Rebirth With System

Rebirth With System
S2 Akhir Dari Pembantaian



Clue menyeringai lalu menepuk leher Vina. "Ughh." Vina jatuh pingsan. "Jangan kembali pada kata-katamu atau aku akan membunuhmu." Justina terkejut dengan Clue yang menyerahkan wanita kepadanya dengan mudah. "Aku tidak akan ingkar janji." Kata Justina mulai mengigit leher Vina.


Clue melihat Vina mulai bertambah kurus, sedangkan Justina mulai terlihat lebih muda. Beberapa menit kemudian Clue melihat Vina hanya tersisa kulit dan tulang dan tidak bernyawa. sedangkan Justina telah menjadi wanita dewasa berambut abu-abu dengan payudara dan tubuh seksi.


"Apakah kamu bisa menjadi lebih muda." Tanya Clue, dia merasakan kekuatan Justina kembali menjadi peringkat raja "Tidak, meskipun kekuatanku kembali pada tingkat kaisar." Justina menggeleng lalu berkata. "Berikan darahmu aku ingin melakukan kontrak darah." Clue melukai tangannya dan meneteskan darahnya ke Justina. Justina menjilat darah Clue lalu mulai bergumam.


Tidak lama kemudian Clue melihat notifikasi muncul. (Justina vampir ingin pelayan anda. Apakah anda setuju YA/TIDAK) Clue kemudian menekan YA. Kemudian Clue merasakan koneksi dengan Justina. Clue tahu bahwa Justina tidak akan bisa mengkhianati atau berniat buruk padanya. Jika Clue mati kontrak akan hilang dan Justina akan bebas. Justina lalu melepaskan rantai di tubuhnya.


"Terimakasih, kamu pasti sudah tahu namaku dengan kontrak darah." Kata Justina. "Benar." Clue mengangguk meski sudah tahu nama Justina sebelumnya. "Ceritakan bagaimana caranya kamu bisa menjadi ras vampir satu-satunya." Justina berwajah sedih lalu mulai bercerita.


Clue terkejut mendengar cerita Justina. Awalnya Ras Vampir adalah ras pemimpin di dunia sunyi namun ras iblis, orc dan ogre bekerja sama memusnahkan ras vampire tiga ribu tahun lalu. Justina adalah satu-satunya vampir yang selamat, namun dirinya ditemukan 2900 tahun lalu dan mulai dikurung.


"Ceritamu sungguh menyedihkan, tapi tenanglah kamu mempunyaiku sebagai tuanmu." Clue mengelus rambut Justina. "Kamu hanyalah peringkat kaisar level 4 lebih lemah dariku. Meski saat ini kekuatanku masih belum kembali sepenuhnya." Justina menghina dan menjauh dari Clue. Clue menyeringai lalu menepuk pundak Justina.


Detik berikutnya Clue dan Justina menghilang. Beberapa detik kemudian Clue dan Justina muncul di sebuah kota yang baru saja Clue musnahkan. "Kemampuanmu berpindahmu sangat luar biasa dan Bagaimana bisa mereka meninggal, aku merasa mereka semua meninggal tidak lebih dari 3 hari." Justina terkejut. "Aku yang membunuh mereka semua." Clue menyeringai. "Itu mustahil." Justina menolak percaya.


3 bulan telah berlalu saat ini Clue duduk di sebuah kursi dan bergumam "tabel status."


Nama : Clue


Umur : 29 Tahun


Level : 660 Next Level Butuh 65000 Exp


Job : Patriack Sekte Dice


Ras : Manusia Elite Tingkat Tinggi


Kekuatan : 70000 > 83000


Agility : 70000 > 83000


Vitalitas : 70000 > 83000


Stamina : 70000/57000 > 82000/83000


Mana : 70000/57000 > 82100/83000


Poin : 20,000 > 90,000 > 25,000


Coin : 15,100,002,000 > 105,020,600,000


"Sudah 1 tahun berlalu sejak aku membantai iblis, orc dan ogre di dunia ini." "Aku juga level up 130 kali dan mendapatkan 100M coin." Clue tersenyum lalu berkata. "Tabel shop." Tabel shop muncul di depan Clue. Clue lalu mulai mencari skill shinigami hands yang ingin dia beli.


