
Sementara itu Clue sedang memegang tanaman obat. "Bagaimana, apakah tanaman obat di benua ini lebih bagus dari pada benua utara dan timur." Ray melihat Clue. "Tanaman obat di dunia ini kualitasnya lebih bagus dari ketiga benua." Balas Clue. "Bagus, jika begitu ayo kita cari tanaman obat lagi." Ray berkata penuh semangat. Ray sudah tidak sabar ingin memakan pil soul tingkat tinggi yang Clue buat.
Keesokan harinya Clue sedang mencari obat bersama Ray, Fernando dan yang lain melihat kemunculan 2 elf. "Tuan Pablo, dia manusia yang mengalahkanku." Elf menunjuk Clue. "Ikutlah bersamaku, raja ingin bertemu denganmu." Elf berpakaian hitam melihat Clue.
"Bagaimana jika aku tidak mau." Clue melihat elf berpakaian hitam. "Aku akan membawamu secara paksa." Balas elf berpakaian hitam. "Hahaha, hanya dengan dirimu." Clue tertawa terbahak-bahak. "Bahkan jika seluruh elf di benua selatan bersatu untuk menyerangku. Aku tidak akan menerima luka." Clue mencibir.
"Sombong." Kata elf berpakaian hitam kemudian akar tumbuhan mengikat Clue. "Apa kamu coba menangkapku dengan akar lemah ini." Clue menghancurkan akar tumbuhan. Elf berpakaian hitam terkejut Clue dapat lepas dari akar tumbuhan miliknya dengan mudah.
Clue muncul di depan elf berpakaian hitam dan meninju perutnya. "Booom!!." Elf berpakaian hitam terlempar sejauh 10km dan menghancurkan pepohonan. "Organ dalamnya terluka dan beberapa tulangnya hancur, bantulah dia." Clue melihat elf yang sedang tercengang. "Aahh, baik." Elf tersadar dan melesat pergi.
"Mengapa kamu tidak membunuhnya." Ray melihat Clue. "Aku hanya membunuh seseorang yang mengeluarkan niat membunuh padaku." Balas Clue. "Baiklah, ayo kita cari tanaman obat lagi." Clue melihat Ray, Fernando, Fitria dan Ambar. "Baik." Balas Fitria dan Ambar.
Saat ini elf pria melihat elf berpakaian hitam yang sedang duduk dan muntah darah. "Tuan Pablo, apakah anda baik-baik saja." Elf pria khawatir. "Apakah aku terlihat baik-baik saja. Organ dalamku terluka dan beberapa tulangku patah." Balas elf berpakaian hitam mengusap darah di mulutnya. "Bawa aku kembali ke istana." Kata elf berpakaian hitam. "Baik." Elf pria mengangguk kemudian merangkul elf berpakaian hitam lalu terbang ke udara.
Keesokan harinya di sebuah istana elf pria yang memakai mahkota melihat elf berpakaian hitam yang terbaring di ranjang. "Kultivator manusia itu setidaknya tingkat kaisar level 7." Elf berpakaian hitam berbicara. "Oohh, jarang sekali ada kultivator kaisar di atas level 6 yang memilih untuk tinggal di dunia ini dan tidak memasuki portal." Elf yang memakai mahkota terkejut. "Sepertinya ras manusia berencana memulai perang." Gumam elf yang memakai mahkota.
Saat ini Clue sedang duduk di sebuah batu dan melihat tabel shop. Clue melihat ada 15 pil di tabel shop. "Akhirnya aku berhasil membuat pil soul tingkat tinggi." Clue tersenyum dan melihat pil soul.
"Pil Soul tingkat tinggi. Memakannya dapat memperkuat jiwa dan menyembuhkan jiwa yang terluka." Clue mengambil pil soul dan melihat cooldown 23 Jam 59 menit. Clue memakan pil soul dan merasakan pikirannya menjadi jernih. "Efek pil ini 10x lebih baik dari pada pil soul tingkat menengah. Dengan memakan Pil ini dapat membuat seseorang merasakan mahluk hidup dalam jarak 1000 meter." Kata Clue.
Clue menghilang dan muncul di depan Ray. "Apa kamu berhasil membuat pil soul tingkat tinggi." Tanya Ray. "Aku berhasil." Clue mengangguk. "Bagus." Ray tersenyum. "Baiklah, ayo kita kembali ke benua barat." Kata Clue teleportasi tanpa menunggu jawaban Ray, Fernando dan yang lain.
Clue, Ray, Fernando, Ambar dan Fitria muncul di sebuah kota. "Senior terimakasih sudah mengijinkanku ikut denganmu ke benua selatan." Fitria tersenyum kepada Clue. "Tidak masalah." Balas Clue. "Jika senior membutuhkan sesuatu, cari saja aku di akademi star." Fitria tersenyum dan berjalan pergi.
