Rebirth With System

Rebirth With System
S4 Wulan



Tidak lama kemudian seorang pria berambut kuning muncul dan melayang di langit. "Aku datang kemari dengan cepat setelah mendengar bahwa ada manusia yang membunuh ras vampire. Ternyata manusia itu kamu Tian Long." pria melihat Tian Long.


"Lama tidak berjumpa Edward." Tian Long melihat Edward. "Karena kamu disini, aku akan membalas kekalahanku 10 tahun lalu." Edward melesat ke arah Tian Long. "Booommm." "Bruaakkk." Hembusan angin kencang memecahkan semua kaca bangunan.


"Kota ini akan hancur jika kita bertarung. Mengapa kita tidak mencari tempat sepi untuk bertarung." Edward melihat Tian Long. "Baiklah, ayo kita cari tempat sepi." Edward dan Tian Long kemudian menghilang.


"Ahh, apa dia Tian Long kultivator terkuat umat manusia." Bella terkejut. "Ya, dia adalah Tian Long cultivator terkuat umat manusia. Tapi sekarang dia sudah menjadi setengah dewa. Mungkin tidak butuh waktu lama bagi Tian Long untuk mengalahkan Edward." Balas Clue.


Bella terkejut dengan perkataan Clue. "Apa anda juga mengikuti pertarungan antar galaxy." Tanya Bella. "Oh, kamu juga tahu pertarungan antar galaxy." Clue melihat Bella. "Saya tahu. Karena Edward juga berpatisipasi dalam perang antar galaxy dan mendapatkan nomor 6. Dia kalah bertarung melawan Tian Long." Bella mengangguk.


"Ohh, ternyata dia vampire yang di bicarakan Tian Long." Clue mengangguk. "Meski Edward sudah menerobos demi god. Dia masih bukan tandingan Tian Long." Clue tersenyum. Clue tahu Tian Long bisa mengentikan waktu sama seperti dirinya. Jadi bukan masalah besar untuk mengalahkan Edward.


"Apa kamu mau bertaruh." Clue menatap Bella. "Bertaruh apa." Tanya Bella. "Aku bertaruh Tian Long bisa mengalahkan Edward dalam waktu di bawah 5 menit." Clue tersenyum. "Anda terlalu meremehkan Edward." Balas Bella. "Berani bertaruh atau tidak." tanya Clue. Bella terdiam mendengar kata Clue. Dia tidak tahu kemampuan Tian Long saat ini. mendengar kata Clue, Bella yakin Tian Long lebih kuat dari Edward.


Clue kemudian melihat waktu berhenti dan Bella tidak bergerak. "Oh, ternyata dia menghentikan waktu." Clue berubah menjadi manusia kemudian mengelus wajah Bella. "Dia memiliki wajah yang cantik. Tapi sayang mempunyai dada yang kecil." Clue memegang dada Bella.


Beberapa menit kemudian Clue melihat waktu berjalan kembali dan Bella bergerak. "Eh, mengapa aku merasa ada yang menyentuh dadaku." Bella menyentuh dadanya. Tidak lama kemudian Clue melihat Tian Long kembali dengan membawa Edward yang tidak sadarkan diri.


"Mengapa kamu tidak membunuhnya." Tanya Clue. "Saat hendak membunuhnya, aku merada ada sosok yang melihatku." Tian Long melihat Clue. "Jika begitu ayo kita pergi dari dunia ini. Aku tidak ingin berurusan dengan guardian." Balas Clue.


Tian Long melihat Bella dan berkata. "Rawat dia." "Bukk." Tian Long melempar Edward. "System, biarkan Tian Long masuk ke dalam menara." Clue memunculkan menara, kemudian Tian Long terhisap ke dalam menara.


"Baiklah, aku akan pergi." Clue melihat Bella. "Ahh, tuan kucing kumohon bawa aku meninggalkan dunia ini." Bella tersadar dari lamunannya dan memohon kepada Clue. "Baiklah, tapi jangan lupa apa yang kamu katakan tadi." Clue melihat Bella. "Saya tidak akan lupa." Bella tersipu. "Biarkan Dia masuk system." Bella kemudian terhisap ke dalam menara.


Saat hendak pergi Clue melihat waktu berhenti dan sosok berjubah merah muncul di depannya. "Mengapa ada mahluk ilahi tingkat rendah yang berada di dunia ini." Sosok berjubah merah melihat Clue. "Apa kamu dewa vampire. Guardian dunia ini." Clue melihat pria bermata merah.


"Benar, aku dewa vampire guardian dunia ini." balas pria melihat Clue. "Baiklah dewa vampire. Aku pergi dulu. Teleportasi ke planet berpenghuni dari sini." balas Clue lalu menghancurkan token teleportasi. Badan Clue bersinar kemudian menghilang.


"Dia menghilang dan aku tidak bisa merasakannya dalam jarak 900 juta km." Pria terkejut. "Sepertinya aku harus kembali ke dunia dewa dan mencari informasi tentangnya." Pria membawa Edward kemudian menghilang.


