
Beberapa jam telah berlalu, Clue saat ini melihat langit mulai gelap dan berkata. "Kapan aku memiliki kekuatan untuk membuat dan menghancurkan bintang-bintang." Kata Clue. "Suatu saat anda akan mencapai kekuatan seperti itu." Balas System dipikiran Clue.
"Slaahh." Clue yang sedang duduk melihat pisau angin menebas kepalanya. "Terlalu lemah." Kata sosok berpakaian hitam muncul melihat kepala Clue terpotong. "Hahaha, apakah kamu berpikir bisa membunuhku." Clue muncul di belakang pria dan tertawa.
"Bagaimana mungkin." Sosok berpakain hitam panik kemudian menghilang. "Percuma menghilang, aku sudah tahu keberadaanmu dari tadi." Clue muncul 100 meter jauhnya kemudian memukul udara kosong. "Bukkk." "Ughhh." Sosok berpakaian hitam terlempar sejauh 10 meter. "Bagaimana kamu bisa menemukanku. Aku jelas sudah menghilangkan keberadaanku dan menghilangkan niat membunuhku."
"Alasan kamu begitu mudah ditemukan begitu sederhana." Kata Clue tersenyum. "Apa." Tanya pria berpakaian hitam penasaran. "Karena kamu melawanku." Kata Clue lalu menghilang. "Dia menghilang." Pria berpakaian hitam panik kemudian juga menghilang.
"Cringg." "Buzzz." "Cringg." "Buzzz." Hembusan angin tiba-tiba terjadi di udara. Setelah itu sosok bepakaian hitam dan Clue tiba-tiba muncul. "Sepertinya aku salah memilih musuh. Aku malah bertemu dengan sesama assasin." Kata sosok berpakaian hitam.
"Maaf, tapi aku bukan assassin. Aku adalah Clue king gamer." Clue menyeringai kemudian muncul dibelakang sosok berpakaian hitam dan menusuk jantungnya dengan tangannya yang diselimuti petir. "Boomm." Namun Clue melihat sosok berpakaian hitam berubah menjadi asap. "Kita akan bertemu lagi." Kata sebuah suara.
"Hahaha, siapa bilang aku akan melepaskanmu." Clue menghilang kemudian muncul 5000 meter jauhnya kemudian mencengkram udara kosong. "Ughh." Sosok berpakaian hitam tiba-tiba muncul. "Uuhh." "Tolong lepaskan aku." kata sosok berpakaian hitam melihat dirinya tidak bisa lepas dari cengkraman Clue. "Tidak ada ampun untukmu." "Krakkk." Clue mematahkan leher sosok berpakaian hitam.
Tubuh sosok berpakaian hitam menjadi cahaya dan menjadi kristal putih. Clue menghancurkan kristal kemudian notifikasi muncul. "Selamat anda mendapatkan skill Vanish. Anda dapat menghilangkan keberadaan anda. Hanya ahli tingkat Demigod ke atas yang dapat menemukan anda. Pelajari YA/TIDAK." "Skill menghilangku juga tidak dapat diketahui oleh ahli tingkat kaisar. Jadi tidak ada bedanya meski aku mempelajarinya." Clue menakan Tidak.
"Aku lupa disini adalah tempat perang antar galaxy. Jadi aku tidak bisa bersantai." Clue menggeleng. "Tapi aku bukan seperti ahli lainnya. Aku mempunyai 1001 cara untuk bersantai." Clue membuka tabel penyimpanan kemudian menelan 12 pil.
Tubuh Clue kemudian menghilang. "Aku telah menelan 12 pil menghilang. Jadi tidak ada seorang pun ahli dibawah tingkat demi god yang bisa menemukanmu selama 12 jam." Kata Clue. "Tuan, mengapa anda menelan pil. Bukankah anda mempunyai skill menghilang." Tanya Blacky. "Aku tidak ingin menghabiskan manaku." Balas Clue. Blacky terdiam mendengar kata Clue.
24 Jam telah berlalu semenjak pertempuran antar galaxy di mulai. Saat ini Clue sedang menatap padang rumput di depannya dan berkata. "Sial, sejak kemarin aku tetap berada di padang rumput." Clue jengkel. Clue terdiam kemudian bergumam. "Tabel status."
