Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Melatih



30 menit kemudian Clue telah tiba di kota jember dan melihat kedua orang tua Jasmine yang sedang muntah. "Uekk." "Ueekk." Jasmine menepuk pundak kedua orang tuanya. "Apa om dan tante memiliki phobia ketinggian." Clue bertanya. "Aku tidak memiliki phobia ketinggian. Tapi saat terbang seperti tadi sungguh menakutkan." Balas ayah Jasmine dengan wajah sedikit pucat.


"Oh, mengapa kamu kembali begitu cepat." Clue melihat pria yang keluar dari rumah, yang tidak lain adalah ayahnya Adrian. "Karena Jasmine sudah menemukan kedua orang tuanya. Maka aku kembali. Perkenalkan yah, dia Samuel ayah Jasmine, dan Indah Ibu Jasmine." Kata Clue. "Perkenalkan aku Adrian ayah Clue." "Samuel." "Indah." Adrian dan kedua orang tua Jasmine berjabat tangan.


"Baiklah, kalian bisa melanjutkan percakapan nanti. Kita saat ini kedatangan tamu." Kata Clue melihat ke arah ayahnya. "Bruak." Beberapa detik kemudian puluhan cacing raksasa mulai muncul dari tanah dan mengelilingi mereka. "Ahhh." Jasmine dan kedua orang tuanya terkejut melihat mereka sudah dikelilingi cacing raksasa.


"Sebenarnya aku ingin mengabisi mereka sebelum mendekat kesini. Tapi aku berubah pikiran, karena aku akan membuat kuat om dan tante." Kata Clue kemudian mengangkat tangannya. Puluhan bola api mulai muncul di udara. "Mati." kata Clue menggerakan tangannya kemudian bola api melesat ke arah puluhan cacing. "Boom." "Boom." "Ssshhh." Puluhan cacing meledak terkena bola api.


Tidak lama kemudian Clue melihat hanya ada 4 cacing yang masih utuh dan bergerak. "Baiklah, kalian bisa membunuh cacing itu." Kata Clue menjentikan jarinya kemudian perisai air yang melindungi Adrian, Jasmine dan kedua orang tua Jasmine menghilang.


Clue menginjak tanah kemudian dua tombak tanah sepanjang 1 meter muncul. "Om dan tante bisa membunuh kedua cacing itu." Kata Clue melihat cacing yang menggeliat secara pelan. "Clue, apa cacing itu tidak akan menyerang mama dan papa." Kata Jasmine khawatir. "Tenang saja, cacing itu tidak akan menyerang. Terlebih lagi aku bisa melindungi om dan tante jika cacing itu menyerang." Kedua orang tua Jasmine saling melihat kemudian berjalan ke arah cacing raksasa.


"Tusuk sekuat kalian." Kata Clue. kedua orang tua Jasmine kemudian mulai menusuk tubuh cacing. Namun tombak tanah tidak menembus tubuh cacing. Clue menggerakan jarinya. Kemudian hembusan angin kencang mendorong tubuh kedua orang tua Clue. "Cepp." "Ceepp." Tombak tanah menancap ke tubuh cacing.


Saat tombak tanah menancap di tubuh kedua cacing. Kedua cacing mulai berhenti menggeliat. Clue melihat aliran energy alam yang masuk ke dalam tubuh kedua orang tua Jasmine. "Aku merasa tubuhku di penuhi tenaga. Bahkan perasaan mual tadi menghilang." Kata Samuel. "Benar pa, mama juga merasakannya." Balas Indah.


Clue berbalik dan melihat ayahnya sudah membunuh satu cacing yang masih hidup. Clue melihat Jasmine dan berkata. "Hanya kamu yang belum membunuh cacing. Apa kamu tidak ingin membunuhnya." Kata Clue. "Ahh, aku akan membunuhnya." Kata Jasmine kemudian merapalkan mantra. Satu panah angin mulai muncul dari udara kemudian melesat ke arah cacing yang masih hidup. "Buzz." Panah angin menembus tubuh cacing. Melihat monster cacing terakhir telah mati Clue menginjak kakinya.


"Bruak." Semua mayat monster cacing jatuh ke dalam lubang yang tiba-tiba muncul. "Ahh." Kedua orang tua Jasmine terkejut melihat lubang besar muncul dimana-mana. Sementara tanah yang mereka injak tidak berlubang. Clue menginjak kakinya lagi kemudian tanah mulai menutup. "Bruakk." Clue melihat langit dan berkata. "Karena hari masih belum gelap. Kita akan lanjut berburu monster." Clue menjetikkan jarinya kemudian terbang di langit bersama Adrian, Jasmine dan kedua orang tuanya yang diselimuti oleh angin.


