
Sementara itu disebuah ruangan tepatnya di pedalaman pegunungan area bahaya ada seorang pria paruh baya sedang duduk disebuah kursi dan meminum anggur. "Tuan, manusia itu sudah membunuh ribuan bangsa kita." Kata pria tua berkata dan membungkuk kepada pria paruh baya. "Hmm, apakah kamu tidak bisa untuk mengurusi manusia yang hanya peringkat A level 3." Kata pria paruh baya. "Tapi manusia itu aneh tuan. Dia mempunyai kekuatan setara dengan peringkat A level 5." Balas pria tua.
"Hmm. suruh mereka yang mencapai peringkat A level 4 dan 5 untuk membunuh manusia itu." kata pria paruh baya. "Baik tuan." Balas pria tua lalu meninggalkan.
"Hmm. Manusia dari benua selatan berani menganggu kami di benua timur. Untungnya dia tidak melebihi peringkat A level 5. Jika dia melebihi peringkat A level 5. Aku akan kembali ke benua selatan dan berkata kepada para orang tua untuk membunuh semua manusia dan elf di benua selatan, karena sudah menghianati perjanjian." Kata pria paruh baya.
3 hari kemudian di sebuah kota ada dua orang elf yang sedang duduk di sebuah ruangan. "Kenapa kamu datang kemari." Kata elf pria paruh baya. "Aku datang kemari untuk memberitahu bahwa ada manusia yang datang ke benua timur." Kata elf yang memiliki bekas luka di wajahnya "Hmm, lalu apakah kamu membunuh manusia itu." balas elf pria paruh baya.
"Tidak. Manusia itu saat ini berada di pegunungan area bahaya." Balas elf yang memiliki bekas luka di wajahnya. "Oh. Lalu apa kamu perlu bantuanku untuk memasuki pegunungan area bahaya." Balas elf paruh baya. "Benar, aku perlu bantuanmu." Kata elf yang memiliki bekas luka di wajahnya.
"Heh, kamu tahu kan ada perjanjian antara ras elf dan monster dari benua selatan. Jika ada seorang ahli peringkat A level 6 di atas yang memasuki pegunungan area bahaya dan membunuh monster. Maka ras elf dibenua selatan akan dibunuh." Kata elf paruh baya. Elf yang memiliki bekas luka di wajahnya hanya terdiam mendengar kata elf paruh baya.
"Meski aku membenci manusia, aku tidak akan memasuki pegunungan area bahaya. Ras monster mempunyai sebuah kristal yang bisa memberitahu ke benua selatan bahwa suku elf kita telah melanggar perjanjian. Kamu pasti tahu akibatnya setelah ras kita melanggar perjanjian." Kata elf paruh baya. "Lalu apakah kita akan membiarkan manusia itu." balas elf yang memiliki bekas luka di wajahnya.
"Jika kamu memiliki keberanian masuklah ke pegunungan area bahaya dan menemukan manusia tersebut. Atau tunggu sampai manusia itu keluar dari pegunungan area bahaya." Kata elf paruh baya. "Baiklah, aku akan menunggu dia." Balas elf yang memiliki bekas luka diwajahnya.
5 bulan sekali lagi berlalu, selama sebelas bulan Clue berburu monster di pegunungan area bahaya siang dan malam. Selama di pegunungan area bahaya Clue hanya tidur dan berhubungan badan dengan Ratna 2 kali dalam sebulan. Itupun mereka mencari sebuah gua untuk beristirahat dan berhubungan badan. Clue dan Ratna tidak pernah meninggalkan pegunungan area bahaya sama sekali.
Alasan utama Clue tidak meninggalkan pegunungan area bahaya adalah untuk mempercepat dia naik level. Terlebih lagi saat hendak menuju ke perbatasan pegunungan area bahaya, Clue merasakan ada elf yang berjaga di perbatasan pegunungan. Clue tahu bahwa ada elf yang mengincar dirinya. Meski Clue mempunyai token teleportasi untuk berpindah tujuan. Clue tidak pernah menggunakannya sama sekali dalam sebelas bulan.
