Rebirth With System

Rebirth With System
S5 Hera



"Seorang pria harus menepati perkataanya sendiri. Seharusnya kamu malu tidak menepati perkataanmu." Pria paruh baya melihat Clue. "Sebenarnya aku ingin memberikan kristal mana setelah menciumnya. Tapi anakmu justru mengusirku. Aku sangat kecewa padanya." Clue menghela nafas.


"Berhenti bicara omong kosong. Dari awal kamu tidak ada niat memberiku kristal mana kualitas tinggi." Hera menatap Clue. "Jika kamu bersedia tidur denganku. Aku akan memberimu kristal mana tingkat tinggi." Clue menyeringai.


"Buuzzz." Pria paruh baya mengeluarkan auranya saat mendengar kata Clue. "Nak apa kamu ingin mati." Pria paruh baya menatap Clue dengan tajam. "Kamu bukan lawanku." Clue muncul di belakang pria paruh baya dan memukul lehernya. "Buukk." "Uuhh." Pria paruh baya jatuh ke tanah tidak sadarkan diri. "Ayah." Hera terkejut Clue mengalahkanya ayahnya yang berada pada tingkat kaisar dengan mudah.


"Sekarang apa yang akan kamu lakukan." Clue tersenyum dan berjalan ke arah Hera. "Jangan mendekat." Hera ketakutan dan berjalan mundur. "Tuan." Clue melihat 2 pria berlari ke arahnya. "Dasar penganggu." Clue muncul di depan 2 pria dan memukul leher mereka. "Uuhh." Dua pria memegangi leher mereka dan terjatuh ke tanah.


"Benar apa yang akan kamu lakukan sekarang." Clue tersenyum dan berjalan ke arah Hera. "Apa yang kamu inginkan dariku." Teriak Hera. "Aku menginkan tubuhmu." Clue mengelus wajah Hera. "Berhentilah bermimpi." Sebelum menyelesaikan perkataanya Clue mencium bibir Hera. "Eeemm." Hera berusaha melawan Clue, namun dia lebih lemah dariku.


"Bibirmu sangat manis." Clue menyentuh bibir Hera. "Tolong hentikan." Hera menangis. "Mengapa kamu menangis, bukankah kita sepasang kekasih." Clue mengusap air mata Hera. "Jika begitu aku tidak ingin menjadi kekasihmu." Balas Hera.


Clue terkejut mendengar kata Hera. "Apa kamu tidak suka dengan pria tampan sepertiku. Jangan bilang kamu menyukai wanita." Melihat Hera yang tidak menjawabnya Clue menghela nafas. "Aku tidak menyangka kamu menyukai wanita." Clue menghela nafas dan duduk di kursi.


"Duduklah." Kata Clue melihat Hera. Entah mengapa Hera menuruti perkataan Clue dan duduk di depannya. "Tuangkan aku teh." Kata Clue memegang cangkir. Hera mengangguk dan menuangkan Clue teh.


"Apa kamu tahu jika wanita menyukai sesama jenis adalah perbuatan salah." Clue meminum teh dan melihat Hera. "Mengapa bisa salah." Tanya Hera. "Jika semua perempuan di dunia ini tidak menyukai pria dan menolak tidur dengan pria. Maka umat manusia di dunia ini akan musnah, karena tidak ada bayi yang lahir di dunia ini." Clue melihat Hera.


"Tapi mustahil semua perempuan di dunia ini seperti diriku. Jadi apa yang kamu katakan tidak mungkin terjadi." Balas Hera. "Kamu lebih rendah dari hewan. Bahkan hewan bisa membedakan lawan jenis." Clue menatap Hera dengan sinis. Mendengar jawaban Clue Hera merasakan sakit di hatinya. Selama hidupnya Hera tidak pernah menerima hinaan pada dirinya. Clue melihat Hera kemudian menghilang.


Clue muncul di penginapan dan melihat Ray yang sedang menyerap energy di dalam kristal. Clue membuka tabel penyimpanan dan mengambil 2 kristal mana kualitas tinggi. "Sepertinya aku harus mencari kristal mana lagi." Kata Clue mulai menyerap energy di dalam kristal.


3 Jam kemudian Clue telah menyerap 2 kristal mana kualitas tinggi. "Tabel status." Kata Clue kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Clue


Usia : 130 Tahun


Level : 200 next level (19,460/200,000,000) exp


Ras : High Divine Being


Kekuatan : 200.019.460


Agility : 200.019.460


Vitalitas : 200.019.460


Ki/Mana : 200.019.460/200.019.460


Info : Penjelajah multiverse


"Sepertinya perjalananku untuk balas dendam masih lama." Clue menghela nafas saat melihat statusnya.


Sementara itu pria paruh baya terbangun dan melihat dirinya berada di kasur. "Ayah." Hera melihat ayahnya sudah tersadar. "Apa yang terjadi." Tanya pria paruh baya bingung. Hera kemudian menjelaskan bahwa Clue mengalahkannya dengan mudah.


