
"Kalian terlalu percaya diri." Clue menggeleng kemudian mengambil busur dan anak panah dari punggungnya. Melihat Clue mengambil busur seorang pria berteriak. "Ayo serang dia." Clue tersenyum kemudian melompat mundur dan mulai memanah secara cepat. "Wuss." "Wuss." "Wuss." "Tink." "Tink." "Ceppp." "Ahhh." Salah satu pria terkena panah di bagian perut. "Sialan, ayo bunuh dia" "Tidak perlu diberitahu, aku akan membunuhnya." Teriak pria.
Melihat kedua pria mendekat Clue memasang kuda-kuda bertarung kemudian mulai meninju secara beruntun dengan cepat. "Wuss." "Wuss." "Wuss." "Uhh." "Uhhh." "Uhh." Kedua pria kesakitan dan berjalan mundur. "Sial, dia ternyata menguasai sihir angin." Sebelum menyelesaikan teriakannya. Pria melihat panah yang menancap di tenggorakannya. "Uhh." "Bukk." Pria terjatuh dan meninggal. "Ahhh. Udin." Teriak wanita melihat salah satu temannya mati.
"Sialan. Kamu berani membunuh Udin." "Cepp." Pria yang berteriak melihat panah menancap di kepalanya. "Kamu terlalu banyak bicara." Kata Clue. "Bukk." "Ahhh." Wanita berteriak melihat kedua temannya meninggal.
"Bajingan aku akan membunuhmu." Kata pria yang memiliki luka di bagian perutnya berlari ke arah Clue. Clue hanya tersenyum kemudian melompat mundur dan memanah pria. "Wuss." "Wuss." "Cepp." "Cepp." "Ahhh." Pria menjerit terkena panah di bagian perut dan bahunya. "Hehe, jika kalian ingin membunuhku butuh seratus orang hunter tingkat d seperti kalian." Kata Clue dengan sombong kemudian menusuk leher pria dengan anak panak. "Cepp." Pria mati dengan mata terbuka lebar.
"Kumohon jangan bunuh aku." Wanita ketakutan saat melihat Clue berjalan mendekat ke arahnya. "Hehe, beri alasan agar aku tidak membunuhmu." Clue menyeringai dengan menyeramkan. "Aku bersedia menghangatkan tempat tidurmu setiap hari secara gratis. Terlebih lagi aku bisa mengobatimu saat kamu terluka." Kata wanita dengan gugup. "Oh, tawaran yang cukup menarik." Kata Clue mengambil sebuah tas kecil dari mayat pria.
Clue melihat kristal di dalam tas kecil kemudian berkata. "Baiklah, ayo terus berjalan menelusuri dungeon." "Ahh, apa kita akan lanjut berburu. Tapi kita hanya berdua." Wanita panik. "Jangan banyak tanya. Cepat jalan." Kata Clue. "Baik." Wanita mengangguk dengan gugup.
Clue melihat pantat wanita kemudian bergumam. "Benar, sudah lama aku tidak tidur dengan wanita." Clue menjilati bibirnya kemudian mengikuti wanita. Tidak lama setelah berjalan Clue mendorong wanita ke dinding. "Ahh, apa yang akan kamu lakukan." Wanita panik.
Clue mengabaikan wanita kemudian mulai merobek bajunya. "Ahhh." Wanita menjerit saat pakaiannya di robek oleh Clue. Clue melihat dada wanita dan berkata. "Tidak hanya memiliki wajah cukup cantik. Kamu juga memiliki tubuh yang bagus." Clue meremas dada wanita kemudian mencium bibirnya.
"Emmm." Wanita terkejut Clue mencium dirinya, namun wanita tidak menolak ciuman Clue justru memainkan lidahnya. Setelah puas berciuman beberapa menit, Clue menghisap dada wanita. "Uhhh." Wanita mengerang saat dadanya dihisap oleh Clue.
"Sepertinya kamu sangat menikmatinya." Kata Clue berhenti menghisap dada wanita dan meremas pantat wanita. "Benar aku sangat menikmatinya, bukankah kamu juga menikmatinya." Wanita tersenyum. "Ternyata kamu lebih rendah dari pelacur. Tapi aku menyukainya." Clue menyeringai kemudian melepas celana wanita.
