Rebirth With System

Rebirth With System
S4 Lantai 20



"Apa mereka mengajakmu bergabung ke guild lagi tuan kucing." tanya Elizabeth. Dia tahu bahwa setiap hari selalu ada seseorang yang mengajak Clue bergabung ke sebuah guild. "Benar, mereka tidak tahu, bahwa tanpa bergabung guild sekalipun. Aku dapat naik ke lantai dengan cepat." kata Clue. "Maaf sudah membuat anda menunggu." Kata seorang pelayan mengantarkan makanan.


"Tidak masalah." Clue lalu mengambil ikan bakar dan memakannya. "Anda sama seperti kucing lainnya tuan kucing. Suka dengan ikan." Elizabeth terkikik. "Makanlah, selagi makanan masih hangat." Kata Clue. "Baik." Elizabeth mengangguk.


30 menit kemudian Clue telah selesai makan dan berjalan keluar restoran. "Silakan datang lagi." kata pelayan melihat Clue pergi. "Tuan kucing, mengapa banyak player memilih melakukan misi bekerja di restoran selama 7 hari dari pada membunuh monster." tanya Elizabeth. Dia tahu ada misi bekerja di restoran dan melayani tamu dengan baik selama 7 hari.


"Karena tidak semua suka bertarung Elizabeth, ada seseorang yang lelah bertarung dengan monster kemudian mencari misi yang aman. Seperti aku mencari misi membuat pil." Kata Clue. "Bukankah kamu juga pernah mengambil misi menjahit pakaian." Kata Clue. "Hehe, aku hanya iseng ingin menjahit pakaian." Elizabeth tertawa. "Baiklah, ayo kita ke menara." Kata Clue. "Baik." Elizabeth mengangguk. "Clue dan Elizabeth berjalan menuju menara.


Beberapa menit kemudian Clue dan Elizabeth tiba di menara dan masuk ke dalam. Clue melihat seorang wanita yang sedang duduk di kursi. "Kami berdua telah menyelesaikan 10 misi." Kata Clue. "Taruh tanganmu di bola itu." Balas wanita. Clue kemudian berjalan ke arah bola.


"Bukan kamu, tapi wanita itu." Balas wanita. "Bilang dari awal bodoh." kata Clue menatap wanita. Wanita jengkel terhadap Clue, namun tidak berani memarahi Clue. Elizabeth menaruh tangannya di bola hitam kemudian angka 305 muncul.


"Baiklah, kalian berdua bisa naik ke lantai selanjutnya." Kata wanita kemudian sebuah pintu muncul di depan Clue. "Ayo Elizabeth." Kata Clue memasuki pintu. "Baik." Elizabeth kemudian juga masuk ke dalam pintu. melihat Clue dan Elizabeth masuk ke dalam pintu seseorang berbisik. "Kucing itu bahkan berani memarahi penjaga lantai. Bahkan penjaga lantai tidak berani memarahi kucing." "Diamlah, kamu ingin membuat penjaga lantai marah." Bisik pria lain. "Aku mendengarnya." Kata wanita. "Ahh, maafkan kami penjaga lantai." Kata dua pria ketakutan.


Setelah memasuki pintu Clue melihat sebuah kota di depannya. "Kita cari penginapan terlebih dulu." kata Clue berjalan memasuki kota. "Baik." Elizabeth mengangguk kemudian mengikuti Clue. Saat memasuki kota Clue menarik perhatian semua orang seperti biasanya.


Beberapa menit kemudian Clue menemukan sebuah penginapan dan masuk ke dalam. "Pesan kamar untuk 2 hari, kembaliannya untukmu." kata Clue memberikan 1 koin emas. "Ahh, terimakasih tuan kucing." pria mengambil koin emas dengan senang. "Mari ikuti saya tuan, saya akan mengantarkan anda." Pria kemudian mengantarkan Clue dan Elizabeth menuju sebuah kamar.


Ini kamar anda tuan." pria memberikan kunci kamar kepada Clue. Clue membuka pintu kemudian masuk ke dalam. Clue melompat ke ranjang dan berkata. "Hari ini kita akan istirahat, besok kita akan menyelesaikan misi." "Baik tuan." balas Elizabeth. Clue terdiam beberapa detik kemudian bergumam. "Tabel status." Tabel status kemudian muncul di depan Clue.


Nama : Clue


Usia :1 Bulan, 4 Minggu


Level : 900 next level (0/9,000) exp


Ras : Hewan Elite Tingkat Rendah


Kekuatan : 12,000


Agility : 12,000


Vitalitas : 12,000


Stamina : 11,500/12,000


Poin : 0


Melihat statusnya Clue bergumam. "Berkat mengkonsumsi banyak pil kekuantanku 3 ribu lebih tinggi dari tingkat aslinya." Clue menutup tabel status dan berkata. "Aku masih memiliki banyak stock air kehidupan yang ku dapatkan dari dewa lainnya. Jika tidak ada yang berani macam-macam denganku. Aku tidak akan terburu-buru untuk meningkatkan kekuatanku."


"Benar, saat ini aku sudah peringkat sss namun tidak ada tehnik transformasi yang muncul. Biasanya hewan lain setelah menerobos peringkat s dapat berubah menjadi manusia." kata Clue. "Mungkin setelah menerobos peringkat raja skill transformasi akan muncul." gumam Clue.