"Ayo kita kembali ke penginapan." Clue melihat Fernando, Ray dan Ambar. "Baik." Fernando, Ray dan Ambar mengangguk. Tidak lama kemudian Clue berada di sebuah kamar bersama Fernando, Ray dan Ambar. "Makanlah, ini adalah pil spirit level 9." Clue memberikan pil spirit level 9 kepada Fernando dan Ambar. "Terimakasih Clue." Ambar tersenyum dan menelan pil. Melihat neneknya menelan pil Fernando juga mengkonsumsi pil.
"Apa kamu tidak memberiku pil soul tingkat tinggi." Tanya Ray. "Aku akan memberikan pil soul tingkat tinggi kepadamu, Fernando dan Ambar 3 hari lagi." Balas Clue. "Baiklah." Ray mengangguk dan berbaring di kasur.
1 Jam kemudian Fernando membuka matanya dan berkata. "Tabel status." layar status muncul di depan Fernando.
Nama : Fernando Clue De Lopez
Usia : 16 Tahun
Level : 52 next level (0/5,250) exp
Ras : Manusia
Kekuatan : 5.250
Vitalitas : 5.250
Stamina : 5.250/5.250
Ki/Mana : 5.250/5.250
Poin : 0
Coin : 20.000
"Kurang 750 poin lagi kamu menembus tingkat sss." Clue melihat Fernando. "Dalam 1 hari aku bisa meningkatkan 10 poin. Jadi butuh 75 hari bagiku untuk menembus tingkat sss, tanpa mengkonsumsi pil spirit." Balas Fernando menutup tabel status.
Clue melihat Ambar yang selesai menyerap energy di dalam pil. "Terimakasih Clue." Ambar sekali lagi mengucapkan terimakasih kepada Clue.
Sementara itu di benua utara, pria paruh baya yang tidak lain paman Fitria sedang berbaring di tanah dan melihat goblin dengan tubuh berotot berjalan ke arahnya. "Bawa mereka ke istana." "Baik." Balas puluhan goblin kemudian membawa pria paruh baya dan 10 pria lainnya.
2 Bulan telah berlalu setelah Clue bertemu Ray dan berada di planet Azure. Saat ini Clue sedang berbaring di kasur dan melihat seseorang mengetuk pintu kamarnya. "Masuklah." Kata Clue. Clue tahu bahwa Fitria yang mengetuk pintu kamarnya.
"Senior." Fitria masuk ke dalam ruangan dan melihat Clue. "Ada apa." Clue melihat Fitria. "Sudah 1 bulan berlalu setelah paman tiba di benua utara. Seharusnya saat ini paman sudah kembali ke benua barat." Kata Fitria dengan cemas.
Clue memejamkan matanya dan melihat lokasi Agung yang berada di dalam penjara dengan tangan dan kaki di rantai. "Saat ini pamanmu sedang di dalam penjara." Clue membuka matanya. "Aahh." Fitria terkejut dengan kata Clue. "Senior, bisakah kamu menolong pamanku." Fitria memohon.
"Apa imbalan yang aku dapatkan jika menolong pamanmu." Clue melihat Fitria. "Senior bisa meminta apa saja dariku." Balas Fitria. "Bagaimana jika aku meminta tubuhmu." Clue berdiri dan mengelus wajah Fitria. "Jika itu keinginan senior, Fitria rela memberikan kesucianku kepada senior." Balas Fitria.
Melihat Fitria yang serius Clue berkata. "Baiklah, aku akan menolong pamanmu. Kamu bisa kembali." "Terimakasih senior." Fitria tersenyum. Fitria yakin Clue bisa menyelamatkan pamannnya, karena Clue memiliki kemampuan teleportasi.
Melihat Fitria yang keluar dari kamarnya, Clue kemudian teleportasi. Clue muncul di dalam penjara dan melihat pria paruh baya dengan tubuh penuh luka dan kedua tangan serta kaki di rantai. "Aku tidak menyangka kondisimu saat ini begitu menyedihkan." Clue berbicara.
"Senior." Pria paruh baya terkejut melihat kemunculan Clue. "Keponakanmu memintaku untuk membebaskanmu." Clue menghancurkan jeruri dan melepaskan rantai yang mengikat kaki dan tangan pria paruh baya.
"Senior, tolong bebaskan 10 pria yang datang bersamaku." pria paruh baya memohon. "Baiklah." Clue membaskan 10 pria yang datang bersama pria paruh baya. "Terimakasih senior." 10 pria berterimakasih kepada Clue.
"Sial siapa kamu." Goblin berteriak melihat Clue yang membebaskan tawanan. "Berisik." Clue menjentikan jarinya dan tubuh goblin tiba-tiba terbakar. "Aahhh." Goblin berteriak kesakitan. "Apa kalian ingin aku membunuh goblin yang membuat kalian di penjara." Clue melihat pria paruh baya dan 10 pria.
"Tidak perlu senior, jika anda membunuh goblin yang membuat kami di penjara. Akan menyebabkan perang antar ras manusia dan goblin." Balas pria paruh baya. "Baiklah, jika itu keinginan kalian." Kata Clue teleportasi bersama pria paruh baya dan 10 pria.