(Skill aktif Shinigami hands pengguna dapat membunuh semua mahluk hidup yang disentuhnya. Pengguna juga dapat menghidupkan mahluk yang telah mati dengan menyentuhnya dengan mengkonsumsi 1000 mana. Dengan syarat mahluk hidup tersebut tidak mati melawati 24 jam. Apakah akan di pelajari YA/TIDAK) "YA" Clue menekan Ya lalu coin berkurang 100M. Buku menjadi cahaya dan menuju kepala Clue. "Dengan begini slot skillku sudah penuh. Jika aku mempunyai 100M coin, aku akan mengganti skill." Clue tersenyum.


"Huh, mengapa kamu senyum sendiri." Kata Justina tiba-tiba muncul di samping Clue. "Aku tersenyum mengingat ekspresimu saat aku melihat celana dalammu." Clue tersenyum. "Dasar cabul." Justina tersipu.


"Benar, bagaimana kamu bisa menerobos peringkat kaisar begitu mudah." Tanya Justina penasaran. "Aku bertambah kuat saat membunuh." Clue tersenyum. "Kamu terlalu tidak normal, bahkan kamu memiliki kemampuan menghentikan waktu." Justina menghela nafas.


"Kita sudah membunuh 90% mahluk yang tinggal di dunia ini, dan aku akan pergi ke dunia tempat asalku." Kata Clue. "Ahh, bagaimana caranya." Justina terkejut. Clue kemudian mengambil token. "Aku setiap 7 hari selalu pulang ke duniaku, tanpa memberitahumu." Clue tersenyum. "Uuuhh, dasar jahat." Justina cemberut.


Clue tersenyum dia dan Justina selalu beradu argument dan saling menggoda, namun Clue menahan diri untuk tidak melakukan badan dengan Justina. "Baiklah, ayo ikut ke duniaku. Kamu bisa membalas dendamu sendiri di masa depan tanpa perlu bantuanku." Clue memegang tangan Justina. "Baik, bukankah aku ini pelayanmu, tapi meski aku pelayanmu bisakah kamu melepas tanganku." Justina tersipu.


"Jika aku melepas tanganmu, kamu tidak akan bisa mengikutiku." Balas Clue tersenyum. "Ahh." Justina terkejut lalu memegag tangan Clue dengan erat. "Hoo, sekarang siapa yang memegang tanganku dengan erat." Clue tersenyum. "Ini terpaksa." Justina malu.


"Kamu sangat cantik saat malu." Kata Clue lalu bergumam "Teleportasi menuju dunia hijau." (Teleportasi akan dilakukan dalam hitungan 3,2,1) Tidak berapa lama kemudian tubuh Clue dan Jutsina bercahaya lalu menghilang.


Beberapa detik kemudian Clue dan Justina sudah tiba di dunia hijau. "Kita sampai." Clue melihat Justina yang bengong. "Justina." Clue menepuk pundak Justina. "Ahh iya." Justina tersadar. "Kita sudah sampai." Balas Clue. "Eh cepatnya." Justina terkejut.


"Benar, aku mempunyai 4 istri dan 3 anak. Sebentar lagi kamu akan menemui mereka." Kata Clue. "Ahhh, baik." Justina menghela nafas dan bergumam. "Ternyata dia sudah memiliki istri." Clue yang melihat ekspresi Justina berkata. "Apakah kamu mau menjadi wanitaku juga." Clue tertawa. "Ahh, siapa yang mau menjadi wanitamu. Terlebih lagi aku ini pelayanmu." Justina berkata dengan malu. Clue tertawa lalu menepuk pundak Justina. Beberapa detik kemudian Clue dan Justina menghilang.


Tidak lama kemudian Clue dan Justina tiba di sebuah ruangan. "Tuan, anda kembali." Kata Shimako melihat kemunculan. "Benar, aku kembali Shimako." Clue tersenyum lalu mengelus rambut Shimako. Shimako tersipu malu Clue mengelus rambutnya. "Huh, apa dia pelayanmu juga. Aku lebih cantik dan lebih kuat darinya." Justina mendengus melihat Clue mengelus rambut Shimako.


Clue tertawa dia tahu Justina cemburu. Clue mendekati Justina lalu memeluknya. "Uuhh, mengapa kamu memelukku." Justina sangat malu tiba-tiba Clue memeluknya. "Aku hanya ingin memeluk seorang wanita cantik." Clue tersenyum. Wajah Justina sangat merah mendengar pujian Clue.


