
Selama 3 hari selain berburu hobgoblin. Clue juga mengajari ayahnya Adrian untuk mengendalikan elemen angin. "Benar, aku bisa menguasai elemen angin" Adrian tersenyum kemudian pedang yang dipegangnya diselimuti angin.
"Woaarr." Satu harimau yang tersisa dan tidak terluka melesat ke arah Adrian. "Cari mati." kata Adrian melesat ke arah harimau api. "Crashh." Adrian berhasil menebas harimau api. Namun harimau api masih tidak mati. "Masih belum mati juga ya." Adrian tersenyum kemudian melesat ke arah harimau api.
Tidak lama kemudian Clue melihat ayahnya berhasil membunuh harimau api. "Nak, setiap kali kita membunuh monster. Aku merasa udara di kota ini semakin bersih." Kata Adrian. "Tebakan ayah benar. Kota ini sekarang setidaknya dapat di tinggali oleh hunter tingkat e. Namun manusia biasa tidak dapat tinggal di kota ini dalam waktu lama." Balas Clue. "Jika kita terus berburu di kota ini. Beberapa hari lagi udara di kota ini pasti kembali seperti dulu." kata Adrian. "Itu pasti." Clue mengangguk.
Jakarta, Indonesia. Di sebuah ruangan beberapa orang sedang berkumpul. "Kali ini yang muncul adalah monster tingkat c." kata pria paruh baya berseragam hijau. "Jika hanya monster tingkat c yang muncul itu bukan masalah bagi negara kita. Bukankah kalian juga mendapatkan manfaat dari membunuh monster. Aku tahu kalian juga ikut berburu monster dan meningkatkan kekuatan kalian." Kata pria paruh baya berjaz hitam. "Benar pak presiden, aku yang awalnya hanya manusia yang memiliki kekuatan tingkat d saat ini memilki kekuatan tingkat c." kata wanita paruh baya.
Pria yang di panggil presiden tersenyum kemudian berkata. "Berapa jumlah orang yang meninggal kemarin." "Di setiap kota setidaknya 50 sampai 100 orang yang meninggal akibat melawan hobgoblin. Jadi setidaknya 30 ribu nyawa melayang setiap hari. Dalam 4 hari sudah ada 100 ribu lebih nyawa melayang," Kata seorang pria paruh baya. "Jumlahnya cukup banyak. Lalu berapa banyak hunter yang berhasil menerobos dan bertambah kuat saat ini." Kata pria berjaz hitam.
"5 ribu lebih hunter menerobos tingkat d. 3 ribu lebih hunter menerobos tingkat c. Seribu lebih hunter menerobos tingkat b. 100 lebih hunter menerobos tingkat a. Kemudian 6 orang hunter yang menerobos tingkat s. Saat ini negera kita memiliki 10 hunter tingkat s. Fernando tidak dihitung." Kata pria paruh baya.
"Jumlah hunter saat ini lebih banyak dibandingkan sebelum monster di dunia nyata. Seharusnya negara kita tidak akan kesulitan jika suatu saat menghadapi monster tingkat b yang muncul dari lubang dungeon." kata pria berjaz hitam. Mendengar kata pria berjaz hitam semua orang terdiam.
"Apa ada kabar tentang Fernando." Kata pria berjaz hitam. "Menurut informan dia saat ini sedang membunuh monster di kota Jember." Kata pria paruh baya dengan ekspresi buruk. "Jika setiap orang dapat bertambah kuat setelah membunuh monster. Aku yakin dia saat ini pasti sangat kuat." Balas pria berjaz hitam. Semua orang di dalam ruangan memiliki ekspresi buruk mendengar kata pria berjaz hitam.
"Apa kita hanya akan membiarkannya bebas berkeliaran pak presiden." Kata wanita paruh baya. "Kita tidak bisa membunuhnya dengan bom nuklir. Lalu apa yang bisa kita lakukan." Balas pria berjaz hitam menghela nafas. "Mengapa kita tidak meminta maaf kepadanya dan melakukan negosiasi." Kata pria berkacamata. "Apa kamu bodoh, bagaimana mungkin dia akan memaafkan kita. Terlebih lagi jika kita bernegosiasi dengannya, semua penduduk negara ini akan marah dan kecewa." Kata seorang pria paruh baya marah. "Ketua asosiasi tenangkan amarahmu." Kata pria berjaz hitam menatap pria paruh baya. "Maaf pak presiden." Pria paruh baya menghela nafas dan membungkuk.
"Aku akan memikirkan saran bernegosiasi dengan Fernando." Kata pria berjaz hitam lalu menatap pria berseragam hitam dan berkata. "Benar, bagaimana kabar tentang narapida yang lolos dari nusakambangan." "500 lebih narapida telah berhasil ditangkap. Saat ini hanya tersisa 10% narapida yang masih berkeliaran. Itu juga jika mereka masih hidup." Balas pria berseragam hitam. "Bagus, sia-sia Fernando membebaskan para napi." Kata pria berjaz hitam.
