
Badan Syafin gemetar saat Clue mendekatinya. Clue mulai meremas dada Syafin dan mencium bibirnya. "ermm." "paaa." "Ahhh." Syafin menjerit saat pipinya di tampar Clue. Dia menahan amarahnya dan mengigit bibirnya. Clue tersenyum melihat Syafin tidak berniat melawan.
Sementara itu di kota inti yang Clue kunjungi. Ke empat penjaga dan dua Elf sedang berdiri menunggu kesebelas elf yang mengejar Clue. "Hei Monaz, kenapa mereka belum kembali juga." Kata elf pria setengah baya. "Hmm, ada yang aneh, ayo periksa." Kata Elf yang di panggil Monaz lalu melesat ke arah dimana Clue pergi dan diikuti elf pria paruh baya.
Tidak lama kemudian mereka berdua terkejut dengan yang mereka lihat. "Sialan, bukankah manusia itu hanya ahli peringkat A level 4. Bagaimana mungkin bisa mengalahkan mereka semua." Kata Elf pria setengah baya. "Hmm, itu adalah kesalahan mereka mencari masalah." Dengus Elf yang dipanggil Monaz. "Monaz, apakah kita akan melaporkannya ke orang itu." kata Elf pria paruh baya. "Tidak perlu Alu, dia akan tahu sendiri. Terlebih lagi manusia itu tidak boleh di anggap remeh." Kata Monaz. "Benar, kematian mereka bukan urusan kita." Kata Elf yang di panggil Alu.
Clue duduk di sebuah batu dan melihat Syafin yang terengah-engah di tanah. "Sepertinya sudah 4 jam lewat aku berhubungan badan dengan dia." Kata Clue melihat matahari mulai terbenam. Dengan mengkonsumsi pil pemulih stamina, Clue kuat melakukan hubungan badan berjam-jam.
"Kamu bebas, kamu boleh pergi." Kata Clue. Syafin menghela nafas dan berkata. "Tuan, bolehkah aku bertanya bagaimana caranya untuk awet muda seperti anda." "Oh, apakah kamu ingin tetap terlihat muda." Clue menyeringai. Syafin tersipu malu dan mengangguk.
"Haha, maaf. Sayangnya aku tidak mempunyai cara untuk awet muda." Kata Clue tertawa. "Tidak mungkin, lalu bagaimana bisa tuan begitu muda." Syafin terkejut. "Haha, umurku tidak mencapai 30 tahun. Jelas aku terleihat muda." Clue tertawa.
Syafin terkejut dan membuka mulutnya. "Laki-laki ini jelas tidak berbohong, skill pendeteksi kebohonganku tidak menunjukan dia berbohong. Pasti dia jenius dan mempunyai cara untuk menerobos peringkat dengan cepat." Gumam Syafin di pikirannya.
Syafin tiba-tiba bersujud kepada Clue dan berkata. "Saya bersedia mengikuti tuan. Saya rela tubuh menjadi alat pelampiasan tuan." Syafin tahu bahwa Clue tertarik dengan tubuhnya. Jika Clue tidak tertarik bagaimana mungkin dia akan melakukan hubungan badan selama 4 jam.
"Ehh." Clue terkejut dengan pemandangannya. "Sialan, aku lupa semua elf mempunyai skill pendeteksi kebohongan. Efek menjadi jenius sangat menakutkan." Gumam Clue dipikirannya. Awalnya dia dan Syafin adalah musuh. Clue berhubungan dengan Syafin untuk melepaskan nafsunya, karena selama 4 bulan dia hanya berhubungan badan dengan Emilia.
"Uhuk. Kenapa kamu mau mengikutiku." Kata Clue. "Karena saya yakin jika mengikuti tuan, Syafin akan bertambah kuat." Kata Syafin. "Ohh, bukankah kamu membenci manusia." Kata Clue. Syafin menggeleng dan berkata. "Syafin tidak membenci manusia, Syafin berasal dari benua timur. Alasan Syafin ikut mengejar tuan adalah untuk melihat seperti apa wajah manusia yang berani datang ke kota." Clue menatap mata Syafin. Clue merasakan bahwa Syafin tidak berbohong.
"Lalu, bagaimana dengan suamimu. Kamu pasti punya keluarga." Kata Clue. "Syafin tidak memiliki keluarga tuan." "Ohh." Clue terkejut. "Jika tuan belum puas. Tuan bisa memerkosa Syafin lagi." kata Syafin dengan wajah tersipu dan memamerkan tubuhnya di depan Clue.
"Uhuk." Clue terbatuk. Dia tidak percaya bahwa Elf yang berumur 1100 tahun akan penuh gairah. "Kamu sudah tua, aku tidak begitu tertarik denganmu." Kata Clue bohong. Syafin tersenyum kemudian mendekati Clue. "Tuan, wajah dan tubuh Syafin masih seperti manusia berumur 40 tahunan. Terlebih lagi jika tuan keluar dengan Syafin, kita masih di anggap sebagai sepasang kekasih." Kata Syafin. Dia tahu Clue berbohong bahwa tidak tertarik dengannya.
"Hahaha. kemampuan menggodamu begitu bagus. Baiklah mulai sekarang kamu pelayan elfku yang pertama." Clue tertawa. Syafin tersenyum saat mendengar Clue menerimanya menjadi pelayan.
"Baiklah pakai pakainmu, ayo kita pergi." Kata Clue. "Apakah tuan, tidak ingin bermain bersama Syafin lagi." kata Syafin tiba-tiba memeluk Clue. "Hmm, apakah kamu tidak mematuhi perintahku." Balas Clue. "Maafkan Syafin tuan. Syafin hanya ingin lebih lama berhubungan badan dengan tuan." Kata Syafin menyesal membuat Clue marah.
