelinci mengapa tidak memeliharanya saja." Kata Clue. Clue tiba-tiba melihat kejauhan dan berkata. "Para kecoak itu sepertinya ingin mati." Clue tiba-tiba menghilang bersama Dini.
"Ahh. Mengapa kita kembali ke rumah kak." Dini terkejut. "Aku ingin membunuh beberapa kecoak." Kata Clue menghilang.
Saat ini Fernando sedang bertarung melawan 3 pria. "Hebat, meski kamu awakened tingkat 8. Berkat kemampuan berserkmu. Kamu mampu bertarung seimbang dengan awakened tingkat 9. Tapi sayang sekali kamu bertarung denganku yang juga memiliki kemampuan memperkuat fisik." Kata pria berotot kemudian tubuhnya menjadi warna hitam.
Pria berotot kemudian berlari ke arah Fernando dan meninjunya. "Uuhh." Fernando terdorong mundur 2 meter saat menahan tinju pria berotot menggunakan kedua tangannya. "Booom." Bola meledak saat mengenai tubuh Fernando. "Lawanmu bukan dia saja." Kata pria berpakaian merah.
Fernando mengusap darah di bibirnya dan melihat pria berpakaian merah. "Aku akan membunuhmu." Teriak Fernando melesat ke arah pria berpakaian merah. "Buukk." Fernando melihat pria berpakaian hijau tiba-tiba muncul di sampingnya dan memukul wajahnya. "Apa kamu tidak dengar. Lawanmu adalah kami bertiga."
Clue muncul sejauh 30 meter dari lokasi Fernando. Dan melihat Fernando yang kesulitan melawan 3 pria. "Pengalaman bertarungnya masih kurang. Terlebih lagi 3 lawannya lebih kuat darinya." Kata Clue muncul di samping Fernando.
"Apa kalian tidak malu mengeroyok pemuda berusia 16 tahun." kata Clue melihat 3 pria. "Akhirnya kamu muncul juga." Pria berotot tersenyum melihat Clue. "Kraakkk." Clue melihat sebuah tanaman mengikat dirinya dan kedua kakinya tiba-tiba menyatu dengan tanah. Clue juga melihat tubuhnya membeku dengan cepat.
"Wuush." Clue melihat puluhan pria muncul dan mengelilingi dirinya. "Apa kamu punya kata-kata terakhir." Pria berjaz hitam melihat badan Clue yang hampir menjadi kristal es. "Kalian Semua akan mati." Balas Clue. "Semuanya serang dia." Kata pria berjaz hitam.
Puluhan pria kemudian menyerang Clue dengan kemampuan mereka. "Booom!!." Ledakan besar terjadi. "Clue." Fernando berteriak melihat puluhan awakened tingkat 9 menyerang Clue secara bersamaan.
"Tangkap dia." Kata pria berjaz hitam melihat Fernando. "Hei. Aku masih belum mati." Clue berjalan keluar dari asap ledakan. "Mustahil, bagaimana kamu bisa selamat setelah menerima serangan puluhan awakened tingkat 9." Pria berjaz hitam terkejut melihat Clue yang baik-baik saja tanpa luka sedikitpun di tubuhnya.
"Sebelum menyerangnku. Seharusnya kalian mencari tahu dulu seberapa kuat diriku." Kata Clue menjentikan jarinya. "Wuussshh." "Ahhhh." Api tiba-tiba muncul dan membakar puluhan awakened tingkat 9 termasuk pria berjaz hitam. "Aku juga berterimakasih. Berkat dirimu mengumpulkan semua anggota asosiasi penjahat. Aku tidak perlu membunuh kalian satu persatu." Clue menyeringai melihat pria berjaz hitam.
Clue menjentikan jarinya kemudian api tiba-tiba menghilang. "Sebenarnya aku ingin membakar kalian menjadi abu. Tapi tubuh kalian akan di jadikan bukti. Bahwa aku membunuh semua anggota asosiasi penjahat di negara ini." Kata Clue melihat puluhan mayat dengan badan hangus.
Clue kemudian mulai menghubungi Khalid. "Aku telah membunuh semua anggota asosiasi penjahat. Suruh bawahanmu di cabang Jember untuk mengambil mayat mereka. Saat ini aku berada di jalan 69." Kata Clue menutup panggilan.
"Aku pikir kamu mati saat terkena puluhan serangan awakened tingkat 9." Fernando berjalan ke arah Clue. "Apa kamu bercanda. Bagaimana bisa para kecoak itu membunuhku. Meski seluruh awakened di dunia ini menyerangku secara bersama. Aku tidak akan terluka sedikitpun." Clue mencibir.