Rebirth With System

Rebirth With System
S2 Membuat Pasukan Budak II



2 jam kemudian Clue yang sedang berlari melihat sebuah akademi didepannya. "Apakah itu akademinya." Kata Clue. "Benar sayang, itu akademi Fallen." Balas Milea disampingnya. "Semuanya ikuti aku." "baik tuan." Balas para budak Clue.


"Ah." Penjaga terkejut melihat kedatangan para ahli. "Kamu menjaga kesini, aku akan melapor ke elder luar." kata salah satu penjaga berlari panik melihat kedatangan puluhan ahli.


Clue yang saat ini sudah berada di depan gerbang akademi bersama Milea dan para budaknya berkata. "Cepat panggilkan semua elder dan patriack akademi ini." kataClue mengayunkan tangannya.


"Crack." "bruak." Beberapa pohon di samping Clye mulai roboh. Penjaga mulai ketakutan dan menuju ke dalam. "Kalian hanya diam, tunggu perintahku untuk bergerak." Kata Clue. "Baik tuan." Balas semua budak Clye.


Sementara itu di dalam akademi. "Apa, puluhan ahli datang kesini." Kata pria paruh baya melihat penjaga di depannya. "Benar elder rik." Balas penjaga. "Ahh, patriack." Penjaga terkejut melihat patriack berjalan diikuti oleh puluhan elder. "patriack." Pria paruh baya membungkuk.


"Ayo kita lihat dan apa mau mereka." Kata seorang pria tua bejenggot. "Baik patriack." Pria paruh baya membungkuk dan mengikuti pria tua sama seperti pria lainnya.


Tidak lama kemudian Clue yang berada di luar akademi melihat puluhan orang yang berjalan ke arahnya. "Ahh, itu dia." Salah satu pria terkejut saat melihat Clue. "Apakah kamu pencuri berambut putih." Kata pria tua yang tidak lain adalah patriack akademi.


"Benar itu aku." Balas Clue. "Apa yang kamu inginkan." Kata pria tua. Dia tahu ada yang tidak beres dan entah kenapa puluhan ahli dibelakangnya seperti mengikuti Clue. Bahkan Lim walikota kota Exiris ada di balakangnya serta Hana salah satu elder dalam di akademinya yang merupakan peringkat SS level 9.


Puluhan elder akademi juga tidak bodoh. Mereka tahu ada yang tidak beres saat melihat puluhan ahli yang sekuat mereka bahkan lebih kuat dari mereka, mengikuti pemuda berambut putih yang seperti berusia 20 tahun.


"Karena akademi kalian ikut konstribusi dalam upaya penangkapanku. Aku ingin kalian semua yang memiliki peringkat ss level 6 di atas menjadi budakku." Kata Clue. "Apa." semua elder akademi terkejut mendengar kata Clue, termasuk patriack akademi.


"Benar, kalian akan menjadi seperti mereka." Kata Clue menunjuk puluhan orang dibelakangnya. Semua elder akademi terkejut. "Apa yang dia punya sehingga mereka memilih untuk menjadi budaknya." Gumam seorang elder. Elder lain pun mulai berpikiran sama.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan jika kami tidak ingin menjadi budakmu." Balas pria tua. "kalian semua akan mati." Clue menyeringai. Patriack dan semua elder terkejut mendengar kata Clue . "Patriack, aku tidak rela menjadi budaknya. Ayo kita bertarung sampai mati." Kata seseorang.


Detik berikutnya Clue tiba-tiba menghilang lalu kembali lagi sementara pisau di tangannya berlumurah darah. "Bukk." Pria yang bicara ingin melawan Clue sampai mati, jatuh di tanah dengan kepala terpotong.


"Itu adalah contoh pertama, contoh kedua kalian semua yang berani menolak." Clue menyeringai. Patriack dan semua elder terkejut melihat Clue begitu cepatnya membunuh seseorang peringkat SS level 8 begitu mudah.


"Apakah peralatan yang kamu kenakan level 7." Tanya pria tua. "Benar, memangnya kenapa." Balas Clue. "Aku hanya bertanya." Pria tua menghela nafas dan berkata. "Jika aku saja yang menjadi budakmu, apakah kamu akan membiarkan semua orang selamat." "Patriack." Semua elder berteriak. "Lebih baik kami mati dari pada menjadi budaknya." "betul patriack." Teriak beberapa orang.


"Ahh." "ahhh." Detik berikutnya beberapa orang berteriak. Patriack terkejut melihat Clue tiba-tiba menghilang dan tidak merasakan kehadirannya sama sekali. Sementara puluhan ahli yang datang bersama Clue tetap diam di tempat tidak bergerak sama sekali.


Pria tua mulai mengerti situasinya dan mulai ketakutan. "Cukup, jangan bunuh yang lain." Teriak pria tua. "Ahhh. Ahh." jika mereka tidak mau menjadi budakku, aku akan membunuh mereka." Kata Clue. "Awalnya Clue tidak ingin membantai banyak manusia, tapi karena ratusan akademi dan sekte ingin melawannya. Clue akan menghancurkan mereka dan membunuh semua orang yang berani melawannya.