"Masih banyak waktu kita untuk berhubungan badan. Aku masih akan melakukan hal lain." Kata Clue. "Baik tuan." Balas Syafin. "Aku harus membuat tuan tergila-gila denganku." Gumam Syafin di pikirannya.
Selagi Syafin berpakaian Clue mengambil tumbuhan ginseng yang dia beli dari seorang elf, serta tumbuhan ginseng yang dia dapat dari cincin penyimpanan para elf yang dia bunuh. "Haha, tidak buruk mendapatkan 6 tumbuhan ginseng berumur 4000 tahun." Kata Clue lalu menelan 6 tumbuhan ginseng. (Selamat anda mendapatkan 10 poin) Melihat notifikasi muncul Clue bergumam. "Efeknya semakin memburuk." "tabel status." Kata Clue kemudian tabel status muncul di depannya.
Nama : Clue
Umur : 27 tahun
Job : Patriack Akademi Knight
Level : 801 next butuh 51,000 exp
Kekuatan : 935(+372)
Agility : 935(+372)
Vitalitas : 935(+372)
Stamina : 235/ 935
Mana : 935/ 935
Poin : 10
Coin : 17,940,500
Kemudian Clue mulai menambahkan 2 poin pada kekuatan, agilty, vitalitas, stamina dan mana. Sinar putih pun menyelimuti tubuh Clue. Syafin yang melihat sinar putih menyelimuti tubuh Clue terkejut dan bergumam. "Setelah memakan 6 tumbuhan ginseng berumur 4000 tahun ada cahaya putih yang menyelimutinya, lalu dia bertambah kuat. Beda dengan ahli lainnya entah itu elf dan manusia. Setiap memakan tumbuhan ginseng badan mereka tidak selimuti cahaya putih, dan perlu waktu untuk menyerap kekuatan dari tumbuhan ginseng. Apakah itu salah satu kemampuannya untuk menerobos cepat." Gumam Syafin.
Melihat Syafin yang terkejut dan bengong Clue tersenyum. Itu juga salah satu tujuan Clue untuk membuat Syafin berpikir bahwa dirinya berbeda dengan orang lain. Entah itu ras manusia dan Elf, tidak mungkin untuk menerobos cepat seperti dia.
"Tuan kemana kita akan pergi." Tanya Syafin. "Benua barat." Kata Clue. "Ahh, berarti kita akan bepergian selama 2 bulan tuan." Kata Syafin. "Tidak, kita hanya butuh beberapa detik untuk sampai disana." Kata Clue lalu mengeluarkan token teleportasi. "kerajaan glizzard." Gumam Clue sambil memeluk Syafin.
Wajah Syafin tersipu saat tiba-tiba dipeluk Clue, kemudian Syafin terkejut saat cahaya putih menyinari tubuh mereka berdua. Saat cahaya putih menghilang, Syafin terkejut bahwa sudah berada di tengah kota.
"Ahh, bukankah itu pangeran Clue." "Benar, dia pangeran Clue." 'Salam pangeran Clue" para pejalan kaki serta ahli yang melihat Clue dan Syafin tiba-tiba muncul berkata dengan hormat. Clue mengangguk lalu berjalan dan menarik tangan Syafin. Syafin pulih dari keterkejutannya saat di tarik oleh Clue dan bergumam. "Tidak salah aku mengikuti dia." Syafin tersenyum.
Tidak lama kemudian Clue dan Syafin tiba di istana glizzard. Clue di sambut dengan hormat oleh penjaga. Clue pun masuk ke dalam istana bersama Syafin. "Apakah elf itu kekasih atau pelayan baru pangeran Clue. Kulihat dia sedikit tua." "huss, meski dia sedikit tua, dia cantik dan sexy." Bisik para penjaga. Clue mengabaikan bisikin penjaga sementara terus berjalan. Sedangkan Syafin bergumam. "Mungkinkah dia mempunyai banyak kekasih dan pelayan sepertiku."
"Hoho, lihat siapa yang kembali." Clue melihat seorang wanita yang tidak lain adalah Fitria. "Oh, apakah kamu tidak mau memelukku." Kata Clue tersenyum. Fitria tersipu lalu meloncat dan memeluk Clue. "Huh, setiap kamu pergi, kamu tidak pernah mengajakku." Kata Fitria cemberut. "Haha, maaf."
"Oh, akhirnya kamu tahu cara pulang." Clue melihat ketiga wanita yang berjalan ke arahnya, yang tidak lain adalah Dinda, Felicia dan Ratna. "Ehh, kenapa kamu disini." Tanya Clue. "Huh, apakah aku tidak boleh untuk tinggal dirumah ibu mertuaku." Dinda cemberut.
Sedangkan Syafin yang di belakang Clue menghela nafas. Pria muda yang menjadi tuannya sudah memiliki 4 kekasih, belum perempuan yang bersamanya saat di benua timur. "Ahh, sayang siapa elf tua ini." kata Dinda terkejut. "siapa yang kamu bilang Elf tua." Syafin melotot kepada Dinda.
"Hiii." Meski Syafin tidak mengeluarkan aura pembunuhnya. Hanya melotot saja Dinda ketakutan. "Kenalkan dia adalah pelayan baruku. Syafin." Kata Clue mengenalkan Syafin "Ahhh." Ke 4 perempuan terkejut mendengar kata Clue.
"Sayang, jangan bilang kamu juga suka wanita yang lebih tua." Felicia bertanya. "Uhh." Sekali lagi ekspresi Syafin berubah jelek. "Uhuk. Baiklah, dia masih cantik seperti ibu." Kata Clue. Syafin tersenyum saat dipiju oleh Clue.