Rebirth With System

Rebirth With System
S5 Melawan Goblin



"Jangan berpikir bisa lari dariku." Pria dengan paruh burung terbang ke arah Ray dengan sayap burung di punggungnya. "Berengsek, kita akan mati jika Clue tidak kembali." Ray mengutuk melihat pria dengan paruh burung mengejar dirinya.


"Kalian tidak akan mati." Clue tiba-tiba muncul di depan Ray. Clue melesat ke arah pria dengan paruh burung dan menendang perutnya. "Booom!!." Pria dengan paruh burung melesat sejauh 10 ribu meter jauhnya dan menghancurkan pepohonan.


"Apa dia mati." Tanya Ray. "Tidak, dia cuma mendapatkan luka dalam dan beberapa tulang yang patah." Balas Clue. "Apa kamu tidak membunuhnya." Tanya Ray. "Tentu saja aku akan membunuhnya." Balas Clue menghilang.


Clue muncul di depan pria dengan paruh burung yang batuk darah. "Uhuukk." "Apa kamu yang membunuh wolfing." Kata pria dengan paruh burung. "Apa maksudmu monster serigala itu." Tanya Clue.


"Benar, mengapa kamu membunuh wolfing. Apa manusia ingin melanggar perjanjian." Kata pria dengan paruh burung memegangi dadanya. "Itu bukan urusanku, karena aku bukan berasal dari dunia ini." Kata Clue menjentikan jarinya. "Aahhh." Badan pria dengan paruh burung tiba-tiba terbakar api.


Saat ini di tempat lain seorang pria dengan telinga harimau melihat kristal yang hancur. "Bahkan Falcon yang memiliki kekuatan kaisar level 5 terbunuh." Pria bertelinga harimau berbicara dengan ekspresi buruk. "Aku ingin lihat, siapa yang berani membunuh Falcon dan Wolfing." Kata pria bertelinga harimau melesat pergi.


Keesokan harinya pria bertelinga harimau melihat Clue, Fernando, Ray dan Ambar sedang membakar daging. "Aku mencium bau Falcon padanya. Sudah pasti dia yang membunuh Falcon." Pria bertelinga harimau berdiri di depan Clue.


"Manusia mengapa kamu membunuh ras monster." Pria bertelinga harimau melihat Clue yang terus membakar daging, tidak memperdulikan kehadirannya. "Dia mencoba membunuh teman-temanku. Jadi wajar jika aku membunuhnya." Balas Clue melihat pria bertelinga harimau.


"Karena kamu membunuh Falcon. Maka aku akan membunuhmu." Kata pria bertelinga harimau berubah menjadi monster harimau putih sebesar 10 meter. "Harimau bodoh, kamu mencari kematianmu sendiri." Ray mencibir melihat harimau putih. Clue muncul di depan harimau putih dan meninju kepalanya. "Booom!!." Harimau putih terlempar sejauh 10 ribu meter dan menghancurkan pepohonan.


Clue muncul di depan harimau putih yang tergeletak di tanah. "Uhukk, manusia ampuni aku." Kata harimau putih berubah menjadi pria bertelinga harimau. Pria bertelinga harimau menyadari perbedaan kekuatannya dengan Clue. Pria bertelinga harimau menebak Clue kultivator kasiar level 7.


"Kamu sudah mengeluarkan niat membunuh padaku. Jadi kamu harus mati." Clue menjentikan jarinya. "Wusshh" " Ahhh" Tubuh pria bertelinga harimau terbakar api dan beberapa detik kemudian menjadi abu.


Clue menghilang dan muncul di samping Ray yang sedang membakar daging, "Setelah makan, kita pergi dari benua timur." Kata Clue. "Kemana kita akan pergi." Tanya Ray. "Kita akan pergi ke benua utara dimana goblin tinggal." Balas Clue.


Saat ini di benua utara sebuah kapal berlabuh di tepi pantai. "Tujuan kita datang ke benua utara untuk mencari tumbuhan obat. Jadi hindari pertarungan dengan goblin." Kata pria paruh baya. "Baik." Balas 10 pria. "Fitria. Jangan jauh-jauh dari paman." Pria paruh baya melihat perempuan dengan rambut di kuncir kuda. "Baik paman." Perempuan yang di panggil Fitria mengangguk.


Sementara itu Clue telah selesai makan. "Baiklah, ayo pergi." Kata Clue teleportasi bersama Ray, Fernando dan Ambar. "Oohh, ada kapal." Kata Ray muncul di tepi pantai dan melihat sebuah kapal.