Clue melihat wanita mengenakan panties bewarna pink bermotif bunga. "panties yang sangat indah." Kata Clue menarik panties dan melihat pussy hitam berbulu lebat wanita. "Seperti hutan." Kata Clue kemudian mendorong wanita ke lantai dan menjilati pussynya.
Clue melihat mayat Ayu dan berkata. "Baiklah, sepertinya aku perlu memindahkan mayat mereka berempat." Kata Clue kembali ke arah pertama datang. "Beberapa menit kemudian Clue kembali dengan menyeret tiga mayat. "Cukup melelahkan." Clue mengangkat mayat Ayu kemudian menaruhnya di atas tiga mayat pria. "Aku tidak tahu berapa banyak kalian sudah membunuh orang. Tapi aku tidak akan membiarkan mayat kalian utuh." Kata Clue mulai berjalan dengan menyeret empat mayat.
Beberapa menit kemudian Clue melihat kerumunan Hobgoblin. "Menurut informasi di tahap empat jumlah hobgoblin 16 dan di tahap ke lima jumlah hobgoblin menjadi 32. Namun di tahap keenam jumlah hobgoblin tidak bertambah namun kekuatannya sedikit meningkat." Kata Clue.
Clue tahu hobgoblin suka memakan daging manusia, dan Clue berencana melemparkan keempat mayat kepada kerumunan hobgoblin. "Hei kemarilah." Kata Clue mengambil busur dan anak panah di punggungnya. "Wussh." "Cepp." "Wooa." Satu panah menancap di dada hobgoblin.
Kemudian para hobgoblin berlari ke arah Clue. "Bagus, mereka terpancing." Kata Clue kemudian berlari menjauh. Setelah berlari cukup jauh Clue kemudian berhenti. "Seperti dugaan, mereka tidak mengejarku." Clue kemudian berjalan ke tampat hobgoblin berkumpul.
Tidak lama kemudian Clue melihat kawanan Hobgoblin memakan mayat manusia. "Sial, sungguh pemandangan yang menjijikkan." Kata Clue kemudian berbalik dan pergi. Clue berhenti di depan lubang dungeon dan berkata. "Baiklah, karena perbedaan waktu di dalam dungeon dan dunia nyata berbeda. Akan bagus jika berlatih kultivasi disini." Clue tersenyum.
Clue mengambil Kristal putih dari tas kecil kemudian menghancurkannya. "Saat merasakan udara yang begitu sejuk dan energi alam yang begitu padat Clue memejamkan matanya dan mulai berkultivasi.
5 jam kemudian Clue membuka matanya kemudian berkata. "Aku merasa semakin kuat." Clue berdiri kemudian melihat dinding yang berjarak 2 meter darinya dan mulai meninju. "Bukk, bukk." Clue melihat dinding retak oleh pukulan Clue. Clue kemudian mulai melakukan tendangan. "Bukk." "Baiklah, coba sesuatu yang lain." kata Clue melihat tangannya kemudian angin berputar di tangannya. "Semakin aku menyerap energy alam di kristal bewarna putih. Semakin aku bisa mengendalikan elemen angin." Clue tersenyum.
Clue melihat 5 kristal di tas dan berkata. "Baiklah, saatnya kembali." Kata Clue berjalan ke arah lubang dungeon. Saat keluar, Clue melihat sudah banyak beberapa orang yang berkumpul. "Mengapa hanya kamu yang keluar." Tanya penjaga asosiasi. "Mereka memilih terus berburu. Aku kelelahan, jadi keluar dulu." Kata Clue berjalan pergi.
Beberapa menit kemudian Clue sudah kembali di hotel dan berada di kamarnya. Clue mengambil kantong plastik dari tasnya kemudian berkata. "Aku akan menjual 10 kristal ini. Tapi terlebih dahulu aku harus mengganti pakaian." Kata Clue melihat bekas darah hijau di bajunya. Karena Clue terkena percikan darah hobgoblin yang bewarna hijau.
30 menit kemudian Clue keluar dari hotel kemudian melihat mobil avanza bewarna hitam yang berhenti di depan hotel. Clue kemudian masuk ke dalam mobil. "Pergi ke toko perhiasan." "Oke." Kata pengemudi.