
"Berengsek, seberapa jauh aku terlempar." Kata Clue mengusap darah putih di mulutnya. Clue menghilang dan muncul di depan destroyer. "Apa kamu masih ingin melawanku. Kamu bahkan tidak bisa menahan satu jariku." Kata Destroyer.
"Glutton." Teriak Clue. Bayangan hitam keluar dari tubuh Clue dan melesat ke arah Destroyer. "Wuusshh." Destroyer meniup bayangan hitam yang menuju ke arahnya. Clue melihat bayangan hitam kembali ke tubuhnya.
"Bagaimana dengan ini." Kata Clue membuat lubang hitam raksasa yang muncul di kepala destroyer. "Close." Teriak Clue. "Slasshh." Kepala Destroyer terpotong. "Hahaha. Aku mengalahkanmu Destroyer." Clue tertawa terbahak-bahak. "Booom!!." Clue terkena pukulan Destroyer dan melesat sangat jauh.
"Aku tidak menyangka dia bisa memotong kepalaku." Kata Destroyer yang kepalanya tumbuh kembali. "Jika dia dibiarkan hidup, suatu saat aku pasti akan terbunuh olehnya. Tapi dia abadi dan tidak bisa mati." Kata Destroyer.
Saat ini dua pria menembus suatu penghalang dan melihat luar angkasa yang penuh planet serta bintang. "Sepertinya kita menemukan alam semesta lain." Kata pria berkulit putih. "Steven ayo kita jelajahi alam semesta ini." Kata pria berkulit putih dan berambut merah. "Ayo." Balas pria berkulit putih. Dua pria kemudian terbang melebihi kecepatan cahaya.
Saat ini Clue melayang di kegalapan dan tertawa. "Hahaha, aku bisa memotong kepala Destroyer." Clue tertawa terbahak-bahak. "Jika aku menerobos High Emperor Divine Being. Itu adalah akhir untukmu Destroyer." Clue menyeringai dan menghilang.
"Bumi." Pria berambut merah terkejut melihat sebuah planet. "Lebih tepatnya planet yang mirip dengan bumi tempat tinggalmu." Balas pria berkulit putih. "Ayo kita kesana." Kata pria berambut merah dan terbang menuju bumi di ikuti pria berkulit putih.
"Ayah apa kamu merasakannya." Kata pria berusia 30 tahun melihat langit. "Aku merasakannya, mereka berdua adalah god emperor." Balas pria berusia 40 tahun melihat langit. "Sial, mereka datang saat Clue tidak ada."
"Ohh, ada dua high god disini." Pria berusia 30 tahun dan pria berusia 40 tahun terkejut melihat 2 pria yang muncul di langit. "Mori Han." "Steven." Pria berusia 30 tahun dan pria berusia 40 tahun berkata secara bersamaan. "Kalian mengetahui nama kami." Pria berkulit putih dan pria berambut merah melihat pria berusia 30 tahun dan pria berusia 40 tahun.
"Aku tidak menyangka alam semestaku akan memiliki pengunjung. Dan pengunjung itu adalah kenalan lama." Clue muncul di belakang Mori Han dan Steven. Mori Han dan Steven terkejut melihat kemunculan Clue. "Dia kuat." Kata Mori Han dan Steven secara bersamaan.
Melihat kedatangan Clue pria berusia 30 tahun dan pria berusia 40 tahun tersenyum. "Clue apa kamu berhasil menerobos Mid Emperor Divine Being." Tanya pria berusia 40 tahun. "Aku berhasil kek." Clue mengangguk.
Pria berusia 30 tahun adalah ayah Clue yang telah mencapai alam High God. Sementara pria berusia 40 tahun adalah kakek Clue yang mencapai tingkat High God.
"Mid Emperor Divine Being." Mori Han dan Steven terkejut. Mereka tidak menyangka Clue satu tingkat lebih kuat dari mereka berdua. "Senior, apa ini alam semesta yang kamu ciptakan." Steven bertanya dengan hormat kepada Clue. "Benar, ini adalah alam semesta yang tidak lama ini aku ciptakan." Balas Clue.