6 jam telah berlalu saat ini Clue melayang di udara dan 75 panah angin muncul di udara. "Karena aku bisa memunculkan 75 panah angin, kekuatanku seharunya 750." Kata Clue kemudian semua panah menghilang. Clue menghilang kemudian muncul di samping Adrian yang berjarak 60 meter darinya.
1 jam kemudian Clue sedang bersandar di sebuah pohon dan melihat 5 orang sedang bertarung melawan beberapa belalang hijau sebesar 2 meter. "Apa kalian membutuhkan bantuanku." Kata Clue berbicara. Seorang pria melihat Clue yang mengenakan masker dan topi lalu berteriak. "Kami bisa membunuh monster ini dengan mudah." Pria menyelimuti pedangannya dengan angin kemudian menyerang belalang. "Crashh." Tangan belalang terpotong akibat tebasan pria. Pria lain juga menyelimuti pedangnya dengan angin dan menyerang belalang.
Clue yang melihat pertempuran dari jauh berkata. "Rata-rata setiap orang yang kutemui dalam 1 jam terakhir ini mengendalikan elemen angin. Mereka pasti dapat menguasai elemen angin berkat membunuh hobgoblin." Clue melihat monster belalang sudah dikalahkan kemudian menghilang. "Ehh, kemana perginya orang tadi." kata seorang pria. "Orang itu pasti pergi karena kita berhasil membunuh monster belalang." Balas pria lain.
6 jam kemudian di perbatasan jember ada 4 orang yang keluar dari dalam mobil. Dua perempuan dan dua pria. "Bukankah bom nuklir telah dijatuhkan di kota ini. Mengapa udara di kota ini tidak tercemar sama sekali." Kata seorang perempuan. "Udara di kota ini bersih mungkin berkat dia." balas seorang pria. "Siapa maksutmu." Balas perempuan lain penasaran.
"Hunter Fernando." Kata pria. "Ahh." Kedua perempuan terkejut. "Mungkin dia membantai semua monster di kota jember yang membuat udara di kota ini menjadi bersih. Bukankah kalian juga merasakan setiap kali kita membunuh monster. Udara di sekitar kita sedikit lebih sejuk." Kata pria lain. Kedua perempuan mengangguk mendengar kata pria.
"Lalu apakah kita akan tetap lewat kota Jember. Aku takut saat kita melewati kota Jember. Fernando akan menemukan kita " kata perempuan gugup. "Tidak perlu gugup, kota Jember sangat luas. Fernando tidak akan menemukan kita." Kata pria mencoba menghibur.
"Benar, aku tidak akan menemukan kalian jadi lewatlah kota Jember." Kata sebuah suara. 4 orang mendengar suara asing kemudian terkejut ketika menoleh ke belakang. "Ahhh, Fernando." Dua perempuan gemetaran ketika melihat Clue. "Kamu Fernando." Dua pria menelan ludah kemudian memasang kuda-kuda bertarung. "Yo, apa kabar." Kata Clue tersenyum.
Saat terbang di langit Clue merasakan 4 mahluk hidup yang tidak jauh darinya. Clue berharap 4 mahluk itu adalah monster, namun yang ditemuinya adalah manusia. Saat hendak pergi Clue berhenti ketika 4 orang itu menyembut namanya. Karena iseng Clue berniat menemui mereka.
"Jangan takut, aku tidak akan menyerang kalian." Clue tersenyum. Namun dua perempuan tetap gemetar ketakutan meski Clue telah berkata tidak akan menyerang mereka. Clue berjalan ke arah dua perempuan kemudian mengelus salah satu pipi wanita dan merangkulnya. "Kamu sangat cantik, sangat disayangkan untuk pergi bersama mereka berdua." Kata Clue melihat dua pria.
"Berengsek." Dua pria mengutuk. Namun mereka berdua tidak berani menyerang Clue. Mereka sadar jika menyerang Clue. Clue akan membalas serangan mereka. "Tinggalkan wanita ini kepadaku, dan kalian bisa pergi." kata Clue. "Adi, Ari, Nita jangan tinggalkan aku." Perempuan yang dirangkul Clue menangis.
Kedua pria saling melihat kemudian menarik satu perempuan yang gemetar ketakutan. "Maafkan kami Jasmine." Kata kedua pria masuk ke dalam mobil. "Maaf Jasmine." Kata perempuan masuk ke dalam mobil. "Jangan tinggalkan aku." Teriak perempuan mencoba lepas dari pelukan Clue. namun Clue memegang tangan perempuan, tidak membiarkan perempuan pergi. "Wroom." Clue melihat Mobil melaju dengan cepat.