
"Kamu tidak perlu khawatir. Aku bukanlah anggota asosiasi penjahat." Kata Clue melihat wanita. "Bisa kamu tunjukan kartu identitas awakened milikmu." Wanita melihat Clue. "Aku tidak memilikinya." Balas Clue mengambil botol bir dari tabel penyimpanan.
Wanita terkejut melihat botol bir muncul dari udara kosong. "Apa kamu ingin minum juga." Clue melihat wanita. "Tidak terimakasih." Wanita menggeleng. "Yakinlah bu, Clue bukan anggota asosiasi penjahat." Fernando melihat kepala sekolah.
"Baiklah, aku percaya dia bukan anggota asosiasi penjahat." Balas wanita. "Benar, namaku adalah Clue. Siapa namamu." Clue melihat wanita yang memiliki kulit putih dan berambut hitam panjang. "Aku adalah Erika kepala sekolah." Wanita mengenalkan dirinya.
"Erika saat akhir pekan. Maukah kamu keluar denganku." Clue tersenyum. Fernando terkejut saat mendengar kata Clue. "Jika kamu keluar denganku. Aku akan memberitahumu alasan Fernando bisa menjadi awakened tingkat 6." Kata Clue meminum bir. "Baiklah, aku setuju keluar denganmu." Balas Erika. "Bagus, kalau begitu aku pergi." Clue menghilang.
"Fernando temui Dafy. Katakan padanya kamu menjadi awakened tingkat 6 dan di pindahkan ke kelas A." kata Erika. "Baik bu. Jika begitu saya ijin pergi." Balas Fernando keluar dari ruangan.
Fernando masuk ke dalam ruang guru dan berjalan ke arah pria berorot. "Ada apa Fernando." Pria berotot melihat Fernando. "Pak Dafy, bu Erika menyuruhku untuk pindah ke kelas A." balas Fernando.
Pria berotot yang di panggil Dafy memeriksa kekuatan Fernando dan terkejut. "Sial, bagaimana bisa kamu menjadi awakened tingkat 6. Bukankah kemarin kamu awakened tingkat 1." Pria berotot yang di panggil Dafy terkejut. "Itu rahasia pak." Balas Fernando.
"Baiklah, mulai hari ini kamu di pindahkan di kelas A. Dan aku yang akan menjadi wali kelasmu." Balas pria berotot. "Jika begitu, pergilah ke kelas. Sebentar lagi pelajaran akan dimulai." Kata pria berotot. "Baik pak." Balas Fernando berjalan pergi.
"Ternyata tebakanku benar. Dia bukan awakened tingkat 1 lagi." Fauzi berdiri di samping pria berotot. "Aku akan menemui kepala sekolah dan bertanya kepadanya. Apa kamu mau ikut." Pria berotot melihat Fauzi. "Aku ikut." Balas Fauzi.
Fernando masuk ke dalam kelas dan melihat 30 murid yang semuanya awakened tingkat 5. "Oohh. Bukannya kamu murid baru di kelas E. Mengapa kamu disini." Kata murid perempuan berkacamata. "Sekarang aku awakened tingakat 6." Kata Fernando duduk di kursi kosong.
"Apa!." Semua murid terkejut mendengar kata Fernando. Karena semua murid di kelas adalah awakened tingkat 5. Pemuda berkacamata melihat Fernando dan berkata. "Aku tidak bisa merasakan kekuatannya. Dia pasti awakened tingkat 6." Semua murid menatap Fernando.
Fernando melihat wanita berkacamata masuk ke dalam kelasnya. "Selamat pagi bu." Semua murid berdiri dan berkata secara kompak. "Selamat pagi anak-anak." Balas wanita berkacamata. "Fernando bukankah kamu di kelas E. Mengapa kamu ada disini." Kata wanita berkacamata melihat Fernando.
"Aku sekarang di pindahkan di kelas A bu." Balas Fernando. Wanita berkacamata merasakan kekuatan Fernando dan terkejut. "Ternyata kamu bukan awakened tingkat 1 lagi." "Baiklah, kalian semua kumpulkan tugas yang ibu berikan. Termasuk kamu juga Fernando. Kumpulkan tugas yang ibu berikan di kelas E." "Baik bu." Balas Fernando dan semua siswa.
7 Jam kemudian Fernando mendengar suara speaker. "Pelajaran hari ini telah selesai. Semua murid di perbolehkan untuk pulang." "Pelajaran hari ini cukup sampai disini. Kalian bisa pulang." Kata pria kurus yang tidak lain Fauzi. "Baik pak." Balas Fernando dan semua murid.
"Fernando ayo ikut dengan kami." Fernando melihat tiga pemuda. "Ingin pergi kemana." Tanya Fernando. Seorang pemuda berbisik di telinga Fernando. "Baiklah, aku ikut." Fernando mengangguk. "Bagus." Ketiga pemuda tersenyum.