"Benar senior, anda mengatakan kami adalah kenalan lama. Apa senior bertemu varian kami di alam semesta lainnya." Mori Han bertanya dengan sopan. Mori Han tahu bahwa setelah menerobos tingkat God Emperor semua keberadaan varian dirinya di alam semesta akan menghilang. Dan dirinya akan mendapatkan ingatan semua varian dirinya di seluruh alam semesta.
"Aku mengenal kalian berdua. Karena aku telah membunuh varian kalian di alam semesta lain." Clue menyeringai. Ekspresi Mori Han dan Steven menjadi buruk saat mendengar kata Clue. "Hahaha, aku hanya bercanda." Clue tertawa. Mori Han dan Steven tahu bahwa Clue tidak berbohong.
"Senior, kami izin pergi dari sini." Kata Steven dengan hormat. "Mengapa terburu-buru pergi. Ayo kita minum terlebih dulu." Clue menjentikan jarinya kemudian sebuah villa besar muncul dari udara kosong.
"Ayo masuk." Kata Clue masuk ke dalam villa diikuti ayah dan kakeknya. Mori Han dan Steven saling melihat kemudian masuk ke dalam villa. "Duduklah." Clue duduk di kursi dan melihat Steven dan Mori Han.
Mori Han dan Steven kemudian duduk di kursi. "Kalian berdua ingin minum apa." Tanya Clue. "Aku ingin minum teh." Kata Steven. "Aku juga sama dengannya." Kata Mori Han. Clue menggerakan jarinya dan 5 cangkir yang berisi teh muncul di meja.
"Teh ini di buat dari air kehidupan." Kata Clue meminum teh. Ayah dan kakek Clue mengambil cangkir dan meminum teh. Mori Han dan Steven meminum teh dan merasakan masa hidup mereka bertambah.
"Bagaimana kabar Grace, Wulan, Pyokojang, Ye Jin dan Bela." Kata Clue melihat Mori Han dan Steven. Mori Han dan Steven terkejut Clue mengetahui nama-nama teman mereka. "Mereka semua saat ini baik-baik saja." Balas Mori Han.
"Bagus jika mereka baik-baik saja." Clue mengangguk. "Apa tingkat kekuatan mereka saat ini." Tanya Clue. "Grace, Wulan dan Pyokojang berada di alam high God. Sementara Ye Jin dan Bela berada di alam Mid God." Balas Steven.
"Baiklah, aku sudah selesai bertanya. Kalian bebas untuk tinggal di alam semesta ini atau pergi." Kata Clue melihat Mori Han dan Steven.
"Terimakasih atas tawaran anda Senior. Tapi alam semesta ini tidak cocok bagi kami berdua." Balas Steven dengan hormat. Steven tidak merasakan energy alam semesta di planet yang Clue ciptakan. Dan tinggal di planet yang tidak memiliki energy alam tidak bermanfaat baginya.
"Senior, kami berdua pamit pergi." Mori Han dan Steven memberi hormat kepada Clue dan keluar dari villa.
Melihat Mori Han dan Steven yang pergi ayah Clue berkata. "Aku tidak menyangka akan bertemu mereka berdua lagi setelah 350 tahun lamanya." "Masa depan tidak ada yang tahu yah." Clue tersenyum.
Saat ini Mori Han dan Steven telah meninggalkan bumi. "Entah mengapa aku merasa nyaman saat mengobrol dengannya. Seperti aku sudah mengenalnya lama." Kata Steven. "Aku berpikir hanya diriku yang merasa nyaman saat mengobrol dengannya. Ternyata kamu juga sama." Balas Mori Han.
"Kamu juga mencapai tingkat Mid God Emperor." Clue tersenyum melihat Tian Long. "Tian Long kemarin aku bertemu Mori Han dan Steven." Clue melihat Tian Long dan mulai bercerita.