Sementara itu di tempat lain seorang pria sedang membaca buku. "Ada informasi mengenai kucing itu." Tanya pria. "Saat ini dia sudah mencapai lantai 20 tuan." balas pria berpakaian putih yang berdiri di belakang pria yang sedang membaca buku. "Apa tingkat kekuatannya sekarang." tanya pria. "Peringkat sss level 8." Balas pria.


"Suruh Han Suyin untuk turun ke lantai bawah dan merekrut kucing itu ke dalam keluarga kita." Kata pria. "Mengapa anda menyuruh wanita gila itu tuan." tanya pria berpakaian putih. "Bukankah sudah jelas, jika kucing itu menolak untuk bergabung dengan keluarga kita. Kita harus membunuhnya." Balas pria.


Keesokan harinya Clue berada di sebuah menara. "Ujian di lantai ini adalah menyelesaikan 20 misi. Jika kamu menyelesaikan 20 misi, maka kamu bisa naik ke lantai selanjutnya." Kata pria botak melihat Clue.


"Apa kamu penjaga lantai ini." tanya Clue. "Tidak, aku adalah asistennya. Penjaga lantai ini sedang pergi." balas pria botak. "Aku baru tau penjaga lantai mempunyai asisten." Balas Clue. "Di lantai 20 ke atas, setiap penjaga lantai memiliki asisten." Balas pria botak. "Oh, apa kamu mempunyai otoritas untuk mengirim seseorang naik ke lantai selanjutnya." Tanya Clue. "Aku memilikinya." Balas pria botak.


Clue melihat pria botak kemudian mengambil semua kertas misi di papan misi. "Hei, jangan mengambil semuanya." Teriak seorang wanita. "Apa kamu tidak terima." Balas Clue menatap wanita. "Hehe, kami menerimanya tuan kucing. Tolong abaikan saja dia." kata seorang pria menutup mulut wanita.


"Beruntung aku saat ini dalam mood baik. Jika aku dalam mood buruk, tubuhmu sudah kujadikan daging cincang." Kata Clue mengeluarkan aura membunuhnya. Semua orang di ruangan berkeringat saat merasakan aura Clue. "Baiklah, ayo pergi Elizabeth." Kata Clue meninggalkan menara. "Baik." Balas Elizabeth mengikuti Clue.


"Apa misi yang akan kita selesaikan hari ini tuan kucing." kata Elizabeth bersemangat melihat Clue. "Seperti biasa, kamu membunuh monster dan aku membuat pil." Kata Clue memberikan kertas misi kepada Elizabeth. Clue dan Elizabeth kemudian merobek kertas misi. "Misi membuat pil level 2, hadiah 10 koin emas." Clue melihat notifikasi muncul di depannya.


12 Jam kemudian Clue sedang berada di atap rumah dan melihat seekor kucing putih mendekat ke arahnya. "Meow." "Aku tidak tertarik dengan seekor kucing, meski aku juga seekor kucing." kata Clue melihat kucing di depannya. "Meow." Melihat kucing putih terus menatap dirinya Clue berkata. "Cih, makanlah ini." Clue memberikan ikan kepada kucing. "Meow." Kucing mencium ikan kemudian mengingitnya.


"Oh, ternyata tuan kucing ada disini." Clue melihat Elizabeth melompat ke atap rumah. "Apa itu anak buah barumu tuan kucing." Elizabeth terkikik melihat kucing putih yang sedang makan ikan. Clue mengabaikan Elizabeth dan menatap langit. Melihat Clue mengabaikan dirinya Elizabeth menatap langit malam. "Aku ingin tahu siapa yang membuat menara ini, di dalam menara bahkan ada matahari dan bintang." Kata Elizabeth.


"Tidak ada gunanya bagimu saat ini untuk mengetahui siapa yang membuat menara ini. masuklah ke dalam dan tidurlah." Kata Clue. "Baik." Elizabeth mengangguk kemudian melompat turun dari atap. "Meow." Melihat Elizabeth pergi kucing putih mendekat ke arah Clue dan menjilati tubuhnya. "Hei, aku tidak ingin kawin denganmu." Kata Clue lalu melompat turun dari atap.


1 bulan telah berlalu saat ini di lantai 25 ada seorang wanita yang tiba-tiba muncul di langit. "Akhirnya aku tiba di lantai 25." Kata wanita melihat kota dibawahnya. "Mengapa seorang peringkat 100 besar sepertimu turun ke lantai bawah." Kata pria tiba-tiba muncul di depan wanita.


"Oh, lama tidak bertemu Erudin penjaga lantai 25." Kata wanita tersenyum. "Kau belum menjawab pertanyaanku Han Suyin." Balas pria. "Aku kemari untuk mencari kucing itu." Balas wanita yang di panggil Han Suyin. "Duaaar." Pria dan wanita melihat langit hitam dan petir yang menyambar-nyambar. "Ada seseorang yang menghadapi hukum alam." Kata Han Suyin.


"Kamu pasti sudah tahu siapa yang menghadapi hukum alam itu." Kata Erudin. "Oh, berarti kucing itu yang menghadapi hukum alam." Balas Han Suyin. "Jika begitu, aku akan kesana. Karena tujuanku kemari untuk bertemu dengannya." Han Suyin kemudian melesat dengan cepat. Melihat Han Suyin pergi Erudin berkata. "Aku tidak akan membiarkan wanita gila itu berbuat semaunya di lantai yang aku jaga." Kata Erudin kemudian melesat pergi.