"Berlututlah kalian." Kata Clue tiba-tiba muncul di udara. Patriack dan para elder yang menyerah mulai berlutut. "Aku tanya sekali lagi, apakah kalian bersedia menjadi budakku." Kata Clue. "Aku bersedia menjadi budakmu." "Aku juga bersedia." Semua elder mulai bicara bahkan patriack juga bicara.


"Baiklah, kalian para ahli di bawah peringkat ss level 6 membuat barisan di kiri, dan kalian peringkat ss level 6 di atas berbaris di kanan." Kata Clue. para elder akademi mulai berbaris. 


"Bukankah aku berkata, aku hanya akan membuat para ahli peringkat ss level 6 di atas menjadi budakku." Kata Clue. Semua elder di barisan kiri menghela nafas sementara semua elder di barisan kanan cemberut.


Clue mulai berjalan ke salah satu pria dan menyentuh kepalanya. "ahh." pria menjerit dan pingsan. Semua elder terkejut melihat pria tidak sadarkan diri. "Tenang, saat dia bangun. Dia akan menuruti perintahku." Kata Clue. "Glek." Semua orang di barisan kanan menelan air liur.


Beberapa menit kemudian Clue selesai membuat semua elder di barisan kanan menjadi budaknya. "20 peringkat ss level 6, 10 peringkat ss level 7, 6 peringkat ss level 8, 4 peringkat ss level 9 dan 2 peringkat ss level 10. Total 42 orang dan di tambah 73 menjadi 115 orang. Tersisa 885 orang lagi yang bisa kujadikan budak." Gumam Clue.


"Baiklah, bagi kalian peringkat ss level 5 dibawah. Kalian beruntung karna terlalu lemah dan aku tidak tertarik untuk menjadikan kalian budak." Kata Clue. Mendengar kata Clue ekspersi mereka jelek karna dikatakan lemah, tapi mereka juga menghela nafas dan beruntung tidak dijadikan budak oleh Clue.


"Kalian semua serahkan pil level 7 yang kalian punya juga batu alam." Kata Clue melihat budaknya di barisan kanan dan para elder yang tidak dia jadikan budak di bagian kiri. "Baik tuan." Balas para budak Clue di barisan kanan. Semua elder di barisan kiri tidak menyesal menyerahkan pil level 7 dan batu alam mereka. Asalkan mereka bisa tetap hidup.


Clue menerima semua pil level 7 dan batu alam dari semua orang dan berkata. "Baiklah, mulai saat ini akademi fallen berada di kendaliku. Kalian yang tidak kujadikan budak, tetaplah di akademi" "baik tuan." Semua orang mengle nafas mendengar kata Clue.


"Kalian, sekte dan akademi mana lagi yang ikut berkontribusi dalam memberikan batu alam untuk menangkapku." Kata Clue. "Sekte Poland tuan." "Akademi nusantara tuan." "Akademi black comodo tuan." Clue mendengar semua orang berkata.


"Cukup." Kata Clue. Semua orang berhenti bicara. "Aekte atau akademi terdekat dari sini apakah ikut berkontribusi." Kata Clue. "Ikut tuan, sekte red bull ikut berkontribusi." Kata beberapa orang.


"Baiklah, kita akan beristirahat 1 jam, lalu menuju sekte red bull." Kata Clue. "Baik tuan." Balas semua orang. "Jing yan. Antar aku ke dalam." Kata Clue. "baik tuan." Balas pria tua. "Hana kemarilah ikuti aku." Kata Clue. "Baik tuan." Wanita berumur 40an dengan badan seksi mengikuti Clue.


"Huh, kenapa kamu tidak mengajakku." Milea cemberut kepada Clue. "Kamu tidak perlu di ajak sudah mengikutiku." Clue tertawa. Milea tersenyum kecut lalu mengikuti Clue.


"Patriack." "Tuan Clue." semua murid mulai membungkuk saat melihat pria tua dan Clue. Clue mengabaikan para murid dan menuju ke dalam. "Tidak kusangka pemuda itu yang merampokku beberapa tahun lalu telah membuat patriack menjadi budaknya." Pemuda menghela nafas. "shiit, kecilkan suaramu, dan panggil dia tuan Clue." kata seseorang disampingnya.


Tidak lama kemudian Clue sudah berada di sebuah ruangan bersama 2 orang yang tidak lain adalah Milea dan Hana. "Aku akan menyerap batu alam, kalian berdua berkultivasi juga." Kata Clue. "Baik tuan." Balas Hana. "Uhh, oke sayang." Milea cemberut namun tetap duduk di samping Clue dan berkultivasi. Clue juga mulai menyerap batu alam.


1 hari telah berlalu dan saat ini Clue sedang terbaring di sebuah kamar dengan Milea. Clue awalnya ingin bermain dengan budak barunya Hana, namun Milea dengan agresif memaksa untuk berhubungan badan dengannya seperti hari-hari lainnya.


"Cepatlah menerobos, kamu tahu aku tidak puas dengan punyamu yang sudah longgar." Kata Clue. Mendengar kata Clue ekpresi Milea menjadi jelek dan berkata. "Itu karna punyamu terlalu besar sayang, dan kita setiap hari selalu berhubungan badan." "Ohh, bukankah kamu yang selalu ingin berhubungan badan setiap hari." Balas Clue. Mendengar kata Clue. Milea hanya bisa cemberut.