Saat ini Clue sedang memeluk Ratna di sampingnya. Clue melihat sebuah istana di kejauhan. "Mungkinkah itu istana ras monter." Gumam Clue saat merasakan ada ratusan monster dengan level 760 sampai 800 yang setara dengan peringkat A level 5.
"Semua status monster melebihi 40 poin. Terlebih lagi semua monster mempunyai kemampuan yang menambakan 40% kekuatan, agility dan vitalitas. Anehnya para monster peringkat A level 5 memakai peralatan level 4." Gumam Clue di pikirannya.
Selama bulan lalu Clue telah bertarung dengan monster peringkat A level 5 yang berwujud manusia. Monster itu juga memakai peralatan level 4 seperti ras manusia dan elf.
"Sayang, apakah kamu yakin akan menyerang istana para monster." Kata Ratna di samping Clue. Clue merenung dan bergumam di pikirannya "Saat ini levelku mencapai 755 dan statuku setara level 887. Aku sangat yakin tidak ada monster yang bisa mengalahkanku. Tapi itu beda lagi jika melawan ratusan monster yang statusnya mencapai 840. Jika mereka semua mengeluarkan skill mereka. Aku tidak dapat menghindarinya dan mungkin akan terluka parah." Clue menghela nafas.
"Jika hanya puluhan para monster aku yakin bisa mengalahkan mereka semua. Tapi jika ratusan aku tidak yakin." Kata Clue. Ratna hanya terdiam.
Sementara itu di sebuah istana. "Heh, manusia itu berani untuk datang kemari. Brown. Paradon. Ayo pergi." "Baik tuan." Ketiga pria setengah baya melesat ke luar istana dan menuju ke arah Clue.
Clue yang berdiri di kejauhan dan sedang menatap istana melihat notifikasi yang muncul di depannya "Musuh datang dari arah utara dengan niat buruk. Jumlah musuh tiga orang, kekuatan musuh level 799, 800 dan 835.
"Hmm, mungkin dia bosnya. Meski aku bisa mengalahkannya, tapi ini bukan waktunya. Aku harus segera kembali ke benua barat." Kata Clue lalu mengambil sebuah token teleportasi. "Teleportasi ke perbatasan benua barat" (Tujuan terdeteksi teleportasi akan dilakukan dalam hitangan 3 detik) Notifikasi pun muncul di depan Clue.
Ketiga pria paruh baya terkejut melihat Clue dan Ratna tiba-tiba menghilang. "Tuan manusia itu mempunyai harta yang sangat misterius. Terlebih lagi manusia itu mengancam kita." Kata pria paruh yang berotot. "Hmm. ayo kita kembali terlebih dahulu dan membicarakan di istana." Kata pria paruh baya lalu melesat menuju ke arah selatan.
Sementara itu Clue dan Ratna sudah berada di sebuah tepi pantai. "Sepertinya kita sudah tiba di benua barat." Kata Clue. "Sayang, kenapa kita tidak teleportasi ke kerajaan glizzard secara langsung." Balas Ratna. "Tidak. Aku akan mengunjungi sebuah kerajaan terlebih dahulu." Balas Clue.
Sekali lagi Clue mengambil sebuah token teleportasi dan berkata. "Teleportasi ke akademi knight di kerajaan silver crown" (Tujuan terdeteksi teleportasi akan dilakukan dalam hitangan 3 detik) Melihat notifikasi muncul di depannya, Clue mulai memegang tangan Ratna. (3) (2) (1) Detik berikutnya tubuh Clue dan Ratna bersinar.
Kemudian Clue dan Ratna tiba di depan sebuah gerbang. Beberapa penjaga terkejut melihat ada seorang pria dan wanita dan perempuan yang tiba-tiba muncul. Namun penjaga berteriak dan membungkuk setelah sadar siapa yang muncul. "Salam patriack Clue." penjaga lainnya terkejut dan mulai berteriak dan membungkuk. " Salam patriack Clue.