Clue lalu melepas Justina dan berjalan ke ruangan. Justina dan Shimako lalu berjalan mengikuti Clue. Saat memasuki ruangan, Clue melihat keempat wanitanya berkumpul dengan ketiga anaknya dan Haruka yang sedang berdiri. "Sayang kamu kembali." "Tuan, kamu kembali." "Papa." "Papa." Kelima Wanita dan anak Clue berteriak melihat Clue.


"Aku kembali semuanya." Clue tersenyum lalu memeluk ketiga anak kecil yang berjalan ke arahnya. "Ini papa punya permen buat kalian." Clue memberi tiga permen. "Ahh, permen-peremen." Ketiga anak kecil sangat senang melihat permen.


Clue lalu berjalan ke 4 wanitanya dan memeluk mereka. "Sayang, kami sangat merindukamu." "Uuh, padahal Cuma 7 hari aku tidak bertemu kalian." Clue tersenyum kecut.


"Oh, siapa dia tuan." kata Karen yang memeluk Clue melihat Justina. "Dia pelayan baru sama seperti Haruka dan Shimako. Dia adalah ras vampire dan peringkat kaisar level 6." Balas Clue. "Ahh." Gin, Karen, Syifa, Rapunsel dan Haruka yang duduk dengan ketiga anak Clue terkejut mendengar penjelasan Clue.


"Hoho, aku adalah Justina ahli peringkat kaisar level 6." Justina mengenalkan diri dengan bangga. "Jangan sombong." Clue memukul kepala Justina. "Aduh, aku Justina pelayan tuan Clue." Justina mengelus kepalanya. "Hahaha." Keempat wanita Clue tertawa.


"Aku Gin salam kenal." "Aku Karen salam kenal." "Aku Syifa salam kenal." "Aku Rapunsel salam kenal." Ke empat wanita mulai mengenalkan dirinya kepada Justina. Justina tersenyum dia tidak menyangka disambut baik oleh ke empat wanita Clue. "Justina dia Haruka pelayanku sama sepertimu." Clu memeluk Haruka. "Saya Haruka, salam kenal." Haruka berkata dengan tersipu.


"Dasar plaboy, dia memeluk pelayannya di depan istrinya. Jangan bilang dia melakukan itu dengan para pelayannya juga." Justina bergumam di pikirannya dan wajahnya memerah. "Baiklah, ayo kita makan bersama untuk menyambut Justina." Kata Clue. "Yee makan." Ketiga anak Clue berteriak. "Hahaha." Semua yang berada di dalam ruangan tertawa.


Sementara itu di sebuah ruangan yang terletak di benua inti beberapa pria dan wanita tua berkumpul. "Saat ini Clue sudah peringkat kaisar level 5, perkembangannya terlalu cepat." kata seorang pria tua berjenggot putih. "Benar, mungkin beberapa tahun lagi dia akan menerobos peringkat kaisar level 9." Balas wanita tua. "Lalu apakah kita tidak mengundangnya ke sini." Kata seorang wanita tua gemuk.


"Baiklah, ayo kita undang dia. Dia sudah pantas untuk bergabung dengan kita." Kata pria tua botak. "Atau lebih dari pantas, karna dengan kemampuan time stopnya. Dia bisa mengalahkan kita semua." Kata wanita tua.


Keesokan harinya Clue berada di sebuah ruangan bersama Shimako. Clue memberikan pil kecantikan kepada Shimako. "Makanlah." Kata Clue. "Baik tuan." Shimako menelan pil lalu bergegas menuju kamar mandi. "Ini pil kedua yang dia makan." Gumam Clue.


1 jam kemudian Shimako keluar dari kamar mandi dengan telanjang. Clue melihat bahwa Shimako menjadi lebih muda dan hanya sedikit kerutan di wajahnya. "Payudara dan Pantatnya semakin kencang, dia juga lebih cantik." Gumam Clue.


Clue menatap wajah Shimako lalu bergumam. "Nonaktifkan skill kontrak target Shimako." Beberapa detik kemudian Shimako linglung lalu melihat Clue. "Kenapa kamu melepaskanku." Tanya Shimako heran.


"Terimakasih sudah merawat anak-anakku selama ini, mungkin hanya ini yang bisa kuberikan kepadamu. Kamu bebas dan bisa pergi." Kata Clue. Saat ini Clue tidak membutuhkan Shimako karna memiliki Justina. Shimako berjalan ke arah Clue lalu menampar pipinya. "Plash." Clue dengan sengaja menerima tamparan Shimako.