Nama : Fernando Clue De Lopez
Usia : 30 tahun
Level : 410 next level (0/41,000) exp
Ras : Manusia elite tingkat menengah
Kekuatan : 61,000
Agility : 61,000
Vitalitas : 61,000
Stamina : 59,000/61,000
Ki/Mana : 58,500/61,000
"Masih lama jika aku ingin menerobos tingkat Demi god." Clue menghela nafas. "Hmmm." Clue mengangkat alisnya dan melihat tanah gemetar. "Tingkat kaisar level 4. Dia lebih kuat dariku. tapi jika aku berubah menjadi manusia setengah naga. Aku bisa mengalahkannya." Clue menyeringai kemudian melesat ke arah utara.
Tidak lama kemudian Clue melihat seorang raksasa setinggi 100 meter. "Tabel status."
Nama : Atlas
Usia : 640 tahun
Ras : Titan
Kekuatan : 64,000
Agility : 64,000
Vitalitas : 64,000
Stamina : 63,100/64,000
Ki/Mana : 63,000/64,000
"Rasnya Titan." Kata Clue melihat tabel status Atlas. "Hei manusia lemah, aku tidak tertarik bertarung denganmu." Kata Atlas melihat Clue. "Hei, jangan meremehkan lawanmu. Jika aku bertarung dengan serius. Aku bisa mengalahkanmu." Sebelum menyelesaikan kalimatnya Clue melihat Atlas menampar dirinya. Clue muncul 100 meter jauhnya dari Atlas dan berkata. "Berengsek, kamu menyerangku secara tiba-tiba. Aku akan membunuhmu."
Clue marah kemudian berkata. "Aktifkan skill transformasi naga." Tubuh Clue tiba-tiba berubah menjadi manusia naga hitam. "Menarik, kamu bisa berubah menjadi manusia naga." Kata Atlas melihat Clue. "Mati kau ras titan bodoh." Clue muncul di depan wajah Atlas kemudian menyemburkan bola hitam raksasa dari mulutnya. "Booommm." Ledakan besar terjadi.
Namun kejadian berikutnya mengejutkan Clue. Clue melihat armor emas yang tiba-tiba melindungi tubuh dan wajah Atlas. "Jika sedetik saja aku terlambat memunculkan armorku. Mungkin aku akan terluka parah terkena seranganmu." Atlas kemudian mengayunkan tinjunya ke arah Clue. "Booomm!!." Clue yang sedang bengong terkena pukulan Atlas dan terlempar ke langit.
Clue berhenti 5000 meter jauhnya dan berkata. "Aku terlalu meremehkannya." Clue mengusap darah di mulutnya. "Ini pertama kali aku terluka setelah 3 tahun lebih." Clue kembali berubah menjadi manusia kemudian menghilang.
Saat ini Atlas melihat ke arah Clue terlempar dan berkata. "Dia seharusnya terluka setelah terkena pukulanku." Sebelum menyelesaikan perkatannya Atlas melihat sebuah naga ungu tiba-tiba muncul di depannya, lalu masuk ke dalam mulutnya. "Booom." "Ughhh." "Manusia rendahan." Kata Atlas mengayunkan tangannya.
Clue muncul 500 meter jauhnya dan tertawa. "Hahaha. Kamu telah memakan racunku. Kamu tidak lama lagi akan mati Atlas." "Manusia rendahan, kamu menggunakan cara licik untuk mengalahkanku. Cepat berikan aku obat penawarnya." Teriak Atlas melihat tubuhnya mulai kesemutan. "Hahaha, aku akan memberikan obat penawar padamu. Tapi kamu harus menjadi budakku." Clue menyeringai.
Atlas menggertakan giginya dan berkata. "Aku bersedia menjadi budakmu." "Bagus." Clue teleportasi lalu meneteskan darahnya ke dahinya Atlas. "Aghhh." Atlas tiba-tiba memegangi kepalanya.
Tidak lama kemudian Atlas berkata. "Atlas menyapa tuan." "Haha, aku mendapatkan gunung." Clue tertawa. "Baiklah, karena kamu sudah menjadi budakku. Aku akan menghilangkan racun dari tubuhmu." Clue menyentuh dahi Atlas dan berkata. "Serap." "Ughhh." Wajah Atlas yang awalnya ungu mulai kembali seperti sedia kala. Melihat racun di tubuh Atlas menghilang Clue duduk di pundak Atlas dan berkata. "Ayo cari musuh." "Baik tuan." "Booom." "Booom." Atlas kemudian berlari ke utara.