Beberapa jam kemudian Clue sedang duduk di kursi dan melihat kedua orang tua Jasmine. "Bagaimana perasaan om dan tante saat ini." "Aku merasa tubuhku jauh lebih sehat dan kuat." Balas Samuel. "Aku juga merasakan hal yang sama." Balas Indah. "Baiklah, aku akan menyiapkan air untuk kalian mandi. Atau kalian ingin mandi disini secara langsung." Kata Clue mengangkat tangannya kemudian bola air muncul di udara. "Clue jangan bercanda." Kata Jasmine.


Seol, korea selatan. Seorang pria berambut putih sedang duduk di sebuah kursi dan di depannya terdapat banyak wartawan. "Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa kemarin cuaca di seluruh korea selatan menjadi buruk dan muncul petir yang begitu menakutkan." Kata pria. "Benar, kami ingin bertanya tentang hal itu." Kata salah satu wartawa.


"Aku akan memberi tahu kalian secara langsung. Cuaca buruk itu sebenarnya disebabkan olehku." Kata pria berambut putih. "Haha, tuan Mori han jangan bercanda." Kata seorang wartawan tertawa tidak percaya. "Ketika kekuatan seseorang melebihi tingkat raja maka langit akan memberi hukuman. Dan hukuman itu dinamakan hukum alam. Dan kemarin aku menghadapi hukum alam." Semua wartawan terkejut mendengar kata Mori han.


"Oh benar, bagi kalian yang bertemu pria tua di dalam mimpi sebelum terbangun. Sementara kalian mengingat tentang jelas semua yang ada di dalam mimpi. Aku akan menyambut kalian di korea selatan." Pria yang di panggil Mori han tersenyum kemudian berjalan pergi.


Jember, Indonesia. Clue saat ini sedang berdiri di tengah jalan kemudian mengangkat tangannya. Clue melihat 91 panah angin mulai muncul di udara. "Saat ini kekuatanku mencapai 910. Kurang 90 poin untuk menerobos dan menghadapi hukum alam." Kata Clue. "Jumlah panah angin yang kamu buat jauh lebih banyak dari pada kemarin." Kata Jasmine yang sedang duduk di depan rumah.


Clue menurunkan tangannya kemudian panah angin mulai menghilang. "Mengapa kamu tidak mandi." Clue berjalan ke arah Jasmine dan duduk disebelahnya. "Air sudah habis. Setelah digunakan mama dan papa mandi." Balas Jasmine. "Baiklah, aku akan mengisi air. Dan apa kamu tertarik untuk mandi bersama." Kata Clue. "Jangan bercanda. Ada mama dan papaku disini." Kata Jasmine dengan wajah memerah. "Hahaha. Kamu tidak perlu khawatir tentang itu." Clue tertawa kemudian menggendong Jasmine dan masuk ke dalam rumah. "Ahh." Jasmine menjerit saat digendong oleh Clue.


Clue masuk ke dalam rumah kemudian berjalan ke arah kamar mandi. Mengabaikan tatapan kedua orang tua Jasmine. Sementara Jasmine menyandarkan wajahnya di dada Clue. Jasmine terlalu malu untuk melihat wajah orang tuanya. "Sepertinya tebakanku benar. Jasmine jatuh cintanya dengannya." Kata Indah menghela nafas. Samuel hanya bisa tersenyum kecut. Dia tidak tahu apakah keputusan keluarganya pergi bersama Clue berakhir baik atau buruk.


Clue saat ini sudah berada di dalam kamar mandi bersama Jasmine. "Saat ini aku tidak berani menunjukan wajahku di depan kedua orang tuaku." Kata Jasmine yang menyandarkan wajahnya di dada Clue. "Kamu tidak perlu malu. Bukankah justru bagus jika orang tuamu tahu lebih cepat hubungan antara kita." Kata Clue. Saat mendengar kata Clue Jasmine melihat Clue dan berkata. "Lalu seperti apa hubungan kita sekarang. Apa hubungan kita hanya sebatas teman ****."


"Jika kamu mau. Mengapa kita tidak berpacaran." Kata Clue. "Aku akan menjadi pacarmu ketika kamu berjanji dua hal padaku." Balas Jasmine. "Apa yang kamu mau." Kata Clue. "Satu kamu berjanji tetap bersamaku selamanya dan tidak boleh memiliki wanita lain. Dua kamu berjanji harus melindungi keluargaku." Kata Jasmine. Mendengar kata Jasmine Clue cemberut. Kedua permintaan Jasmine terlalu berat baginya. Namun Clue telah memiliki rasa terhadap Jasmine dan tidak ingin membiarkannya pergi.


"Baiklah, aku berjanji akan tetap bersamamu, selama kamu tidak mengkhianatiku. Aku juga berjanji akan melindungi keluargamu. Ketika aku masih berada di bumi." Kata Clue. "Perkataanmu aneh. Seperti kamu ingin meninggalkan bumi dan pergi ke planet lain." balas Jasmine. "Aku memang ingin meninggalkan bumi suatu saat." Balas Clue. "Ahhh." Jasmine terkejut mendengar jawaban Clue.