
Beberapa menit kemudian Fernando dan Ambar melayang turun dari langit. "Baiklah, ayo kita kembali ke dinasti gu." Kata Clue teleportasi bersama Fernando, Ray dan Ambar. Clue muncul di tengah kota dan mendengar suara teriakan. "Kakek dia orang yang membunuh ayah." Clue berbalik dan melihat Felicia bersama dua pria tua.
Dua pria mencoba melihat kekuatan Clue. Namun mereka berdua terkejut saat tidak bisa merasakan kekuatan Clue. "Saudara Hao, aku tidak bisa merasakan kekuatannya." Kata seorang pria tua dengan nada buruk. "Aku juga sama saudara Luo Yan." Balas pria tua lain.
"Oohh. Bukankah kamu Felicia, mengapa kamu berada di dinasti gu. Dan siapa dua pria tua jelek yang sedang bersamamu. Apa mereka berdua juga pria yang menidurimu." Clue menyeringai. Mendengar kata Clue, badan Felicia gemetar.
"Berengsek, aku adalah kakeknya." Pria tua marah. "Oohh, karena kamu kakeknya. Apa kamu ingin membalas kematian anakmu." Clue menyeringai. "Ada apa ini rebut-ribut." "Sepertinya akan ada pertarungan." Banyak orang berkumpul dan melihat Clue.
"Karena tidak boleh ada pertarungan di dalam kota. Ayo kita bertarung di luar kota." Kata Clue berjalan diikuti Fernando, Ray dan Ambar. "Saudara Luo apa kita akan bertarung." Tanya pria tua. Dia tidak yakin bisa mengalahkan Clue. "Saudara Hao, ini adalah masalahku. Jika aku mati, tolong jaga cucuku." Balas pria tua yang di panggil Luo Yan. "Kakek." Felicia bersedih mendengar kata kakeknya.
Saat ini Clue berada di luar kota dan melihat dua pria tua dan Felicia terbang ke arahnya. "Baiklah, langsung saja kalian berdua melawanku." Kata Clue tersenyum. "Cukup aku yang melawanmu." Kata Luo Yan kemudian tubuhnya diselimuti api.
Clue tiba-tiba muncul di depan Luo Yan dan mencengkram lehernya. "Cepat." Semua orang yang menonton pertarungan, terkejut dengan kecepatan Clue. "Mati." Kata Clue menusuk jantung Luo Yan dengan tangannya. "Uuhhh." Luo Yan muntah darah dan tidak lama kemudian mati.
"Kakek." Felicia menangis melihat kakeknya mati di tangan Clue. Clue melempar mayat Luo Yan ke arah Felicia dan pria tua. "Apa kamu tidak ingin melawanku, aku akan memberimu kesempatan menyerangku sekali." Clue menyeringai.
"Aku dan Luo Yan adalah kultivator kaisar level 3 yang baru saja menerobos. Jika dia bisa mengalahkan Luo Yan dengan mudah. Dia juga bisa mengalahkanku dengan mudah. Luo Yan, maafkan aku tidak bisa membalas dendam atas kematianmu." Gumam pria tua.
"Dasar pengecut." Clue mencibir dan berjalan ke arah Fernando, Ray dan Ambar. "Ayo kembali ke kota." Kata Clue berjalan ke arah kota diikuti Fernando, Ray dan Ambar. Melihat Clue memasuki kota pria tua berkata. "Felicia, aku akan mengantarmu kembali ke negara api."
"Kalian kembalilah ke penginapan dulu, ada yang ingin aku lakukan." Kata Clue melihat Fernando, Ray dan Ambar. "Baik." Balas Fernando dan Ambar. Melihat Fernando dan Ambar berjalan ke arah penginapan, Clue kemudian menghilang.
Clue muncul di depan Felicia dan pria tua yang membawa mayat Luo Yan. "Sial, apa kamu tidak akan melepaskan kami berdua." Pria tua mengutuk melihat Clue. "Clue kamu telah membunuh kakekku. Jadi biarkan kakek Hao pergi, dia tidak mempunyai dendam padamu." Teriak Felicia.
"Dulu aku memaafkanmu waktu kamu menyuruh pengawalmu menyerangku. Tapi saat ini aku tidak akan memaafkanmu lagi Felicia." Clue menjentikan jarinya kemudian tubuh Felicia terbakar api. "Aahhh. Maafkan aku senior." Felicia berteriak kesakitan.
"Berengsek jangan pikir aku takut padamu." Pria tua melesat ke arah Clue. Dia tahu Clue tidak akan membiarkannya pergi. "Dasar semut." Clue mencengkram kepala pria tua dan menghancurkannya. "Krakkk."