"Kapal ini milik perempuan yang kita temui di dinasti Gu." Balas Clue. "Jadi perempuan itu." Ray mengingat perempuan yang mengejar dirinya. "Baiklah, ayo pergi." Clue melesat pergi diikuti Ray, Fernando dan Ambar.


"Aahh, senior." Fitria terkejut melihat Clue. "Mengapa kalian ada di benua utara." Clue melihat pria paruh baya dan Fitria. "Kami disini mencari tumbuhan obat. Lalu mengapa senior juga berada di benua utara." Tanya pria paruh baya.


"Tujuanku sama dengan kalian, kami disini untuk mencari tumbuhan obat." Balas Clue. "Jika begitu, mengapa kita tidak pergi bersama senior." Kata Fitria. Fitria tahu bahwa Clue lebih kuat dari pamannya. "Baiklah, kita akan pergi bersama." Clue mengangguk. "Bagus." Fitria berkata dengan senang.


Clue, Fernando, Ray, dan Ambar bergabung dengan grup Fitria. "Benar senior, aku belum memperkenalkan diriku. Namaku adalah Agung." Kata pria paruh baya. "Saat aku tidak ada, tolong jaga mereka." Balas Clue melihat Fernando, Ambar dan Ray. "Baiklah." Agung bingung dengan perkataan Clue.


1 Jam kemudian Clue melihat sebuah kota yang di jaga oleh sosok hijau dengan tinggi 1 meter. "Jangan meremehkan goblin. Meski sosok mereka kecil, goblin tidak lebih lemah dari kita." Kata pria paruh baya. "Kami tahu bos." Balas 10 pria.


"Mengapa kalian para manusia berada di sini." Puluhan goblin keluar dari kota. "Kami datang ke benua utara untuk mencari tanaman obat. Tidak ada niat lain." Melihat goblin tidak menjawab perkataanya pria paruh baya berkata. "Bisakah kami melewati kota dan meneruskan pencarian."


"Kalian bisa melewati kota, jika meninggalkan perempuan itu di kota." Kata goblin berjenggot. "Paman, jangan dengarkan dia." Teriak Fitria. "Apa tidak ada acara lain untuk melewati kota." Tanya pria paruh baya. "Tidak ada, jika kamu tidak ingin meninggalkan perempuan itu. Kalian bisa kembali." Balas goblin.


"Kamu terlalu banyak bicara. Tinggal bunuh saja goblin-goblin jelek itu." Ray berbicara. "Aahh." Fitria terkejut anjing husky bisa berbicara. "Sialan, siapa yang mengatakan ingin membunuh kami." Teriak seorang goblin.


"Anjing ini yang mengatakannya. Kalian boleh menghajarnya." Clue memegang Ray dan menunjukan kepada para goblin. "Berengsek kau Clue." Ray mengutuk. "Ras monster." Semua goblin melihat anjing husky yang berbicara.


Clue menurunkan Ray ke tanah dan mengambil sebuah batu kecil. Clue melemparkan batu ke arah goblin. "Bukk." "Aaahhh." Batu menghantam kepala goblin. "Beraninya kamu melukaiku." Teriak goblin melihat kepalanya berdarah. Semua orang terkejut melihat Clue melukai goblin dengan batu kecil.


"Disini banyak batu kecil cukup untuk melukai kalian semua." Clue melihat goblin. "Apa kamu pikir ras goblin takut pada manusia." Kata goblin berjenggot kemudian badannya menjadi besar dan berotot. Clue melihat semua badan goblin membesar dan berotot.


"Sepertinya tidak ada pilihan selain bertarung." Kata Clue. Semua orang tersenyum kecut mendengar kata Clue. Karena Clue yang menyebabkan pertarungan terjadi. "Kalian semua bertarunglah." Kata Clue menghilang. "Aahh." Fitria dan semua orang terkejut melihat Clue yang menghilang.


"Jangan kaget, dia memang seperti itu. Dia hanya bertarung melawan musuh yang tidak bisa kami hadapi." Fernando berbicara. "Benar, dia selalu menyerahkan para keroco padaku." Balas Ray mengangguk. "Bajingan, siapa yang kamu panggil keroco." Salah satu Goblin berteriak. "Agung, kalahkan mereka semua." Kata Ray melihat pria paruh baya. "Anjing ini." Pria paruh baya tidak bisa berkata-kata.


"Semuanya serang." Teriak goblin berjenggot. "Wuushh." Puluhan goblin melesat ke arah Ray, Fernando dan yang lain. "Semuanya hajar para goblin." Teriak pria paruh baya. "Baik." Balas 10 pria melesat ke arah puluhan goblin.