Rebirth With System

Rebirth With System
S4 Player



Clue Mulai mengamati sekeliling dan menyadari setiap orang rata-rata memiliki tabel status. "Bagaimana bisa setiap orang memiliki tabel status." Clue terkejut. Clue muncul di depan seorang pria kemudian menyentuh kepalanya. "Baca ingatan pria." "Ingatan pria kemudian mengalir ke dalam otak Clue. "Bukk." Melihat pria terjatuh Clue kemudian menghilang. "Eh, ada yang pingsan." Beberapa orang mendekat ke arah pria yang pingsan.


Clue muncul di sebuah atap gedung dan melihat manusia dari atas. "17 Tahun lalu di seluruh dunia terjadi hujan bewarna merah. Tidak lama setelah hujan, munculah mayat hidup yang mulai menyerang manusia. Setiap manusia yang membunuh mayat hidup, mendapatkan tabel status, mereka mendapatkan exp ketika membunuh mayat hidup dan level up. Mereka juga dapat mengirim pesan ke sesama player. Tapi sayangnya mereka tidak memiliki tabel shop dan tabel penyimpanan.."


"Mereka juga dapat memilih job mereka. Job yang dapat dipilih antara lain. Archer, Elementalist, Mage, Gunner, Support, Assasin, Swordman, Fighter dan Tank. Dan seseorang yang ku kenal berasal dari dunia ini." Clue tersenyum. "Anehnya, planet ini bernama bumi sama seperti planet yang aku tinggali, meski nama negara dan kota di planet ini berbeda." Gumam Clue.


"Aku ingin tahu, apakah system mereka dapat di serap." Clue menyeringai kemudian berubah menjadi manusia. Clue muncul di sebuah gang kemudian melihat seorang pria yang sedang merokok. "Apa kamu seorang player." Tanya Clue. "Benar, aku seorang player." Balas pria. "Kalau begitu, kamu bisa mati." "Freeze." Tubuh pria kemudian tiba-tiba membeku. "Hancur." "Krakk." Tubuh pria hancur menjadi kepingan kecil. "Eh, tidak ada kepingan system." Clue terkejut.


Clue kemudian teringat dengan pria bernama Robert yang dia bunuh saat perang antar galaxy. "Benar, dulu aku juga membunuh manusia dari planet ini dan tidak ada kepingan system yang aku dapatkan. Sangat mengecewakan." Clue menghela nafas kemudian melesat pergi.


Saat ini di sebuah ruangan seorang pria berambut putih sedang meminum teh. "7 Tahun sudah berlalu setelah perang antar galaxy terjadi, dan dunia ini akhirnya damai kembali. Tidak perlu ada lagi pertempuran melawan ras lain untuk bertahan hidup." Pria meminum teh.


"Tok, tok." Pria mendengar suara ketukan pintu. "Masuklah." Kata pria berambut putih. "Presiden, 1 jam lagi akan ada rapat." Kata seorang wanita berambut hitam panjang. "Aku tahu." Balas pria meminum teh.


1 Jam telah berlalu, Clue yang dalam bentuk manusianya melihat wajah pria berambut putih di sebuah layar. "Aku ingin tahu tingkat kekuatannya saat ini." "Bukk." Clue melihat seorang pemuda menabrak dirinya. "Hei bung, jangan diam di tengah jalan." Pemuda berteriak kepada Clue. "Pergilah, aku tidak ingin membuat kekacauan di dunia ini." Clue tetap melihat wajah pria berambut putih di layar.


"Apa ada yang salah dengan otak pria ini." pemuda kesal melihat Clue. Pemuda kemudian memberi kode ke tiga temannya. "Mengapa kamu tidak ikut dengan kami saja." Clue melihat 3 pemuda memeluk dirinya. "Baiklah, kemana kita akan pergi." keempat pemuda terkejut dengan Clue yang merasa percaya diri. "Mengapa dia tidak takut. Apa dia player berlevel tinggi." gumam pemuda melihat Clue.


Clue menjentikan jarinya kemudian dirinya dan 4 pemuda tiba-tiba menghilang. Clue muncul di tempat sepi dan melihat 4 pemuda. "Apa yang ingin kalian bicarakan." 4 pemuda terkejut tiba-tiba berada di tempat sepi. "Kemampuan teleportasi." 4 pemuda melompat mundur kemudian cincin yang mereka gunakan bersinar. "Singg." sebuah pedang dan tombak muncul dari udara kosong.


"Apa yang kamu mau." Pemuda menatap waspada terhadap Clue. "Bukankah kalian berempat yang ingin bicara padaku." Clue menatap keempat pemuda. Keempat pemuda terdiam mendengar kata Clue. "Aku belum pernah melihatmu di kota J, dari mana kamu berasal." "Kalian tidak perlu tahu darimana aku berasal." Balas Clue.