"Kamu jahat, karna kamu sudah menemukan Justina kamu akan membuangku." Shimako menangis. Clue terkejut melihat Shimako menangis dan memeluknya. "Aku minta maaf, kamu bisa tetap bersamaku. Jika kamu ingin." "Apa kamu tidak berbohong, aku tetap bisa bersamamu." Shimako menatap Clue. "Benar, kamu bisa bersamaku wanita tua yang cantik." Clue tersenyum lalu mengusap air mata Shimako.


"Terimakasih." Shimako menangis dan mencium bibir Clue. Clue membalas ciuman Shimako dan meremas pantatnya. "Ermm." Shimako mengerang. Clue lalu berjalan berciuman dengan Shimako ke arah ranjang." "Ahh." Clue mendorong Shimako ke ranjang lalu menghisap miliknya. "Ahhh." Shimako mendesah.


2 jam kemudian Clue terbaring berpelukan dengan Shimako. "Shimako untuk saat ini kamu tetap menjadi pelayanku. Saat kamu hamil, baru kamu bisa jadi wanitaku." Kata Clue. "Baiklah tuan, jika itu maumu." Shimako tersenyum dan bersandar di dada Clue.


"Tok, tok." "Patriack ada utusan dari organisasi yang ingin menemuimu." Kata sebuah suara yang tidak lain adalah Rizky. "Suruh dia menunggu." Balas Clue. "Baik patriack." Clue mengelus rambut Shimako lalu berkata. "Aku pergi dulu, dan kamu harus bersikap seperti biasanya." Clue mencium kening Shimako. "Tentu tuan tercintaku." Shimako tersenyum bahagia lalu mulai membantu Clue mengenakan pakaian.


Setelah selesai mengenakan pakaian Clue keluar ruangan. Melihat Clue meninggalkan ruangan Shimako berkata. "Masa depan tidak bisa ditebak, aku beruntung dia dulu menjadikan aku budak. Dia juga memperlakukanku sangat baik seperti memperlakukan kekasihnya. Itu yang menyebabkanku sangat menyukainya." Shimako tersenyum.


Tidak lama kemudian Clue melihat seorang pria paruh baya peringkat kaisar level 1. "Apa kamu lama menunggu." Tanya Clue. "Tidak terlalu lama." Balas pria paruh baya. "Langsung ke intinya mengapa kamu menemuiku." Kata Clue. "Para orang tua ingin mengundang tuan Clue." Balas pria paruh baya.


"Oh, menarik. Bilang kepada mereka semua. Aku akan datang jika memiliki waktu luang." Kata Clue. "Baiklah kalau begitu, tugasku untuk menyampaikan pesan sudah selesai. Aku pergi dulu." Kata pria paruh baya. "Baiklah, aku tidak bisa mengantarmu keluar." Balas Clue. "Tidak masalah tuan Clue." Pria paruh baya lalu pergi.


Melihat kepergian pria paruh baya Clue berkata. "Menarik, para orang tua mengundangku. Tapi mengundangku tanpa di beri sesuatu yang sangat berharga resikonya sangat berbahaya. Karna tidak ada yang aku takutkan lagi di dunia ini." Clue menyeringai.


Selama di dunia sunyi Clue sudah membunuh iblis, orc dan ogre peringkat kaisar level 8. Jadi Clue memiliki keberanian untuk mengatakan tidak ada ahli yang bisa menakutinya di dunia hijau.


"Siapa dia sayang." Clue melihat Gin yang berjalan ke arahnya lalu duduk di pangkuannya. "Dia hanya pesuruh para orang tua dari organisasi." Balas Clue mengelus paha Gin dan meremas pantatnya. "Oh, lalu apakah kamu ingin menemui mereka." Balas Gin tersipu lalu mengarahkan tangan Clue ke ****** ********. "Aku tidak akan pergi menemui mereka saat ini." Kata Clue menjilati leher Gin. "Oh, lalu ayo ke kamarku." Gin tersipu lalu menarik tangan Clue.


Tidak lama kemudian Clue dan Gin sudah berada di kamar. Clue dan Gin sedang telanjang dan berciuman dengan agresif. "Kamu sangat agresif Gin." Bisik Clue. "Uuhh, aku belum puas karna kita kemarin hanya melakukan tidak lama." Balas Gin.


2 jam kemudian Clue dan Gin terbaring bepelukan. "Sayang, apa aku boleh hamil lagi." Tanya Gin. "Untuk saat ini jangan Gin." Balas Clue. "Baiklah sayang. Aku akan menuruti semua perkataanmu" Gin tersenyum dan mencium bibir Clue.