Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Merampok Gedung Asosiasi



"Lalu bagaimana jika dia tidak muncul dan tidak ingin menyerahkan diri." Balas Presiden. "Jika dia tidak menyerahkan diri. Pasang harga untuk kepalanya. Jika ada seseorang yang berhasil menangkapnya. Kita beri dia imbalan." Balas pria.


"Itu bukan ide yang buruk pak presiden. Semua orang di Indonesia sudah tahu bahwa Fernando Clue De Lopez adalah seorang pembunuh berantai. Kita bisa memberikan harga untuk kepalanya. Dunia ini juga telah berubah dan tidak sama seperti dulu." kata seorang pria. "Baiklah, pertama-tama suruh dia menyerahkan diri secara sukarela. Jika selama 7 hari dia tidak menyerahkan diri. Maka beri harga untuk kepalanya, anggap dia sebagai *******." Kata Presiden. "Baik pak." Balas semua orang di ruangan.


1 jam kemudian di rumah Clue seorang polisi datang. "Pak Usman silakan ikut kami ke kantor polisi." "Mengapa aku harus ikut denganmu ke kantor polisi." Kata kakek Clue. Dia baru saja membaca berita bahwa cucunya membunuh puluhan anggota asosiasi, polisi dan tentara. "Ikut saja dengan kami." Kata polisi menyeret kakek Clue dengan kasar.


Bibi Inem dan Jono hanya bisa menggertakan gigi melihat perlakuan kasar polisi kepada kakek Clue. "Andai saja aku seorang hunter. Aku tidak akan membiarkan mereka membawa secara paksa pak Usman." Kata Jono dengan marah.


Sementara itu Clue sedang berlari dengan sangat cepat kemudian melompat ke sebuah rumah. Clue turun dari atap rumah kemudian masuk lewat jendela yang terbuka. Saat masuk ke dalam rumah Clue terkejut mendengar sebuah suara. "Apakah pak Usman akan disiksa oleh mereka."


"Apa yang kamu katakan barusan. Dimana kakekku bik." Kata Clue berjalan ke arah ruang tamu. "Ahh, saudara Clue." kata bibi Inem dan Jono terkejut melihat Clue. "Siapa yang akan menyiksa kakek." kata Clue menatap Inem dan Jono. Jono menggertakan gigi kemudian mulai bercerita.


"Hahaha, jika pemerintah berani melukai kakekku. Aku tidak akan ragu untuk melakukan pembantaian." Clue tertawa. Inem dan Jono ketakutan mendengar kata Clue. mereka yakin Clue akan melakukan pembantaian. Karena mereka berdua telah melihat video Clue menggunakan hujan petir untuk membunuh puluhan polisi, tentara dan anggota asosiasi.


Clue melihat Inem dan Jono kemudian masuk ke dalam kamarnya. Tidak lama kemudian Clue keluar dengan membawa tas. "Jaga diri kalian berdua." Kata Clue kemudian pergi. Inem dan Jono tersenyum kecut melihat Clue pergi.


Clue saat ini berdiri di depan pintu rumahnya dan berkata. "Sepertinya aku perlu mengunjungi gedung asosiasi. Aku perlu mendapatkan alat pendeteksi kekuatan baru dan beberapa kristal." Clue menyeringai kemudian terbang ke langit dengan sangat cepat.


10 menit telah berlalu Clue mendarat di depan gedung asosiasi. "Sial, dia hunter Fernando cepat lari." Kata dua pria berpakaian hitam kemudian berlari. Mereka hanya hunter tingkat c mencari kematian jika melawan Clue. melihat kedua pria berlari Clue berjalan dengan santai memasuki gedung.


Saat Clue memasuki gedung, semua orang yang melihat Clue ketakutan. "Hei, apa ini alat pendeteksi kekuatan yang dapat mengukur sampai tingkat s." Clue berjalan ke arah wanita dan mengambil sebuah alat. "Benar itu adalah alat pendeteksi kekuatan yang bisa mengukur sampai tingkat s." wanita ketakutan dan mengangguk. "Titt." Clue menyentuh alat dan melihat angka 320 yang muncul.


"Apa kalian mempunyai kristal. Jika punya cepat berikan kepadaku semuanya. Kalau tidak aku akan meratakan gedung ini." kata Clue kemudian tangannya di selimuti api. "Glek." Semua orang di dalam ruangan meneguk air liur. "Tunggu sebentar." Wanita berlari ke dalam ruangan.


Tidak lama kemudian wanita keluar ruangan dengan membawa sebuah kantong plastik. Clue mengambil kantong plastik dan melihat setidaknya ada 20 kristal di dalamnya. "Apa cuma segini." Kata Clue. "Benar tuan. Cuma ini yang tersisa." Wanita mengangguk ketakutan. "Baiklah, kalau begitu aku pergi." kata Clue keluar dari gedung.