"Aku tidak menyangka bahwa kamu begitu kejam." Clue melihat pria paruh baya yang dia temui bersama perempuan saat pertama kali tiba di dinasti Gu. "Apa kamu juga ingin seperti mereka." Kata Clue melihat pria paruh baya. Mendengar perkataan Clue, ekspresi pria paruh baya menjadi buruk. Dia tahu dirinya bukan lawan Clue.
"Ambilah." Clue melemparkan pil soul tingkat rendah kepada pria paruh baya. "Pil apa ini." Kata pria paruh baya menangkap pil bewarna kuning. "Itu adalah pil yang dapat memperkuat jiwamu. Anggap pil itu sebagai bayaran karena aku telah mencuri tanaman obat di tokomu." Kata Clue. Clue tahu pria paruh baya adalah suami wanita tu yang tokonya telah dicuri oleh Clue.
"Jad kamu yang mencuri semua tanaman obat di tokoku." Pria paruh baya marah dan mengeluarkan auranya. "Oohh. Apa kamu ingin melawanku." Clue menyeringai. Mendengar kata Clue pria paruh baya menghilangkan auranya dan berkata. "Maaf senior, aku terlalu terbawa suasana."
"Makanlah pil itu." Kata Clue melihat pria paruh baya. Pria paruh baya tidak berani menolak perintah Clue dan menelan pil. Saat menelan pil, pria paruh baya merasakan pikirannya menjadi jernih. "Pil yang luar biasa." Pria paruh baya terkejut. Clue melihat pria paruh baya dan menghilang. Melihat Clue yang menghilang pria paruh baya berkata. "Di benua barat mungkin hanya dirinya yang menguasai kemampuan berpindah tempat."
Saat ini Elizabeth sedang duduk di kursi dan memakan anggur. "Aku ingin tahu apakah kakek berhasil membunuh Clue atau tidak" "Dia gagal membunuhku" Clue muncul di depan Elizabeth.
"Ahh Clue." Elizabeth ketakutan melihat kemunculan Clue. "Kamu dan anakmu tidak ada bedanya" Kata Clue menjentikan jarinya kemudian tubuh Elizabeth terbakar api. "Ahhh" Elizabeth berteriak. Melihat tubuh Elizabeth menjadi abu Clue menghilang.
1 Jam kemudian Fernando membuka matanya dan berkata. "Tabel status." layar status kemudian muncul di depan Fernando.
Nama : Fernando Clue De Lopez
Usia : 16 Tahun
Level : 43 next level (0/4,300) exp
Ras : Manusia
Kekuatan : 4.300
Agility : 4.300
Vitalitas : 4.300
Stamina : 4.300/4.300
Ki/Mana : 4.300/4.300
Poin : 0
Coin : 10.000
"Jangan berpuas diri dengan kekuatanmu saat ini. Pemuda seusiamu di dunia ini dapat mengalahkanmu dengan mudah." Ray berbicara di pikiran Fernando. "Aku tahu." Fernando mengangguk, dia tahu saat ini dirinya masih sangat lemah. Bahkan Ray yang lebih kuat darinya melarikan diri saat dikejar perempuan yang sedikit lebih tua darinya.
Tidak lama kemudian Ambar membuka matanya. "Terimakasih Clue." Ambar tersenyum dan berterimakasih kepada Clue. "Baiklah, ayo tinggalkan benua barat." Clue melihat Fernando dan Ambar. "Kemana kita akan pergi." tanya Fernando. "Benua timur. Dimana ras monster berada." Kata Clue teleportasi bersama Fernando, Ray dan Ambar.
Saat ini Clue berada di sebuah hutan dan melihat harimau sebesar 10 meter yang ekornya di selumuti api. "Jarang sekali ada manusia yang berani pergi ke benua timur." Harimau api berbicara. "Aahh, monster harimau itu berbicara." Ambar terkejut melihat harimau api yang berbicara.
"Anjing kecil mengapa kamu bersama para manusia itu. Apa kamu mengkhianati ras monster." Harimau api melihat Ray. "Berengsek, siapa yang kamu sebut anjing kecil." Ray mengutuk. "Aahh, Ray juga bisa berbicara." Ambar terkejut. Selama 1 bulan bersama Ray, Ambar tidak pernah melihat Ray berbicara.
"Kamu hanyalah monster yang baru saja menerobos peringkat raja, namun berani sombong di hadapanku." Ray marah dan menembakan bola cahaya dari mulutnya. "Bahaya." Kata harimau api melihat bola cahaya yang melesat ke arahnya. "Booom!!" "Aahh." Bola cahaya mengenai tubuh harimau api dan meledak.
"Aku tidak menyangka bahwa Ray begitu kuat." Ambar terkejut melihat tubuh harimau api yang mati tanpa menyisahkan mayat. "Kamu terlalu membuat kehebohan. Semua monster menuju kemari." Kata Fernando melihat Ray.