Clue mengangguk kepada penjaga dan mulai memasuki akademi bersama Ratna yang disampingnya. Saat Clue memasuki akademi banyak murid yang hormat kepadanya. "Salam patriack Clue." "Salam patriack Clue." para murid mengerti bahwa patriack mereka adalah jenius yang tidak akan pernah muncul salama ribuan tahun. Terlebih lagi status patriack mereka adalah seorang pangeran di kerjaan besar.
Para murid perempuan mulai tersipu saat melihat Clue dan berkata. "Salam patriack Clue." para murid perempuan berharap bisa menarik perhatian patriack mereka.
Ratna yang di samping Clue berkata. "Sayang. dimana pun kamu berada. Semua perempuan selalu tertarik padamu. Entah itu di kerajaan glizard, benua timur. Bahkan murid mu sendiri." "Hehe. Itulah pesona pria tampan." Clue tertawa. "Huh." Ratna mendengus.
Tidak lama kemudian beberapa orang tua datang dan menyambut Clue. "Salam patriack" kata beberapa orang tua. Clue mengangguk dan terus berjalan. Clue melihat orang tua yang datang kepadanya lalu berkata. "Salam patriack." Orang tua itu adalah Jack wakil patriack akademi knight.
"Aku ingin mengobrol denganmu tentang perkembangan akademi knight selama 1 tahun." Kata Clue lalu berjalan memasuki area pusat, diikuti oleh Jack. Tidak lama kemudian Clue dan Ratna tiba disebuah ruangan diikuti Jack dibelakangnya.
"Jack bagaimana keadaan akademi knight selama setahun ini." kata Clue duduk di sebuah kursi dengan membelai rambut Ratna di sampingnya. "Keadaan akademi knight semakin membaik patriack, setelah kami diberi sumber daya oleh kerajaan glizzard." Kata Jack senang. "Oh, baguslah kalau begitu. Ini ambil." Clue melemparkan cincin penyimpanan kualitas sedang kepada Jack.
Melihat Jack menangkap cincin penyimpanan yang dilempar olehnya Clue berkata. "Di dalamnya ada seratus pil level 2 dan seribu pil level. Meski itu hanya pil level 1 dan 2 jangan pernah meremehkan khasiatnya." "Baik patriack" Jack mengangguk dia percaya kata-kata Clue. karena dalam usia muda dia telah menjadi peringkat A. "Baiklah. Kamu ambilah 10 pil level 2 dan bagikan sisa pil level 2 ke pada para elder, dan seribu pil level 1 kepada para murid yang kamu anggap jenius." Balas Clue. "Baik patriack." Jack mengangguk.
"Baiklah kalau begitu, aku ingin istirahat. Jangan mengangguku jika tidak penting." Kata Clue. "baik patriack." Jack mulai meninggalkan.
Clue mulai melihat Ratna yang berada disampingnya dan berkata. "kamu sudah sangat tidak sabaran." Kata Clue saat memegang celana dalam Ratna yang sudah basah. "Huh, kita sudah tidak melakukannya lebih dari 15 hari." Ratna tersipu dan mendengus.
"Hehe, kamu tahu kan di benua timur itu waktunya untuk berburu bukan bersenang-senang. Tapi beda lagi jika tidak di benua timur." Kata Clue lalu menggendong Ratna ke sebuah ranjang. "emmm." Clue mencium bibir Ratna dan meremas payudaranya. "Sayang, aku sudah tidak tahan." Kata Ratna mulai membuka pakaiannya dan celana dalamnya. "Hehe, baiklah. aku akan bermain denganmu selama sehari penuh." Clue menyeringai.
6 jam kemudian, di sebuah ruangan di akademi knight terdengar seseorang yang tertawa bahagia. "Hahaha, aku akhirnya mencapai peringkat A." Kata orang tua yang tidak lain adalah Jack wakil patriack akademi knight.
"Efek pil yang diberi patriack sangat menabjukan aku pikir akan ada banyak elder dan para murid yang menerobos." Kata Jack tersenyum. Dalam beberapa ruangan lain terdengar suara orang tertawa bahagia. Benar perkataan Jack, banyak para elder dan murid yang menerobos berkat pil yang Clue beri.