"Dia adalah jenius karena mencapai tingkat kaisar dalam usia muda." Kata pria paruh baya. "Benua manusia memiliki 10 negara. Dan federasi yang mengatur 10 negara. Dia pasti berasal dari 9 negara lainnya atau federasi," Hera terkejut mendengar kata ayahnya.


"Pria itu sepertinya menyukaimu. Jika kamu bersamanya, kemungkinan status kita akan naik." Kata pria paruh baya. "Tapi aku tidak menyukainya." Balas Hera. "Di usiamu sekarang, kamu seharusnya memiliki pasangan. Dia juga memiliki wajah yang cukup tampan." Balas pria paruh baya. Hera terdiam mendengar kata ayahnya.


Keesokan harinya Clue berada di restoran seorang diri karena Ray, Fernando, Viona dan Ambar masih menyerap energy di dalam kristal. Clue yang sedang makan melihat Hans masuk ke dalam restoran dan berjalan ke arahnya. "Tuan Hector ingin bertemu dengan anda." Balas Hans. "Katakan padanya untuk menemuiku. Bukan aku yang pergi menemuinya." Balas Clue. "Baik." Hans mengangguk dan berjalan ke luar restoran.


10 Menit kemudian Clue melihat pria paruh baya berambut biru masuk ke dalam restoran bersama Hera. "Selamat datang tuan Hector, putri Hera." Pelayan restoran menyambut pria paruh baya dan Hera dengan hormat.


"Duduklah." Kata Clue melihat Pria paruh baya dan Hera. "Pelayan restoran terkejut saat melihat Clue menyuruh Hector dan Hera duduk. Pelayan tahu bahwa Hector adalah seorang Baron yang menguasai kota dan memiliki kekuatan tingkat kaisar.


Pria paruh baya dan Hera duduk di meja yang sama dengan Clue. "Pelayan aku pesan 3 gelas teh tambahan." Kata Clue. "Baik." Pelayan mengangguk dan berjalan ke dapur. "Apa yang ingin kamu katakan." Clue melihat pria paruh baya.


"Jika anda tertarik dengan putriku. Anda bisa bersama dengan putriku." Pria paruh baya tersenyum. "Apa anda tidak tahu bahwa putri anda menyukai sesama jenis." Clue melihat pria paruh baya. Pria paruh baya terkejut mendengar kata Clue dan melihat Hera. "Hera apa yang di katakannya benar." Mendengar kata ayahnya Hera mengigit bibirnya dan mengangguk.


"Hera, sejak kapan kamu menyukai sesama jenis." Pria paruh baya terkejut mendengar jawaban Hera. "Sejak 5 tahun lalu." Balas Hera. "Uuhh, sepertinya aku gagal menjadi seorang ayah." Pria paruh baya memegangi kepalanya. Hera mengigit bibirnya saat mendengar kata ayahnya.


"Ini pesanan anda." Pelayan restoran membawa 3 gelas teh. "Minumlah dulu." Kata Clue melihat pria paruh baya dan Hera. Pria paruh baya dan Hera meminum teh. "Sepertinya tidak ada lagi yang bisa di bicarakan." Kata Clue berdiri.


"Aku bisa berubah." Hera melihat Clue. "Benar, jika anda sering menghabiskan waktu bersama putriku. Putriku pasti akan menyukai anda." Pria paruh baya melihat Clue. "Aku sudah tidak tertarik dengan putrimu lagi. Dan bayarlah 3 gelas teh itu." Balas Clue berjalan pergi. "Ayah kecewa denganmu Hera." Pria paruh baya melihat Hera. "Maaf." Hera mengigit bibirnya dan meminta maaf.


Beberapa menit kemudian Clue tiba di penginapan dan melihat Ray sedang berbaring di kasur. "Apa kamu sudah selesai menyerap semua kristal mana." Tanya Clue. "Aku sudah menyerap semua kristal mana yang kamu berikan." Ray menyeringai menunjukan giginya. "Setelah Fernando dan Ambar selesai menyerap semua kristal mana. Kita akan meninggalkan kota ini." Clue berbaring di ranjang. "Baiklah." Balas Ray.


1 Jam kemudian Clue yang sedang berbaring mendengar suara ketukan pintu. "Tok" "tok." "Masuklah." Saat pintu terbuka Clue melihat Hera yang masuk ke dalam kamarnya. Clue sudah tahu bahwa Hera yang datang. "Ada apa kamu kesini." Clue melihat Hera.


"Bisakah kamu menyuruh anjingmu keluar." Hera melihat Ray. "Ray keluarlah." Clue menepuk kepala Ray dan berbicara di pikirannya. "Ciihh, baiklah." Ray berjalan keluar kamar. Hera menutup pintu kemudian melepas pakaiannya.


"Mengapa kamu melepas pakaianmu." Clue melihat Hera. "Aku tidak percaya, jika kamu tidak tertarik lagi denganku." Hera berjalan ke arah Clue. "Apa ayahmu yang menyuruhmu melakukan ini." Balas Clue. "Tidak, aku datang kesini karena kemauanku sendiri." Balas Hera.