
Clue mengambil 1 koper yang berisi uang 1 milyar dan memberikan kepada Fernando. "Di dalamnya ada 1 milar, kamu bisa menggunakannya untuk menyewa apartemen atau membeli rumah." Kata Clue. "Hari ini aku dan nenek akan mencari hotel. Besok aku akan membeli rumah." Balas Fernando, "Baiklah." Kata Clue berjalan keluar ruangan.
Clue melihat Samuel ketua asosiasi awakened cabang Jember berjalan ke arahnya. "Apa kamu baik-baik saja." Kata Samuel. "Aku baik-baik saja. Terimakasih sudah mengkhawatirkan diriku." Clue menepuk bahu Samuel dan menghilang. "Membunuh ratusan awakened tingkat 9 dan 10 awakened tingkat s dengan mudah. Dia adalah monster." Kata Samuel.
3 hari telah berlalu setelah Clue membunuh ratusan anggota asosiasi penjahat. Saat ini Clue dan Dini berada di sebuah kamar. "Aahh. Sudah jam 7, aku terlambat sekolah." Kata Dini bangun dan melihat jam di dinding.
"Tidak perlu cemas. Aku akan mengantarmu sekolah dan bicara pada gurumu." Clue mengelus rambut Dini. "Baiklah, Dini akan mandi dulu kak." Dini mencium pipi Clue dan berjalan ke kamar mandi. Clue berdiri dari kasur dan masuk ke dalam kamar mandi. "Ayo kita mandi bersama." Kata Clue mengambil sabun dan mengossok punggung Dini.
1 Jam kemudian Clue berada di sekolah Dini. "Kak, gara-gara kamu Dini terlambat 1 jam." Dini cemberut melihat Clue. "Mengapa kamu menyalahkanku. Bukankah kamu juga menikmatinya." Balas Clue. Dini tersipu malu saat mendengar kata Clue.
"Baiklah kak. Aku akan masuk ke kelas. Nanti jangan lupa jemput Dini" Dini mencium pipi Clue lalu masuk ke dalam kelas. "Ahh. bukankah dia Clue awakened tingkat s." kata seorang murid. "Kak Clue. Bisakah aku berfoto denganmu." Kata murid lain. "Baiklah, ayo kita berfoto." Balas Clue.
Saat ini Dini berada di dalam kelas dan melihat murid perempuan berbisik kepadanya. "Din apa hubunganmu dengan Clue awakened tingkat S yang terkenal itu." "Aku kekasihnya." Balas Dini tersenyum. "Heh, jangan berbohong. Perbedaan usiamu dengannya sangat jauh." Murid perempuan tidak percaya. "Aku tidak berbohong." Balas Dini.
Sementara itu di negara lain. Pria berambut pirang sedang duduk di kursi dan berkata. "Tidak ada kabar dari Yuji dan yang lain." "Jangan bilang mereka semua terbunuh oleh 1 orang." Kata pria berjenggot. "Bagaimana bisa 1 manusia membunuh ratusan awakened tingkat 9 dan 10 awakened tingkat s." kata wanita berambut pirang.
"Tidak ada yang mustahil jika pria itu adalah awakened yang memiliki kekuatan 3000 poin." kata pria berambut pirang. "Lalu apa yang akan kita lakukan. Yuji dan awakened tingkat s lainnya hanya sedikit lemah dari kita. Jika kita melawan orang itu, bukankah kita sama saja bunuh diri." Kata pria berjenggot. "Untuk saat ini kita mencari semua informasi dirinya dan kelemahannya." Kata pria berambut pirang.
Saat ini Clue berjalan keluar dari sekolah Dini dan melihat sebuah pesan masuk di smartphonenya. "Hari ini aku tidak ada jadwal kuliah. Ayo kita pergi keluar." Clue membaca pesan dari Aina. "Aku akan ke rumahmu." Clue membalas pesan dan menghilang.
Saat ini Aina sedang duduk di kursi dan melihat suara ketukan pintu. Aina membuka pintu dan melihat Clue. "Ahh, baru saja aku menerima balasan pesanmu. Dan kamu sudah ada disini." Kata Aina. "Tunggu sebentar, aku akan mandi." Kata Aina.
"Tidak perlu, ayo kita mandi di kolam renang." Balas Clue. "Baiklah. Aku akan ambil pakaian renang dulu." Aina berjalan ke kamarnya. Tidak lama kemudian Aina keluar kamarnya dengan membawa tas. "Aku sudah siap." Kata Aina melihat Clue.
Clue teleportasi bersama Aina dan muncul di sebuah hotel. "Mengapa kita ke hotel." Tanya Aina. "Hotel ini juga memiliki fasilitas kolam renang." Clue memeluk pinggang Aina dan berjalan ke arah hotel. "1 kamar untuk 1 hari." Clue memberikan uang 5 juta kepada resepsionis wanita. "Ikuti saya bos." Kata Resepsionis wanita mengantarkan Clue dan Aina ke sebuah kamar.
