
"Byuuurr." Gelembung air meledak kemudian kupu-kupu hitam tergeletak di tanah. Jennie menyentuh kepala kupu-kupu dan berkata. "Aku Jennie ingin membuat kontrak denganmu. Aku berjanji tidak akan memperlakukanmu dengan buruk."
Badan kupu-kupu tiba-tiba bersinar, Clue melihat cahaya putih dari tubuh kupu-kupu masuk ke tubuh Jennie. Saat sinar putih masuk ke tubuh Jennie, Clue merasa kekuatan Jennie bertambah. "Manusia di dunia ini sangat cepat jika ingin bertambah kuat, namun kekuatan itu juga akan menghilang. Jika hewan yang di kontraknya meninggal." Gumam Clue.
"Selamat bibi, kamu dapat kontrak dengan hewan yang kamu inginkan." Ning er berkata dengan senang. Jennie tersenyum kemudian mengelus kepala kupu-kupu hitam dan berkata. "Aku akan memanggilmu si hitam mulai sekarang." Mendengar kata Jennie Clue bergumam. "Nama yang familiar, mengingatkanku kepada masa lalu." Clue menghela nafas. "Baiklah, ayo kita cari kelinci yang Ning er inginkan." Kata Clue. "Baik." Jennie mengangguk. Clue, Jennie dan Ning er kemudian mulai berjalan ke utara.
"Dewa Clue, mengapa hewan yang kita temui tidak menyerang kita." Jennie bingung. "Itu karena mereka takut denganku." Balas Clue melihat seekor panda putih yang ketakutan dan bersembunyi di balik pohon. "Wahh, dewa kucing sungguh menajubkan." Ning er takjub.
20 Menit kemudian Clue melihat kelinci putih sebesar 1 meter. "Umurnya hampir mendekati 1000 tahun. Ini kelinci yang cocok untukmu Ning er." "Yeaayy. Akhirnya aku bisa kontrak dengan kelinci." Ninger berteriak senang.
Clue tiba-tiba muncul di depan kelinci kemudian memukul kepalanya ke bawah. "Booomm." Kelinci menghantam tanah dan tidak sadarkan diri. "Baiklah, buat kontrak dengannya." kata Clue melihat Ning er. "Baik." Ning er mengangguk kemudian buku perak muncul di depannya.
Ning er berjalan ke arah kelinci kemudian menyentuh kepalanya. "Aku Ning er ingin membuat kontrak denganmu. Ning er berjanji akan memperlakukanmu dengan baik." Kelinci putih kemudian mulai bercahaya, sekali lagi Clue melihat cahaya putih yang masuk ke dalam tubuh Ning er.
"Hehe, mulai sekarang kamu akan ku berikan nama little puppy." Ning er tertawa. "Sial, dia kelinci, bukan anak anjing." Clue menepuk kepalanya. "Baiklah, karena kalian berdua sudah berhasil membuat kontrak. Ayo kita kembali ke kota." kata Clue. "Baik." Ning er dan Jennie mengangguk.
Beberapa menit kemudian Clue, Jennie, dan Ning er berada di depan sebuah akademi. "Akademi Shrek." Clue melihat papan nama akademi. "Berapa biaya mendaftar." Tanya Jennie. "1 keping emas untuk biaya mendaftar." Kata seorang pria yang duduk di depan pintu masuk akademi. Jennie kemudian memberikan 1 keping emas kepada pria.
Pria kemudian memberikan sebuah kartu kepada Jennie. "Masuklah ke dalam." Kata pria. "Baik." Jennie dan Ning er kemudian masuk ke dalam akademi. Saat masuk ke dalam akademi. Jennie melihat pria yang sedang duduk di kursi. "Apa anakmu ingin mendaftar." Tanya pria melihat Ning er.
"Benar, dia ingin mendaftar." Balas Jennie melihat Ning er. "Persayaratan mendaftar adalah umur di bawah 20 tahun, memiliki grimoire perak dan sudah kontrak dengan hewan di atas umur 600 tahun." kata pria. "Aku tahu." Balas Ning er kemudian grimoire perak muncul di depannya.
"Oh, grimoire perak." Pria melihat Grimoire di depan Ning er. "Summon Little puppy." Teriak Ning er kemudian kelinci putih muncul di sampingnya. "Kamu dan kelincimu sentuh bola ini secara bergantian." Kata pria memegan bola kristal hitam.
Ning er kemudian menyentuh bola dan muncul angka 10. "Umur lulus." Pria mengangguk. Kelinci putih kemudian menyentuh bola kemudian angka 995 muncul. "Baik, mulai sekarang kamu adalah murid akademi shrek." Pria memberikan sebuah lencana perunggu kepada Ning er. Carilah ruang guru Qing er dan minta pakaian murid baru. "Baik." Ning er mengangguk kemudian masuk ke dalam.
Saat ingin mengikuti Ning er Pria berkata. "Pengantar hanya bisa sampai disini, tidak bisa masuk lebih dalam." "Biar aku yang bersama Ning er, kamu kembalilah dulu ke penginapan." Clue mengirimkan pesan suara ke dalam pikiran Jennie. "Baik." Jennie mengangguk kemudian berjalan pergi. Melihat Jennie pergi, Clue menghilang kemudian muncul di samping Ning er.