"Keberuntungan mereka berdua sangat bagus, karena dapat mencapai alam God Emperor di usia 500 tahun." Kata Tian Long. "Benar. Aku kemarin berhasil mengalahkan Destroyer." Clue menyeringai. "Benarkah." Tian Long terkejut. "Buat apa aku berbohong." Kata Clue mentransfer ingatannya kepada Tian Long dan Bai Li.
Saat menerima ingatan Clue, Tian Long berkata. "Kamu hanya memotong kepalanya. Saat aku mengorbankan masa hidupku 370 tahun lalu. Aku juga berhasil memotong tubuhnya menjadi dua." Balas Tian Long mentransfer ingatannya kepada Clue. "Sial, kemampuan pedangmu sungguh mengerikan." Kata Clue melihat ingatan Tian Long.
"Tian Long mengapa kita berdua tidak bertarung. Sudah lama sekali aku tidak bertarung denganmu." Clue menyeringai. "Jangan bersedih ketika aku mengalahkanmu." Tian Long tersenyum.
500 tahun berlalu setelah Clue bertarung dengan Destroyer dan memenggal kepalanya. Saat ini Clue berada di kegelapan tak berujung dan melepaskan kekuatannya. "Bruaakk." Kegelapan tak berujung bergetar dengan kencang karena kekuatan Clue.
"Hahaha. Akhirnya aku mencapai High Emperor Divine Being." Clue tertawa terbahak-bahak. "Tabel status." Kata Clue kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Clue
Usia : 1.000 Tahun
Level : 1 next level (0/100.000.000.000) exp
Ras : High Emperor Divine Being
Kekuatan : 100.000.000.000
Agility : 100.000.000.000
Vitalitas : 100.000.000.000
Stamina : 100.000.000.000/100.000.000.000
Ki/Mana : 100.000.000.000/100.000.000.000
Poin : 0
Info : Penjelajah Outversal
Melihat statusnya Clue tersenyum. "Sudah saatnya aku membunuh Destroyer." Clue menutup layar statusnya dan menghilang. Clue muncul di luar angkasa dan berteriak. "Destroyer keluarlah." "Bruaakk." Alam semesta bergetar karena teriakan Clue.
"Apa kamu ingin menghancurkan galaxy ini." Sosok cahaya putih muncul di depan Clue. "Dimana Destroyer Creator." Clue melihat sosok cahaya putih. "Dia tidak ada disini." Balas Creator. "Lalu dimana dia." Tanya Clue. "Saat ini dia berada di alam kematian." Balas Creator.
"Alam kematian ya. Sudah lama aku tidak kesana." Clue tersenyum dan membuat lubang hitam. "Aku akan datang menemuimu setelah membunuh Destroyer." Clue melihat Creator dan masuk ke dalam portal. Melihat Clue masuk ke dalam lubang hitam Creator menghilang.
Saat ini Clue berada di padang gurun dan melihat langit bewarna abu-abu. "Mengapa mahluk ilahi datang kemari." Sosok berjubah hitam muncul di depan Clue. "Aku baru ingat yang mengejarku dulu saat dineraka adalah Emperor Soul reaper." Kata Clue melihat sosok berjubah yang tidak memiliki wajah.
"Glutton." Kata Clue dan bayangan hitam keluar dari tubuhnya. Sosok berjubah hitam terkejut bayangan hitam melesat ke arahnya dan melahap tubuhnya. "Apa yang kamu lakukan." Kata sosok berjubah mencoba melepaskan bayangan hitam yang menyelimuti tubuhnya. "Aku melahapmu." Clue menyeringai.
Bayangan hitam kembali ke tubuh Clue setelah melahap sosok berjubah. "Anda mendapatkan 10.000.000 karena melahap High Soul Reaper." Notifikasi muncul di depan Clue.
"Apa yang kamu lakukan." Clue melihat sosok yang dikenalnya muncul bersama sosok berjubah hitam lainnya. "Destroyer lama tidak bertemu." Clue menyeringai melihat Destroyer dalam bentuk normalnya.