
"Jika kalian tidak setuju menjadi budaknya, kalian hanya perlu untuk bersembunyi di lantai 99 dan 100 seperti keluarga Khan." Kata pria berjenggot. "Beri kami waktu untuk memikirkannya pemimpin." Kata seorang pria. "Baiklah, aku akan memberi kalian waktu untuk berpikir." Balas pria berjenggot.
6 Hari kemudian Clue berada di lantai 97 dan melihat 3 demi god serta puluhan ahli tingkat kaisar berdiri di depannya. "Oh, apa kalian menyerahkan diri." Clue tersenyum. "Benar, kami menyerahkan diri. Kami bersedia menjadi budak anda selama 100 tahun." kata pria berjenggot.
"Kamu pria yang cerdas, namun terhasut keluarga lain untuk menyerangku." Clue melihat pria berjenggot. Pria berjenggot hanya bisa tersenyum kecut mendengar kata Clue. "Baiklah, kalian bertiga kemarilah." Clue melihat 3 demi god. 3 demi god berjalan ke arah Clue. Clue melukai jarinya kemudian menyentuh dahi 3 pria. "Aktifkan kontrak budak." "Uuhhh." 3 pria memegangi kepala mereka.
"Siapa nama kalian bertiga." Clue melihat 3 pria. "Nama saya Sultan Osman, pemimpin keluarga Sultan." "Nama Saya Sultan Ahmad." "Nama saya Sultan Murad." Ketiga pria mengenalkan dirinya kepada Clue. Clue mengangguk kemudian melihat puluhan ahli tingkat kaisar. "Baiklah, giliran kalian semua untuk bersumpah setia." "Kami anggota keluarga Sultan, bersumpah setiap kepada tuan Clue." teriak puluhan ahli tingkat kaisar bersama.
"Bagus. Karena kalian semua sudah menjadi pengikutku, cepat keluarkan semua barang beharga kalian. Jika aku menemukan satu buah jarum yang kalian sembunyikan. Aku akan menghukum kalian." Clue tersenyum. Semua ahli tingkat kaisar terkejut mendengar kata Clue. "Jika dalam hitungan 5 detik kalian tidak menyerahkan barang beharga kalian. Kalian akan mendapat hukuman." Mendengar kata Clue semua ahli tingkat kaisar mulai menyerahkan harta mereka termasuk. Sultan Osman, Sultan Ahmad, dan Sultan Murad.
5 menit kemudian Clue melihat semua orang dan berkata. "Aku mengambil 20 air kehidupan tingkat rendah, 100 star pil, dan 3 token teleportasi khusus. Kalian bisa mengambil barang-barang ini." "Osman, antar aku berkililing kediamanmu." Clue melihat pria berjenggot. "Baik." Osman mengangguk. Clue, Mary dan Osman berjalan pergi meninggalkan semua orang. "Ambil barang-barang kalian." Kata Ahmad melihat semua ahli tingkat kaisar. "Baik." Balas semua ahli tingkat kaisar.
10 Menit kemudian Clue sedang duduk di kursi bersama Mary dan Osman. "Apa kemampuan keluargamu." Clue melihat Osman. "Kemampuan keluarga kami adalah berpedang dan Regenerasi." kata Osman memotong jarinya. Kemudian jarinya mulai tumbuh kembali dengan lambat.
"Apa kamu tetap hidup, jika kepalamu terpotong." Tanya Clue. "Saya akan tetap hidup, namun berbeda dengan ahli tingkat kaisar kebawah. Mereka semua akan mati jika kepala mereka hancur atau terlepas selama 60 detik. "Jadi mereka bisa hidup kembali, jika kepala mereka di satukan sebelum waktu 60 detik." Tanya Clue. "Benar tuan." Osman mengangguk.
"Baiklah, kamu bisa pergi." kata Clue melihat Osman. "Baik tuan." Osman mengangguk kemudian berjalan pergi. Clue melihat Mary dan berkata. "Aku akan menyelesaikan misi di lantai ini. kamu tunggulah disini." "Baik tuan." Mary mengangguk.
Keesokan harinya di lantai 98, di sebuah ruangan berkumpul puluhan orang. "Keluarga Osman telah menyerah pada kucing itu. Saat ini ada 9 demi god berada di pihak kucing." kata pria berambut kuning yang duduk di kursi. "Lalu apa yang akan kita lakukan pemimpin." Tanya seorang pria. "Tentu saja meninggalkan menara ini dan pergi ke dunia lain. Anggota keluarga Khan begitu bodoh. Apa mereka berpikir jika bersembunyi di lantai atas, kucing itu tidak akan menemukan mereka." kata pria berambut kuning.
"Jika kita tidak bisa turun ke lantai 1 untuk meninggalkan menara ini. Ayo kita pergi ke lantai 100 dan menemui system menara. Kita akan memintanya untuk mengeluarkan kita semua dari menara ini." kata pria berambut kuning. "Baik pemimpin." Teriak semua orang di dalam ruangan."
6 Hari telah berlalu, saat ini Clue berada di lantai 98 dan melihat sebuah villa yang tidak berpenghuni. "Sepertinya keluarga Rothschild telah pergi tuan." kata Mary melihat villa yang tidak berpenghuni. "Temukan barang beharga di villa itu, aku akan menyelesaikan misi." "Baik tuan." Mary mengangguk. Clue melihat Mary kemudian menghilang.