Fernando keluar dari sekolah bersama ketiga pemuda. "Fernando apa kamu jalan kaki ke sekolah." Tanya pemuda berambut pendek. "Benar, tempat tinggalku tidak jauh dari sini." Balas Fernando.
"Jika begitu kamu pergi denganku." Kata pemuda berambut pendek menaiki motor sport. 2 pemuda lainnya juga menaiki motor sport. "Brromm." "Brooom." Fernando dan ketiga pemuda pergi. "Sepertinya aku harus membeli motor juga." Gumam Fernando.
"Benar, ini Fernando dia baru menjadi awakened dan pindah sekolah." Pemuda berkulit putih mengenalkan Fernando. "Aku Nadia." Kata perempuan berambut coklat. "Fernando." Fernando dan perempuan berambut coklat berjabat tangan.
"Aku Veronica." "Aku Aurel." "Aku Ajeng." "Fernando." Fernando berjabat tangan dengan 3 perempuan. "Baiklah, ayo kita beryanyi." Kata pemuda berkulit putih masuk ke dalam ruangan bersama Nadia. Fernando melihat 3 teman sekelasnya masuk ke dalam ruangan yang berbeda bersama perempuan.
"Ayo kita masuk." Kata Fernando melihat perempuan bernama Veronica yang berkulit putih dan berambut hitam pendek. "Baik." Balas Veronica. Fernando dan Veronica masuk ke dalam ruangan.
"Kamu ingin menyanyikan lagu apa." Tanya Fernando. "Black pink Du du du." Balas Veronica. "Oohh. Apa kamu suka kpop." Tanya Fernando. "Benar, aku suka kpop. Apa kamu juga suka kpop." Balas Veronica. "Benar aku juga suka kpop." Fernando mengangguk.
Fernando dan Veronica mulai bernyanyi. "Wow, suaramu sangat bagus." Fernando memuji Veronica. "Suaraku biasa saja." Veronica tersenyum saat Fernando memujinya.
30 menit kemudian Fernando memeluk Veronica dari belakang. "Kamu sangat cantik. Aku jadi ingin memelukmu." Bisik Fernando di telinga Veronica. Melihat Veronica terus bernyanyi dan tidak keberatan di peluk. Fernando tersenyum dan menjilat leher Veronica. Badan Veronica gemetar saat Fernando menjilat lehernya.
Fernando memutar Veronica dan mencium bibirnya. "Eeemm." Veronica terkejut Fernando tiba-tiba mencium bibirnya. "Fernando kita baru saja kenal." Veronica mendorong Fernando. "Memang kenapa jika kita baru saja kenal." Balas Fernando mencium bibir Veronica.
Saat ini Clue yang berada di kamarnya melihat Fernando yang sedang berada di bar karaoke dan mencium seorang perempuan. "Dia lebih buruk dariku. Di usia 16 tahun aku tidak berani mencium perempuan yang baru saja kukenal." Clue membuka matanya dan terkejut.
Fernando mendorong Veronica di sofa dan mencium bibirnya. "Eeeemm." Veronica mengerang. "Kamu sungguh cantik Veronica." Fernando mengelus wajah Veronica. Melihat Veronica tidak marah. Fernando membuka pakaian Veronica. "Fernando apa yang kamu lakukan." Veronica terkejut.
Fernando mengabaikan Veronica dan melepas bra miliknya. Fernando melihat dada bulat milik Veronica dan menjilatinya. "Eeemm." Veronica mengerang dan menarik rambut Fernando.
5 menit kemudian Fernando berhenti menjilati dada Veronica. "Ayo kita ke hotel." Kata Fernando. Melihat Veronica tidak menjawab, Fernando membantu Veronica memakai pakaiannya.
Fernando menarik tangan Veronica dan berjalan keluar dari ruangan. "Temanku yang akan membayarnya." Kata Fernando melihat pria. "Baiklah." Balas pria. Fernando keluar dari bar karaoke dan berjalan ke arah hotel di samping bar karaoke.
"Aku memesan satu kamar." Kata Fernando melihat Resepsionis wanita. "Bisa tunjukan kartu identitas kalian." Tanya Resepsionis. Fernando menunjukan katu awakened miliknya. "Oohh. Seorang awakened." balas Resepsionis.
Resepsionis memberikan kunci kepada Fernando. "Kamar A 10." Fernando melihat nomor kunci. Fernando dan Veronica berjalan ke ruangan A 10. "Anak muda di jaman sekarang terlalu berani." Kata resepsionis wanita.
Tidak lama kemudian Fernando masuk ke dalam kamar lalu mencium bibir Veronica. "Eeemm." Veronica mengerang. Fernando mendorong Veronica di ranjang dan berbaring di atasnya. Fernando melepas rok Veronica dan menjilati pantiesnya. "Eeemmm." Veronica mengerang kenikmatan.