Saat ini Clue yang terbang di langit melihat sebuah lubang yang di jaga oleh dua pria berpakaian hitam. "Aku membutuhkan 80 kristal jika ingin menerobos dengan cepat. Lalu cara tercepat mendapatkan kristal adalah memasuki dungeon." kata Clue melesat ke arah lubang dungeon.


"Ahh." Kedua pria berpakaian hitam melompat kesamping ketika Clue memasuki dungeon dengan sangat cepat. "Siapa yang baru saja masuk ke dalam dungeon." kata pria. "Itu jelas Fernando. Karena dia satu-satunya hunter di kota ini yang dapat terbang dengan sangat cepat." Kata pria berpakaian hitam dengan serius. "Jika begitu ayo kita lapor ke markas pusat." Kata pria disampingnya. "Tentu." Pria mengangguk.


Sementara itu di sebuah ruangan pria berkumis di depan komputer berkata. "Baru saja hunter Fernando mengunjungi markas cabang di kota Jember dan mencuri alat pendeteksi kekuatan serta 20 kristal." "Sial, ini sungguh penghinaan. Dia secara terang-terangan menantang asosiasi hunter." Balas pria paruh baya. "Ada laporan lagi pak. Baru saja Fernando memasuki dungeon." kata pria berkumis. "Hmm. Abaikan saja dia, saat ini. Biarkan dia menyelesaikan dungeon. Jika ingin menangkapnya kita memerlukan 10 hunter tingkat a atau bahkan lebih." Kata pria paruh baya.


Saat ini Clue melihat dirinya berada di padang rerumputan. Sementara Clue melihat langit sangat cerah. "Aku ingin tahu monster apa yang berada di dungeon ini." kata Clue kemudian berlari dengan sangat cepat.


Tidak lama setelah berlari Clue melihat bahwa ada 5 mahluk besar yang mendekat ke arahnya. "Sial, mamut." Clue melihat gajah berkulit coklat sebesar 10 meter. Clue juga melihat gading mamut bewarna hitam. "Diketahui, mamut memiliki daya tahan terhadap serangan sihir dan fisik yang cukup tinggi. Mamut juga dapat mengendalikan elemen tanah." Kata Clue lalu tanpa basa-basi membuat 5 bola api dan menembakan ke arah 5 mamut.


"Boom." "Wooo." 5 mamut menjerit terkena bola api. "Huh." Clue terbang ke langit dan melihat puluhan batu terbang ke arahnya. "Hehe, bukan kalian saja yang bisa mengendalikan elemen tanah." Clue menghentikan batu yang terbang ke arahnya dan melemparkan kembali batu ke arah mamut.


"Aku ingin lihat apa kalian masih bisa menerima serangan bola apiku." Kata Clue membuat 5 bola api lalu melemparkan ke arah mamut. "Boom." "Wooo." Ke 5 mamut menjerit. Clue melihat mamut kesulitan berdiri dan tersenyum. "Sepertinya butuh 3 tembakan bola api untuk mengalahkannya." Kata Clue lalu membuat 3 bola api dan melemparkan ka arah 5 mamut. "Boom." 5 bola api meledak.


Setelah api padam Clue melihat 5 mamut tergeletak di tanah. "Baiklah, saatnya memanen kristal." Kata Clue lalu pedang yang terbuat dari angin muncul di tangannya. Clue lalu membelah dada mamut.


1 Jam telah berlalu, Clue duduk di atas mayat mamut dan berkata. "Di tahap ketiga aku mendapatkan 20 kristal. Tidak buruk." "Baiklah, aku akan berkultivasi disini. Aku ingin lihat apa pihak asosiasi, polisi dan tentara berani memasuki dungeon." Clue tersenyum kemudian menghancurkan kristal bewarna coklat.


5 jam telah berlalu saat ini Clue membuka matanya dan berkata. "Sepertinya tidak akan ada yang memasuki dungeon." Clue berdiri kemudian berkata. "Mereka pengecut." Clue mengambil tas kemudian berlari menjauh.


Sementara itu di dekat lubang dungeon, dua pria sedang berbincang. "Jika kamu masuk ke dalam dan menghadapinya seorang diri. Peluang kamu menang terhadapnya hanya 1%." Kata seorang pria yang menghisap rokok. "Sial, tapi dia telah membunuh adikku Albert." Balas pria disampingnya.


"Tapi bukankah kamu sudah melihat dia mengalahkan gabungan asosiasi, polisi dan tentara begitu mudah. Mereka semua 87 hunter tingkat b dan 3 hunter tingkat a kalah oleh dirinya." Balas pria kemudian membuang rokok ke tanah. "Aku sarankan kita kembali ke Jakarta. Kita membutuhkan bantuan guild jika ingin mengalahkannya." Kata pria kemudian pergi. "Sial." Pria mengutuk kemudian juga pergi.