"Apa anda menyukai musik yang saya mainkan." Wanita melihat Clue. "Ya, musik yang kamu mainkan sangat indah." Clue memuji dengan tulus. "Bisakah kamu bermain kecapi dan juga bernyanyi." Clue duduk di sebuah batu. "Baiklah, sebagai hadiah pertemuan kedua kita. Wulan akan bernyanyi untuk anda." Wanita kemudian mulai beryanyi dan bermain kecapi. Clue yang mendengar suara wanita perlahan memejamkan matanya.


Beberapa menit kemudian wanita selesai bernyanyi. "Suaramu sangat merdu." Clue tersenyum melihat wanita. "Terimakasih atas pujian anda." Wanita tersenyum. "Benar, kamu mengatakan ini pertemuan kedua kita. Lalu apakah kita pernah bertemu sebelumnya." Tanya Clue.


"Anda telah mengalahkan saya di pertarungan antar galaxy." Balas wanita. Clue mengingat kenangannya dan berkata. "Oh, kamu wanita yang memainkan kecapi dan seruling itu." "Benar, saya kalah oleh anda. Karena ilusi saya tidak bergunan melawan anda." Wanita mengangguk.


"Jika boleh tau siapa nama anda." Tanya Clue meski sudah mengetahui nama wanita. "Nama saya adalah Wulan." Wanita mengenalkan dirinya. "Nona Wulan, nama saya adalah Clue. Jika boleh tau bisakah anda menceritakan tentang dunia ini padaku." Clue mengenalkan dirinya. "Baiklah, aku akan bercerita. Di dunia ini hanya di huni oleh manusia. Di dunia ini terdapat banyak kerajaan." Wulan kemudian mulai bercerita.


5 menit kemudian Clue melihat Wulan dan berkata. "Nona Wulan, apa anda tertarik untuk meninggalkan dunia ini bersamaku." "Berengsek, dasar playboy." Clue melihat layar yang menunjukan wajah Grace. Clue menutup layar di depannya.


"Dimana tujuan anda pergi." tanya Wulan. "Saya akan pergi ke dunia dewa. Nona Wulan saat ini adalah demi god. jika tinggal di dunia ini, perkembangan anda akan melambat." Clue melihat Wulan. "Cukup panggil aku Wulan." Wanita tersenyum. "Baiklah Wulan, apa kamu ingin ikut denganku ke dunia para dewa tinggal." Clue tersenyum.


"Wulan hanya wanita lemah yang baru menerobos demi god. Saat tiba di dunia dewa wulan pasti akan menjadi yang terlemah di sana. Wulan takut tidak bisa melindungi diri sendiri saat tiba di dunia para dewa." Wulan menghela nafas.


"Tenang saja, saya akan melindungimu." Clue tersenyum. "Berengsek kau Clue. Kau tidak pernah berkata ingin melindungiku. Bahkan di saat kita bertemu, kau menusuk jantungku." Clue melihat layar yang menujukan Grace sedang marah. Clue menutup layar kemudian berkata. "Bagaimana." Clue tersenyum. "Baiklah, saya harap tuan muda Clue bisa melindungi Wulan yang lemah ini." Wulan tersenyum.


Clue memunculkan menara kemudian berkata. "Biarkan aku dan Wulan masuk ke dalam menara." Clue dan Wulan kemudian terhisap di dalam menara. "Dimana ini tuan muda Clue." Wulan melihat kota di depannya.


"Kita berada di dalam menara. Dan cukup panggil aku dengan namaku." Clue tersenyum. "Anda memiliki barang yang luar biasa." Wulan terkejut. "Clue berengsek." Clue melihat Grace melesat ke arahnya.


"Ayo kita pergi." Clue memegang tangan Wulan dan berkata. "Teleportasi menuju lantai 100." Clue dan Wulan kemudian menghilang. "Bajingan kau Clue." Grace berteriak. Tian Long yang melihat dari jauh berkata. "Jika aku jadi Clue. Sudah pasti aku memilih Wulan yang lemah lembut dari pada Grace."


Saat ini Clue berada di lantai 100 dan melihat Rachel. "Akhirnya anda menemuiku." Rachel tersenyum melihat Clue. "Apa dia wanita baru anda." Rachel melihat Clue. "Uhuk, dia Wulan temanku." Clue melihat Wulan.


"Saya Wulan teman Clue." Wulan tersenyum. "Saya Rachel pengikut Clue." Rachel mengenalkan dirinya. "Saya tidak menyangka anda yang jauh lebih kuat dari saya menjadi pengikut Clue." Wulan terkejut.


"Dia lebih kuat dariku. Jadi wajar jika aku menjadi pengikutnya." Rachel melihat Clue. "Baiklah Rachel, kita berada di planet tempat tinggal Wulan di langit ke 7. Di dunia ini hanya ada manusia. apa kamu dan keluargamu ingin tinggal disini." tanya Clue.