Tidak lama kemudian Clue dan Aina tiba di kamar mereka. "Makan siang akan kami antarkan ke kamar anda pada jam 12 siang, dan makan malam akan kami antarkan jam 7 malam." Kata Resepsionis memberikan kunci kamar kepada Clue.
"Jika anda butuh sesuatu silakan hubungi saya." Resepsionis tersenyum dan berjalan pergi. "Apa kita akan menginap di hotel sampai pagi." Tanya Aina. "Apa kamu tidak mau." Clue memeluk pinggang Aina. "Aku tidak keberatan." Balas Aina tersipu malu.
"Baiklah, ganti pakaianmu. Setelah itu ayo kita berenang." Kata Clue menampar pantat Aina. "Ahhh." "Baiklah." Aina mengelus pantatnya dan masuk ke dalam kamar mengganti pakaiannya.
"Byuurr." Aina melompat ke kolam renang. "Byuurr." Clue melompat ke kolam renang dan berdiri di samping Aina. Clue memeluk pinggang Aina dan mencium bibirnya. "Eeemm." Aina memeluk Clue.
"Eehh. Bukankah dia Clue awakened tingkat s." kata seorang pria. "Tidak salah lagi dia Clue. Apa wanita yang diciumnya itu kekasihnya." Kata pria lain. "Aku iri dengan wanita itu. Karena bisa jadi kekasih Clue." Kata seorang wanita.
Mendengar obrolan orang-orang yang mengatakan dirinya kekasih Clue. Aina tersipu malu. "Kak, seperti apa hubungan kita sekarang." Aina menatap Clue. Clue tahu dengan maksud Aina. "Aina aku menyukaiku. Maukah kamu menjadi kekasihku." Clue menatap Aina. "Aku mau kak." Aina tersenyum. Clue dan Aina mulai berciuman di kolam renang.
30 Menit kemudian Clue dan Aina selesai berenang dan berjalan ke arah kamar mereka. Setelah masuk ke dalam kamar, Clue dan Aina mulai berciuman di ranjang. "Kak, kamu harus berjanji untuk tidak meninggalkanku." Aina menatap Clue.
"Dia mengatakan hal yang sama dengan Dini." Gumam Clue. "Baiklah, aku berjanji." Balas Clue mengangguk. Aina tersenyum mendengar jawaban Clue. Clue melepas pakaian renang Aina dan melihat dada bulat Aina. "Kamu memiliki dada yang indah." Kata Clue menjilati dada Aina. "Eemm." Aina mendesah dan memeluk Clue.
1 Jam kemudian Clue dan Aina berbaring di ranjang tanpa mengenakan pakaian. "Makanlah ini." Kata Clue memberikan pil spirit level 1 kepada Aina. "Pil apa ini kak." tanya Aina. "Itu adalah pil awakened. Setelah kamu memakannya kamu memiliki kekuatan setara awakened tingkat 1." Clue menjelaskan.
"Aahh. Dari mana kakak mendapatkan pil luar biasa seperti ini." Aina terkejut. "Aku yang membuatnya." Balas Clue. "Cepat makanlah." Kata Clue. Aina mengangguk dan menelan pil. Clue menyentuh bahu Aina dan membantu Aina menyerap energi di dalam pil.
1 Menit kemudian Clue melepas bahu Aina. "Kak, apa aku sekarang menjadi awakened tingkat 1." Tanya Aina merasakan energi aneh di tubuhnya. Aina juga merasa tubuhnya di penuhi stamina dan kekuatan.
Clue mengambil alat pengukur awakened di tabel penyimpanannya. "Sentuhlah." Kata Clue melihat Aina. Aina kemudian menyentuh alat. "Tittt." Aina melihat angka 103 yang muncul. "Aku benar-benar menjadi awakened." Aina berkata dengan badan gemetar.
"Kamu tidak menjadi awakened. Tapi kamu memiliki kekuatan yang setara awakened tingkat 1." Clue menjelaskan. Aina meneteskan air mata dan memeluk Clue. "Terimakasih kak." Clue tersenyum dan memeluk Aina.
2 Jam kemudian Clue melihat Aina sedang tidur di sampingnya. "Sudah waktunya Dini pulang sekolah." Gumam Clue melihat jam di dinding. Clue turun dari kasur dan memakai pakaian.
Clue menghilang dan muncul di depan sebuah sekolah. "Kak." Clue melihat Dini berlari ke arahnya dan memeluknya. Clue mengelus rambut Dini dan berkata. "Ayo kita pulang." Kata Clue teleportasi bersama Dini.
Clue dan Dini muncul di sebuah ruangan. "Aku akan pergi." Kata Clue mencium kening Dini dan menghilang. "Dia seperti hantu datang dan pergi sesuka hatinya." Kata ayah Dini melihat Clue yang menghilang. "Kak Clue bukan hantu yah." Balas Dini. "Ayah hanya bercanda." Ayah Dini tersenyum.
Clue kembali ke hotel dan berbaring di samping Aina yang tertidur. "Terimakasih kak sudah membuatku menjadi awakened." Clue melihat Aina yang mengigau. "Dia bahkan mengigau di dalam tidurnya." Clue tersenyum dan mencium kening Aina.