"Dewa Clue, dimana bibi." Tanya Ning er. "Dia tidak di izinkan masuk, jadi aku menyuruhnya kembali ke penginapan." Balas Clue. "Ahh, jadi begitu." Ning er mengangguk.
Setelah sampai di depan ruangan, Ning er mengetuk pintu. "Tok, tok. Guru Qing er bisakah saya masuk." "Masuklah." Mendengar balasan, Ning er membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.
Clue melihat wanita yang sedang duduk di kursi dan bergumam. "Dia wanita paling cantik yang aku temui, semenjak aku menjadi kucing." "Ada perlu apa" tanya wanita berambut hitam panjang melihat Ning er. "Aku adalah murid baru. Aku kemari untuk meminta sebuah pakaian." Ning er menunjukan lencana perunggunya.
Wanita melihat lencana kemudian berkata. "Berdirilah." Ning er kemudian berdiri. Wanita kemudian mulai mengukur bentuk tubuh Ning er. "Besok kamu bisa mengambil bajumu." "Baik." Ning er mengangguk. "Saya pergi dulu guru Qing er." "Pergilah." Balas wanita. Ning er membungkuk kemudian berjalan keluar.
Clue dan Ning er kemudian meninggalkan ruangan dan berjalan ke arah pria yang menerima pendaftaran murid baru. "Paman, aku sudah bertemu guru Qing er." Pria melihat Ning er kemudian memberikan sebuah kertas. "Itu adalah jadwal kelas untuk murid baru." "Terimakasih paman." Ning er membungkuk kemudian berjalan dan mulai membaca jadwal kelas.
"Dewa kucing, jadwal kelas hari ini, akan dimulai 5 menit lagi." Kata Ning er. "Tunggu apa lagi, ikutkah kelas itu. Aku akan menemanimu." Balas Clue. "Baik." Ning er mengangguk penuh semangat.
Tidak lama kemudian Ning er masuk ke dalam ruangan dan melihat beberapa murid berpakaian biru yang sedang duduk. "Apa kamu murid baru." Seorang gadis bertanya kepada Ning er. "Benar, aku murid baru." Ning er mengangguk. "Namaku Sofia." Gadis mengulurkan tangannya. "Namaku Ning er." Ning er tersenyum dan menjabat tangan Sofia.
"Duduklah di sampingku." Kata Sofia. "Baik." Ning er kemudian duduk di samping Sofia. "Kucing peliharaanmu sungguh lucu, bolehkah aku memeluknya." Sofia melihat Clue yang duduk di samping Ning er. Mendengar kata Sofia, Clue melompat ke kepala Sofia. "Ahhh." Sofia menjerit kaget.
Saat hendak memegang Clue, Sofia melihat seorang pria yang memasuki ruangan. "Selamat siang guru Xiao San." Teriak semua murid di kelas. "Selamat siang juga murid-murid." Balas pria. "Oh, ternyata ada murid baru. Perkenalkan namamu." Pria melihat Ning er. "Perkenalkan Nama saya Ning er. Mulai hari ini saya menjadi murid akademi shrek." Ning er berdiri.
"Baiklah, duduklah kembali Ning er." kata pria. Ning er kemudian duduk. "Karena ada murid baru bapak akan menjelaskan pengetahuan dasar tentang dunia ini." kata pria melihat semua murid. "Grimoire adalah buku sihir yang bisa di miliki semua orang setelah berumur 10 tahun." "Pak, mengapa harus berumur 10 tahun untuk setiap orang membangkitkan grimoire." Tanya seorang murid.
"Dahulu kala semua manusia di dunia ini menjadi pakan ternak para monster, atau yang biasa kalian sebut hewan buas." Kata pria melihat semua murid. "Ada seorang anak kecil yang protes dan menghina para dewa karena dirinya harus terlahir sebagai makanan hewan buas."
"Dan setelah anak kecil itu protes dewa turun dan memberikan sebuah buku kepada anak kecil. Saat di berikan buku, anak itu berusia 10 tahun. dan kalian tahu buku apa yang diberikan dewa kepada anak itu." "Grimoire." Teriak seorang murid. "Benar, dewa memberikan grimoire kepada anak kecil itu. Dan grimoire yang diberikan kepada anak kecil itu adalah grimoire divine. Grimoire paling tinggi yang hanya muncul seribu tahun sekali." Pria melihat semua murid.
"Pak guru, lalu apa yang terjadi setelah anak kecil itu mendapatkan grimoire divine." Tanya seorang gadis. "Menurut cerita, anak itu menjalin kontrak dengan burung phoenix berusia 40 ribu tahun yang tersegel di dalam grimoire divine. Setelah menjalin kontrak, dengan burung phoenix itu. Anak kecil mendapatkan kekuatan dari burung phoenix dan mulai membantai semua monster di dunia ini."
"Pak, siapa nama anak kecil itu." Tanya seorang murid. "Aku tidak tahu siapa nama anak kecil itu, tapi setiap orang di dunia ini menyebut dirinya kaisar sage." "Bukankah kamu sudah tahu cerita ini, mengapa bertanya lagi." kata seorang gadis. "Hehe, aku suka bertanya." Balas seorang murid.