Seorang pemuda kemudian berbisik ke salah satu pemuda. Mendengar bisikan temannya seorang pemuda berkata. "Bisakah kamu membawa kami berempat ke tempat tadi." pemuda menyadari dirinya saat ini tidak berada di kota J.


Clue menghela nafas kemudian menggerakan jarinya. "Slashh." Jari keempat pemuda tiba-tiba terpotong. "Ahhhh." Ke empat pemuda berteriak kesakitan ketika jari mereka terpotong. "Karena kalian masih muda. Aku akan mengampuni hidup kalian." Clue kemudian menghilang.


Saat ini di sebuah ruangan berkumpul beberapa orang. Seorang pria paruh baya melihat gambar pesan yang muncul di depannya. "Presiden, saya ijin membuka pesan dari anak saya." Pria paruh baya melihat pria berambut putih. "Baiklah. Cepat baca pesan dari anakmu." Balas pria berambut putih.


"Terimakasih presiden." Pria paruh baya kemudian membuka pesan. Saat membaca isi pesan pria paruh baya tiba-tiba berdiri. "Ada apa." Tanya pria berambut putih yang di panggil Presiden. "Ada seseorang yang menyerang anak saya presiden. Dan jari anak saya di potong." Pria paruh baya menahan amarahnya. "Kirim orang terpercayamu untuk menjemput anakmu. Saat ini kita masih ada rapat." Balas pria berambut putih. "Baik." Pria paruh baya kemudian mengirim pesan ke seseorang.


Saat ini di tempat lain seorang pria paruh baya marah. "Berengsek, bajingan mana yang berani melukai anakku." pria paruh baya marah kemudian membuka tabel status dan mengirim pesan. "Bawa beberapa orang, aku akan menjemput anakku." pria menutup tabel status kemudian berjalan pergi.


10 menit kemudian 4 pemuda melihat banyak orang yang datang. "Ronald. Apa yang terjadi padamu." Pria paruh baya mendekat ke arah salah satu pemuda. "Tuan muda, siapa yang berani melukai dirimu." Kata seorang pria berkacamata melihat pemuda kehilangan salah satu jarinya. "Seorang pria tidak di kenal memotong jariku yah. Tolong cari dirinya." Kata pemuda mengigit bibirnya.


"Jack, aku mau kamu mencari pria yang memotong jariku. Aku ingin dia kehilangan 10 jarinya." Pemuda lain marah. "Baik tuan muda." Balas pria berkacamata. "Jack, mengapa kita tidak bekerja sama mencari pria itu." Kata pria paruh baya. "Baiklah kepala sekolah, ayo kita bekerja sama untuk mencari pria itu." Balas pria berkacamata yang di panggil Jack.


2 Jam kemudian Clue yang sedang berkeliling kota melihat puluhan pria mengelilingi dia. "Ayo ikut dengan kami." Seorang pria muncul di depan Clue kemudian memborgol tangannya. "Baiklah." Clue dengan malas mengikuti pria masuk ke dalam mobil.


"Eh, apa yang terjadi. Mengapa pria itu tiba-tiba di tangkap." "Aku juga tidak tahu." "Dia telah melukai anak perdana menteri, dan 3 temannya. Jadi kita menangkapnya." Kata seorang pria. "Ahh, jadi begitu." Semua orang paham.


10 menit kemudian Clue berada di sebuah ruangan dan puluhan orang mengelilingi dirinya. "Apa dia yang memotong jarimu." Tanya pria paruh baya melihat Clue. "Benar ayah, dia yang memotong jariku." Teriak seorang pemuda. "Jack, dia yang memotong jariku. Cepat potong jarinya." Teriak pemuda lain.


"Apa kalian ingin memotong jariku." Kata Clue menghancurkan borgol. "Bagaimana bisa dia menghancurkan borgol yang dapat menyegel kekuatan. Semuanya waspada, dia pasti player berlevel tinggi." teriak pria berkacamata. Semua orang di dalam ruangan mengeluarkan senjata mereka dan mulai melihat Clue dengan waspada.


"Kemarilah, bukankah kalian ingin memotong jariku." Clue tersenyum melihat semua orang. "Semuanya serang dia." Teriak pria berkacamata. Puluhan orang mulai melesat ke arah Clue. "Freeze." Ruangan tertutup es dan puluhan orang mulai membeku. "Bagaimana bisa." Pria paruh baya dan pria berkacamata terkejut melihat puluhan orang yang membeku.


"Hancur." "Krak." Es hancur menjadi serpihan kecil. 2 pemuda terkejut melihat puluhan orang hancur menjadi serpihan kecil. "Apa kalian berdua masih belum puas setelah kehilangan satu jari." Clue tersenyum melihat 2 pemuda. 2 pemuda merinding saat mendengar kata Clue.


"Berengsek, aku akan membunuhmu." Pria paruh baya melesat ke arah Clue kemudian meninjunya. "Booom." "Oh, apakah kamu mengambil job fighter." Clue menahan tinju pria paruh baya dengan satu jarinya.