Saat ini di lantai 99, di sebuah ruangan berkumpul puluhan orang. "Keluarga Rothschild telah meninggalkan menara ini dengan meminta bantuan system." Kata seorang pria. "Kalau begitu tunggu apa lagi. Ayo kita pergi ke lantai 100 dan meminta system menara untuk mengeluarkan kami dari menara ini." kata pria berambut putih berdiri dari kursi. "Baik pemimpin." Balas semua orang.
Saat ini di lantai 100, beberapa orang sedang berkumpul di ruangan. "Ibu, apakah kita tidak meninggalkan menara ini." kata seorang pria melihat wanita. "Tidak, bukankah kalian juga bisa melihat masa depan." Balas wanita meminum secangkir the. Semua orang di dalam ruangan terdiam mendengar kata wanita.
8 Hari telah berlalu, saat ini Clue berada di lantai 100. "Ayo kita ke kediaman keluarga McCoy." "Baik." Clue dan Mary kemudian terbang ke arah sebuah istana. Clue berhenti di depan sebuah istana dan melihat seorang pria berjalan ke arahnya. "Tuan Clue, pemimpin keluarga kami telah menunggu anda." "Oh, kalau begitu antar aku ke dalam." Balas Clue melihat pria. "Baik." Balas pria kemudian mulai masuk ke dalam istana di ikuti Clue dan Mary.
Tidak lama kemudian Clue dan Mary masuk ke dalam ruangan. "Selamat datang tuan Clue." Clue melihat seorang wanita berambut hitam panjang. "Apa kamu pemimpin keluarga McCoy." Tanya Clue. "Benar, saya Rachel pemimpin keluarga McCoy." "Antar aku ke tempat system menara berada." Clue melihat Rachel. "Baik, silakan ikuti saya." Rachel kemudian berjalan keluar ruangan. Clue dan Mary kemudian mengikuti Rachel.
Tidak lama kemudian Clue berada di ruangan putih dan melihat kepingan hijau yang melayang di udara. "Akhirnya kamu telah sampai di lantai 100." Clue melihat sosok pria hologram yang tiba-tiba muncul dan berjalan ke arahnya.
Clue melihat pria hologram menepuk pundaknya. Rachel dan Mary terkejut saat pria hologram menepuk pundak Clue. "Sepertinya kamu adalah sosok yang terpilih." Kata pria melihat Clue. "Sepertinya pikiran kita sama. Kamu menunggu seseorang yang bisa menyerap dirimu. Sedangkan aku naik ke lantai ini untuk menyerap dirimu." Clue berjalan ke arah kepingan hijau.
"Selamat anda menemukan system nomor 1." "Apakah anda ingin menyerap system 200. Ya/Tidak." "Serap system nomor 1." Kata Clue. "Proses penyerapan dimulai." "Loading 0%." "Loading 0,1%." Kepingan hijau dan pria hologram tiba-tiba menghilang. Mary dan Rachel terkejut saat melihat kepingan hijau yang selama ini telah ada di menara tiba-tiba menghilang. "Baiklah Nona Rachel, ayo kita berbicara." Clue tersenyum melihat Rachel.
Beberapa menit kemudian Clue berada di ruangan bersama beberapa orang. "Apa kalian masih ingin tinggal di menara." Clue melihat Rachel dan 4 pria. "Apa kamu mengijinkan kami tinggal di menara." Tanya seorang pria. "Tidak, aku akan mengusir kalian semua." Clue menggeleng.
Rachel dan 3 pria tersenyum kecut mendengar kata Clue. "Jika kalian bersumpah setia menjadi pengikutku. Kalian bisa tinggal dengan bebas di menara ini. Kalian juga bisa pergi dari menara ini. Jika kalian tidak suka terhadapku." Clue melihat Rachel dan 3 pria.
"Apa anda tidak menaruh segel budak kepada kami berempat." Kata pria melihat Clue. "Tidak, aku dan keluarga kalian tidak memiliki dendam. Buat apa aku membuat kalian menjadi budak." Clue menggeleng.
"Apa anda bisa membawa seluruh anggota keluarga kami ke langit ke 7. Jika anda bisa membawa seluruh anggota keluarga kami ke langit ke 7. Keluarga kami akan menjadi pengikut anda selama 10 tahun." Rachel melihat Clue.
"Bagaimana bisa kamu tahu langit ke 7." Clue terkejut. "Kakek saya adalah seorang dewa. Seratus tahun lalu, dia kembali ke menara ini dan mengatakan bahwa sosok yang akan menjadi pemilik menara akan segera datang. Kakek juga berkata mintalah padanya untuk mengirim kalian semua ke salah satu planet di langit ke 7. Karena energi alam di sana tidak jauh lebih buruk dari pada di menara ini."
"Kakekmu adalah peramal yang hebat." Clue terkejut. "Apa kamu juga tahu bahwa langit ke 7 juga tempat para dewa tinggal." Tanya Clue melihat Rachel. "Saya tahu. Kakek juga pernah mengatakannya." Rachel mengangguk.